Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 155


__ADS_3

Dokter ridwan pun langsung mengangkat panggilan telepon dari papa nya citra.


Vito pun hanya diam sambil merenungkan kembali apa yang telah dia lakukan tadi malam kepada citra sehingga membuat citra menjadi seperti sekarang ini, terbaring tak berdaya di rumah sakit.


" Kenapa? Kenapa tadi aku menuruti perintah dia untuk tidak mendekat!" ucap vito dalam hati.


" Coba saja jika tadi aku tidak menuruti perintah nya mungkin, kejadian nya tidak akan seperti ini!" ucap vito dalam hati menyalahkan diri sendiri.


Lamunan vito buyar saat ada seseorang yang menepuk bahu nya.


" Ada apa?" tanya vito dingin.


" Saya masih harus memeriksa pasien yang lain, anda mau tetap disini atau anda mau pulang " kata dokter ridwan.


" Saya akan ke ruangan nya citra saja" jawab vito singkat.


" Baik kalau begitu" kata dokter ridwan.


Mereka berdua langsung keluar dari ruangan dokter ridwan, dokter ridwan pergi untuk memeriksa pasien, sedangkan vito pergi ke ruangan citra.


Saat sampai di depan pintu ruangan dimana citra di rawat, dia tidak langsung masuk melainkan dia berhenti sejenak untuk mengambil napas lalu dia langsung masuk kedalam ruangan.


Sebelum nya, citra sudah terlebih dahulu di pindahkan ke ruang ICU.


Dengan langkah kaki pelan vito berjalan menuju hospital bed, dia melihat citra masih belum sadarkan diri. Hal itu membuat vito semakin merasa bersalah karena ulah nya, sehingga membuat citra menjadi seperti sekarang.


" Ra, bangun! Aku minta maaf ya ra, karena ulah ku kamu menjadi terluka" ucap vito menyesali perbuatannya.


" Aku pasrah ra! Setelah kamu sadar nanti, kamu mau marah dengan aku atau kamu akan membenciku, aku tidak peduli yang penting sekarang kamu bangun ra" ucap vito sambil memegang tangan citra.


" Asal kamu tahu ra, selama ini aku mencari kamu itu bukan karena aku ingin membalas dendam karena kamu telah membohongiku tapi, karena ada alasan yang aku sendiri tidak mengerti ra" kata vito sambil meneteskan air mata.


" Kamu tahu tidak ra, kamu satu-satunya wanita yang bisa membuat aku menangis, hanya kamu ra. bahkan angel pun tidak bisa ra!" ujar vito sambil menghapus air mata yang membasahi pipinya.


" Kamu harus bangun ra! Dokter ridwan berkata kalau kamu masih menunggu seseorang, jika seseorang itu datang dan melihat kamu seperti ini orang itu pasti akan sedih ra, maka dari itu kamu harus cepat bangun!" lanjut vito.


Saat vito sedang berbicara dengan citra, tiba-tiba....


" Bagaimana kondisi citra?" tanya dokter ridwan sambil menepuk bahu vito.


Vito langsung mengusap air mata nya dan langsung merubah ekspresi wajah nya menjadi datar.


" Masih belum sadarkan diri" jawab vito singkat.

__ADS_1


" Dokter mau apa datang kesini? Ini kan belum waktunya dokter memeriksa pasien?!" tanya vito dingin.


" Iya ini memang belum waktunya untuk saya memeriksa pasien, tapi saya kesini untuk melihat apakah adik saya sudah sadar atau belum" jawab dokter ridwan.


" Saya lihat umur kita tidak berbeda jauh jadi, anda panggil saja saya ridwan, jangan panggil saya dokter!" ujar dokter ridwan.


" Oke!" jawab vito singkat.


" Anda sudah makan?" tanya dokter ridwan.


" Saya tidak lapar!" jawab vito.


Baru saja vito berkata tidak lapar, tiba-tiba....


Kruyuk... Kruyuk...


Perut vito berbunyi menandakan bahwa meminta untuk diisi.


" Kenapa pakai bunyi segala sih! Membuat malu saja!" ucap vito dalam hati


" Anda yakin tidak lapar?" tanya dokter ridwan menyindir.


