Kami Santri Bukan Artis

Kami Santri Bukan Artis
Episode 63. Perhatian Azmi.


__ADS_3

Setelah Dokter memandang Kyai dan berpikir apa yang terbaik untuk Akmal,akhirnya Dokter memutuskan untuk mengizinkan Akmal kembali ke pesantren.


" Baik, pasien saya izinkan pulang tapi,saya mohon untuk rutin minum obat dan menjaga kesehatan pasien. " Dokter.


" Baik Dok, saya pasti akan menjaga santri saya." Kyai.


" Baiklah, saya akan memeriksanya sekali lagi dan memberikannya obat. " Dokter


Dokter mendekati Akmal melepas infus dengan bantuan suster dan membuka oksigen Akmal ,Dokter memeriksa mulut Akmal dan dada Akmal lalu memberikan obat Akmal kepada Kyai, Dokter juga menjelaskan berapa kali obat harus di minum.


" Ini haru di minum 2 kali saja setelah makan ,ingat pasien tidak boleh terlalu lelah ,kedinginan ,dan juga saya mohon atur pola makan yang sehat. " Dokter kepada Kyai.


" Baik Dok, saya akan lakukan apa yang Dokter bilang tadi, terimakasih Dok, " Kyai.


" Sama-sama Kyai, ini sudah tugas saya, oh iya, satu lagi, jika pasien mengeluarkan darah dari hidung dan mulutnya segera bersihkan darahnya dan minum air dengan banyak tetapi jika darahnya terus keluar cepatlah bawa kerumah sakit. " Dokter.


" Iya Dok, saya mengerti. " Kyai.


" Kalau begitu saya permisi, mari Kyai ,semua. " Dokter kepada Kyai dan semua yang ada disana. Para anggota Syubban hanya membalas dengan senyuman dan mengangguk.


" Mari ." ucap Kyai kepada Dokter yang hendak pergi.


" Mas Akmal, mas udah gak papa?. " tanya Azmi mendekat ke arah Akmal dengan wajah yang masih khawatir. Akmal tersenyum memandang Azmi.


" Iya Azmi, aku gak papa kok. " Akmal.


" Ya sudah Akmal, ayo kita kembali ke pesantren. " Kyai.


" Iya Kyai. " Akmal.


Ahkam dan Azmi membantu Akmal untuk bangun, Kyai tersenyum memandang mereka.


" Ayo,hati-hati Akmal. " Kyai.


Mereka melangkah menuju mobil dan bersiap kembali ke pesantren. Semua sudah masuk ke dalam mobil.Akmal duduk di dekat kaca mobil tepat di samping Ahkam. Pak sopir mulai menjalankan mobilnya perlahan menuju pesantren.


Azmi sesekali memandang ke arah Akmal dan kembali memalingkan wajahnya.


" Kenapa Mi, kok lihatin mas Akmal terus?. " ucap Aban yang ada di samping Azmi.


" Enggak Ban, aku cuman kasihan aja sama mas Akmal, aku takut mas Akmal kenapa-napa Ban, " Azmi.

__ADS_1


" Udah Mi, kita berdoa aja buat kesembuhan mas Akmal, oke. " Aban menepuk pundak Azmi. Azmi menoleh ke arah Aban ,memberikan senyumnya kepada Aban yang juga tersenyum padanya.


"Mas Ahkam, ini jaket mas ya, " Akmal kepada Ahkam yang sedari hanya melamun seperti memikirkan sesuatu.


" Hah?,iya Mal. " ucap Ahkam yang tidak fokus dan tidak mendengar ucapan Akmal .


" Mikir opo toh mas melamun aja, ini jaketnya mas kan, maaffin aku ya mas udah ngotorin jaket mas,biar aku cuci nanti mas jaketnya. " Akmal.Memang terlihat sedikit noda darah pada jaket Ahkam yang berwarna abu-abu itu.


" Iya Mal,santai aja. " Ahkam.


Sampailah di pesantren, pak satpam siap membuka gerbang pesantren. Waktu telah menunjukkan ba'da ashar terlihat para santri yang turun dari Masjid.


Zakir,Helmi dan Sihin yang turun dari Masjid melihat kedatangan Azmi. Zakir menghentikan langkahnya bersiap untuk menyambut Azmi.Pak sopir memakirkan mobil ,mematikan mesin mobil dan semua turun dari mobil termasuk Kyai yang membuka pintunya sendiri menolak untuk di bukakan oleh pak sopir.


