
Sampailah mereka di pesantren, para santri yang hendak berlatih silat yang rutin diadakan pada hari minggu siap menyambut kedatangan Akmal yang dibawa bersama Ustadz Mustafa dan Akmal. Para anggota Syubban beramai-ramai menghampiri Akmal dengan perasaan gembira.
" Alhamdulillah, Akmal, kamu udah sembuh, kan? Kamu bisa jadi vocal di tim kita lagi, kan? " tanya Ali begitu senang melihat sahabatnya yang sudah pulang dari rumah sakit.
" Alhamdulillah Li, aku sekarang udah boleh pulang, " jawab Akmal dengan senyuman manisnya.
" Kyai, saya harus segera ke sekolah saya Kyai, ada acara mendadak dan saya tidak bisa mengantarkan Azmi, " ucap Ustadz Mustafa yang baru saja mendapat pesan dari handphone nya.
" Waduh, saya juga harus segera pulang karena ada acara keluarga, bagaimana ya?" Kyai yang bingung dan berusaha memikirkan sesuatu.
" Maaf Kyai, memangnya Azmi mau kemana? " tanya Akmal bingung.
" Azmi ada pelatihan untuk video klip, ya begitulah nak, " jawab Kyai.
Anggota Syubban yang lain mulai menunjukkan wajah mereka yang tidak suka dan iri kepada Azmi.
" Wishh hebat kamu Mi, kamu harus buat nama pesantren kita terkenal, " Akmal.
" Aamiin, Insya Allah mas, terimakasih mas Akmal, Azmi doain supaya mas bisa sehat selalu dan terhindar dari penyakit apapun, " Azmi.
" Aamiin, " jawab semuanya dengan kompak walau anggota Syubban masih sangat malas dengan Azmi.
" Ya sudah Akmal kamu istirahat dulu, tidak perlu latihan silat dulu, Ali, tolong antarkan Akmal ke kamarnya, ya." perintah Kyai.
" Baik Kyai, ayo Mal, " ajak Ali kepada Akmal.
Mereka melangkah bersama menuju kamar Akmal.
" Ayo semuanya segera berkumpul! " teriak Ustadz Fathur yang sudah siap untuk melatih.
Satu-persatu dari anggota Syubban menunjukkan adabnya kepada Kyai dan Ustadz Mustafa dengan menyalam tangan Kyai dan Ustadz sembari mengucap salam setelahnya.
" Wa'alaikumsalam," jawab Kyai, Ustadz Mustafa dan Azmi.
Hanya tersisa Azmi karena ia tidak mengikuti latihan silat pada hari ini.
" Bagimana ini, ya? Semua Ustadz juga sibuk dengan urusan mereka masing-masing, " Kyai.
" Emmmm.... Azmi berangkatnya jam berapa Kyai?" tanya Ustadz Mustafa kepada Kyai sembari memegangi dagunya mencoba untuk terus mencari solusi.
" Jam 08.00 Ustadz tapi, kita harus menunggu Azmi sampai selesai karena dia cuma latihan sebentar dan video klipnya akan dilakukan di pesantren ini," Kyai.
" Saya tau Kyai! Saya akan minta adik saya untuk menemani Azmi dia sekarang tidak ada kesibukan, paling sekarang ada di tempat tongkrongan biasa sama temen-temennya, " Ustadz Mustafa.
" Adik kamu yang anak Band itu, ya? Memangnya dia mau untuk menemani Azmi? " tanya Kyai tidak yakin.
" Masalah itu tenang aja Kyai, kalau saya yang suruh pasti dia tidak akan nolak, " Ustadz Mustafa.
__ADS_1
" Ya sudah kalau begitu, karena hanya itu saja jalan yang ada," Kyai.
Mobil mewah datang dan berhenti tepat di sebelah mobil Kyai, seorang laki-laki yang tidak lain adalah Sopir kedua Kyai datang menghampiri Kyai.
" Assalamualaikum, " Sopir.
" Wa'alaikumsalam, " jawab semuanya.
" Ayo Kyai, sebentar lagi acara akan dimulai, " Sopir.
" Oh iya, kalau gitu saya pergi Azmi, Ustadz, assalamualaikum, " Kyai.
Azmi dan Ustadz Mustafa tidak lupa mencium tangan Kyai dan menjawab salam Kyai setelahnya.
Kyai tersenyum dan menepuk pundak Azmi.
" Entah kenapa Azmi? Saya yakin sekali kalau kamu akan membuat pesantren kita terkenal apalagi tim hadroh kita, saya harap itu bisa menjadi kenyataan, " Kyai memandang Azmi dengan manaruh harapan pada Azmi.
" Aamiin, Insya Allah Kyai, " jawab Azmi menunduk.
" Ya sudah saya pamit dulu, assalamualaikum, " Kyai.
" Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." jawab Azmi dan Kyai.
Kyai pergi dengan mobil mewahnya ia sempat melambaikan tangan kepada Kyai dan Ustadz Mustafa.
" Baik Ustadz," jawab Azmi sembari mengangguk pelan.
Ustadz dan Azmi masuk ke dalam mobil dan berangkat pergi meninggalkan pesantren.
...*************...
Sampailah Ustadz Mustafa pada tongkrongan Mufti bersama teman-temannya yang tidak terlalu jauh dari pesantren.
Dan benar saja Mufti dan teman-teman Bandnya sangat asyik berbicara sembari menikmati makanan mereka, sesekali mereka juga tertawa menunjukkan kegembiraan mereka.
" Assalamualaikum, " ucap Azmi dan Ustadz Mustafa yang sudah berada di dekat Mufti.
" Wa'alaikumsalam, " jawab semuanya.
Mufti kaget melihat kakaknya bersama Azmi yang tumben menghampirinya ia langsung bangun dan berdiri tepat di hadapan Ustadz Mustafa.
" Ngapain kakak kesini? Anak kecil ini, siapa lagi? " tanya Mufti dengan tatapan sinis kepada Azmi yang ramah dan memberikan senyum manisnya.
" Muf, kakak minta tolong sama kamu tolong antar dan tungguin Azmi hingga selesai latihan, kakak ada acara mendadak, " ucap Ustadz Mustafa yang memohon agar Mufti mau mengantarkan Azmi.
" Nganterin dia? Aku aja gak kenal sama ini anak, maaf kak aku gak bisa," ucap Mufti menolak dan kembali duduk memalingkan wajahnya dari Ustadz Mustafa dan Azmi.
__ADS_1
Teman-teman Mufti yang lain hanya bisa diam sesekali mereka memandang Azmi dengan tatapan tajam dan kembali menikmati makanannya.
" Muf, kakak minta tolong sama kamu, kalau kamu gak mau bantu motor kamu kakak ambil, " Ustadz Mustafa.
Mufti kembali berdiri karena kesal.
" Kakak gak bisa seenaknya gitu dong, memang motor itu kakak yang beli tapi itu sekarang udah punya aku, " Mufti dengan nada tinggi.
" Kalau gitu, gak ada uang jajan selama seminggu, gimana?" jawab Ustadz Mustafa dengan santai sembari tertawa kecil.
Mufti mulai terdiam ia menunduk sembari berpikir dan sekilas memandang Azmi.
" Dek, tolong! Sekali ini aja kakak minta tolong sama kamu, ini kakak harus cepat, masa kamu gak mau bantu kakak kamu sendiri, " Ustadz Mustafa.
Mufti tidak langsung menjawab dan masih berpikir.
" Iya, iya, aku mau, " jawab Mufti yang mulai pasrah karena ia mengingat kakaknya lah yang bekerja untuk semua kebutuhan Mufti.
" Alhamdulillah, lokasinya udah kakak kirim, kamu pakai mobil ya, motornya kakak yang bawa, " Ustadz Mustafa langsung mengambil kunci motor yang Mufti letakkan di meja menggantinya dengan kunci mobil miliknya.
Mufti mengangguk pelan.
" Iya, jadi dia harus ditungguin juga? " tanya Mufti.
" Iya, gak bakal lama kok, paling sampai jam 10.00, kakak buru-buru nih, titip Azmi ya, assalamualaikum, " ucap Ustadz Mustafa yang terlihat sangat buru-buru oa sempat menepuk pundak adiknya dan pergi begitu saja.
" Wa'alaikumsalam, " jawab semuanya.
" Muf, lo yakin mau nganterin dan nungguin anak ini latihan? " anggota Band 1.
" Lo kan gak kenal sama anak ini, Muf, ingat Muf, dia ini musuh kita. " anggota Band 2.
" Kalian bisa diam, gak? Gue gak bisa apa-apa lagi karena gue juga tergantung sama kakak gue dan kali ini kakak gue minta tolong sama gue, " Mufti menjelaskan kepada semua teman-temannya.
" Tapi Muf, dia ini... " anggota Band 3.
" Ah.. Udahlah, gue mau nganter dia dulu, kalian tenang aja, ayo jalan, " Mufti memotong pembicaraan teman-temamnya yang pergi mengajak Azmi.
" Mari mas, assalamualaikum, " Azmi dengan ramah kepada semua anggota Band.
" Wa'alaikumsalam, " jawab semua anggota Band malas.
Azmi tersenyum dan mengangguk ia berjalan menuju mobil bersama Mufti yang merasa terpaksa mengantarkan Azmi.
Semua teman Mufti bingung mereka juga tidak bisa apa-apa dan kembali makan makanan mereka.
Bersambung....
__ADS_1