
Langkah Azmi yang wibawa dengan tetap menjaga pandangan kepada semua kaum hawa yang tak ingin lepas memandang dirinya. Azmi layaknya seorang pangeran yang di kawal polisi di kanan dan kirinya di depan dan belakangnya Aban dan Ahkam juga melangkah dengan adab mereka di belakang Azmi tepat dibagian kanan dan kiri bersama anggota Syubban lainnya sampai kepada mobil dimana sudah ada Kyai bersama mobil Ustadz Mustafa yang sudah ada Ustadz, Hamdi dan Syafiq.
" Matur nuwun sanget, pak polisi sudah menjaga kami semua, " Azmi menyatukan kedua tangannya untuk mengucapkan terima kasih kepada para polisi.
" Sama-sama, gus. Ini sudah tugas kami, " polisi.
" Kami semua mau pergi dulu, Pak. Pamit, saya juga mau berterimakasih atas semuanya, "Ahkam.
" Baik, nak. Sama-sama, " polisi.
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, " ucap semua anggota Syubban.
" Wa'alaikumsalam, " jawab serentak dan sangat tegas para polisi.
Semua anggota Syubban berpamitan dan mulai masuk satu-persatu kedalam mobil yang sudah dipersiapkan.
" Pamit, pak. Terima kasih atas semuanya, assalamualaikum, " Kyai membuka kaca mobilnya untuk berpamitan sekaligus berterimakasih kepada para polisi.
" Siap, Kyai. Terima kasih kembali, wa'alaikumussalam, " para polisi.
" Mari, pak." Kyai dan juga pak sopir yang turut mengucapkan kata pamit kepada semua polisi yang sudah sangat membantu anak-anak Syubband.
Para polisi memberikan senyuman dan sapaan ramah kepada Kyai, dan Ustadz Mustafa yang mengucapkan pamit dan terima kasih setelah mobil Kyai maju kepada mereka semua.
" Alhamdulillah, akhirnya." Azmi menyenderkan tubuhnya pada kursi mobil Kyai ia juga memejamkan matanya untuk mengistirahatkan matanya sebentar.
Azmi, Ahkam, dan Aban ikut pada mobil Ustadz Mustafa bersama Syafiq dan Hamdi.
" Kalian capek, ya? " tanya Hamdi yang setelah menoleh ke arah mereka.
Mendengar pertanyaan itu Azmi langsung tegak dan menoleh ke arah teman-temannya.
" Alhamdulillah, mas." Ahkam.
" Alhamdulillah, capek? " tanya Syafiq.
__ADS_1
" Ya, capek itu pastilah tapi kita harus bersyukur dan menikmati semuanya dengan ikhlas, ya, gak, Mi? " Ahkam yang duduk di samping Azmi membuat Azmi tersenyum dan mengangguk membalas Ahkam.
" Mantap kalian, saya kagum banget sama kalian semua, sudah ganteng, sholeh terus sangat tawadhu' sekali. Saya sangat beruntung sekaligus senang sekali bisa bertemu dengan anak-anak seperti kalian," Hamdi.
Mereka semua saling toleh dan tersenyum setelah beberapa saat sebelum menjawab semua itu.
" Alhamdulillah, ini semua karena Allah. Masih banyak juga anak-anak yang lebih dari kami, tapi kita semua gak ada yang tau, kan? Dan saya juga selalu ingat kalau di atas langit masih ada langit dan segala apa yang kamu dapatkan sesungguhnya itu semua milik Allah dan semua itu pemberian dari Allah yang harus kita syukuri setiap waktu. Kita semua hanya hamba Allah yang terus ingin menjadi manusia lebih baik, " Azmi dengan suaranya yang adem mengerakkan hati semua orang juga Ustadz Mustafa yang sedang menyetir sambil melukis senyumnya.
" Masya Allah, barokallah akhi, " ucap Aban dan Ahkam dengan kompak yang membuat wajah Azmi seketika kaget dan tertawa kecil setelahnya.
" Kompak banget, kalian'e." Azmi.
" Masya Allah, Azmi. Gak salah, emang kalau semua cewek-cewek itu suka sama kamu, ngefans sama kamu selain gantengnya kaya artis korea kamu juga sholeh, suaranya adem banget dan pintar banget kalau ngomong. Mantap dah, paket komplet," Syafiq menoleh ke arah Azmi dengan memberikan senyumnya dan juga jempolnya.
Azmi memalingkan wajahnya setelah menerima semua pujian dari Syafiq berusaha untuk tetap rendah hati dan mengendalikan emosi atas semua pujian agar tidak terjerumus dari sifat sombong dan angkuh. Setelah beberapa detik melihat keluar jendela Azmi kembali memandang ke arah Syafiq sambil memberikan senyumnya.
" Alhamdulillah, semua berkat Allah SWT." jawab Azmi begitu tenangnya menyejukkan semua orang.
