Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 185


__ADS_3

" Perempuan cantik?!" pak ardi di buat terkejut lagi oleh jawaban citra.


Citra menganggukkan kepalanya sambil berkata " Mungkin perempuan cantik itu kekasih nya manusia kutub pa".


Mendengar citra kedua orang tua citra langsung berteriak " Jadi, manusia kutub yang kamu maksud itu pak vito!!!"


" Iya ma" jawab citra sambil menganggukkan kepala.


" Papa dan mama pasti mengira jika manusia kutub itu adalah orang yang tinggal di kutub. Iya kan?!" ujar citra menebak.


" Iya, kok kamu mengetahui isi pikiran papa dan mama sayang?!" jawab mama.


" Iya tentu saja citra mengetahui nya ma, karena pasti ketika mendengar kata manusia kutub, semua orang akan berpikir orang yang tinggal di kutub Utara atau selatan" ujar citra menjelaskan alasan kenapa dia bisa menebak dengan benar isi pemikiran papa dan mama nya.


" Yang kamu katakan memang benar sayang" jawab mama.


" Tapi kenapa kamu memanggil pak vito dengan sebutan manusia kutub sayang?" tanya mama penasaran.


" Ya karena sikap nya dia ma, maka nya aku memanggil nya manusia kutub" jawab citra santai.


" Maksud kamu sikap nya pak vito yang bagaimana ra?" tanya papa penasaran.


" Ya sikap dingin kepada semua orang itu pa, yang seperti es batu, maka nya aku panggil dia manusia kutub" jawab citra.


Mendengar jawaban putri nya, pak ardi dan ibu veronica hanya mengangguk-angguk.


" Ayo pa, jalan lagi!!" kata citra menyuruh papa nya untuk melajukan mobilnya kembali.


" Iya ra, kita jalan lagi" kata papa sambil kembali melajukan mobilnya.


Selama di perjalanan mereka mengobrol tentang banyak hal, hingga tanpa terasa kini mereka sudah sampai di depan apartemen yang menjadi tujuan mereka.


" Alhamdulillah, kita sudah sampai" kata papa.


" Kita sudah sampai pa?" tanya citra sambil memegang kursi yang sedang di duduki papa dan mama nya.


" Iya kita sudah sampai sayang" jawab mama.


" Kita turun yuk!" ajak mama.


Citra menganggukkan kepalanya sambil berkata " iya ma!"


Mereka semua turun dari mobil, citra melihat-lihat gedung apartemen yang akan menjadi tempat tinggal nya.


" Bagaimana sayang, kamu suka tidak?" tanya mama.


" Kalau di lihat-lihat tempat nya bagus ma, aku suka ma" jawab citra sambil tersenyum.


" Apalagi gedung nya dekat dengan taman ma" lanjut citra sambil tersenyum bahagia.


" Kamu yakin ra mau tinggal di apartemen ini?" tanya papa.


" Iya aku yakin pa" jawab citra sambil menganggukkan kepala.


" Tapi apartemen nya lebih mewah yang tadi ra di bandingkan yang ini?!" kata papa.


" Iya citra tahu kalau apartemen ini tidak semewah apartemen yang tadi, tapi lokasi citra lebih menyukai yang ini pa" jawab citra.


" Karena lokasi di sini jauh dari tempat hiburan malam pa, maka nya citra lebih memilih lokasi yang disini" lanjut citra.

__ADS_1


" Yang kamu katakan memang benar ca, yang tadi lokasi nya dekat dengan tempat hiburan malam ca!" ujar farel membenarkan ucapan citra.


" Menurut ku lebih enak di tempat ini ca" timpal dokter ridwan.


" Tuh kan pa! farel dan bang ridwan saja setuju dengan ku" ucap citra.


" Yasudah! Kita masuk ke dalam yuk!" ajak papa.


" Ayo!!" seru semua orang.


Mereka semua pergi ke dalam untuk melihat tempat tinggal citra yang baru.


Sesampainya di depan pintu pak ardi mengambil kunci dari saku jas nya dan langsung membuka pintu apartemen tersebut.


" Silahkan masuk!" kata papa sambil membuka pintu.


Mereka semua langsung masuk.


" Koper kamu mau di taruh dimana ca?" tanya farel sambil membawa koper citra.


" Ditaruh di sebelah sana saja rel" jawab citra sambil menunjuk ke arah samping tempat tidur.


" Pa, ini ada balkon nya tidak?" tanya citra.


" Iya ada ra" jawab papa.


