
Saat istirahat sekolah Azmi, Aban,dan Rifki asyik berbincang di kantin setelah menghabiskan makanan mereka. Di tengah perbincangan mereka Zakir datang membawa kedua temannya. Melihat Azmi yang tertawa bersama Aban dan Rifki Zakir segera mendekati Azmi.
"Halo Azmi, kayaknya asyik banget ,bahas apa sih?. "tanya Zakir menghampiri Azmi.
"Kita lagi bahas tentang Syubban Kir,kenapa?."ucap Rifki.
"Oh tentang itu,emang kamu yakin Mi,kalau kamu bisa jadi vocal disana.Menurutku sih,suara kamu biasa aja, benar gak Hin,Hel."Zakir.
"Iya Kir,benar ,Azmi itu cuman beruntung aja masuk Syubban, suara mas Akmal masih jauh lebih bagus daripada kamu."Helmi.
Azmi berusaha tenang dan tersenyum memandang Zakir dan kedua temannya.
"Eh Kir,udahlah aku tau kamu iri kan sama Azmi."Aban.
"apa kamu bilang Ban?.Iri,ya enggak lah ngapain aku iri sama Azmi."Zakir.
"Biarin Ban, kasih aja dia ngomong sepuasnya. "Azmi.
Melihat Azmi yang tetap tenang Zakir memilih pergi meninggalkan Azmi.Sebelum itu Zakir menatap sinis Azmi cukup lama kebencian semakin membara dalam diri Zakir.
"Mi,aku heran sama kamu.kenapa sih, sabar banget sama orang kayak gitu?."Rifki.
"Ya udahlah biarin aja Ki,aku udah biasa kok. "Azmi.
"Tapi apa sih sebabnya Zakir itu benci banget sama Azmi,"Aban.
"Ya aku juga gak tau. "jawab Azmi.
Mereka terdiam begitu juga dengan Azmi yang menunduk.
Di sisi lain Akmal secara sembunyi-sembunyi pergi ke gerbang pesantren yang merupakan batas antara santriwan dan santriwati.Akmal melangkah mengamankan situasi dan mengintip dari lubang kecil di gerbang itu. Terlihat ada santriwati yang melintas disitu Akmal segera memanggilnya dengan berbisik.
"Hushh, Hushhhh."Akmal memanggil santriwati yang ada disitu.
__ADS_1
Mendengar suara,santriwati itu menghentikan langkahnya dan melihat sekitar.
"Siapa ya?."ucap santriwati itu.
"Hey,disini di balik gerbang."bisik Akmal.
Mendengar suara laki-laki yang sedang berbisik santriwati itu mendekatkan wajahnya di lubang kecil di gerbang itu. Melihat wajah Akmal yang sangat dekat dan memberi senyumnya, santriwati itu kaget dan dengan spontan ia berteriak.
"Astagfirullah. "ucap santriwati itu.
"Hushhhh, jangan berisik dong entar ketahuan."bisa Akmal.
"Ya habisnya,kamu ngapain sih?.ooo kamu mau ngintip santriwati kan, dasar, aku laporin nih. "santriwati itu dengan nada kesal dan hendak pergi.
"Eh jangan dong, aku cuman pengen ketemu adik aku. "ucap Akmal.
Santriwati itu menghentikan langkahnya dan menghadap ke arah Akmal.
"Adik?. Emang siapa adikmu. "santriwati.
"Ya udah ,aku panggilin Aisyah."santriwati.
"Makasih ya. "Akmal.
"Sama-sama. "santriwati itu ,ia melangkah pergi meninggalkan Akmal.
Tidak lama kemudian Aisyah datang dan mendekatkan wajahnya ke lubang kecil itu.
"Kenapa kak."Aisyah kepada Akmal yang menghadap lawan arah.Mendengar suara adiknya yang halus Akmal membalikkan tubuhnya dan menghadapkan wajahnya ke ke lubang kecil itu.
"Emmm,uang kamu yang dikirim sama ibu cukup?."tanya Akmal.
"Sebenarnya kurang banyak Kak, tapi Aisyah kasihan sama ibu.Terus gimana kak,apa kita pulang aja ya kak?."Aisyah.
__ADS_1
Mendengar itu Akmal kaget.
"Kenapa harus pulang?."Akmal.
"Habisnya kak, biaya pesantren mahal banget. Kasihan ibu sama ayah. Apalagi sekarang ayah udah gak kerja. "ucap Aisyah dengan suaranya yang sangat lembut menggertakkan hati Akmal yang mendengarnya.
"Tapi Aisyah, ibu sama ayah pengen kamu gapai cita-cita kamu dipesantren ini,udah ya,kamu gak usah mikir duit entar kakak yang mikir."Akmal.
"Emang kakak mau kerja, dapat uang dari mana coba?."Aisyah.
"Emmmm.... Udahlah pokoknya kakak pengen kamu terus mondok disini."Akmal.
Azmi,Aban,dan Rifki tidak sengaja melintas dan melihat Akmal yang sedang berbisik di lubang kecil itu.
"Eh, itu mas Akmal ngapain?. "tanya Azmi menunjuk ke arah Akmal.
Aban dan Rifki terhenti dan melihat ke arah Akmal.
"Iya Mi, ngapain tuh?.Kayak lagi ngomong sama seseorang deh. "Aban.
"Kita samperin aja dari pada penasaran."Rifki.
"Ya udah,yuk."Azmi.
Mereka melangkah perlahan menuju Akmal yang masih berbicara dengan adiknya.
"Mas Akmal. "ucap Azmi mendekati Akmal.
Seketika Akmal dan Aisyah kaget mendengar suara Azmi yang sangat dekat. Segara Akmal membalikkan tubuhnya dan menutup lubang tempatnya dan Aisyah berbincang.
"Azmi, ngagetin aja. "ucap Akmal canggung.
"Mas ngapain mas?."tanya Azmi memandang Akmal.
__ADS_1
"Enggak kok gak ngapain, ini tadi ustadz suruh bersihin wilayah ini. "ucap Akmal.
Tiba-tiba Aisyah sudah tidak tahan menahan bersinnya akhirnya Aisyah bersin .Hal itu membuat Azmi ,Aban,dan Rifki terdiam dan makin curiga.