
Suara ayat-ayat Qur'an jus 30 yang biasa terdengar keras dan jelas sebelum adzan subuh membuat Ahkam terbangun dari tidurnya. Ahkam mengusap wajahnya beberapa kali dan menenangkan dirinya saat ia membuka matanya ia kaget ketika mengetahui dirinya masih berada di kelas mengaji ustadz Abdullah.
" Astaghfirullah, aku kok bisa ketiduran, aku belum lihat latihan Azmi lagi,kasihan Azmi. " ucap Ahkam memandang Azmi yang masih tertidur pulas.
Ahkam mulai membangunkan Azmi dengan menggoyangkan tubuh Azmi beberapa kali.Azmi mulai terbangun dan mengangkat kepalanya.
" Mas Ahkam, udah subuh ya mas, " ucap Azmi setengah terpejam menghadap ke arah Ahkam.
" Belum Mi, tapi entar lagi subuh. Ayo, kita pulang. "Ahkam.
" Iyaa... " jawab Azmi malas.
" Jangan lupa teks dakwahnya Mi, " Ahkam.
Azmi mengambil teks dakwah yang ia letakkan di mejanya. Ahkam dan Azmi mulai melangkah keluar .
Saat Ahkam masih mengunci kelas, tiba-tiba ustadz Abdullah datang membuat mereka kaget.
" Azmi, Ahkam, " ustadz Abdullah yang tiba-tiba datang.
Azmi yang tadinya ngantuk menjadi tidak ngantuk akibat kaget sekaligus takut.
" Ustadz,saya kirain siapa. " Ahkam mulai mencium tangan ustadz Abdullah begitu pula yang di lakukan Azmi.
" Kalian ngapain subuh-subuh gini,sudah di kelas saya?. " tanya ustadz Abdullah.
" Ini ustadz, saya bantu Azmi buat latihan dakwah. " Ahkam.
" Masya Allah, bagus, ustadz suka semangat Azmi dan juga kebaikan Ahkam yang mau membantu Azmi. " ustadz Abdullah.
" Iya ustadz, ini sudah tugas saya, apalagi Azmi sekamar sama saya. " Ahkam dan Azmi hanya tersenyum.
" Baiklah ,terus seperti ini ya, sebaiknya sekarang kalian segera wudhu karena sebentar lagi sudah masuk waktu subuh. " ustadz Abdullah.
" Baik ustadz, " Ahkam mencium tangan ustadz Abdullah sama dengan Azmi yang melakukan itu setelah Ahkam.
" Assalamualaikum ustadz, " Ahkam dan Azmi.
" Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. " ustadz Abdullah sembari melukis senyum di wajahnya memandang Azmi dan Ahkam yang sudah melangkah pergi.
Setelah wudhu....
Azmi bersiap menuju Masjid ia bercermin merapikan rambutnya dan memasang pecinya.
" Azmi, maaffin aku ya, aku ketiduran, jadi gak bisa lihat latihan kamu. " ucap Ahkam yang duduk di kasurnya sembari memandang Azmi yang hanya tersenyum di cerminnya.
" Gak popo mas, aku itu kasihan sama mas, tidurnya lelap banget, " Azmi membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Ahkam.
Ahkam membalasnya dengan senyuman kecil.
" Udah hafal kamu Mi?, " tanya Aban yang juga duduk di kasurnya menutup Qur'anya.
" Insya Allah Ban, " Azmi.
" Nanti kamu bisa latihan sama Ahkam, kan lombanya ,masih jam 08:00 kan berangkatnya. " Muhklis ikut menyambung.
__ADS_1
" Bener Mi, kamu masih ada waktu latihan sama mas Ahkam. " Aban.
" Emang mas Ahkam gak sibuk ?," Azmi.
" Sibuk opo aku Mi, enggak kok ,nanti latihan aja sama aku. " Ahkam.
" Alhamdulillah, makasih ya mas Ahkam. Kalau gak ada mas Ahkam, aku gak tau harus ngapain lagi, bisa-bisa aku cuman bisa senyam-senyum di perlombaan nanti." Azmi.
" Iya Mi, sama-sama, kita kan sahabat. " Ahkam.
Azmi tersenyum manis kepada Ahkam.
" Ayo, berangkat ke Masjid. " Aban.
" Ayo Ban,ayo bang, mas. " Azmi.
" Iya ayo, " Ahkam.
Mereka mulai berangkat menuju Masjid .Para santri juga terlihat beramai-ramai berjalan menuju Masjid. Qhomat mulai di kumandangkan oleh Ali yang selalu datang pertama. Para santri segera merapatkan shaf mereka bersiap untuk melaksanakan sholat jama'ah.
