Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 101


__ADS_3

Bibi pun langsung mengambilkan lauk untuk citra, citra sendiri terkejut kenapa art nya bisa mengetahui makanan kesukaan nya.


" Loh! kenapa ibu mengambil laut kesukaan aku semua, apa mungkin beliau mengetahui kalau ini aku" batin citra.


Setelah selesai mengambilkan lauk untuk citra bi sum langsung berkata " Ini non makanan nya, silahkan di makan!"


" Terimakasih bi" ucap citra sambil tersenyum.


Saat citra akan mulai makan, dia kebingungan bagaimana cara dia untuk makan, sedangkan tangan kanannya sedang sakit.


Citra mencoba makan dengan tangan kiri tapi, dia kesulitan.


Hal itu membuat semua orang yang ada di sekitar nya melihat ke arah dirinya.


" Devina kamu kenapa?" tanya papa dimas yang duduk di kursi depan nya.


" Tidak kenapa-kenapa kok pa" jawab citra sambil tersenyum kaku.


Vito diam-diam juga memperhatikan citra yang sedang berusaha untuk menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


" Kasihan juga dia " batin vito


Setelah selesai makan, vito berniat untuk berdiri tapi tangannya di pegang oleh angel.


" Sayang kamu mau pergi kemana?" tanya angel sambil memegang tangan vito.


" Lepas angel, disini bukan rumah ku jadi kamu tidak bisa bertindak semau kamu!" ucap vito memperingatkan.


Citra masih berusaha untuk menyuapkan makanan ke dalam mulutnya, tapi lagi-lagi nasi yang ada di sendok nya jatuh sebelum masuk ke dalam mulutnya.


" Sabar ra! Kamu pasti bisa!" ucap citra dalam hati menyemangati diri nya sendiri.


Sang mama yang ada di samping nya pun hanya diam saja, melihat citra sedang kesulitan untuk makan.


" Ra, maafkan mama ya sayang" batin mama.


Sang papa yang tidak tega melihat citra seperti itu pun setelah selesai makan beliau langsung pamit untuk pergi ke ruang kerja.


Vito masih terus memperhatikan citra sambil berusaha melepaskan genggaman tangan angel.


" Wanita itu memang bodoh atau bagaimana sih, kenapa dia tidak meminta tolong aku untuk menyuapinya makan!" kesal vito dalam hati.


Citra yang sudah sangat kelaparan pun menyerah, tapi tiba-tiba dia teringat kalau kemarin masih di kamar nya masih ada roti yang dia beli dijalan.


" Tapi, bagaimana cara nya agar aku bisa masuk kamar ku sendiri tanpa ada yang curiga kalau aku bukan kakak ya" batin citra.


" Ayo berpikir ra! Bagaimana cara nya agar kamu bisa masuk kamar kamu sendiri tapi, tetap sebagai kakak kamu tanpa ada yang curiga sama kamu!" ujar citra dalam hati.


" Ah! Aku punya ide!" kata citra dalam hati.

__ADS_1


" Ma, kamar nya citra di kunci tidak ya?" tanya citra.


" Kamar citra?!" mama terkejut mendengar pertanyaan citra.


" Iya ma kamar citra, soalnya tadi malam dia chat aku, aku disuruh untuk mengecek ada barang dia yang tertinggal tidak, soalnya kemarin dia pergi terburu-buru takut nya masih ada barang nya yang tertinggal di kamar nya" jawab citra.


" Yasudah, kamu cepat cek siapa tahu ada barang citra yang tertinggal" kata mama.


Saat citra akan berdiri, tiba-tiba terdengar suara mama mertua nya bertanya " Kamu mau pergi kemana sayang?".


" Devina mau mengecek kamar nya citra ma, soalnya dia kemarin pergi dengan terburu-buru takut nya masih ada barang nya yang tertinggal" jawab citra.


" Kamu makan dulu saja, nanti nasi kamu jadi dingin!" ujar mama elisa.


" Nanti saja makan nya, devina masih kenyang" kata citra.


" Yasudah, kalau masih kenyang tapi, kamu nanti jangan sampai tidak makan ya!" ujar mama elisa.


" Iya ma" jawab citra.


" Pa! Ma, devina permisi dulu!" ucap citra sambil berdiri.


