Kami Santri Bukan Artis

Kami Santri Bukan Artis
Episode 209 Masih Aja Sok Kuat


__ADS_3

**Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh, hai para readers β˜ΊπŸ™Œ. Maaf baru bisa up soalnya sibuk lebaran hehe:). Btw mohon maaf lahir batin ya, buat semuanya πŸ™. Selamat hari raya ❀.


Gak kerasa Ramadhan udah berlalu aja, semoga kita semua bisa ketemu lagi sama bulan suci dan mulia ini, aamiin. Pasti bakal rindu deh, sama nikmatnya nungguin buka, meriahnya sholat taraweh dan indahnya santap sahur 😒.


Ya udah, langsung mulai aja


...Happy reading para redaers setia 😘**...


****


Acara dilaksanakan dengan sangat meriah dan penuh semangat walau diruangan terbuka yang menimbulkan hawa panas. Anggota Syubban tetap semangat walau keringat mulai membasahi dahi mereka, seringkali para vocal mengelap keringat mereka dengan tisu dan mengepai-ngepai diri dengan buku untuk mengurangi hawa panas yang menyengat hingga selesai acara.


Setelah acara selesai Azmi semakin terlihat lemas dan pucat ia terduduk dengan tangan yang memegangi dahinya dengan kepala yang tertunduk.


" Azmi, kamu kenapa?" tanya Aban yang melihat begitu lemasnya Azmi segera mendekatinya dan duduk tepat disampingnya.


Azmi mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah Aban dengan wajah yang begitu putih pucat.


" Gak papa, Ban. Biasa capek aja," jawab Azmi begitu lemas.


Ahkam yang mendengar suara lemas Asmi segera menghampiri dan memegang dahi Azmi tidak hanya itu saja, wajahnya yang tampak begitu khawatir sampai Ahkam memegang kedua pundak Azmi untuk melihat betapa pucatnya wajah Azmi dan panasnya badan Azmi.


" Gak papa, gak papa. Ini badan kamu panas banget, Mi. Kamu sakit nih, " ucap Ahkam setelah mengawasi Azmi dengan teliti.


" Enggak, mas. Gak papa, aku gak sakit. Sehat gini kok," jawab Azmi dengan memalingkan wajahnya dari pandangan Ahkam.


" Udahlah, Mi. Jangan sok kuat, kamu istirahat aja, atau kita bilang ke Kyai supaya kamu dibawa ke Dokter." Aban.


" Opo'o Azmi rek? " tanya Udin yang datang bersama Ali, Firman dan Muhklis.


" Kamu sakit, Mi? " tanya Ali.


" Batalin aja puasanya, Mi. Daripada kamu kenapa-napa, " sambung Firman.


" Gak perlu, aku masih kuat mas. Kalian gak usah khawatir, " Azmi ia berdiri untuk merapikan rambutnya dan kembali memasang pecinya.


Semuanya hanya bisa terdiam memperhatikan gerak tubuh Azmi yang begitu lemas ketika dengan perlahan ia merapikan rambutnya dan memasang pecinya.


" Anak-anak, ayo balik!" teriak Hamdi.


" Ya udah, kalau gitu ayo balik." Ahkam.


Mereka semua mengangguk dan perlahan melangkah untuk menghampiri Kyai, Ustadz Mustafa, Hamdi dan Syafiq.

__ADS_1


Baru satu kali melangkah, kepala Azmi sudah sangat terasa sakit tanpa Azmi sadari darah keluar dari hidungnya. Mata Azmi buram ketika melihat langkah para seniornya yang semakin menjauh.


Azmi memegangi kepalanya yang terus sakit, penglihatannya semakin buram dan perlahan mulai gelap. Tubuh Azmi yang lemas dan bergetar sudah tidak mampu lagi berdiri dan ia mulai jatuh ke tanah dan wajah yang pucat dan hidung yang mengeluarkan darah.


Aban menoleh ketika melihat suara tubuh Azmi yang terjatuh ke tanah.


" Astagfirullah, Azmi! " teriak Aban ia segera menghampiri Azmi untuk membantunya, Aban juga memanggil teman-teman yang lain.


Semuanya langsung bergegas untuk membantu Azmi sementara Ali memberitahu kejadian ini kepada Kyai, Ustadz Mustafa, Syafiq dan Hamdi.


Ahkam dan Aban bersama membawa Azmi kembali ke tempat istirahat mereka, dengan pelan-pelan Ahkam menghapus darah yang keluar dari hidung Azmi sementara Aban melepas peci Azmi dan mengecek dahi Azmi.


