
Istirahat sekolah tiba, Azmi dan kedua temannya sedang asyik duduk bersama di kantin setelah menghabiskan makanan mereka.Azmi melamun seperti memikirkan sesuatu, Aban dan Rifki ikut bingung memandang Azmi.
" Mi, mikirin apa sih?, makananmu habisin dulu, " Aban.
" Enggak Ban, aku lagi gak nafsu aja. " Azmi.
" Kenapa kamu Mi?,sakit?. " Rifki.
" Enggak Ki, aku gak papa. " Azmi.
" Habisin dulu makanan kamu ,biar gak lapar nanti Mi, " Aban.
" Iya."ucap Azmi kembali menyendok makanannya dan mulai makan perlahan.
Aban dan Rifki ikut tersenyum memandang Azmi yang mau melanjutkan makannya.
" Azmi.." teriak Zakir yang membuat Azmi kaget dan batuk.
" Ini Mi, minum. " ucap Aban memberi Azmi minum.
Zakir dan kedua temannya menghampiri Azmi.
" Kalian bisa ,gak usah teriak gitu, lihat Azmi jadi batuk. " Rifki yang kesal.
" Cuman teriak gitu doang, masa bisa batuk. " Helmi.
" Aku tau ,Azmi pasti lagi melamun jadinya waktu Zakir manggil dia jadi kaget,benar gak. " Sihin.
" Sok tau kamu Hin, aku gak melamun kok." Azmi.
" Ah, udahlah aku kesini buat ketemu kamu Azmi. " Zakir.
"Ngapain?. " Zakir.
"Aku mau ngasih ini buat kamu. " Zakir memberi sebotol minuman.
" Apaan?,masa buat Azmi aja. " Rifki tidak terima.
Seketika Azmi mengingat ketika Zakir memberi minuman kepadanya dan Aban, Azmi menoleh ke arah Aban yang juga memandangnya dan kembali memandang Zakir.
" Maaf Kir, aku udah ada minuman, mending kamu aja yang minum. " Azmi.
" Kalau gitu buat aku aja, mana Kir. " Rifki.
" Eh, jangan ini aku kasih cuman buat Azmi, ini Mi. " Zakir.
" Kamu kok maksa ,aku gak mau Zakir, mending kamu aja yang minum. " Azmi.
" Walah apa jangan Azmi takut kalau minuman ini isi obatnya lagi, ya Mi. " Sihin dengan polosnya membongkar rahasia Zakir.
Mendengar itu Zakir memukul Sihin.
" Kamu kok bodo banget si Hin," bisik Zakir kepada Sihin.
" Oooo, jadi benar yang buat Azmi tidur itu kamu Kir," Aban mulai marah dan berdiri.
" Hah, bukan... " Zakir mencoba mengelak.
Bel masuk kelas sudah berbunyi.
" Udah,kita masuk aja Ban, " Azmi menangkan Aban meletakkan tangannya di pundak Aban.
" Aku duluan ya, ayo. " Zakir mulai ketakutan dan mengajak kedua temannya untuk pergi.
__ADS_1
" Azmi, si Zakir gak ada habis-habisnya ya, jahatin kamu, pengen aku hajar dia sekali-kali. " Rifki yang juga menunjukkan kemarahannya.
Azmi tersenyum melihat kedua temannya yang sedang marah.
" Biarin aja, Ban, Ki, biar dia puas, kita gak boleh benci sama dia. " Azmi.
"Tapi Mi, Zakir itu.... " Aban.
" Eh,ayo ke kelas, keburu ustadz datang. " Azmi menarik tangan Aban yang ada disampingnya,Rifki mengikuti langkah Azmi dan Aban sampai dikelas.
Sepulang sekolah,terlihat langit yang mendung menandakan akan hujan.
" Hari ini gelap banget ya," Aban.
" Iya, kok jadi takut. " Rifki.
Tiba-tiba hujan deras mulai turun dan mengguyur para santri yang sedang berjalan dengan cepat Azmi dan kedua temannya berlari hingga sampai di tempat yang teduh.
" Dingin banget. " ucap Azmi sembari merangkup bukunya ditangannya dan berjalan perlahan menuju kamarnya.
" Ya udah Mi, Aban, aku ke kamar ku ya," Rifki.
" Iya Ki, hati-hati. " Aban.
" Iya, assalamualaikum, Mi, Ban. " Rifki menepuk pundak Azmi sebelum ia pergi menuju kamarnya.
" Ayo Mi, " Aban.
Azmi menganggukkan kepalanya, mereka melangkah perlahan menuju kamar mereka.
"Assalamualaikum. " ucap Azmi dan Aban bersamaan masuk ke kamar mereka.
" Wa'alaikumsalam. " jawab Ahkam dan Muhklis sembari memandang Azmi dan Aban.
" Hujannya deres banget, gimana mau ke Masjid mas?. " tanya Azmi duduk dikasurnya.
