Kami Santri Bukan Artis

Kami Santri Bukan Artis
Episode 21. Di serang.


__ADS_3

Aban dan Rifki duduk santai di depan kelas bersama Sihin dan Helmi menunggu Azmi dan Zakir. Dari kejauhan terlihat Azmi dan Zakir yang berjalan saling dorong menuju teman-teman mereka.


"Azmi, udah selesai yuk pulang."Aban.


"Ayo, pulang ke mana, ke rumah?."Azmi dengan wajahnya yang polos.


"Ada-ada kamu Mi,pulang ke rumah naik apa? ."Aban.


"Hin,Hel,kita pergi yuk dari sini enek aku lihatin muka mereka."Zakir.


"Muka siapa? .Aku yang ganteng."Azmi memandang Zakir tajam.


Zakir menatap Azmi sinis hingga akhirnya menarik kedua tangan temannya agar ikut pergi bersamanya. Azmi tertawa memandang Zakir yang sudah berjalan meninggalkannya.


"Lihat aja tuh, si Zakir dia gk akan bisa ngerjain aku lagi."Azmi.


"Emang kenapa Mi?." Rifki.


"Udah lah Azmi, gk boleh kayak gitu mending kita cepat-cepat wudhu udah mau mulai tuh jama'ahnya."Aban.


Azmi melihat semua santri yang mulai ramai menuju Masjid.


"Iya yuk Ban, Ki,keburu telat."Azmi mempercepat langkahnya menuju kamarnya.


"Tu anak emang benar-benar, yuk Ki"Aban .


Rifki mengangguk ,mereka berjalan cepat ke kamar mereka.


Azmi, Rifki,dan Aban dengan cepat mengambil air wudhu setelah itu melangkah menuju Masjid dimana qhamat yang dikumandagkan Ahkam sudah terdengar.


"Untung gk telat kita Mi."Aban.


"Iya, huh capek banget buru-buru kayak tadi."Azmi.


"Ya, kalau gk buru-buru ketinggalan jama'ah kita ."Rifki.


Ada seorang santri senior yang sedari tadi memperhatikan Azmi dan kedua temannya, tidak lain itu adalah Firman.


"Hushhh sholat, sholat."ucap Azmi berbisik kepada Rifki yang ada di sebelahnya.


Sholat jama'ah dimulai para santri melaksanakan sholat dengan khusyuk.


Selesai sholat jama'ah Azmi sudah duduk santai di kasurnya dan mengganti seragamnya dengan baju koko.


Azmi duduk termenung memandangi jarum jam yang terus bergerak dan sesekali memandang teman-temannya yang hendak tidur.


Ahkam yang berada di samping Azmi memperhatikan Azmi yang sedari tadi melamun.


"Azmi, ya elah kamu dari tadi ngelamun hati-hati kesambet ."ucap Ahkam duduk.


"Emang iya mas, kalau ngelamun bisa kemasuk'an setan."Azmi.

__ADS_1


"Iya, benar .Udah gih kamu tidur nanti sore kita latihan. "Ahkam.


Mendengar itu Aban langsung terduduk dan menghampiri Azmi.


"Beneran nih bang nanti sore latihannya."Aban begitu bersemangat.


"Iya kalian harus siap-siap nanti sore."Ahkam.


"Ahkam, Azmi sama Aban udah di kasih formulir."Muhklis.


"Oh iya, nanti aja pas latihan ."Ahkam.


"Azmi mau tidur nih ngantuk banget, Ban awas."ucap Azmi mendorong pelan sahabatnya itu yang ada di kasurnya.


"Iya, numpang bentar aku juga mau tidur."Aban.


"Tidur cepat keburu bel bunyi."Ahkam merebahkan dirinya.


Mereka mulai memejamkan mata mereka dan tertidur pulas.


Bel yang berbunyi 3 kali memerintahkan para santri untuk segera bangun. Ahkam membangunkan teman-temannya yang masih lelah. Mereka semua terbangun dengan mata yang merah. Dengan malas mereka berusaha melangkah menuju tempat wudhu untuk melaksanakan sholat ashar, setelah itu jam kelas hafalan sudah datang para santri segera masuk ke kelas mereka masing-masing menyetor hafalan mereka.


Azmi dan Aban berhasil menyetor hafalan mereka walau sedikit terbata-bata dan salah.


Hari sudah semakin petang Azmi bersiap untuk latihan dengan senyum yang terlukis di wajah Azmi ia bercermin memasang pecinya dan menyemprotkan parfum pada baju kokonya.


