Kami Santri Bukan Artis

Kami Santri Bukan Artis
Episode 202 Mengundang Penasaran Zakir


__ADS_3

Aisyah terus saja bicara dengan nada keras dan tegas saat emosinya terus meluap kepada Azmi yang tengah berdiri dihadapannya dan Azmi tidak bisa berkata apapun ia hanya diam menerima semua perkataan buruk tentang dirinya yang terus dilemparkan Aisyah kepada Azmi.


Aisyah menghapus air matanya sambil menundukkan kepalanya ia mulai sadar kalau dirinya telah terlalu berlebihan berkata yang tidak seharusnya kepada Azmi.


Tanpa mengatakan apapun Aisyah hanya sekilas menatap tajam Azmi dan segera melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan Azmi. Azmi sempat terdiam walau ia tau kalau Aisyah telah melangkah tepat berpapasan dengannya hingga Azmi kembali memanggil nama Aisyah membuat Aisyah terhenti melangkah.


" Aisyah!" panggil Azmi membalikkan tubuhnya untuk mengucapkan sepatah, 2 patah kata kepada Aisyah.


Seketika langkah Aisyah terhenti, tubuhnya seakan kaku ketika namanya keluar dari mulut Azmi. Aisyah terdiam dan tetap pada posisi yang sama tidak membalikkan tubuhnya.


" Aku minta maaf, aku gak tau kalau kamu sampai seperti ini. Pesan aku cuma, kamu harus kuat, minta pertolongan sama Allah. Insya Allah semuanya akan baik-baik saja, Allah akan mendengar semua doa yang kamu minta, dan... Sudahi air mata tentang kepergian mas Akmal, mas Akmal sudah tenang disana, Syah. Kalau kamu terus gak bisa ikhlas tentang kepergian mas Akmal, mas Akmal ikutan sedih dan gak tenang disana, " jelas Azmi dengan nada lirih.


Air mata Aisyah kembali jatuh pada pipinya membuat Aisyah kembali menghapusnya hingga wajahnya bersih tanpa ada lagi air mata yang membasahi pipinya.


Aisyah menarik nafasnya dan membuangnya dengan perlahan ia mengangguk atas ucapan Azmi.


" Assalamualaikum, " ucap Aisyah dan pergi begitu saja segera menjauh dari Azmi.


" Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, " jawab Azmi.


Azmi tidak mengetehui kalau semua orang tengah mencarinya, mereka meminta agar Azmi segera datang dan ikut bersholawat dengan anggota Syubban yang sudah berada di atas panggung siap untuk melantunkan sholawatnya.


" Duh, ini Azmi kemana, sih? " Ali.


" Apa dia emang ngikutin cewek itu, ya? " Aban.


" Hubungan Azmi sama cewek itu apa, sih sebenarnya? " sambung Firman.


" Azmi, Azmi, kenapa dia harus ngikutin cewek itu? Dia gak mikir tentang tim ini apa?" sambung Ali kembali ia terlihat sangat kecewa sekaligus marah dengan Azmi.


" Hushhh, sudah-sudah. Kita harus segera sholawat gimanapun caranya, Kyai udah perintahin itu, " Ahkam.


" Semuanya harap sabar, yah. Mending kita langsung dengarin tim Syubban sholawat, " Mc cewek.


" Benar tuh, ini sudah hampir tengah malam. Lagian masih ada mas Ahkam sama Aban, ingat kalian kesini buat sholawat, kan? " Mc cowok.


Mendengar perkataan kedua Mc membuat para jama'ah mulai tenang dan tidak ribut, akhirnya mereka mau untuk bersholawat walau hanya dengan Ahkam dan Aban.

__ADS_1


" Ayo, silakan, " ucap Mc cewek kepada Ahkam membuat Ahkam mengangguk dan mengangkat mikrofonnya.


Tidak lupa Ahkam membaca basmalah dan sholawat untuk Nabi sebelum memulai.


" Allahuma shali 'ala muhammad yarabbi shalli 'alaihi wassalim, " Ahkam.


Sholawat kali ini terpaksa tanpa Azmi karena hari sudah semakin malam, tapi anggota Syubban tetap memberikan penampilan yang terbaik untuk semua jama'ah.


" Hamdi, Syafiq, tolong kalian cari Azmi. Saya takut dia kenapa-napa nanti, " Kyai.


" Ya Allah, itu anak kemana juga? Saya boleh bantu juga, Kyai? " Ustadz Mustafa.


" Gak usahlah, mas. Biar kami aja, mas juga harus jaga anak-anak disini, " Syafiq.


" Benar, biar kita yang cari Azmi. Dia pasti gak akan jauh-jauh darisini, " Hamdi.


" Baiklah, kalau itu yang terbaik." Ustadz Mustafa.


" Saya sama Syafiq pamit Kyai, assalamualaikum." Hamdi diikuti dengan Syafiq yang juga mengucap salam, mereka berdua juga menyempatkan mencium tangan Kyai dengan penuh adab.


