Kami Santri Bukan Artis

Kami Santri Bukan Artis
Episode 44. Untung ada Akmal.


__ADS_3

Peserta dengan nomer 28 sudah maju dan sebentar lagi nama Azmi akan dipanggil, tetapi Azmi masih saja terlelap tidur dikamarnya. Akmal yang sudah tampil merasa khawatir dengan Azmi yang tidak kunjung datang.


"Ini Azmi ,kemana sih?, tadi aku lihat nomer Azmi itu 30, Wahhh gawat nih.Aku harus cari Azmi. " Akmal,ia berdiri dan hendak meninggalkan perlombaan namun tiba-tiba dihentikan oleh Ahkam.


"Akmal, kamu mau kemana?." Ahkam.


"Mas, aku mau nyari Azmi,sebentar lagi Azmi tampil dan dia belum datang juga. " Akmal.


Terlihat mata Ahkam yang juga mencari-cari Azmi setelah mendengar perkataan Akmal.


"Ya udah Mal, cepat kamu cari Azmi, jangan sampai dia di dis. " Ahkam.


"Iya mas, aku pergi dulu, assalamualaikum." Akmal dengan sangat terburu-buru.


"Wa'alaukumsalam, Azmi kemana sih?,gak biasanya dia kayak gini."Ahkam menghela nafasnya dan memegangi dahinya.


Akmal terus berlari dengan cepat dan mencari-cari Azmi di setiap sudut pesantren.Namun Azmi masih saja tidak ditemukan oleh Akmal.


Sementara peserta nomer 29 sudah dipanggil. Akmal terus mencari, ia juga menanya kepada santri yang sedang berjalan atau sedang duduk didepan kamar mereka.


"Oh iya, kenapa aku gak cari ke kamar Azmi?,pasti dia ada disana." Akmal ia kembali balik arah dan berlari menuju kamar Azmi.


Peserta nomer 29 sudah selesai dan nama Azmi sudah dipanggil oleh ustadz Abdullah.


"Nomer 30, Muhammad Ulul Azmi, mana dia? "tanya ustadz Abdullah kepada seluruh peserta.


Para peserta hanya bisa tsrdiam menggelengkan kepala mereka.


Akmal sudah sampai di kamar Azmi, ia membuka kamar Azmi dan terlihat Azmi masih saja tertidur dengan sangat lelap.


"Azmi, " Akmal,ia segera mendekati Azmi.


Akmal membangunkan Azmi.


"Azmi,ayo bangun. "ucap Akmal terus menggoyangkan tubuh Azmi.


Perlombaan......


"Azmi, mana dia?. "tanya ustadz Abdullah.


"Ustadz Azmi di dis aja, masa dia gak datang-datang. " ucap Zakir.


"Bagaimana ini Kyai?, apa nama peserta Muhammad Ulul Azmi kita diskualifikasi saja?." tanya ustadz Abdullah menghampiri Kyai.


"Kita tunggu 1 menit lagi Abdullah, jika anak itu tidak datang, baru kita diskualifikasi."Kyai.


"Baik Kyai. " ustadz Abdullah.


"Oke, kita tunggu Azmi sebentar lagi. " ucap ustadz Abdullah kepada para peserta.


"Baik ustadz."jawab semua peserta.


Mereka semua akan menunggu Azmi semenit lagi.


Sementara Akmal terus membangunkan Azmi yang sangat sulit dibangunkan. Setelah cukup lama akhirnya Azmi membuka matanya.

__ADS_1


"Azmi, ayo giliran kamu sekarang. " Akmal.


"Giliran aku mas, " Azmi kaget.


"Iya, lomba adzan Mi, ayo cepat. " Akmal.


"Oh iya mas Akmal, Azmi kenapa bisa ketiduran disini ya?. " Azmi.


"Ya udah Mi, itu gak usah kamu pikirin sekarang kamu cepetan, kita ke perlombaan,jangan sampai kamu di dis. " Akmal.


"Iya mas Akmal, ayo. " Azmi.


Azmi dan Akmal melangkah, Azmi berusaha menahan kantuknya.Mata Azmi terlihat merah dan beberapa kali mengeluarkan air mata,itu disebabkan ulah Zakir yang memberi obat yang banyak pada minuman Azmi.


Azmi berjalan sangat pelan yang membuat Akmal yang sangat terburu-terburu menjadi sangat geram.


"Azmi, ayo cepat. " ucap Akmal memegangi tangan Azmi dan membawa Azmi ketempat perlombaan.


Semua peserta adzan sudah menunggu, ustadz Abdullah memandang jam dinding yang menunjukkan waktu Azmi hampir habis.