" Panas banget, Azmi." ucap Aban.


Kyai datang bersama yang lain ia langsung mendekati Azmi dan melihat kondisi Azmi yang masih pingsan.


" Inna lillah, kenapa Azmi bisa pingsan?" tanya Kyai.


" Dari tadi Azmi sudah lemas, Kyai." jawab Aban.


" Badannya juga panas," sambung Ahkam.


Kyai semakin mendekati Azmi, Ahkam dan Aban segera minggir memberi tempat untuk Kyai.


" Kita bawa Azmi ke rumahnya saja, saya akan telepon orangtuanya, " ucap Kyai.


" Nggih Kyai, " jawab semua anggota Syubban sembari mengangguk.


" Ahkam sama Aban bantu angkat Azmi ke mobil, " Ustadz Mustafa.


" Baik Ustadz, " jawab serentak Ahkam dan Aban.


Mereka mulai membawa Azmi ke mobil dan semuanya juga bersiap untuk berangnya menuju rumah Azmi, saat itu Azmi terlihat terus menggigil dengan tangan yang ia satukan diddepan dada.


Kyai menghubungi kedua orangtua Azmi untuk memberitahu keadaan Azmi.


***


Sampailah dirumah Azmi, semua anggota Syubban menyalam tangan Ummi Azmi sementara saat itu Abah Azmi sedang keluar dan tidak ada dirumah.


Ahkam dan Aban bersama membawa Azmi sampai ke kamar Azmi, kedua Adik Azmi langsung begitu antusias melangkah sampai ke kamar Azmi melihat kondisi Masnya yang begitu lemas dan bibir yang sangat pucat.


" Terima kasih Kyai, sudah mengantarkan Azmi sampai ke rumah, " ucap Ummi.

__ADS_1


" Sama-sama, ini sudah tugas kami." jawab Kyai.


" Tapi, Azmi kenapa bisa seperti ini?" tanya Ummi.


Kyai terdiam dan tidak langsung menjawab memandangi satu persatu santrinya yang menunduk anteng.


" Mungkin karena jadwal yang sangat padat, apalagi Azmi baru saja menyelesaikan masalahnya." Kyai.


" Iya Kyai, saya juga tau tentang masalah Azmi. Entah siapa yang tega melakukan hal itu kepada putra saya?" Ummi.


" Hal seperti itu biasa terjadi bu, apalagi Azmi sekarang sudah dikenal banyak orang dan menjadi tokoh publik. Pasti ada saja yang tidak suka dan berusaha melumpuhkan Azmi, " ucap Syafiq.


" Tapi ibu tidak perlu khawatir, karena saya sangat tau kalau Azmi itu sosok orang yang kuat, tabah dan juga sabar, dia mampu menyelesaikan masalahnya sendiri." sambung Hamdi.


" Alhamdulillah, benar. Saya juga tau itu," Ummi.


**


Naufal dengan penuh perhatian terus mengompres Azmi yang masih belum sadar.


" Mas Azmi kok belum sadar'e? " ucap Rara yang begitu cemas.


Ahkam dan Aban juga ikut khawatir setelah melihat wajah-wajah Adik Azmi yang begitu mengkhawatirkan keadaan Masnya.


Perlahan Azmi mulai membuka matanya dan ia melihat kedua Adik dan kedua sahabat yang berada disampingnya untuk menemani dirinya.


Azmi langsung bangun dengan segera tanpa menghiraukan keadaannya yang tengah dikompres Naufal.


" Mi, main bangun-bangun gitu aja. Habis pingsan juga, " ucap Ahkam yang kaget saat Azmi tiba-tiba bangun tanpa aba-aba.


" Biasa Azmi reh, lagi sakit gitu tetap aja bangun mendadak." sambung Aban.


Azmi terlihat mengusap wajahnya dan menyentuh kedua matanya untuk beberapa saat.


" Aku dimana iki?" tanya Azmi memandang ke arah Ahkam.


" Kamu sedang ada dirumah sakit, tolong jangan banyak gerak dulu, " ucap Ahkam dengan nada bercandanya.


" Hushh, masih aja bercanda. Masa kamu gak lihat wajah-wajah Adik kamu ini, Mi." Aban.


Azmi menoleh dan memandang ke arah Naufal dan Rara yang sedari tadi cemas akan keadaan Azmi.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2