" Iya, Mi. Kamu benar, aku harap kita semua bisa terus semangat buat sholawat dan ingat niat Kyai cuma menggemakan sholawat," Ahkam.
Azmi tersenyum pada Aban dan meletakkan tangan kanannya pada pundak Aban.
" Siap, Ban. Aku masih Azmi yang dulu, " Azmi dengan tatapan yang sangat dalam merangkul sahabat baiknya itu.
Aban mengangguk dan tersenyum membuat Azmi ikut tertawa kecil dan menurunkan kedua tangannya.
" Allahumma Shalli 'Ala Muhammad!" seru Ustadz Mustafa yang sedari tadi mendengarkan ucapan mereka sambil terus menyetir dan sempat tersenyum atas ucapan-ucapan ketiga vocalis yang kini membuat para remaja kagum dan gemar sholawat.
" Allahumma Shalli 'Alaihi Wasallim, " jawab semuanya dengan semangat.
3A yang kini begitu dikenal mengundang banyak perhatian dan banyak apresiasi disematkan kepada ketiga santri muda yang sungguh berbakat dan memiliki budi luhur yang baik bahkan para pemuda banyak yang rela jauh-jauh hanya untuk mengikuti kegiatan anggota Syubban.
Chanel youtube yang dikembangkan oleh Hamdi dan Syafiq semakin banyak like dan subcribers yang selalu mendukung anggota Syubband. Hamdi dan Syafiq memperlihatkan semua itu kepada 3 vocalis yang duduk satu mobil oleh mereka.
Sungguh, Azmi, Aban dan Ahkam sangat bersyukur atas apa yang telah mereka capai saat ini, senyuman manis terlukis di wajah ketiganya saat melihat video-video mereka saat bersholawat bahkan mereka tertawa terpingkal-pingkal saat menonton video kocak dan lucu yang sengaja di ambil untuk hiburan semata.
__ADS_1
Ustadz Mustafa sangat senang melihat kebahagiaan yang ada dalam ketiga vocalis itu yang sudah berjuang penuh untuk tim Syubban dari yang dahulu bahkan main rebana saja tidak bisa dan kini sekarang telah berkembang jauh menjadi vocalis yang memiliki suara indah, adem dan khas mereka masing-masing.
...****...
Aisyah tengah bersiap merapikan jilbab pashminanya yang berwarna merah muda sangat cocok dan cantik dengan wajahnya yang indah untuk tampil pada acara kali ini ia bercermin sambil menghela nafasnya keras.
" Bismillah, Aisyah. Kamu pasti bisa, jangan ingat soal itu, semangat! Harus ingat kata-kata ibu, oke! " Aisyah ia bicara sambil melihat wajahnya di cermin untuk menyemangati dan menenangkan dirinya sendiri dengan penuh ambisi.
" Aisyah, ternyata kamu masih disini. Ayo, banyak yang udah nungguin," Fitri ia yang sedari tadi tengah mencari Aisyah berhenti melangkah ketika melihat Aisyah.
" Oh, iya, iya. Aku udah siap, " Aisyah.
Fitri tersenyum dan segera menghampiri Aisyah.
" Kamu tenang aja, aku yakin banget kalau teman aku yang cantik ini bisa ngehadapin ini," Fitri dengan penuh perhatian ia memberikan semangat untuk sahabat terbaiknya itu.
" Terima kasih, Fitri." Aisyah sambil tersenyum pada Fitri.
" Sama-sama, ya udah, ayo." Fitri.
Aisyah mengangguk pelan dan Fitri mulai menggenggam tangan kanan Aisyah mereka berjalan bersama sampai pada panggung yang telah di siapkan.
Kini Aisyah telah berada tepat di atas panggung di mana perhatian semua orang tertuju pada dirinya.
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, " Fitri diikuti oleh Aisyah yang mengucap salam dengan nada kecil.
" Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, " jawab serentak para jama'ah.
" Sambil menunggu waktu maghrib, kami akan melantunkan satu lagu religius yang berjudul " Rahman Ya Rahman " harap didengarkan dengan baik dan dinikmati," Fitri setelah ia bicara Fitri mengangguk dan tersenyum pada Aisyah yang akan mulai untuk meyakinkan sekali lagi sahabatnya itu.
Aisyah membalas anggukan Fitri, Aisyah mengucap basmalah bersiap dengan menepatkan mikrofonnya tepat pada depan bibirnya dan menatap semua orang dengan perlahan mulailah Aisyah menunjukkan suaranya yang begitu merdu dan enak didengar.
Akhirnya Aisyah bisa melawan rasa takutnya itu, Fitri yang berdiri di sebelahnya sangat senang dan bangga ia juga mulai menunjukkan suaranya setelah Aisyah.
Para jama'ah yang hadir sungguh sangat kagum dengan mereka berdua, semua jama'ah sangat menikmati lagu yang dibawakan kedua sahabat itu.
__ADS_1
Bersambung....