
Para anggota Syubban sudah siap dan berkumpul di Masjid. Dengan memakai seragam dari Kyai, semua dari mereka terlihat keren dan tampan, begitu juga dengan Azmi dan Aban yang duduk bersama sembari berbincang-bincang.
"Azmi, Aban, udah hafal liriknya kan?,"tanya Ahkam yang berada disamping mereka.
" Sudah mas, " Aban.
"Mas Ahkam tenang aja, kita akan memberikan penampilan yang terbaik nanti. " ucap Azmi dengan penuh semangat.
" Iya Mi, bagus." Ahkam tersenyum memandang Azmi.
Tiba-tiba Ali dan Udin datang menghampiri Akmal dengan sangat terburu-terburu.
" Eh Mal, adikmu siapa namanya?. " tanya Ali tiba-tiba kepada Akmal yang sedang sembari duduk membaca lirik sholawat yang ia pegang.
"Adikku ,emang kenapa?. " Akmal.
" Mal, tadi itu ada santriwati pas kita keluar dan ada yang bilang gini "Aisyah tunggu,".Tapi sayang kita gak lihat mukanya. " Udin.
Mendengar nama Aisyah membuat Azmi terdiam dan menoleh ke arah Akmal dan Udin.
" Ya elah, Udin,Udin kalau ngelihat cewek aja, ingat Din, belum boleh. " salah satu anggota.
" Duduk koyo ngono, sopo ruh, dia jodohku nanti. "ucap Udin kembali menggunakan bahasa jawanya.
Semua anggota Syubban tertawa terpingkal-pingkal mendengar ucapan Udin yang mengucapkannya dengan wajah lugunya.
"Eh Mal, tapi benar kan nama adik kamu itu Aisyah. " tanya Ali kembali.
"Iya nama adikku itu Aisyah," jawab Akmal membuat Azmi terdiam dan melamun seakan kaget dan mengingat sesuatu.
"Pasti adiknya Akmal cantik ,masnya aja ganteng kayak gini kok. " Firman.
" Bisa aja kamu Fir, " Akmal sembari tertawa kecil.
Aban yang melihat Azmi terdiam seperti memikirkan sesuatu segera menegurnya.
" Mi, kok bengong aja, mikirin apa?. " tanya Aban kepada Azmi yang kaget dengan tepukan tangan Aban di pundak Azmi.
" Hah?, enggak kok gak mikir apa-apa. " ucap Azmi memalingkan wajahnya.
" Ngapain ya?, santriwati kok keluar bukannya cuman santriwan yang boleh. " Ahkam.
" Mungkin di suruh kali sama ustadzah. " Ali.
"Terus kalian ngapain ke luar?." Akmal.
" Kita tadi disuruh ustadz Abdullah beli air sekardus soalnya dikantin gak ada,dan yang ustadz Ridwan beli ada yang rusak sekardus, " Ali.
" Iyo, tapi aku tok yang bawa kerdus berat itu.Capek'e . " Udin dengan wajah kesal.
__ADS_1
" Maaf Din, kamu kan kuat. " Ali.
Udin hanya terdiam dengan wajah yang masih kesal dengan Ali,membuat para anggota Syubban tertawa kecil.
Terlihat Kyai datang dan membuat para santri yang ada di Masjid segera berdiri dan menunduk,mereka juga mengucapkan salam dan dijawab oleh Kyai.
Melihat semua santri yang sangat sopan kepada dirinya membuat Kyai senang.Diikuti ustadz Abdullah yang berjalan dibelakang Kyai ,Kyai menghampiri para anggota Syubban yang ikut berdiri dan menunduk ketika Kyai datang.
" Kalian semua sudah siap, " Kyai.
" Insya Allah, siap Kyai. "jawab semua anggota Syubban.
" Ya sudah, kalian diam di sini sampai dipanggil ya, ikuti doanya juga nanti, " Kyai.
" Baik Kyai. " jawab semua anggota Syubban.
Kyai menganggukkan kepalanya dan mengajak Abdullah naik ke atas panggung yang sudah disiapkan oleh semua santri untuk menyambut Maulid Nabi Muhammad Saw.
Selaku Mc ustadz Abdullah mulai memberikan pidatonya dan membaca acara apa saja yang akan dilaksanakan.
Acara pertama adalah pidato dari Kyai, semua santri mendengarkan Kyai dengan sangat serius setiap pertanyaan Kyai mereka jawab dengan benar, penjelasan singkat dari Kyai bisa dipahami oleh semua santri hingga Kyai selesai berpidato.
