
Hufh....
Citra menghela napas panjang sebelum berkata " Yasudah deh, tapi jangan macam-macam ya!"
" Iya, kamu tenang saja" jawab vito.
Citra yang melihat vito mengulurkan tangannya pun langsung bertanya " Mas vito mau apa?" dengan nada orang yang sedang ketakutan.
" Aku mau melanjutkan olahraga kita yang tadi sempat tertunda" jawab vito dengan nada menggoda.
" Mas vito jangan macam-macam, atau aku akan teriak!" ancam citra.
" Kamu tenang saja, saya hanya ingin mengobati luka kamu saja dan tidak akan berbuat macam-macam" ucap vito dengan lembut.
" Sekarang ulurkan tangan kamu yang terluka, biar saya mudah untuk mengobati luka nya" kata vito dengan lembut.
" Bapak yakin tidak akan berbuat macam-macam kan?!" ucap citra memastikan kalau vito tidak akan melanggar ucapan nya.
" Iya saya janji" jawab vito.
Dengan ragu citra mengulurkan tangannya yang terluka agar mempermudah vito untuk mengobati nya.
" Santai saja, saya tidak akan memakan kamu kok!" ujar vito sambil mulai membuka perban di lengan citra.
" Kamu mendapatkan luka ini kapan dan dimana?" tanya vito kepo.
" Kemarin, di rumah" jawab citra lirih.
" Kamu bilang apa tadi?" tanya vito.
" Ini orang memang tidak mendengar jawaban ku atau dia berpura-pura saja" batin citra.
" Kok malah diam! Jawab dong pertanyaan dari saya!" ucap vito.
" Aku bilang, aku kemarin jatuh dijalan waktu mau pulang ke rumah" jawab citra cepat.
" Semoga orang ini percaya dengan jawaban ku" ucap citra dalam hati.
" Oh!" ucap vito acuh.
" Apa?? Dia cuman bilang " Oh", keterlaluan!" ucap citra dalam hati.
" Seharusnya di tanya, jatuh kenapa, eh ini mah tidak. Memang dasar manusia kutub!" gerutu citra dalam hati.
" Tapi untungnya dia percaya dengan jawaban ku" batin citra.
" Kenapa saya merasa kasihan, ketika melihat luka wanita ini ya" batin vito sambil melihat luka citra.
__ADS_1
" Sebenarnya wanita ini benar jatuh atau terkena benda tajam sih, kalau dilihat dari luka nya ini seperti terkena sayatan benda tajam" pikir vito.
" Kenapa aku merasa bersalah karena ulah ku, luka nya jadi terbuka dan berdarah" ucap vito dalam hati.
Dengan sangat hati-hati, vito membersihkan luka citra. Tapi saat vito mendongakkan kepalanya dia melihat citra yang seperti sedang menahan sakit, vito pun langsung berkata " Tahan sebentar, ini tinggal di kasih obat saja".
Dengan telaten vito mengobati luka citra dan sesekali dia meniup luka citra agar tidak terasa begitu sakit.
Diam-diam citra mengintip kearah vito yang sedang mengobati luka nya.
" Ternyata manusia kutub bisa bersikap lembut juga" batin citra.
" Andai saja kak devina tidak pergi, mungkin manusia kutub bisa melupakan pacar nya itu, tapi kira-kira kakak pergi kemana ya" ucap citra dalam hati.
" Oh iya! Kalau tidak salah orang yang kemarin bilang, kalau dia di suruh oleh pacar nya kakak deh, itu berarti sekarang kakak sedang bersama pacarnya dong!" ucap citra dalam hati mengingat ucapan orang yang kemarin berniat membuat kedua orang tua nya celaka.
" Aku harus segera mencari keberadaan kak devina, agar papa dan mama bisa segera menimang cucu" pikir citra sambil senyum-senyum.
" Kamu kenapa, senyum-senyum sendiri?" tanya vito yang merasa heran dengan citra.
Citra hanya menjawab nya dengan menggelengkan kepalanya.
" Sudah selesai, kamu bisa kan memakai baju sendiri?!" ujar vito sambil turun dari tempat tidur.