Anggota Syubban tetap bersholawat walau dengan ketidakhadiran Azmi pada tengah-tengah mereka tapi semangat mereka tidak akan luntur, dengan lantunan sholawat yang begitu indah dan iringan rebana yang sangat kompak penuh semangat.


Azmi masih merenungi ucapan Aisyah kepada dirinya, kepalanya tertunduk dan tubuhnya seketika lemas, Azmi menurunkan tubuhnya untuk jongkok ia sangat bingung sekaligus masih tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi, Azmi hanya bisa menutup kedua wajahnya merenungi semuanya.


" Sebenarnya mereka ngomongin apaan, sih tadi? Kok Azmi kelihatan sedih banget? Kayanya aku harus ikutin cewek tadi deh," Zakir yang masih bersembunyi memandang Azmi lalu ia memilih pergi untuk mengikuti Aisyah.


" Azmiii!!!" teriak Fitri terus mendekat ke arah Azmi.


Melihat kedatangan Fitri, perlahan Azmi bangun sampai Fitri sudah berada tepat dihadapannya.


" Azmi, Aisyah mana? Kamu tau, kan? Tadi kamu ketemu dia, kan? Azmi, Aisyah mana?" tanya Fitri terus menerus yang membuat Azmi harus menenangkannya.


" Tenang, Fit. Iya, tadi aku ketemu dan ngomong sama Aisyah tapi sekarang dia udah pergi," jawab Azmi.


" Hah? Aduh, Aisyah. Kamu kenapa, sih? Terus, terus dia ngomong apa sama kamu, Mi? Kalau ada omongan dia yang bikin kamu sakit hati tolong maafin Aisyah, ya. Dia memang kaya gitu kalau lagi marah. Aku gak tau lagi harus apa, supaya Aisyah bisa sembuh dari traumanya." Fitri.


Azmi mengangguk sebentar sebelum menjawab Fitri ia sangat mengerti keadaan Fitri yang begitu sedih saat ini.

__ADS_1


" Iya, aku paham keadaan kamu. Sabar aja, aku yakin pelan-pelan Aisyah pasti bisa melupakan semuanya. Sebaiknya kamu cepetan susul Aisyah, dia butuh kamu." Azmi.


Fitri mengangguk beberapa kali saat mendengar penjelasan dari Azmi.


" Ya udah, kalau gitu aku cari Aisyah. Assalamualaikum Azmi, jaga dirimu baik-baik, daaa." Fitri ia mulai melangkah cepat untuk kembali mencari keberadaan Aisyah.


" Wa'alaikumussalam warahmatullah," ucap Azmi ia tersenyum atas perhatian Fitri kepadanya dan Azmi juga berharap semoga Fitri bisa membuat Aisyah tenang.


Zakir lebih dulu berhasil menyusul Aisyah yang kini tengah duduk sendiri pada sebuah bangku taman. Tanpa berlama-lama, Zakir segera melangkah untuk menghampiri Aisyah.


" Assalamualaikum, " Zakir.


Aisyah sempat terkejut melihat keberadaan Zakir ia segera menghapus air matanya dan berusaha tidak menunjukkan kesedihannya dan ia berdiri tepat dihadapan Zakir dengan kepala yang sedikit tertunduk.


" Wa'alaikumussalam warahamtullah, kamu kenapa bisa ada disini?" Aisyah.


" Eeee... Kebetulan aja tadi aku lihat kamu. Kamu tau, gak, keadaan Masjid jadi kacau banget makanya aku pergi." Zakir.


Aisyah hanya terdiam mendengar ucapan itu sambil memalingkan wajahnya.


" Maaf kalau aku bikin kamu gak nyaman, tapi tadi aku lihat kamu ngomong sama Azmi. Sebenarnya kamu itu siapanya Azmi, sih? Ada hubungan apa kamu sama dia? " tanya Zakir ia begitu penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi membuat Aisyah bingung harus menjawab apa.


" Emmm, aku sama Azmi.." Aisyah belum selesai ia bicara dan baru saja hendak mengatakan sesuatu yang membuat Zakir menunggu dengan sangat antusias tiba-tiba Fitri datang dan meneriaki namanya.


" Aisyah! " teriak Fitri yang membuat Aisyah dan Zakir seketika menoleh ke arahnya.


Fitri terus mendekati Aisyah hingga ia berdiri tepat disamping Aisyah.


" Aisyah, aku nyariin kamu daritadi. Mending sekarang kita pulang, aku mau ngomong sama kamu, " Fitri.


" Eh, tapi pertanyaan aku tadi belum dijawab. Kamu sama Azmi, kalian gak ada apa-apa, kan?" Zakir begitu penasarannya.


" Kamu siapa, sih? Gak usah kepo deh, tentang masalah Aisyah, ayo, Syah."ajak Fitri ia segera menarik tangan Aisyah agar bisa jauh dari Zakir.


" Galak banget jadi cewek! Aku jadi semakin curiga sama Azmi, " Zakir sambil berpikir dengan mengusap-ngusap dagunya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2