
Mengetahui para kaum hawa sudah pergi, tim Syubban mengangkat kepala mereka dan berhenti menutup wajah mereka.
" Alhamdulillah, udah pergi mereka. " Ali.
"Aneh deh sama ukhti-ukhti itu ,padahal muka kita biasa aja kan, " Firman.
" Mereka itu pengen lihatin aku secara, aku seng paling ganteng neng tim Syubband iki. " Udin dengan percaya dirinya sembari bangun dari kursinya memamerkan wajahnya yang lucu membuat semuanya tertawa kecil.
" Assalamualaikum. " ucap seorang ibu yang tadi membela mereka membuat Udin kaget dan membalikkan tubuhnya.
" Wa'alaikumsalam. " tim Syubban mulai berdiri untuk menghormati ibu itu.
" Kalian ini tim hadroh yang dari pesantren.... Pesantren... Apa namanya ya?." ibu itu terlihat bingung.
" Pesantren Nurul Qadim bu, " ucap Azmi yang berada dihadapan ibu itu.
" Oh iya,saya sangat ingin melihat penampilan dari kalian kata suami saya yang pernah adzan sama qhamat di Masjid ini suaranya bagus sekali.Hmmm...Coba yang mana orangnya saya pingin tau. " ibu itu.
" Saya yang adzan bu, dan ini yang qhamat waktu itu. " Azmi mengangkat tangannya tidak terlalu tinggi hanya membentuk sudut siku-siku dan juga menunjuk Aban dengan jempolnya yang ada di sebelahnya.
" Masya Allah, jadi kalian, ganteng dan manis semua ya, " ibu itu membuat Azmi dan Aban tertunduk malu sembari tersenyum kecil.
" Siah Azmi, Aban, " ledek Ali yang memandang mereka membuat Azmi menoleh ke arah Ali.
" Kalau begitu saya permisi ya anak-anak, yang semangat nanti, assalamualaikum. " ibu itu hendak pergi.
" Wa'alaikumsalam. " jawab tim Syubban kembali duduk.
" Masa Azmi sama Aban aja yang di puji, kita gak?. " Firman.
" Firman, ibu itu kan cuman tau mereka yang pernah adzan sama qhamat disini ," Akmal.
" Udah Fir, kamu gak usah iri gitu sama mereka, ibu itu kan belum tau penampilan kita. " Ahkam.
" Iya mas, aku gak iri kok ," Firman sembari tersenyum kepada Ahkam.
Acara akan dimulai semua jama'ah sudah memenuhi kursi yang telah disediakan. Tepat pukul 08.00 malam Mc naik ke atas panggung mengumumkan acara apa saja yang akan dilaksanakan. Pemberitahuan bahwa acara ini dilaksanakan untuk slametan Masjid yang rencana akan di renovasi .Acara itu dimulai ,seorang pria selaku Mc siap membacakan acara-acara itu,mulai dari berdoa, pengajian dan ceramah .
Para tim Syubban mendengarkan tausiah yang dibawakan oleh seorang ustadz dengan sangat seirus hingga selesai sesekali mereka juga menganggukkan kepala tanda mengerti dengan apa yang disampaikan.
" Baiklah,itu dia sedikit ceramah dari saya, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabrakatuh. " penceramah.
" Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. " ucap semuanya.
" Terimaksih ustadz, acara selanjutnya akan di sambut oleh para tim hadroh yang bernama Syubbanuk Muslim, dari pondok pesantren Nurul Qadim, silahkan santri-santri maju. " Mc.
__ADS_1
Para tim Syubband mulai bangun dari kursi mereka dan melangkah naik ke panggung,Azmi kembali merapikan pecinya.
Satu-persatu dari mereka naik ke atas panggung dan membentuk barisan seperti biasanya. Mc memberikan mirofon pada Ahkam yang berada paling dekat dengan Mc. Atas pemberitahuan Kyai bahwa ada 4 orang sebagai vocal. Ahkam membagi mikrofon itu kepada Akmal, Aban dan Azmi.
Sorakan demi sorakan membuat keramaian di acara tersebut.Belum saja para tim hadroh melantunkan sholawatnya, para kaum hawa sudah berteriak dengan sangat keras.
" Dimohon jangan ribut ya, yang disebelah sana ayo duduk. " Mc.
Azmi memutar-mutar mikrofonnya sembari mempersiapkan dirinya sesekali ia berbicara dan tersenyum kepada Aban yang duduk di sampingnya.
" Saya tanya sama jama'ah bisa di mulai sholawatnya. " Mc.
" Bisaaaa........ " lagi -lagi teriakan kaum hawa mengalahkan suara para pemuda di sana.
" Ayo silakan dimulai. " Mc.