Vito langsung meletakkan kotak obat tersebut di atas meja sambil berkata " Saya kebawah dulu, terserah mau ikut atau tidak!" dengan wajah datar.
Vito yang belum pergi jauh dari citra pun mendengar gumaman citra, vito pun langsung memutar badannya dan bertanya " Kamu bilang apa tadi?"
" Aduh! Gawat! Jangan sampai dia mendengar yang aku katakan tadi" ucap citra dalam hati.
" Siapa yang kamu maksud dengan manusia tanpa ekspresi. Hah?!" tanya vito sambil berjalan mendekati citra.
" Siapa lagi kalau bukan bapak" jawab citra lirih.
" Jadi, maksud kamu saya manusia tanpa ekspresi. Begitu!" kata vito yang mendengar jawaban citra.
" Iya, selain manusia tanpa ekspresi, mas vito juga seperti manusia kutub! Dingin!" jawab citra.
" Berani-beraninya ya, kamu bicara seperti itu terhadap saya!" ucap vito sambil mendekatkan wajahnya.
" Berani lah, memang seperti itu kan kenyataan nya!" jawab citra tanpa ada rasa takut sedikitpun.
Citra melihat wajah vito yang sudah akan meledak pun berkata " Kalau tidak suka di panggil dengan sebutan manusia kutub dan manusia tanpa ekspresi, maka nya senyum dong!" ujar citra sambil membuat senyuman di bibir vito menggunakan satu tangan nya.
" Kenapa aku tidak jadi marah, padahal tadi dia bicara seperti itu tadi!" batin vito.
" Senyum itu ibadah, asal jangan senyum-senyum sendiri di jalan" ucap citra sambil menarik tangan nya kembali.
__ADS_1
" Maaf! Aku sudah lancang!" ucap citra sambil menunduk.
" Wajah nya lucu juga saat dia sedang ketakutan, membuat aku ingin tertawa" batin vito
Pfft. Hahahaha...
Bukan nya marah, kini vito malah tertawa sangat keras hingga membuat suara tawa nya menggema di seluruh ruangan tersebut.
Citra merasa heran, melihat vito tertawa sangat keras.
" Memang ada yang lucu ya, sampai-sampai manusia kutub saja tertawa sangat keras?" tanya citra dalam hati.
" Vito yang mengetahui citra sedang menatap wajah nya dengan ekspresi wajah bingung, vito pun langsung menghentikan tawanya dan merubah wajah nya menjadi datar kembali.
" Sekarang pakai baju kamu, daripada nanti saya khilaf lagi!" kata vito.
" Bagaimana cara ku pakai baju, tangan ku saja masih sakit!" gerutu citra.
" Sini! Saya bantu kamu untuk memakai baju!" ucap vito.
Citra terkejut mendengar ucapan vito.
" Apa? Manusia kutub mau membantu aku pakai baju!" ucap citra dalam hati.
" Tidak perlu! Aku bisa sendiri kok" tolak citra halus.
" Yang ada kalau dia yang membantu, bukan nya selesai nanti baju ku malah di robek lagi sama dia" batin citra.
" Tenang saja, saya tidak akan berbuat macam-macam" ucap vito mengerti apa yang sedang di khawatirkan oleh citra.
" Yasudah, tapi mas vito tidak boleh macam-macam!" ucap citra.
Citra pun memberikan baju nya kepada vito, saat akan dia pakaikan kepada citra, vito berkata " Seperti nya baju kamu sudah tidak bisa di pakai lagi!".
Citra terkejut dengan perkataan vito.
" Memang kenapa? Inikan baju baru, kok tidak bisa di pakai lagi?" tanya citra bingung.
" Ya, karena kancing bajunya nya terlepas semua, makan nya tidak bisa di pakai lagi" jawab vito.
" Aku ganti dengan yang baru saja bagaimana?!" kata vito
" Tidak perlu!" jawab citra sambil turun dari tempat tidur dengan tubuh nya di tutupi dengan selimut.
" Kamu mau pergi kemana?" tanya vito saat melihat citra turun dari tempat tidur.
" Mau ambil baju" jawab citra
__ADS_1
" Biar saya saja yang mengambil nya!?" ujar vito sambil membuka pintu lemari.