"Ustadz panggil lagi, untuk peserta nomer 30 dengan nama Muhammad Ulul Azmi silahkan maju, " ustadz Abdullah menggunakan mikrofonnya.


Semua santri terdiam, Zakir yang juga ikut perlombaan adzan semakin senang karena rencananya akan berhasil.


"Baiklah karena Azmi tidak datang juga maka Azmi.....


"Ustadz tunggu." teriak Akmal yang memegangi tangan Azmi membawanya ke pada ustadz Abdullah.


Semua peserta menoleh ke arah mereka. Ahkam tersenyum melihat kehadiran Azmi,sedangkan Zakir kaget melihat Azmi.


"Azmi, dari mana saja kamu?,ayo adzan,kamu tau semua menunggu kamu disini." ucap ustadz Abdullah kepada Azmi yang sedang menahan kantuknya.


"Sudah Abdullah,nak,ayo adzan. " Kyai.


"Baik Kyai. " Azmi.


Azmi melangkah maju dan naik ke panggung melihat banyak orang, membuat rasa kantuk Azmi mereda, Azmi mengusap wajahnya berulang kali.Mulailah Azmi memegang mikrofon yang biasa dipakai untuk adzan.


Saat Azmi mulai adzan, suara Azmi serak dan menjadi hilang, semua peserta menertawakan Azmi karena suaranya yang lucu.


"Sudah tenang,Azmi ayo mulai. " ustadz Abdullah.


"Iya ustadz. "Azmi.


Akmal meminta izin untuk naik ke atas panggung dan memberikan Azmi sebotol air minum.


" Azmi ,ini minum dulu. " Akmal menyodongkan air minum.


Semua peserta hanya terdiam memandangi Akmal dan Azmi, Kyai melukiskan senyumnya begitu juga dengan ustadz Abdullah.


Azmi menerima air itu dan meminumnya.


"Terimakasih mas Akmal. " Azmi.


"Sama-sama Mi, " Akmal, ia kembali turun dari atas panggung.

__ADS_1


"Azmi, sekarang kamu bisa mulai. " ustadz Abdullah.


"Bisa ustadz. " Azmi.


Azmi kembali memegangi mikrofon ,ia memandang seluruh peserta.


"Bismillah. " ucap Azmi sebelum memulai adzannya.


Dann....


Allahu Akbar..... Allahu Akbar.....


Suara Azmi begitu indah,membuat seluruh orang yang ada disana terdiam mendengar adzan dari Azmi. Suara peserta lain belum ada yang seindah suara Azmi. Dengan bacaan adzan yang lantang dan sedikit cengkok khas Azmi ,ia membuat semua orang terkesan.


"Masya Allah, Abdullah, suaranya indah sekali. " ucap Kyai sembari tersenyum memandang Azmi.


" Iya Kyai, suara Azmi sangat merdu." ustadz Abdullah.


Sementara Zakir dengan wajah kesalnya ia memandang Azmi dengan tatapan tajam, Zakir merasa kesal karena Azmi sudah membuat semua orang terpesona.


La...Ilaaa.. Hailallah......


Selesailah adzan Azmi.Semua santri memberikan tepukan tangan yang sangat meriah.


"Wah, suara Azmi merdu banget, kayaknya dia deh juaranya. " santri 1.


"Iya, bagus banget suaranya, Azmi memang juara. " santri 2.


Azmi turun dari panggung.Ustadz Abdullah memberikan senyuman kepada Azmi.


"Ustadz,saya minta maaf karena sudah buat semua orang menunggu." ucap Azmi menunduk.


"Tidak apa-apa Azmi,ustadz maafkan. " ustadz Abdullah.


"Terimakasih ustadz, saya ke tempat duduk dulu, assalamualaikum. " Azmi.


" Wa'alaikumsalam. " ustadz Abdullah.


"Ahkam, masih ada berapa peserta yang belum maju?." tanya ustadz Abdullah.


"Masih ada 2 lagi ustadz. " Ahkam.


"Baiklah, nomer urut 31 silahkan maju."ustadz Abdullah.


Majulah peserta dengan nomer 31.


Azmi duduk disamping Akmal.


" Azmi, mas yakin kamu pasti juaranya. " Akmal.


" Aamiin ,terimakasih mas Akmal,kalau gak ada mas Akmal,aku pasti udah di dis. " Azmi sembari menguap setelahnya.


"Iya Mi, sama-sama. " Akmal.


Rasa kantuk Azmi datang kembali membuat Azmi menyenderkan kepalanya pada pundak Akmal dan mulai lelap tertidur.

__ADS_1


" Azmi,kenapa sih?, kok dia jadi ngantuk terus. " Akmal merasa heran memandang Azmi yang sudah terlelap.


Bersambung......


__ADS_2