
Waktu semakin larut para santri baru saja turun dari Masjid setelah mengaji kitab malam yang biasa di ajar langsung oleh Kyai.
Anggota Syubband berjalan bersama menuju tempat latihan yang berada di samping kanan gerbang pesantren. Mereka terlihat sangat lemah beberapa dari mereka juga ada yang berjalan perlahan, ada yang sudah merah matanya dan ada juga yang sesekali memejamkan mata akibat ngantuk.
Sementara Azmi berusaha melebarkan matanya dengan peci yang biasa ia pakai jomplang, Azmi bersama dengan Aban berjalan paling belakang mengikuti langkah para senior mereka.
" Eh, ini pak satpam, mana?" tanya Ahkam yang sudah ada di depan gerbang sembari mencari keberadaan pak satpam.
" Itu, tuh, pak satpam, bukain dong!" teriak Ali kepada pak satpam yang asyik dengan dunianya.
Pak satpam menoleh dan segera menghampiri para anggota Syubband yang sudah berdiri di depan gerbang.
" Anggota Syubband, kan?" pak satpam dengan tatapan tajam memandang mereka.
" Iya pak, masa masih gak kenal muka-muka kita yang ganteng ini. " jawab Udin dengan pd nya.
Pak satpam tertawa kecil dan menganggukkan kepalanya beberapa kali.
" Ooo, iya, iya, ustadz Mustafa memang sudah menunggu kalian, saya bukakan dulu, " pak satpam mulai membuka gerbang pesantren yang cukup panjang.
Setelah di buka satu-persatu dari mereka mulai keluar dan memandang ke arah luar.
" Terimakasih pak, " Ahkam.
" Sama-sama, sana cepat, ustadznya udah nungguin dari tadi." Pak satpam.
" Iya pak, ayo semua." Ahkam mengajak teman-temannya segera menghampiri ustadz Mustafa.
" Assalamualaikum. " ucap para anggota Syubband kepada ustadz Mustafa yang sedang duduk bersantai sembari memainkan handphonenya.
" Wa'alaikumsalam, ayo masuk-masuk, kita latihan sebentar saja, " ustadz Mustafa.
Para anggota Syubband mulai masuk dan duduk membentuk barisan rapi seperti biasa.
__ADS_1
" Ustadz tadi sudah bicara sama Kyai, beliau bilang acara yang menganggu pelajaran kalian kita tolak dan kita hanya menerima undangan untuk hari senin sampai kamis dari jam 01.00 siang sampai ba'da ashar kita terima dan hari jum'at karena itu hari libur semua jam kita terima, untuk sabtu dan minggu ini.... sek tunggu dulu ya, " ustadz Mustafa sembari mengecek kembali handphonenya.
Para anggota Syubband hanya bisa diam dan mendengarkan ustadz Mustafa dengan kondisi yang sudah sangat kelelahan.
" Sabtu, minggu, dari jam 11.00 sampai ba'da maghrib itu kita bisa datang, ada yang mau kasih pendapat?" ustadz Mustafa.
" Ustadz, sabtu sama minggu jam 11 kita masih sekolah ada tambahan untuk yang MA ustadz, " jawab Akmal.
" Ooo, jadi ada pelajaran tambahan, ya? " ustadz Mustafa.
Semua anggota Syubband yang sudah MA menganggukkan kepala mereka.
" Afwan ustadz, kalau hari jum'at saya, Muhklis, Nur, dan Hamid ada pelatihan ustadz, " tambah Ahkam.
" Iya, kalian ada pelatihan senior, ya?" ustadz Mustafa.
Ahkam dan teman-temannya menganggukkan kepalanya.
" Hmmm, kalau begitu nanti uatadz bicara lagi sama Kyai. Bagaimana dengan Azmi dan Aban, kalian ada waktu tertentu?" ustadz Mustafa.