Acara kedua adalah mengaji bersama,dengan kompak para santri mengaji surat yasin dan surat al-waqiah dengan mahkraj yang benar hingga selesai.
Inilah yang ditunggu-tunggu yaitu penampilan dari anggota hadroh Syubbanul Muslimin dengan antusias para santri menunggu kedatangan mereka. Saat para anggota Syubban naik ke atas panggung tepukan mereka dapatkan dari semua santri yang selalu menyemangati mereka. Lain halnya dengan Zakir yang terus saja menatap sinis Azmi yang tersenyum memegang mikrofon yang sudah disediakan hendak melantunkan sholawatnya.
"Baiklah silahkan dimulai, "ustadz Abdullah.
Kyai sangat senang dengan penampilan para anggota Syubban yang sangat bersemangat dengan penuh penghayatan para vokal melantunkan sholawat mereka dengan suara indah mereka yang membuat semua kagum.
Suara meriah dari para anggota Syubban terdengar sampai ke wilayah santriwati yang juga merayakan Maulid Nabi dengan cara mereka.
" Ustadzah, boleh gak kita kesana," ucap salah seorang santriwati.
" Kamu bicara apa, bertemu santriwan itu tidak boleh. " ucap ustadzah dengan suara lembutnya.
"Tapi ustadzah, disini acaranya kurang meriah. " keluh santriwati lainnya yang membuat semua santriwati ingin pergi melihat acara santriwan.
"Sudah, sebentar lagi Aisyah akan tampil dia juga bisa bermain piano. " ustadzah.
" Oh iya, ada Aisyah. " ucap salah seorang santriwati.
Terlihat para santriwati yang membantu Aisyah membawa pianonya,
"Ayo Aisyah ," salah seorang santri yang ingin Aisyah segera bersholawat.
"Ayo Aisyah, segera dimulai. " ustadzah.
" Iya ustadzah. " Aisyah.
__ADS_1
Mulailah Aisyah dengan anggotanya melantunkan sholawat mereka. Aisyah yang mempunyai ke ahlian bermain piano membuat santriwati lainnya kagum.
Dengan teman Aisyah yang bernama Fitri mereka bersholawat, dengan sholawat yang berjudul " Ya Rasullah,Ya habiballah."
Mulailah Aisyah melantunkan sholawatnya dengan suara yang sangat indah bergantian dengan Fitri yang tidak kalah indah suaranya.
Semua santriwati sangat terpesona dengan kemampuan bermain piano yang hanya dimiliki Aisyah, apalagi Aisyah adalah santriwati muda yang sangat berbakat. Ajaran bermain piano yang sangat baik ia dapatkan dari kecil dan dipesanteren ustadzah Lily siap mengajarkan Aisyah atas keinginan Aisyah dan izin dari Kyai.
Santri Putra.
Selesailah penampilan dari para anggota Syubban, semua santri memberikan tepukan tangan mereka.
" Kita makan dulu ya, setelah ini lanjut membaca doa." ustadz Abdullah.
" Baik ustadz." semua santri.
Ustadz Abdullah dan ustadz Ridwan mulai memberikan makanan dan air kepada semua santri.
Mereka dipersilahkan makan terlebih dahulu.
"Alhamdulillah, lancar. " Firman.
" Iyo, aku gak nyangka kita bisa kompak. " Udin.
"Kita emang harus kompak mas Udin," Azmi.
" Iya benar kata Azmi, kita harus kompak dan semangat. " Akmal.
Semua anggota Syubban tertawa dan hendak memakan makanan mereka. Hingga tiba-tiba Azmi terhenti mendengar suara...
Ya Rasullah, Ya habiballah terimalah kami sebagai umatmu....
Ya Rasullah, Ya habiballah berikanlah syafaatmu....
Suara itu terdengar indah walau tidak terlalu jelas dan kecil.
" Mas, dengar suara cewek gak?. " tanya Azmi kepada Ahkam yang menikmati makanannya.
" Mana Mi?,gak ada tuh, "Ahkam.
" Masa gak dengar mas-mas ada yang dengar gak?." tanya Azmi kepada semua anggota Syubban yang asyik makan.
Para anggota Syubban terdiam dan mencari dimana Azmi mendengar suara.
" Gak ada Mi, udah kamu makan aja. " Ali.
"Iya, aku dengar kayaknya dari santriwati deh, kayak suaranya Aisyah tapi gak terlalu jelas. " Akmal.
" Aisyah. " ucap Azmi menghentikan makannya dan memandang Akmal.
__ADS_1
Bersambung......