******************
Seperti kata Ahkam yang berjanji untuk melihat dakwah Azmi. Azmi mulai menunjukkan kemampuannya dalam berdakwah dan membaca ayat suci Al-Qur'an dengan suaranya yang indah. Tidak hanya Ahkam, Aban dan Muhklis juga serius mendengarkan hingga selesai.
***Akhir dakwah Azmi.......
" Jadi marilah kita semangat untuk sholawat, karena baginda nabi Muhammad SAW, sedang menunggu umatnya yang selalu melantunkan sholawat kepadanya.Allahumma Shalli 'Ala Muhammad." Azmi dengan sangat semangatnya sembari mengangkat tangan kanannya.
" Allahuma Shali 'Alaih." jawab Ahkam, Muhklis dan Aban.
" Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. " jawab Ahkam, Aban dan Muhklis.
" Masya Allah, hebat Mi, " Aban berdiri menghampiri Azmi memberi tepukan tangannya.
" Bagus Mi, yang penting dalam berdakwah kamu harus bisa memahami inti dari dakwah tersebut kamu harus tau poin-pojn yang akan di berikan, tidak hanya itu dalilnya juga harus dibaca dengan benar dan makhraj yang tepat. " Ahkam.
" Siap mas, aku pasti akan ingat kata-kata mas, " Azmi.
" Cocok Mi, kamu jadi pendakwah. " Muhklis.
" Aamiin, terimakasih mas Muhklis. " Azmi.
" Assalamualaikum, " ucap Farist yang sudah berada di depan pintu kamar Azmi.
" Wa' alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. " ucap Azmi, Aban, Ahkam dan Muhklis bersamaan.
" Azmi, Aban, ayo kumpul. " ajak Farist kepada Azmi dan Aban.
" Ayo Ban, mas, bang, kita mau berangkat.Doain ya, " Azmi.
" Iya,semoga kalian menang. " Ahkam.
" Aamiin. " ucap semuanya termasuk Farits yang masih menunggu.
" Makasih mas, " Azmi mencium tangan Ahkam dan Muhklis .
__ADS_1
Aban juga mengikuti Azmi dengan mencium tangan Ahkam dan Muhklis.
Ahkam dan Muhklis hanya bisa saling pandang sembari tertawa kecil melihat kelakuan Azmi dan Aban.
" Assalamualaikum, mas, bang. " Azmi.
" Assalamualaikum. " Aban.
" Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. " jawab Ahkam dan Muhklis.
" Semangat buat kalian Azmi, Aban. " teriak Muhklis.
" Good luck Mi, Ban. " teriak Ahkam.
" Siap, siap. " jawab Azmi berteriak sembari terus melangkah.
Sampailah mereka di depan kantor ustadz, terlihat beberapa santri yang sudah menunggu dari tadi termasuk Dimas yang duduk diam dengan ekspresi cueknya itu.
" Sudah siap ,kalian semua. " ustadz Abdullah yang baru keluar dari kantornya.
" Insya Allah ,siap ustadz. " jawab serentak semua peserta.
" Masya Allah, tunggu sebentar lagi ya, " ustadz Abdullah.
" Assalamualaikum. " ustadz Ridwan yang baru saja datang.
" Wa'alaikumsalam. " jawab semuanya.
" Santriwati sudah siap ustadz,mobilnya juga sudah datang. " ustadz Ridwan kepada ustadz Ridwan.
" Kita berangkat sama santriwati ustadz, alhamdulillah. " ucap salah satu santri.
" Astagfirullah, mana ada berangkat sama santriwati, ya kali. " ucap santri lainnya.
" Kalian ini, santriwati juga ada yang berangkat untuk lomba, mereka berangkat lebih dulu. " ustadz Abdullah.
" Oooo gitu ustadz, kirain. " salah satu santri.
Semua tertawa kecil mendengar perkataan salah satu santri itu termasuk Azmi.
" Ya sudah, ayo kita berangkat. " ustadz Ridwan.
" Ayo semuanya. " ustadz Abdullah.
Para santri yang diikutkan lomba segera melangkah keluar di mana sudah ada mobil yang menunggu mereka.
" Santriwati Ban, " ucap Azmi kepada Aban menunjuk ke arah santriwati yang juga hendak naik ke mobil.
" Mana Mi?," Aban dengan ekspresi lugunya juga memandang para santriwati yang hendak naik ke mobil.
" Ehem, harap jaga pandangan. " ustadz Abdullah yang mengetahui tingkah Azmi dan Aban.
Aban segera menunduk dan juga menolehkan kepala Azmi yang masih saja memandang para santriwati.
Santriwati berangkat terlebih dahulu dan santriputra berangkat setelahnya. Sepanjang perjalanan Azmi membaca kembali dakwahnya agar lancar Dimas yang duduk di samping Azmi merasa sangat malas dan enggan menoleh ke arah Azmi sedikitpun.
__ADS_1
Bersambung......