Ahkam menganggukkan kepalanya dan memberi isyarat kepada para vocal dan tim Syubban.
Sholawat Ya Hanana siap dibawakan oleh tim Syubband dimulai dari Ahkam yang melantunkan lirik pertama.
Lirik 1 sholawat Ya hanana oleh Ahkam.
"Dhoharoddinul muayyad biduhrinnabi ahmad.
Ya hanana naabimuhammad dzalikalfadlu minallah.......Allah," Ahkam dengan suaranya yang lantang dan merdu membuat para jama'ah begitu semangatnya dalam melantunkan sholawat.
"Ya hanana, Ya hananaaaa, Ya hananna ,Ya hanana..... ".
Sholawat sangatlah meriah diiringi tabuhan rebana yang kompak dimainkan oleh para tim hadroh. Begitu juga dengan para vocal yang memiliki suara khas masing-masing mereka membuat para jama'ah kagum dan mengikuti sholawat dengan semangat.
" Masya Allah, suaranya bagus sekali Kyai," pemilik acara.
" Iya, bagus banget lo, tim hadrohnya juga kompak semua, " pak Shomat.
" Alhamdulillah pak, ini semua karena usaha mereka yang begitu semangat dalam latihan." Kyai.
"Pak, kapan-kapan kita undang aja lagi mereka, lihat semua orang ikut semangat melantunkan sholawat. " salah seorang ibu yang merupakan istri dari pemilik acara.
" Benar bu, Kyai, bolehkan kita undang mereka di setiap acara. " pemilik acara.
" Tentu pak, itu sangat baik. " Kyai.
" Ini aku udah videoin penampilan mereka, siapa tau bisa terkenal sak jawa timur lo. " pak Shomat.
" Aaminn, " ucap semuanya.
__ADS_1
" Semoga saja ya Kyai, pak ustadz, " pemilik acara.
" Amiin,Aaminn ,iya pak, " Kyai.
Semua ikut mengaminkan melihat kemampuan mereka yang sangat bagus.
Selesailah sholawat mereka, para tim hadroh berhenti menebuh dan para vocal menurunkan mikrofonnya dari mulut mereka.
" Yah kok udah selesai, sekali lagi dong, " ucap seorang gadis yang duduk di depan.
Tim Syubban hanya terdiam dan saling pandang.
" Lagi, lagi, lagi....." teriak semua jama'ah begitu antusias meminta tim hadroh kembali bersholawat untuk mereka.
Azmi hanya tersenyum memandang semua jama'ah yang sangat bersemangat.
Mc yang juga bingung menoleh ke arah pemilik acara.
" Berikan saja lagi, " pemilik acara berteriak kepada Mc.
Mc mengangguk dan kembali menoleh ke arah tim Syubband yang terlihat kebingungan.
" Baiklah, ayo sholawat sekali lagi, sholawat yang tadi juga tidak apa-apa. " Mc menggunakan mikrofonnya.
Ahkam menganggukkan kepalanya.
" Para jama'ah diharap tenang ya, " Mc.
Jama'ah mulai tenang dan para vocal kembali mempersiapkan diri mereka sembari berdiskusi. Ahkam menoleh ke arah Azmi, Azmi menganggukkan kepalanya sembari tersenyum manis. Ahkam monoleh ke arah Aban dan Aban memberikan anggukan kepalanya satu kali. Ahkam menoleh ke arah Akmal dan Akmal tersenyum.
Mulailah mereka kembali bersholawat dengan sholawat yang sama yaitu sholawat Ya hanana, mereka begitu semangat para jama'ah kembali mengikuti sholawat mereka dengan sangat semangat dan meriah.
Tiba-tiba Akmal mulai sesak dadanya, ia mengatur nafasnya agar mengurangi rasa sakitnya.Akmal berusaha terlihat semangat walau ia mulai merasakan kesakitan.
Di sisi lain, para anak Band sudah menyelesaikan penampilan mereka.Cafe terlihat jauh lebih sepi dari Masjid yang penuh sinar lampu dan sorak-sorak jama'ah yang bersemangat dalam bersholawat.
" Rame bener tuh Masjid, beda banget sama kita tadi tampil ,penontonnya aja bisa kehitung sama gue, " anggota Band 1.
" Kayaknya banyak yang lebih milih tim hadroh itu deh, daripada kita. "keluh anggota Band 2.
" Waaah, gak bisa dibiarin nih, kita harus hancurin mereka!." seru anggota Band 3.
" Bro, lo kok diam aja? "tanya anggota Band 4 kepada Mufti yang terdiam memandang ke arah Masjid.
" Ini gak bisa terjadi, ayo kita samperin mereka." Mufti segera naik ke motornya mengajak semua anggota Band untuk mengikutinya.
__ADS_1
Bersambung......