Kami Santri Bukan Artis

Kami Santri Bukan Artis
Episode 216 Tukang Ngabisin Camilan


__ADS_3

Azmi bersama keluarganya sudah lelah pergi bersilaturahmi ke rumah-rumah warga mereka juga pergi menghampiri rumah keluarga mereka yang tidak terlalu jauh darisana.


Tepat setelah melaksanakan sholat duhur berjama'ah, Azmi dan salah satu Adiknya langsung sibuk dengan dunia mereka masing-masing.


Sembari memainkan handphonenya dengan tangan kirinya dan tangan kanannya terus-menerus mengambil camilan yang tersedia itulah yang Azmi lakukan dan begitu juga yang dilakukan oleh Adiknya, Naufal ia juga asyik menatap layar handphone dan sesekali mengambil camilan yang ada.


Kakak Adik itu terlihat begitu kompak walau dengan kesibukan mereka masing-masing. Saking asyiknya mengunyah camilan yang terlihat enak itu, sampai-sampai mereka tidak sadar kalau camilan yang tersedia dan disediakan untuk tamu yang akan datang nanti tinggal sedikit.


Ummi Azmi yang baru saja mengantarkan Rara membeli es, langsung mengarah kepada kedua putranya yang malah kompak menghabiskan camilan.


" Ya, Allah. Azmi, Naufal. Kok malah dihabisin camilannya itu buat tamu tho Mas, Naufal. " ucap Ummi Azmi yang geram dengan perilaku kedua putranya.


Azmi dan Naufal seketika terdiam mereka saling toleh dengan sama-sama masih mengunyah camilan lalu pandangan mereka kembali kepada toples camilan. Dan benar saja isi camilan itu sudah kurang dari setengah, setiap camilan yang ada dilahap oleh Azmi dan Naufal terutama pada salah satu toples yang isi camilannya memang sangat enak.


" Maaf, Ummi. Kelepasan." jawab Azmi ia malah tersenyum manis setelah apa yang ia lakukan.


" Iya, Ummi. Aku juga gak ruh kalau camilannya tiba-tiba tinggal sedikit, hehe." Naufal sama saja dengan Azmi ia malah nyengir kepada Umminya yang terlihat kesal dengan kedua putranya dan hanya bisa geleng-geleng kepala berusaha untuk sabar.


Rara melangkah dengan kaki kecilnya untuk duduk disamping Mas sulungnya yaitu Azmi.


" Kalian ini, harus tanggung jawab nanti beli lagi camilannya. Ini belum aja malam, tapi kalian udah ngabisin camilannya duluan." Ummi Azmi.


Naufal dan Azmi hanya bisa terdiam ketika dimarahi Umminya mereka terlihat bersalah dengan wajah mereka yang begitu lucu membuat Rara tertawa dengan wajahnya yang begitu imut dan manis.


" Terus gimana dong, Mmi? " tanya Naufal


" Kalian harus tanggung jawab beli lagi camilannya nanti, sebelum banyak tamu yang datang." Ummi.


" Pakai uang THR Mas Azmi sama Mas Naufal aja, Mmi." ucap Rara yang sontak saja membuat kedua Masnya itu terkejut dan dengan kompak memanggil nama Rara dengan nada yang sedikit keras.


" Dek Rara," Azmi dan Naufal secara bersamaan yang membuat Rara tertawa gemas.


" Jangan, Mmi. Masa pakai uang THR Azmi," ucap Azmi.


" Iya, Ummi. Ummi gak kasian sama aku, " sambung Naufal dengan wajah melasnya.


" Rara benar, kalian pakai uang kalian sendiri. Ummi gak mau tau, berani berbuat berani bertanggung jawab." Ummi Azmi ia terlihat sangat marah dan langsung pergi setelah bicara.


" Mmi, Ummi. Azmi minta maaf, Ummi!" teriak Azmi memanggil Umminya yang terus melangkah sampai tidak terlihat lagi.


" Gara-gara mas Azmi, nih. Ummi jadi marah tuh, " Naufal.


" Kok gara-gara, Mas? Kamu juga ikutan makan lho, " Azmi.


" Iya, tapi Mas yang paling banyak. Aku baru sedikit, tiba-tiba udah tinggal segitu, " Naufal.


" Kamu aja, main hape jadi gak merasa kalau kamu makannya juga banyak." Azmi.

__ADS_1


" Wes, wes. Dua-duanya sama-sama salah," jawab Rara yang lelah mendengar Mas-Masnya ribut dihadapannya.


Mereka akhirnya berhenti berdebat setelah mendengar ucapan Rara. Azmi yang duduk disamping Rara dan melihat Adik kecilnya yang memegang minuman dengan tangan mungilnya langsung terobos meminum es Rara dengan pipet yang tersedia.