"Wishh wangi banget kamu Mi,kayak mau ketemu cewek aja."ucap Ahkam yang mendekatinya.


"Masa sih Mi, perasaan enggak tuh."Aban yang mendegarkan pembicaraan Azmi dan Aban duduk santai di kasutnya.


"Aban tuh ,yang jarang mandi."ucap Azmi.


"Paan sih Mi, aku gak sejorok itu seorang Aban yang selalu bersih. "Aban.


"Udah-udah soal mandi aja diributin tuh lihat Muhklis, anteng banget dia."Ahkam.


Azmi tersenyum melihat Muhklis yang asyik menghafalkan sholawat begitu juga dengan Aban dan Ahkam yang tertawa kecil melihat ekspresi lucu Muhklis yang sangat serius.


"Mas Ahkam,mas Muhklis, Azmi,Aban main yuk."ucap Akmal membawa segerombolan anggota Syubband berdiri di depan pintu kamar Azmi.


"Main ,kayak anak kecil aja yang manggil temennya."Ahkam.


"Kebiasaan Akmal salam dulu harusnya."ucap Muhklis menghampiri Akmal.


"Iya lupa ,oke semuanya ucap salam assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."ucap Akmal mengajak anggota Syubband mengucap salam dengan kompak.


Azmi dan Aban saling pandang dan tersenyum melihat tingkah Akmal.


"Ayo ,kita udah siap semua nih."Firman.


"Azmi, Aban yuk."Ali.

__ADS_1


"Iya mas."ucap Azmi dan Aban bersamaan.


"Berangkattt! ayo semangat."Akmal.


"Ayooo."ucap para anggota Syubband yang lain dengan sangat semangat.


Mereka bersama -sama berjalan menuju tempat latihan yang berada di sebelah kanan gerbang pesantren. Disepanjang perjalanan Ahkam dan Akmal melantunkan sholawat dengan suara indah mereka.


Ustadz Ridwan yang melihat mereka sangat kompak dan gembira segera mempercepat langkahnya dan menghampiri mereka.


"Assalamualaikum. "ustadz Ridwan.


"Wa 'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."jawab semuanya dengan kompak satu -persatu mereka menyalam tangan ustadz Ridwan termasuk Azmi dan Aban.


"Udah mau latihan nih."ustadz Ridwan.


"Iya ustadz maulid nabi kita diundang ustadz."Akmal.


"Alhamdulillah bagus ustadz doakan Syubband semakin sukses semangat buat kalian semua."ustadz Ridwan.


"Aamiin."jawab anggota Syubband mengusap wajah mereka dengan kedua tangan mereka.


"Ya sudah lanjutkan. "ustadz Ridwan.


"Baik ustadz. "Akmal.


Mereka mengucap salam pada ustadz dan melanjutkan langkah mereka menuju tempat latihan mereka.


Sampainya mereka di tempat latihan mereka terlihat ada beberapa rebana yang rusak berantakan begitu juga dengan buku-buku shalawat yang terletak dibawah.


Segera Azmi mengambil buku itu dan membersihkannya.


"Mas ,kok bisa kayak gini mas."tanya Azmi menghampiri Akmal yang terdiam memandangi ruangan latihan itu.


"Berantakan banget Mal, perasaan kita udah beresin minggu lalu ,ya gk."Ahkam.


"Iyo mas, aku ingat kita semua udah ngeberesin semua ini kok bisa jadi berantakan koyok ngene."Udin.


"Apa jangan-jangan ,eh kalian ingat gk anak-anak band yang pernah datang kesini."Firman.


Seketika semua anggota mulai mengingat begitu juga dengan Azmi dan Aban yang masih sangat baru dan masih malu-malu menunjukkan suara mereka.


Ada beberapa anggota Band yang sangat tidak suka dengan tabuhan rebana saat mereka nongkrong di warung dekat pesantren salah satu ketua geng yang sangat gaul mengacak -ngacak tempat latihan terjadi perdebatan antara Ahkam dan ketua band tersebut hingga akhirnya ketua band tersebut mulai memukul Ahkam .Disinilah Akmal, Ali, dan Udin yang jago dalam pencak silat menunjukkan aksinya suasana pesantren yang sepi membuat mereka bertarung bebas hingga akhirnya pemilik Syubband datang dan mengusir anggota band yang tidak jelas itu.


"Serem kalau di ingat-ingat."ucap salah satu anggota.


Cetarrrr...


Serangan batu mengenai rebana yang dipegang oleh salah satu anggota.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2