" Mau ikut saya pergi ke kantin untuk sarapan?" lanjut dokter ridwan.


Melihat vito yang enggan untuk meninggalkan citra sendiri, membuat dokter ridwan merasa seperti ada yang berbeda dengan vito.


Vito yang mendengar ucapan dokter ridwan pun terkejut.


" Kenapa dia bisa mengetahui kalau aku khawatir, siapa yang akan menjaga citra" batin vito.


" Yasudah! Jika, anda tidak mau saya akan pergi sendiri!" ujar dokter ridwan.


" Hanya sebentar kan?" tanya vito datar.


" Iya, hanya sebentar saja kok" jawab dokter ridwan.


" Apa sebaiknya aku ikut ridwan saja ya tapi, aku tidak ingin jauh-jauh dari citra" ucap vito dalam hati.


" Ayo!" ajak dokter ridwan.


" Seperti nya saya sudah tidak lapar lagi, jika anda ingin pergi ke kantin, silakan!" ucap vito.


" Orang ini kenapa ya? Kenapa dia berubah pikiran!" batin dokter ridwan bingung.

__ADS_1


" Anda yakin anda sudah tidak lapar lagi?!" tanya dokter ridwan penasaran


" Iya saya yakin!" jawab vito singkat.


" Yasudah, kalau begitu" ucap dokter ridwan pasrah.


Dokter ridwan berjalan mendekati citra.


" Ra, kamu harus bangun! Abang minta maaf karena abang tidak bisa selalu ada di samping kamu, seperti janji abang dulu" ucap dokter ridwan di samping citra.


" Abang tahu kamu kuat, kamu pasti bisa melewati masa ini ra" ucap dokter ridwan.


" Abang masih ingat dulu kamu pernah lebih parah dari ini, dan kamu bisa melawannya sehingga kamu bisa sehat dan sekarang abang juga berharap kamu bisa cepat bangun dan cepat sembuh agar kita bisa ngobrol ra" lanjut dokter ridwan sambil meneteskan air mata.


Dokter ridwan kemudian mengusap air mata di pipi nya sambil berkata " Ra, padahal dulu aku pernah bilang kalau aku tidak akan menangis lagi tapi, aku tidak bisa ra"


" Jujur aku paling tidak suka melihat kamu seperti ini, terbaring lemah, bahkan kamu sejak tadi belum juga sadar ra" ucap dokter ridwan.


" Semua nya sudah aku lakukan supaya kamu bisa cepat bangun, tapi kenapa kamu masih juga belum bangun ra?!" kata dokter ridwan.


Dokter ridwan langsung teringat sesuatu dan langsung mengusap air mata nya dan berkata " Atau kamu ingin bertemu dengan orang itu baru kamu mau bangun ra"


" Kalau memang begitu, abang akan pergi untuk mencari orang itu agar kamu bisa cepat bangun " lanjut dokter ridwan.


" Kalau perlu abang akan pergi sekarang ra, agar kamu bisa cepat bangun ra!" ujar dokter ridwan sambil bersiap untuk pergi.


Vito yang melihat pun langsung bertanya " Anda mau pergi kemana?".


" Saya mau pergi" jawab dokter ridwan.


" Mau pergi kemana?" tanya vito dingin.


" Saya mau pergi mencari seseorang dari yang bisa membuat citra bisa bangun" jawab dokter ridwan.


" Memang siapa yang bisa membuat citra bangun?" tanya vito dingin.


" Seseorang dari masa kecil nya citra" jawab dokter ridwan.


" Seseorang dari masa kecil nya citra? kira-kira siapa ya?" batin vito penasaran.


" Memang anda tahu sekarang orang itu ada dimana?" tanya vito.


Mendengar pertanyaan dari vito membuat dokter ridwan terdiam.

__ADS_1


" Benar juga kata vito, memang aku tahu dimana orang itu sekarang berada!" pikir dokter ridwan


" Terus sekarang apa yang harus aku lakukan agar citra cepat bangun?!" ucap dokter ridwan frustasi.


__ADS_2