" Kalian segera sholat ya, saya mau ke kantor dulu, pak mau sholat dulu. " Kyai kepada semua dan menawarkan sholat kepada pak sopir yang masih duduk belum keluar dari mobil.


" Iya Kyai, nanti saya sholat di Masjid dan menunggu Kyai. " Sopir.


" Baiklah, anak-anak saya ke kantor ,Akmal ini obat kamu ingat di minum. " Kyai.


" Iya Kyai, saya pasti akan minum." Akmal menerima obat itu dengan kedua tangannya.


Semua menyalam tangan Kyai.


" Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. " ucap semuanya.


Kyai melangkah menuju kantor pesantren.Zakir dan kedua temannya menghampiri Azmi.


" Mas Akmal, mas tadi di bawa kerumah sakit ya, " ucap Zakir kepada Akmal yang berdiri di samping Azmi.


Sedangkan Azmi memasang wajah malas memandang Zakir.


" Iya Kir, " jawab Akmal.


" Kenapa mas Akmal?,mas sakit apa? , " Helmi.


" Mas Akmal itu punya penyakit serius. " ucap Zakir tanpa berpikir terlebih dahulu membuat Akmal kaget dan terdiam memandang Zakir.


Semua merasa kesal dengan apa yang Zakir lakukan melihat kondisi Akmal yang masih lemah karena baru saja datang dari rumah sakit. Azmi yang sudah tidak tahan akhirnya maju dan menghampiri Zakir.


" Mas Akmal itu gak sakit apa-apa Kir, kamu tenang aja karena aku, mas Ahkam, Aban, mas Agus, mas Doni dan semuanya ada untuk merawat mas Akmal. " ucap Azmi memandang tajam Zakir yang hanya cengar-cengir di hadapannya.

__ADS_1


" Zakir kamu jangan cengar-cengir, iya kita semua gak akan biarin mas Akmal kenapa-napa.


" Udah-udah, ayo kita sholat, lihat udah mau maghrib, Kyai juga nyuruh kita buat cepat sholat. " Ahkam memegang pundak Azmi mencoba menangkan Azmi yang kesal kepada Zakir .


Dengan wajah yang masih kesal, Azmi menoleh ke arah Ahkam sembari mengangguk ,Azmi melangkah menuju pak sopir yang masih duduk menunggu di dalam mobil.


" Pak, ayo sholat. " Azmi menundukkan kepalanya agar bisa berbicara dengan pak sopir.


"Oh iya, kalau gitu saya ikut kalian. " Pak sopir, ia membuka pintu mobilnya dan berdiri di samping Azmi.


" Ayo pak, " Ahkam.


" Iya nak, ayo. " Pak satpam.


Mereka pergi tanpa menghiraukan Zakir dan kedua temannya hanya Sihin yang memberikan senyuman kepada Azmi,Azmi membalas senyuman Sihin dan melanjutkan langkahnya.


Akmal membuka jaket dan meletakkannya di tembok tempat wudhu.Akmal terlihat masih pucat dan masih memikirkan perkataan Zakir tadi.


" Ayo mas Akmal, " ajak Azmi yang sudah selesai wudhu sembari mengusap wajahnya karena air wudhu yang masih membasahi wajahnya .


" Iya Mi, " Akmal.


" Mas Akmal masih mikirin omongan Zakir tadi mas. " Azmi.


" Hah?,emmmm, " Akmal yang tidak bisa menjawab.


" Azmi minta, mas jangan dengerin omongan Zakir atau siapapun yang bilang mas sakit parah, karena mas baik-baik aja." ucap Azmi sembari terus melangkah.


" Iya Mi, aku tau kok, kalau aku gak sakit dan aku akan tetap semangat buat sholawat di Syubban. " Akmal.


Mendengar ucapan Akmal seketika Azmi terdiam dan teringat perkataan Dokter yang menyuruh Akmal untuk tidak lelah.


" Azmi ,kok diam, " Akmal menghentikkan langkahnya memandang Azmi yang terdiam. Azmi menoleh ke arah Akmal sembari tersenyum.


" Iya mas, mas harus semangat. " Azmi.


Akmal tertawa kecil kepada Azmi.


" Ya udah, ayo cepetan sholat. " Akmal mengajak Azmi untuk segera naik ke Masjid terlihat Ahkam, Aban dan yang lainnya sudah bersiap hendak melaksanakan sholat.


" Kasihan mas Akmal, dia gak tau yang sebenarnya, Ya Allah hamba mohon sembuhkan penyakit itu dari mas Akmal, " ucap Azmi didalam hati melangkah di samping Akmal dan terus memandang Akmal.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2