
" Jadi, dia masih kuliah?" tanya dokter raka
" Iya, dia masih kuliah" jawab citra
" Citra kuliah dimana?" tanya dokter raka
" Di universitas negeri di daerah sini saja dok" jawab citra
" Dia ambil jurusan apa?" tanya dokter raka
" Dia seperti nya ambil jurusan bisnis dok" jawab citra
Dokter raka hanya " Oh" ria, dengan nada kecewa.
Melihat dokter raka yang kecewa dengan jawaban nya, citra pun merasa heran.
" Dokter raka kenapa ya, kok kelihatan nya kecewa banget dengan jawaban ku" pikir citra
" Terserah dia saja lah" batin citra
" Aduh! bagaimana ya, aku besok pagi harus pergi ke tempat latihan lagi, kalau aku minta pulang bisa saja sih, tapi nanti aku di suruh pergi ke pesta bersama manusia kutub, malas banget!" ucap citra dalam hati
" Apa aku bilang sama mama saja ya, siapa tahu mama bisa bantu aku" pikir citra
Setelah mencari cara, akhirnya citra memilih untuk meminta bantuan kepada orang tua nya agar dia bisa pergi ke tempat latihan.
" Dokter raka baik-baik saja?" tanya citra sambil menepuk bahu dokter raka
" Hah, iya saya baik-baik saja" jawab dokter raka terkejut
Citra merasa lega ternyata dokter raka baik-baik saja.
Saat dokter raka akan pamit keluar, tiba-tiba terdengar suara seseorang membuka pintu, dan seseorang itu adalah orang tua citra.
" Papa! mama!" panggil citra saat melihat orang tua nya
sang mama langsung memeluk citra sambil bertanya " kamu sakit apa sayang?"
" Aku cuman kecapean saja kok ma" jawab citra
" Dokter raka!" ucap papa saat berpapasan dengan dokter raka di pintu
" Om ardi!" ucap dokter raka
" Apa kabar om?" tanya dokter raka
__ADS_1
" Baik " jawab papa
Dokter raka tidak jadi pergi karena merasa tidak enak jika dia pergi.
" Tuan vito" sapa papa
" Selamat malam pak ardi" ucap vito
" Malam" ucap papa
" Dokter raka apa bisa putri saya pulang hari ini?" tanya papa
" Sebenarnya belum boleh om, tapi jika kondisi tubuh pasien sudah membaik, maka pasien sudah di perbolehkan pulang om" jawab dokter raka
Sang papa sudah paham dengan isyarat yang di berikan oleh citra, sehingga papa memutuskan untuk membawa pulang citra.
Dokter raka pun tidak bisa berbuat apa-apa, selain menuruti keinginan pasien, karena dokter raka pun sebenarnya sudah tahu kalau kondisi citra sudah baik-baik saja, tapi citra yang belum mau pulang sehingga dia menuruti keinginan nya.
" Bukan nya tadi kamu bilang kalau dia belum boleh pulang ka?" tanya vito
" Iya memang tadi aku bilang begitu, tapi setelah aku periksa kondisi pasien sudah membaik maka pasien sudah boleh pulang" jawab dokter raka
" Pak Ardi sudah repot-repot untuk menjenguk devina, tapi saya akan membawa devina pulang ke rumah saya" ucap vito
" Aku mau pulang ke rumah papa!" kata citra sambil mencoba berdiri
" Sebaiknya kamu membiarkan istri kamu pulang ke rumah orang tua nya vit, siapa tahu istri kamu sedang kangen dengan orang tua nya" ucap dokter raka sambil menepuk bahu nya
" Kalau wanita ini pulang ke rumah orang tua nya, berarti dia tidak akan melakukan apa yang sudah dia ucapkan dong!" batin vito
" Tetap tidak bisa!" ucap vito
" Baru beberapa hari dia pulang sekarang dia mau pergi lagi, terus dia akan menjalankan apa yang dia ucapkan itu kapan, kalau dia pergi terus!" ucap vito dalam hati
" Tapi, apa yang di katakan oleh raka ada benar nya juga sih, mungkin wanita ini kangen dengan orang tua nya, lagipula setelah menikah kan dia tidak pernah pulang" pikir vito
Setelah berpikir cukup lama, akhirnya vito sudah bisa memberikan keputusan.