" Tiba-tiba udah hujan aja, untung aku sama Azmi cepat lari kalau enggak bisa basah kuyub kita. " Aban.
" Ya,namanya udah akhir tahun,musim hujan sekarang. " Muhklis.
Setelah beberapa menit hujan mulai reda walau masih sedikit gerimis,para santri tetap semangat untuk wudhu dan pergi ke Masjid untuk melaksanakan sholat berjama'ah begitu juga yang dilakukan Azmi,Aban ,Ahkam dan Muhklis mereka bersama melangkah perlahan menuju Masjid dan berusaha menghindari cipratan air.
......Malam Hari.......... ......
Suasana pesantren yang dingin membuat para santri malas untuk pergi mengaji kitab suara rintikan hujan kecil masih terdengar.Azmi dan Aban masih malas dan sedang enak-enaknya duduk dikasur Azmi sembari bercanda gurau.
Teng..Teng... Teng....
Suara bel mengaji kitab sudah terdengar tetapi Azmi dan Aban masih asyik berbincang dan tidak mendengar suara bel.
" Azmi, Aban, ayo ngaji kitab. " ucap Ahkam menghampiri Azmi dan Aban.
" Udah bel ya mas, " Aban.
" Iya,masa kalian gak dengar. " Muhklis.
" Ya udah, ayo kita harus semangat, walau masih hujan kayak gini. " Azmi.
" Cuma gerimis, ayo. " Ahkam.
"Iyaaa,ayo Ban. " Azmi.
Mereka mulai berangkat dengan merangkul kitab mereka melangkah menuju Masjis.
__ADS_1
Kyai sudah siap mengajarkan pelajaran ngaji kitab pada malam itu. Para santri mulai serius mendengarkan Kyai yang sedang menerangkan.
Setelah pelajaran ngaji kitab Azmi dan Aban turun bersama.
" Azmi, Aban. " ucap Rifki melangkah menghampiri Azmi dan Aban.
" Ada apa Ki?." tanya Azmi.
" Aku tadi dengar mas Ali, mas Akmal sama mas Udin ngomong , katanya 2 hari lagi Syubbanul muslimin diundang di acara khotmilan. " Rifki.
" Kamu gak salah dengar. " Aban.
" Enggak kok, aku yakin banget. " Rifki.
" Masa kita gak dibilangin, 2 hari lagi itukan sebentar lagi. " Azmi.
" Iya, emang benar, kita sekarang latihan," ucap Ahkam yang sudah membawa anggota Syubban.
Seketika Azmi, Aban dan Rifki menoleh dan terdiam.
"Malam-malam gini mas, aku ngantuk lo." keluh Azmi.
" Ayo Mi, kamu yang bilang harus semangat. " Akmal.
" Iya, lagian cuman sebentar latihannya, ayo. " Firman.
" Ayo Mi, Ban, ini perintah Kyai. " Muhklis.
" Ya udah ayo, " Azmi.
" Nah gitu, ayo. " Ahkam.
" Kalau gitu aku duluan,assalamualaikum." Rifki yang hendak pergi.
"Wa'alaikumsalam. " jawab semuanya.
Para anggota Syubban mulai beraksi untuk latihan walau jam sudah menunjukkan pukul 11:45 malam. Mereka naik ke Masjid bersama dan memulai latihan mereka.
Dengan para hadroh yang kompak dan ke empat vocal yang melantunkan sholawat mereka dengan suara mereka yang indah tapi tiba-tiba....
"Uhuk-uhuk." Azmi batuk sembari menutup mulutnya.
"Mas, suara ku udah gak mau keluar nih, " ucap Azmi dengan suara yang kecil sembari terus batuk.
" Baru setengah jam. " Ali.
" Ya, kita gak bisa maksain juga kalau Azmi batuk, " Akmal.
" Kalau gitu latihan besok aja habis duhur,gimana?."Firman.
" Iya ,aku setuju. " Muhklis.
" Sekarang kita istirahat aja, udah semakin malam ini. " Ahkam.
" Mas, tapi aku bingung ,kenapa tiba-tiba kita diundang?." Aban.
" Iya, tadi ustadz Mustafa datang ke sini, kata ustadz, jama'ah kemarin suka sama penampilan kita dan banyak tuh yang videoin kita,jadi ramai deh diomongin sampai ke acara khotmilan yang juga butuh tim hadroh. "jelas Ahkam.
" Tapi khotmilannya anak kecil atau.. " Azmi.
" Anak kecil lah Azmi, masa anak santri putri." Akmal.
" Ya, siapa tau mas. " Azmi sembari tersenyum.
__ADS_1
Semua anggota Syubban ikut tertawa, malam itu serasa pesantren hanya milik para anggota Syuban yang belum tidur di sepinya suasana pesantren di mana para santri sudah tidur.
Bersambung......