
Pagi hari nya citra merasa ada sesuatu yang melilit kaki nya, karena penasaran dia pun membuka mata nya dan langsung berteriak.
Aaarrrggg....
Suara melengking citra terdengar sampai telinga kedua orang tua nya, mereka pun langsung berjalan menuju kamar citra.
Karena takut citra pun langsung menendang vito hingga membuat nya jatuh dari tempat tidur sambil berkata " Kamu siapa?!"
Bruk!...
Terdengar sangat keras suara vito saat jatuh ke lantai.
" Aduh!!!" ucap vito sambil memegangi pantat nya yang terasa sakit.
" Siapa yang berani menendang ku!" kesal vito sambil mencoba untuk berdiri.
" Kamu!!!" ucap vito saat melihat citra sedang menutupi tubuhnya dengan selimut.
" Berani-beraninya ya kamu menendang saya!!" ucap vito sambil berjalan mendekati citra
" Jangankan hanya menendang kamu, bahkan membanting kamu saja aku berani!" ucap citra.
Citra lupa kalau dia sedang berpura-pura menjadi kakak nya.
" Jadi, kamu berani membanting saya?!" ujar vito terus berjalan mendekati citra.
" Berani!" jawab citra
Vito kini sudah semakin dekat citra, hal itu membuat citra semakin merasa takut.
" Kamu mau apa?" tanya citra sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.
" Jangan macam-macam ya!" ucap citra
" Lucu juga kalau dia sedang ketakutan" ucap vito dalam hati.
" Aku kerjain kamu, siapa suruh berani menendang aku" batin vito.
Vito kini mulai naik ketempat tidur, dia pun semakin mendekati citra hingga membuat citra tersudut dan tidak bisa kemana-mana.
" Jangan mendekat, kalau kamu sampai berani mendekat aku akan teriak!" ancam citra
Tak.. Tak.. Tak!...
Terdengar suara langkah kaki yang semakin dekat, membuat citra bersiap untuk berteriak agar ada seseorang yang bisa menolong nya.
Saat citra sedang bersiap akan berteriak vito langsung...
Cup!...
Vito mencium bibir citra agar citra tidak bisa berteriak.
Citra yang mendapat ciuman secara mendadak pun hanya diam saja.
__ADS_1
" Kamu kenapa sayang?" tanya mama veronica di balik pintu.
Citra kembali tersadar saat mendengar suara mama nya, citra pun langsung memberontak dengan cara memukul-mukul dada bidang vito.
Setelah puas mengerjai citra, vito pun langsung melepaskan ciumannya lalu berkata " Tidak ada apa-apa ma, kami hanya sedang bercanda saja"
Sebelum berdiri vito berbisik di telinga citra " Saya suami kamu, jadi berhak tidur di samping kamu!"
Setelah mengucapkan hal itu vito pun langsung turun dari tempat tidur dan berjalan menuju pintu.
Citra tersentak mendengar ucapan vito.
" Oh iya! Kenapa aku bisa lupa kalau mulai sekarang aku berpura-pura menjadi kakak" gumam citra
" Dasar pelupa!" rutuk citra sambil memukul-mukul kepala.
Vito menoleh kearah belakang dan dia melihat citra sedang memukul-mukul kepala nya sendiri pun membuat vito tersenyum dan berkata " Aneh!!"
Setelah itu vito pun langsung membuka pintu kamar.
" Maaf semua nya, tadi kami sedang bercanda karena kami sudah lama tidak bertemu" ucap vito saat melihat banyak orang yang ada di depan kamar nya.
Citra melihat ada angel di sana, dia pun langsung turun dari tempat tidur dan berjalan menuju pintu.
" Iya ma, yang di bilang mas vito benar kita tadi hanya sedang melepas rindu karena kita sudah lama tidak bertemu, tapi tadi mas vito mencubit pipi ku jadi aku teriak" timpal citra sambil tersenyum canggung.
" Benar kalian berdua tadi hanya bercanda?" tanya mama veronica curiga.
" Iya kan sayang, tadi kita hanya sedang melepas rindu sambil bercanda" ucap vito sambil memeluk pinggang citra.
" Aku kerjain kamu!" batin citra.