" Oke! kamu boleh pulang ke rumah orang tua kamu tapi, saya ikut!" ucap vito
" Terimakasih ya dok, sudah mau merawat saya" ucap citra
" Iya sama-sama, sudah menjadi kewajiban saya sebagai dokter untuk merawat pasien" jawab dokter raka
Setelah mengucapkan terimakasih kepada dokter raka, citra langsung pergi, tanpa mempedulikan vito.
__ADS_1
Sesampainya di depan rumah sakit, di sana sudah ada pak supir yang biasanya mengantar vito jika dia sedang malas membawa mobil sendiri.
" Silahkan nyonya" kata pak supir
" Terimakasih pak" ucap citra sambil tersenyum
" Sama-sama nyonya" jawab pak supir
Setelah citra masuk, vito pun langsung masuk dan duduk di samping citra.
" Kamu ngapain duduk di sini?" tanya citra
" Terserah saya, ini kan mobil saya" jawab vito
Citra kesal dengan jawaban vito, dia pun mencoba membuka pintu untuk pindah ke mobil papa nya, saat vito melihat citra sedang berusaha untuk membuka pintu mobil vito pun langsung berkata " Jika kamu keluar dari mobil ini, jangan harap kamu bisa pulang ke rumah orang tua kamu!"
" Kalau besok pagi aku tidak ada acara, aku malas banget harus satu mobil dengan orang ini!" ucap citra dalam hati
Dengan perasaan kesal, citra menarik kembali tangannya dan mengurung kan niat nya untuk pindah mobil.
Citra duduk di dekat pintu, dan dia melihat kearah luar jendela agar dia tidak melihat wajah vito yang menyebalkan.
Selama perjalanan tidak ada percakapan antara mereka, hingga suara handphone vito memecah keheningan di dalam mobil tersebut.
Vito hanya melihat siapa yang menelepon dirinya, dan tidak ada niatan untuk dirinya mengangkat telepon tersebut, tetapi baru saja handphone nya berhenti berdering, kini handphone nya kembali berdering, sama seperti tadi, vito hanya melihat siapa yang menelepon dirinya setelah mengetahui siapa yang menelepon dirinya, dia kembali mengabaikan panggilan telepon tersebut.
Karena kesal dengan suara handphone vito yang terus berbunyi, citra pun berkata " Itu pacar kesayangan telpon, angkat, biar tidak menggangu orang yang sedang menikmati pemandangan!"
Vito pun langsung mematikan handphone nya, agar angel tidak terus menelpon.
Entah karena efek samping obat atau memang mengantuk, setelah memarahi vito, citra langsung tertidur sambil kepalanya dia sandarkan di jendela.
Vito yang melihat citra sedang tidur pun langsung menggeser posisi duduknya mendekati citra, setelah di rasa tidur citra sangat pulas dia baru berani untuk menyenderkan kepala citra ke bahunya agar kepala citra tidak terbentur jendela.
Vito pun menyuruh sang supir untuk mengurangi kecepatan mobilnya, karena dia khawatir citra akan terbangun.
Setelah perjalanan yang lumayan lama, kini mereka sampai di rumah pak ardi, setelah sampai vito tidak membangunkan citra, tapi dia berniat ingin menggendong citra ke dalam karena dia melihat citra tidur sangat pulas sehingga dia tidak tega untuk membangunkan nya.
Sang mama pun langsung menunjukkan dimana kamar citra, yang ada di lantai dua.
Dengan susah payah, vito membawa citra ke kamar nya yang ada di lantai dua, sesampainya di kamar vito langsung menidurkan citra di atas tempat tidur dengan sangat hati-hati, dia takut citra akan terbangun.
Setelah itu, dia melepas sepatu nya, dan setelah itu dia langsung merebahkan tubuhnya di samping citra, tidak pernah waktu lama vito pun sudah menyusul citra ke alam mimpi.
Papa dan mama nya citra ikut naik ke atas untuk melihat kondisi anaknya, tapi beliau terkejut saat melihat vito sedang tertidur sambil memeluk citra.
__ADS_1
Melihat citra yang sedang tidur dengan vito, membuat sang papa merasa semakin bersalah dengan citra karena sudah menyuruh citra untuk berpura-pura menjadi kakak nya dan menikahi seseorang untuk kakak nya.