Rara dan Naufal hanya terdiam, mereka tidak bisa berbuat apa ketika melihat tingkah Masnya itu.


" Mas Azmi, wes. Nanti es Rara habis," rengek Rara yang takut esnya dihabisin Azmi.


Setelah cukup, barulah Azmi mengangkat kepalanya dan menikmati apa yang baru saja ia minum.


" Ah, seger, makasih, Dek." ucap Azmi sambil mengelus pelan kepala Adiknya.


" Kan, tinggal sedikit." ucap Rara yang sedi ketika melihat esnya memang tinggal sedikit.


" Mas Azmi ngawur, " tambah Naufal.


" Masih banyak iku lho, wes ojo akeh-akeh minum es, nanti batuk. " ucap Azmi.


Rara cemberut kesal dengan apa yang baru saja Azmi lakukan, Azmi yang mengetahui hal itu malah tertawa manis seakan tidak mempunyai salah apapun ia mencubit pelan pipi Adiknya yang tengah sebel dengannya.


" Jangan gitu, Dek. Nanti makin kembung pipinya, " ledek Azmi dengan senyuman kecil yang terlukis diwajah tampannya.


" Gak ruh wes, " ucap Rara membalikkan tubuhnya dan juga memalingkan wajahnya dari Azmi sungguh ia sangat kesal.


" Hayo lo, Dek Rara ngambek. Mas Azmi, sih jahil banget udah ngabisin camilan sekarang ngabisin esnya Rara." Naufal.


" Udah Rara tenang aja, nanti dibeliin lagi sama Mas Azmi esnya yang uaaaakeehhh, tenan." ucap Naufal begitu seriusnya yang membuat Azmi kaget dan menoleh ke arahnya hendak menegur tapi Naufal memberi sebuah isyarat atau kode yang membuat Azmi mengurung niatnya untuk memarahi Naufal.


" Iya wes, nanti Mas Azmi beliin es tapi jangan banyak nanti kamu batuk, " Azmi.


Mendengar ucapan Masnya itu, Rara langsung menoleh ke arah Azmi.


" Beneran lho, awas Mas Azmi bohong, " Rara.


" Iyo, tenan iki." Azmi.


" Ya udah, Mas Azmi. Ayo, beli camilan. Sekalian beli esnya Rara." Naufal.


" Sekarang banget, masih panas ini. Nanti aja wes," tolak Azmi.


" Nanti keburu tamunya datang, Mas. Mas mau Ummi tambah marah sama kita? " Naufal.


Setelah berpikir dan perkataan Naufal itu ada benarnya juga, Azmi langsung mengangguk dan mau untuk pergi bersama Adiknya.


" Ayo, wes." Azmi ia langsung berdiri sambil membenarkan pecinya.


Naufal mengangguk dan mereka mulai bersiap untuk pergi keluar untuk membeli beberapa camilan.

__ADS_1


" Azmi, Naufal kalian mau kemana?" tanya Ummi yang melihat putranya hendak keluar.


" Lho, tadi kata Ummi kita disuruh tanggung jawab. Yo, iki. Ya, gak, Mas?" Naufal.


Azmi mengangguk dan mengacungkan jempolnya mengiyakan ucapan Naufal.


Ummi tersenyum dan mengangguk memandang kedua putranya.


" Ya udah sekalian beli teh, ya." Ummi.


" Uangnya, Mmi, " Azmi.


" Pinjam uang kamu dulu, nanti Ummi kembaliin." Ummi.


Azmi mengangguk.


" Teh botol? Teh kotak? Atau teh apa Mmi?" tanya Azmi kembali.


" Teh celup, terserah yang apa aja." jawab Ummi.


Azmi kembali mengangguk.


" Oke, Mmi." Azmi.


" Ayo, Mas." ajak Naufal.


Azmi menyalam tangan Umminya dan Naufal yang melihat Azmi juga ikut menyalam tangan Umminya.


" Assalamualaikum, Ummi," ucap Azmi bersama dengan Naufal.


" Wa'alaikumussalam, hati-hati!" Ummi.


" Iya, Mmi. " jawab Azmi dan Naufal.


Mereka mulai berangkat bersama dengan hanya berjalan kaki menuju toko atau supermarket yang ada untuk membeli kebutuhan mereka.


Setelah selesai, Azmi juga baru saja membayar semuanya dikasir. Mereka keluar bersama dan tiba-tiba Naufal terlihat kebelet.


" Mas Azmi, aku toilet dulu, ya. Kebelet nih, " Naufal.


" Iya, iya. Sana, " ucap Azmi.


" Ya wes, tungguin lho, Mas." Naufal.


" Iya, " Azmi.


Setelah Naufal pergi, secara kebetulan Azmi melihat Zakir yang tengah dikepung oleh para pemuda dan wajahnya juga sangat ketakutan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2