" Iya ma, pa tadi kita hanya sedang kangen-kangenan saja" ucap citra sambil menggenggam tangan vito.
" Syukurlah kalau memang seperti itu" ucap mama
" Vito, vito masa istri sendiri pipinya di cubit, kan kasihan!" ucap papa dimas sambil geleng-geleng kepala.
" Papa ini seperti tidak pernah muda saja" kata vito
" Maksud kamu bagaimana vit?" tanya papa dimas.
" Masa vito masih harus menjelaskan maksud apa maksud dari perkataan vito sih pa" jawab vito
" Vito mencubit pipi devina itu tanda sayang vito sama dia pa" ucap vito.
" Kalau sayang itu di cium, bukan nya malah di cubit vito!" ucap papa dimas.
Tanpa komando tiba-tiba vito mencium kening citra, hal itu membuat citra terkejut.
" Nah! Seperti itu baru tanda sayang, bukan seperti tadi yang kamu lakukan dengan mencubit pipi devina" kata papa dimas .
" Hem! Iya pa" ucap vito
__ADS_1
" Ayo! Kita turun untuk sarapan!" ajak mama
" Maaf ma, pa seperti nya kita berdua tidak bisa ikut sarapan pagi bersama, soalnya kita masih ...." ucap vito
" Kalian berdua sedang melakukan apa di dalam kamar?" tanya mama penasaran.
" Jangan-jangan kalian berdua sedang proses membuat cucu untuk kami ya!?" ujar papa dimas
" Cucu?!" batin citra
" Iya pa" jawab vito
Citra terkejut dengan jawaban vito, dia pun langsung melihat ke arah vito dengan ekspresi penuh tanda tanya.
" Kamu serius vit?" tanya papa dimas
" Bukan nya papa sendiri yang bilang kalau papa pingin cepat mempunyai cucu dari kami " jawab vito
" Dasar! Kenapa aku bisa bicara seperti itu di depan semua orang!" rutuk vito dalam hati
" Maksud nya apa coba dia bicara seperti itu" ucap citra dalam hati
" Jadi, maksud nya tadi kalian berdua sedang mau proses untuk membuat cucu untuk papa dan mama!?" ujar papa dimas penuh semangat.
"Iya pa" jawab vito.
" Yasudah, kalian lanjutkan saja yang tadi sempat tertunda, tapi kalau bisa suara nya jangan sampai terdengar sampai luar. Oke!" pesan mama sambil tersenyum nakal.
" Maksud nya apa coba, suara nya jangan sampai terdengar sampai luar, memang kita mau melakukan apa?!" ucap citra dalam hati bingung.
" Hari ini kamu di rumah saja ya, urusan kantor biar papa yang akan handle " ucap papa.
" Tidak bisa pa, soalnya hari ini aku ada meeting dengan klein penting pa" kata vito langsung menolak usulan papa nya.
" Kamu tidak perlu protes, tugas kamu sekarang adalah membuat cucu yang banyak untuk kami" ucap papa dimas.
Dengan terpaksa vito hanya bisa mengiyakan ucapan papa nya.
" Jangan kasar-kasar, kasihan nanti istri kamu" bisik papa dimas.
" Jangan kasar-kasar? Maksud nya apa ya?" batin citra penuh tanda tanya.
" Yasudah kami pergi dulu, sukses ya vit" ucap papa dimas.
Disaat mereka semua sedang bahagia dengan ucapan vito tadi, vito tidak menyadari ada seseorang disana yang terlihat sedang sangat kesal, karena melihat kemesraan mereka berdua.
" Mari pak ardi kita biarkan saja anak-anak kita menyelesaikan tugas mereka!" ajak papa dimas.
Papa ardi yang sedang melamun memikirkan apa yang akan di lakukan oleh vito kepada citra pun hanya bisa menganggukkan kepalanya.
Jika sampai vito benar melakukan apa yang dia katakan tadi, beliau pasti akan sangat menyesal.
Mereka semua pergi meninggalkan vito dan citra, setelah semua orang pergi vito langsung melepaskan tangannya dari pinggang citra.
__ADS_1
Citra masuk kedalam kamar sambil memikirkan ucapan papa dimas tadi.
" Maksud ucapan papa tadi apa ya?" gumam citra