Mendengar jawaban papa nya, citra langsung pergi menuju balkon.


" Rel! Kesini cepat!!" teriak citra memanggil farel sambil melambaikan tangan.


Mendengar teriakkan citra, farel dan yang lainnya berlari kearah citra.


" Lihat itu rel!!" jawab citra sambil menunjuk ke arah depan.


Farel dan lainnya mengikuti kemana telunjuk tangan citra mengarah.


" Pemandangan indah sekali rel" kata citra sambil melihat ke arah pemandangan yang ada di depan nya.


" Iya ca, bagus sekali ca" kata farel.


" Apalagi kalau malam hari ca, pasti akan lebih bagus lagi!" ujar dokter ridwan.


Citra hanya mengangguk, tanpa mengalihkan pandangannya.


" Ra, kamu mau pergi jalan-jalan nya sekarang atau besok saja?" tanya papa.


" Sekarang pa" jawab citra dengan semangat.


" Yasudah kalau begitu, kita berangkat!!" kata papa.


" Let's go!!!" seru semua orang dengan semangat.


Mereka langsung pergi meninggalkan apartemen untuk pergi kemana tempat-tempat yang belum pernah citra kunjungi.


Setelah berkeliling, mereka mampir ke sebuah restoran untuk mengisi perut mereka yang sudah mulai keroncongan meminta untuk segera diisi.


Setelah selesai makan mereka melanjutkan perjalanan menuju pasar malam.


" Kamu mau menaiki wahana apa ra?" tanya devina.

__ADS_1


" Itu saja kali ya kak, seperti nya seru!" jawab citra sambil menunjuk ke arah wahana.


" Yasudah, ayo ra!" ajak devina sambil menarik tangan adik nya.


Mereka menaiki wahana roller coaster, setelah puas mereka berpindah ke wahana yang lain dan begitu seterusnya sampai mereka semua puas bermain.


" Kalian semua sudah puas bermain?" tanya papa.


Semua nya menganggukkan kepalanya, pertanda jika mereka semua sudah puas bermain di tempat itu.


" Yasudah kita pulang, karena besok kita masih akan pergi jalan-jalan lagi!" kata papa.


Citra yang mendengar itu pun langsung membelalakkan matanya karena terkejut dengan ucapan papa nya.


" Papa serius besok akan jalan-jalan lagi?!" tanya citra tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


" Iya papa serius ra" jawab papa.


" Yeah!! Asik besok kita jalan-jalan lagi!!!" teriak citra kegirangan.


Karena saking senangnya citra langsung memeluk papa dan mama nya.


" Terimakasih pa, ma" ucap citra sambil memeluk kedua orang tua nya.


" Asal kamu bahagia, papa akan menuruti keinginan kamu ra" ucap pak ardi dalam hati.


" Semua ini papa lakukan untuk menebus waktu yang telah papa lewatkan saat kamu masih kecil ra" ujar pak ardi dalam hati.


" Papa akan berusaha untuk meluangkan waktu untuk kamu ra, dan papa juga akan selalu ada disaat kamu membutuhkan papa" batin pak ardi.


" Kok aku tidak peluk" ucap devina cemberut.


" Ayo kesini! Mama peluk juga!" ujar mama sambil mengulurkan tangannya agar devina bisa ikut berpelukan.


Devina pun langsung berjalan mendekati adik dan kedua orang tua, dan mereka saling berpelukan.


" Terimakasih ya kak" ucap citra.


" Terimakasih untuk apa ra?" tanya devina sambil melepaskan pelukannya.


" Terimakasih karena kak devina sudah mau meluangkan waktu nya untuk datang kesini" jawab citra sambil tersenyum.


" Iya adikku sayang, sama-sama" ucap devina sambil mengacak-acak rambut citra.


" Ayo! Kita pulang!" ajak papa.


" Lapar pa" ucap citra sambil memegang perutnya.


" Kalian lapar juga?" tanya mama.


" Iya" jawab semua nya sambil tersenyum malu.


" Yasudah, sebelum pulang kita makan terlebih dahulu!" ujar papa.


" Terimakasih ya pa" ucap citra sambil tersenyum.


" Iya sama-sama sayang" jawab papa sambil tersenyum bahagia.


Mereka langsung pergi ke restoran terdekat untuk mengisi perut, setelah selesai makan mereka langsung pergi ke apartemen untuk istirahat karena jam sudah menunjukkan hampir tengah malam.

__ADS_1


__ADS_2