
Azmi duduk bersholawat dengan suaranya yang sangat merdu .Azmi sudah sangat siap karena hari ini grup Syubban akan latihan bersama setelah mereka bersih-bersih. Aban yang melihat Azmi yang sedari tadi bersholawat sembari melihat di selembar kertas yang diberikan ustadz Mustafa segera menghampiri Azmi dan duduk disampingnya.
Azmi merangkul Aban dan memberikan kertas sholawat menyuruh Aban mengikutinya. Dengan senang hati dan sangat bersemangat Aban bersholawat mengikuti Azmi.
Disisi Lain Akmal dari jauh melihat Azmi dan Aban yang hanya berdua. Akmal melihat surat dari Aisyah yang diberikan lewat santri lain.Akmal mengingat-ngingat perkataan Zakir yang menyuruhnya untuk melukai Azmi.
"Akmal sadar, gak mungkin aku ngelukain Azmi. "ucap Akmal memegangi dahinya.
Tetapi bayangan tentang biaya pesantren terus menghantui dan masuk kepikiran Akmal dan membuatnya bingung.Seketika Zakir datang dan tidak seperti biasanya Zakir hanya datang sendiri membawa uang yang banyak berdiri di hadapan Akmal. Seketika Akmal terdiam memandang Zakir.
"Yakin mas, gak mau uang ini, aku baru minta kirim kemarin lo,dan nanti aku dikirim lagi. "ujar Zakir dengan sombongnya membuat Akmal hanya bisa diam.
"Ya udah, kalau mas gak mau,aku tau kok mas Akmal butuh banget uang ini."Zakir.
Setelah berpikir lama akhirnya Akmal mengambil keputusan yang salah dan menerima syarat dari Zakir. Zakir tersenyum senang menatap ke arah Azmi dengan licik.
"Ya udah aku terima,tapi gimana caranya bawa Azmi ke tempat sepi?."Akmal.
"Gampang mas Akmal,pergi aja ke belakang pesantren nanti aku yang bawa Azmi ke sana."Zakir.
"Oke, ya udah aku kesana. "Akmal.
"Eh mas, ini tutupin mulut mas biar Azmi gak tau kalau itu mas. "Zakir memberikan sebuah masker.
Akmal memandang masker itu dan menerimanya ,Akmal melangkah menuju belakang gedung pesantren yang sangat sepi.
Zakir tersenyum licik menghampiri Azmi dan Aban.
"Assalamualaikum."ucap Zakir.
"Wa'alaikumsalam. "jawab Azmi dan Aban bersamaan.
"Azmi, mas Ali nyuruh kamu ke belakang pesantren tuh."Zakir.
"Mas Ali?,tumben.Mau ngapain?."tanya Azmi.
"Gak tau, sana gih cepetan dia udah nungguin dari tadi. "Zakir.
" Ya udah Mi, aku ikut. "Aban.
"Eh, jangan kamu disini aja Ban sama aku."Zakir.
"Tapi Kir.."Aban.
"Udahlah Ban, Azmi itu bukan anak kecil gak usah diikutin, ya kan Azmi. "Zakir.
"Iya,aku gak papa kok Ban,ya udah aku pergi dulu, assalamualaikum. "Azmi melangkah meninggalkan Aban dan Zakir.
"Wa 'alaikumsalam. "jawab Zakir dan Aban.
"Nah, mending kamu sholawatan lagi Ban,aku mau dengar."Zakir.
__ADS_1
"Tapi perasaan ku kok gak enak ya, "Aban wajahnya sangat khawatir.
"Udah lah ,kamu itu harus percaya sama aku, Azmi gak bakal kenapa-napa kok."Zakir meyakinkan.
Aban terdiam dan sangat gelisah seperti merasakan sesuatu yang akan terjadi dengan Azmi.
"Ban, ayo sholawatan."perintah Zakir.
"Oh iya. "Aban ,ia mulai melantunkan sholawat.
"Aban, Aban, gampang banget di bohongin,lihat aja bentar lagi sahabat kamu itu bakal babak belur di pukul juara silat kita. "Zakir didalam hati sembari tersenyum licik memandang Aban yang terus bersholawat.
Sementara Azmi sudah sampai di belakang gedung pesantren yang sangat sepi. Azmi melangkah perlahan memanggil-manggil nama Ali.
"Ngapain sih mas Ali nyuruh aku kasini."Azmi.
Akmal mulai menyadari kedatangan Azmi.
"Maaffin aku Mi, aku terpaksa. "ucap Akmal memasang maskernya.
"Wah jangan-jangan Zakir bohong lagi."Azmi,ia ingin meninggalkan tempat itu tetapi berhasil di hentikan oleh Akmal yang dari belakang menutup mulut Azmi membawanya ketempat yang sangat sepi itu.