Citra pun langsung pergi meninggalkan ruangan makan, dia langsung menuju kamar nya agar dia bisa dengan cepat menemukan roti yang kemarin dia beli di jalan.


Sesampainya di dalam kamar citra langsung mengunci pintu kamar nya agar tidak ada yang tahu kalau dia bukan lah devina yang sebenarnya.


" Aku kemarin taruh dimana ya roti nya" ucap citra sambil mencari-cari roti yang dia tinggalkan didalam kamar.


" Aku coba cari di sebelah sana saja deh! Siapa tahu roti nya ada disana" ucap citra sambil berjalan.


" Nak citra kamu sedang mencari apa?" tanya bi sum sambil berdiri di belakang nya.


" Citra sedang mencari roti bu" jawab citra tanpa menoleh ke belakang.


" Roti apa?" Tanya bi sum


" Roti yang kemarin aku taruh disini bu" jawab citra.


" Yang ini bukan roti nya ra?" tanya bi sum sambil memberikan roti kepada citra.


" Iya bu, ini roti yang aku cari" jawab citra sambil mengambil roti dari tangan bi sum.


Citra pun langsung memakan roti tersebut, karena sebelum nya bi sum sudah membuka roti itu.


Saat citra sedang memakan roti nya, dia baru menyadari kalau ada sesuatu yang janggal.


" Siapa yang tadi memberikan roti ini ke aku ya?!" batin citra.


" Aku coba lihat siapa yang memberikan roti ini!" ucap citra dalam hati.

__ADS_1


Karena penasaran citra pun langsung melihat sekeliling untuk mencari siapa yang telah memberikan roti kepada nya.


Tapi, dia tidak melihat siapa pun, lalu dia memutar badannya ke belakang dan....


" Ibu!!" citra terkejut saat melihat bi sum ada di belakang nya.


Dengan cepat dia memutar badannya lagi sambil berkata " Aku pasti salah lihat! Tidak mungkin itu ibu!!".


Citra meyakinkan kepada dirinya sendiri kalau mungkin dia sudah salah.


" Kalau benar itu ibu, terus bagaimana caranya ibu bisa masuk? Kan pintu nya sudah aku kunci tadi!" pikir citra.


Tapi citra masih penasaran dengan orang yang dia lihat tadi, dia pun memutar badannya kembali dan dia terkejut saat di belakang nya benar-benar ada art yang dia panggil dengan sebutan ibu.


" Ibu!!!".


" Ini benar-benar ibu?!" tanya citra tidak percaya.


" Iya benar, ini ibu ra!" jawab bi sum.


" Ibu kok bisa masuk? Kan pintu nya aku kunci bu?" tanya citra bingung.


" Sebelum kamu masuk, ibu sudah ada di dalam kamar ini ra!" jawab bi sum.


" Tunggu sebentar bu! Kok ibu tadi panggil aku citra! Kan aku bukan...!"


Belum selesai citra berbicara, bi sum langsung memotong pembicaraan citra dan berkata " Ya karena ibu tahu yang sekarang ada di depan ibu itu citra, bukan devina"


" Ibu tahu darimana kalau aku ini citra?" tanya citra penasaran.


" Ibu tadi malam tidak sengaja mendengar percakapan antara kamu dan kedua orang tua kamu" jawab bi sum.


" Jadi, ibu mendengar semua percakapan kami bu?" tanya citra


" Iya ra" jawab bi sum sambil menganggukkan kepala.


" Kamu tadi tidak apa-apa kan oleh den vito kan ra?" tanya bi sum khawatir.


" Maksud nya ibu apa?" tanya citra bingung.


" Maksud ibu, tadi den vito tidak jadi berbuat hal-hal yang..."


Belum selesai bi sum berkata, citra langsung memotong ucapan bi sum sambil berkata " Tidak kok bu, dia tidak jadi melakukan apa-apa kok bu!"


" Benaran ra, dia tidak berbuat macam-macam sama kamu?" tanya bi sum.


" Iya benar bu, citra tidak bohong" jawab citra.


" Syukur deh kalau memang tidak terjadi sesuatu antara kamu dan den vito" ucap bi sum.

__ADS_1


Saat mereka sedang berbincang, tiba-tiba.....


Tok... Tok... Tok...


__ADS_2