" Gak ada ustadz, kita jadwalnya kayak biasa aja, ngaji kitab pagi , sekolah, hafalan, ngaji sore, terus ngaji kitab malam, ya kan Ban? " Azmi.
" Iya ustadz," Aban.
Ustadz Abdullah menganggukkan kepalanya perlahan.
" Baiklah, ini akan saya bicarakan lagi sama Kyai, sekarang kita latihan saja, ayo." ustadz Mustafa.
Para anggota Syubband menganggukkan kepala mereka dan mulai berbaris seperti biasa dengan kondisi lemas dan tidak bersemangat. Mereka mulai latihan, para vocal mulai melantunkan sholawat lewat kertas sholawat yang di bagikan sementara para tim hadroh mulai memukul rebana mereka mengiringi sholawat.
Di tengah-tengah latihan, ustadz Mustafa menghentikan latihan yang ambu radul tidak jelas tempo, para vocal juga sangat lemas ketika melantunkan sholawat.
" Berhenti! " ustadz Mustafa.
__ADS_1
Karena rasa kantuk mereka, para tim Syubband tidak fokus dan terus saja latihan. Ustadz Mustafa menggelengkan kepalanya dan kembali meminta para anggota Syubband berhenti.
" Berhenti! " ustadz Mustafa dengan sentakan keras sembari memukul lantai.
Mendengar sentakan ustadz Mustafa para anggota Syubband yang tadinya ngantuk menjadi sangat kaget dan mulai menegakkan diri mereka.
" Ada apa ini?, kalian niat untuk latihan?, " tanya ustadz Mustafa dengan nada agak tinggi yang membuat tim Syubband menunduk. Rasa kantuk mereka seakan hilang ketika ustadz Mustafa menyentak mereka.
" Maaf ustadz, saya ngantuk. " jawab Azmi jujur sekilas menatap ustadz dan kembali menunduk.
" Sama, saya juga. " tambah Aban dengan nada pelan tanpa berani memandang ustadz Mustafa.
Mendengar itu ustadz Mustafa menjadi sadar ia merasa kasihan melihat para anak didiknya yang sangat kelelahan mengingat jadwal pesantren mereka yang padat belum lagi latihan saat ini.
" Maafkan ustadz, ustadz telah membuat kalian latihan dengan kondisi kalian yang sangat letih. Seharusnya, ini adalah waktu istirahat kalian. Ya sudah, kita tidak perlu latihan, kalian bisa latihan kapan saja Mungkin, saat istirahat sekolah." ucap ustadz Mustafa dengan nada pelan menatap satu-persatu anggota Syubband.
" Tidak ustadz, kita semua tidak bisa latihan tanpa ustadz. Kita masih kuat kok, ya kan, teman-teman?" Muhklis.
" Iya ustadz, kita akan latihan sekarang juga." tambah Muhklis.
" Ayo arek-arek, kita harus semangat!" sambung Udin memberikan semangat kepada semua temannya.
Melihat itu semua tim Syubband tersenyum termasuk ustadz Mustafa.
" Kalau gitu, ayo semua, kita latihan! " Azmi.
" Ayo, ayo, " Ali mengajak semuanya untuk kembali latihan.
Ustadz Mustafa merasa sangat senang, ia mulai memberi arahan kepada semua tim.
Jam sudah menunjukkan pukul 12.00 malam, karena semangat para anggota Syubband sampai tidak kenal waktu mereka terus latihan hingga selesai.
Tiba-tiba ketika keempat vocal itu mulai melantunkan sholawat bersama, Akmal kehabisan suaranya dan kembali merasakan sakit. Akmal berusaha mengeraskan suaranya tapi malah suaranya menghilang begitu saja rasa ngilu ia rasakan pada hidung yang mengeluarkan darah, sesakdi dadanya juga semakin menjadi dan membuat Akmal terjatuh di pangkuan Ahkam yang tengah melantunkan sholawat.
__ADS_1
Bersambung.....