Azmi berusaha berteriak tetapi tidak bisa. Akhirnya Akmal mulai menyerang Azmi dengan sangat brutal. Azmi tidak bisa melakukan apapun walau ia berusaha melawan hingga akhirnya Azmi terkapar di tanah akibat pukulan Akmal.Akmal mulai menghentikan serangannya melihat Azmi yang sudah lemah Akmal menghentikan pukulannya. Azmi mencoba bangun tetapi tangannya sudah sangat sakit.
"Sebenarnya kamu siapa?. "tanya Azmi dengan suara bergetar.
"Dasar lemah,masa gitu aja udah gak berdaya. "ucap Akmal membelakangi Azmi.
Akmal berhenti dan melihat Azmi.
"Maaffin aku Azmi. "ucap Akmal kembali dan melanjutkan langkahnya.
Di sisi lain, ustadz Mustafa sudah datang dengan mobilnya dan sebuah pick-up masuk ke dalam pesantren. Firman berteriak memerintahkan para anggota Syubban berkumpul.
"Kir,aku kesana dulu ya. "Aban.
"Oh iya,iya. "Zakir.
"kayaknya mas Akmal berhasil nih."gumam Zakir.
Aban segera melangkah cepat berkumpul dengan anggota Syubban yang lain.
"Ban, kok kamu sendiri, Azmi mana?."tanya Ahkam.
"Azmi masih sama mas Ali. "Aban.
"Ali, bukannya Ali ada di kamar ya."Firman yang mendengar.
"Iyo ,Ali sek siap-siap ning kamar."Udin.
"Hah?.Yang benar mas, terus Azmi,"Aban.
__ADS_1
"Azmi, kemana?. "tanya Ali yang datang dan ikut berkumpul dengan para anggota Syubban.
"Lah, mas Ali kok disini Azmi mana mas?."tanya Aban.
"Azmi?.Aku gak tau tuh. "Ali.
"Aduh jangan-jangan."Aban.
"Azmi sama Akmal mana?. "tanya ustadz Mustafa.
"Saya hadir ustadz."ucap Akmal berlari menuju teman-temannya.
Telefon ustadz berbunyi ustadz Mustafa segera mengangkatnya terdengar suara yang menyuruh ustadz Mustafa untuk segera datang.
"Ya sudah ayo kalian naik, kita sudah telat." sentak ustadz Mustafa.
"Sekarang ya ustadz, kok mendadak."ucap Firman.
"Iya, acara ternyata maju tapi masih ada waktu makanya ustadz datang lebih cepat, ayo naik. "ustadz Mustafa.
"Tapi ustadz, Azmi, "ucap Aban yang sedari tadi mengkhawatirkan sahabatnya.
"Sudahlah biarkan Azmi,salah dia sendiri telat, ayo cepetan."perintah ustadz Mustafa.
Para anggota Syubban segera naik ke pick-up. Aban masih terdiam berharap Azmi datang sehingga ustadz meneriakinya.Aban segera naik ke pick-up dan pergi tanpa Azmi. Sepanjang perjalanan Aban masih memikirkan Azmi.
Sementara terlihat Azmi berjalan kesakitan darah mengalir dari hidungnya.Santri yang melihat Azmi berusaha membantu tetapi Azmi menolaknya hingga ia berjalan ke tempat latihannya.
"Azmi kamu gak ikut ke acara itu. "salah satu teman Azmi.
"Hah?. Acara?. "Azmi kaget.
"Iya, makanya, berantem mulu sih,jadi gak tau berita deh. "santri lainnya.
"Iya tuh benar, sok jagoan sih. "salah satu santri.
Azmi tidak mendengarkan dan mempercepat langkahnya menuju tempat latihan.
Sedangkan Zakir yang dari jauh melihat Azmi sangat senang sembari tersenyum melihat Azmi yang menahan sakitnya.
Sesampainya ia disana, tempat latihan sangat sepi.Pak satpam yang berjaga dan melihat Azmi segera menghampiri Azmi.
"Nak, cari siapa?. "pak satpam.
Dengan kondisi lemas Azmi membalikkan tubuhnya dan menghadap ke arah satpam.Melihat wajah Azmi yang babak belur pak satpam kaget.
"Astagfirullah,aduh, ini kok bisa kayak gini to le."ucap pak satpam.
Azmi sudah tidak kuat menahan rasa sakit dan memegangi hidungnya yang terus mengeluarkan darah.
"Ya sudah ayo, kita ke dalam dulu."pak satpam mengajak Azmi pergi ke dalam pesantren untuk melaporkan kejadian itu.
__ADS_1
Bersambung.....