Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 58


__ADS_3

" Assalamualaikum oma" ucap citra sambil masuk ke dalam ruangan


" Walaikumsalam" jawab oma tanpa melihat siapa yang datang


Citra dan mama nya melangkah mendekati sang oma citra dan mama langsung memeluk beliau.


" Eca!" ucap oma terkejut dengan kedatangan sang cucu


" Iya oma, ini eca" jawab citra sambil terus memeluk sang oma


" Kenapa kamu datang ke sini ca?" tanya oma


Citra pun melepaskan pelukannya dan bertanya " Oma kenapa ada disini?"


" Oma juga tidak tahu, kenapa oma bisa ada disini" jawab oma


" Kan eca sudah pernah bilang ke oma, kalau ada apa-apa oma harus cerita ke eca, kenapa waktu itu oma tidak cerita ke eca" kata citra sambil tangannya bertolak pinggang


" Memang oma kenapa ca?" tanya oma


" Mana eca tahu oma kenapa, kan oma tidak pernah cerita sama eca" jawab citra


" Oma minta maaf ya ca" ucap oma


" Memang oma punya salah apa?" tanya citra cuek


" Oma minta maaf karena oma tidak pernah cerita ke kamu tentang oma yang sedang sakit" kata oma


" Oh, masalah itu" ucap citra cuek


" Kamu berhak kok marah sama oma, karena oma yang salah tapi, oma punya alasan kenapa oma tidak pernah cerita ke kamu masalah penyakit oma" ucap oma


" Oma tidak pernah cerita ke eca, karena oma tidak mau eca sedih karena tahu oma sakit, itu kan yang oma khawatirkan?!" ujar citra


" Iya ca" jawab oma


Citra pun langsung memeluk sang oma sambil berkata " Bagi eca, lebih baik eca tahu kalau oma sakit itu oma sendiri, daripada eca tahu kalau oma sakit dari orang lain seperti sekarang oma!"


" Iya oma minta maaf ya ca" ucap oma


" Kali ini eca maafkan tapi, lain kali tidak akan eca maafkan loh" ucap citra sambil melepaskan pelukannya


" Oma janji sama eca, kalau lain kali oma tidak akan seperti ini lagi?!" kata citra


" Iya oma janji" ucap oma


Mereka pun melakukan janji kelingking.


" Ca, oma sekarang sudah tidak khawatir lagi, karena sekarang kamu sudah ada yang jaga dan melindungi kamu" ucap oma


" Maksud oma?" tanya citra


" Maksud oma sekarang oma sudah tenang kalau misalkan oma pergi meninggalkan kamu, karena do'a kamu selama ini sudah di kabulkan oleh tuhan ca" jawab oma

__ADS_1


" Sekarang papa dan mama kamu sudah sayang dan perhatian sama kamu jadi, oma sudah lega bila oma meninggalkan kamu bersama papa dan mama kamu di dunia ini" ucap oma


" Oma kenapa bicara seperti itu?" tanya citra


" Ca, cepat atau lambat pasti oma akan meninggal dunia ini jadi, kamu harus ikhlas jika oma pergi untuk selamanya dari dunia ini" jawab oma


" Tapi, eca belum siap jika oma meninggalkan eca" ucap citra


" Oma kan tadi cuman bilang misalkan oma meninggalkan dunia ini ca" ucap oma


" Oh iya ca, oma cuman ingin berpesan sama kamu, jika kamu menyukai seseorang kamu harus pertahanan orang itu ya ca" ucap oma


" Oma ini bicara soal apa sih, eca saja tidak punya pacar, masa di suruh mempertahankan orang yang eca suka" kata citra sambil tersenyum


" Iya, siapa tahu kamu sudah mempunyai orang yang kamu suka ca, maka nya oma bicara seperti itu" kata oma


" Iya oma, nanti ya kalau eca sudah punya orang yang eca suka, eca pasti akan mempertahankan orang tersebut" ucap citra


" Dan satu lagi, kamu harus menghormati kedua orang tua kamu dan kamu tidak boleh berebutan dengan kakak kamu seperti waktu kamu masih kecil. mengerti!" ucap oma


" Iya oma, eca mengerti" ucap citra


" Ca, dokter raka ganteng tidak?" tanya oma


" Dokter raka?" tanya citra heran


" Iya, dokter raka" jawab oma


" Menurut kamu dia ganteng tidak?" tanya oma


Saat mereka sedang mengobrol papa dan rama masuk kedalam.


" Bagaimana kondisi ibu sekarang?" tanya papa sambil mencium tangan oma


" Kondisi ibu baik-baik saja di" jawab oma


" Itu siapa yang ada di samping kamu di?" tanya oma saat melihat rama


" Oh ini, dia kakak senior nya citra bu" jawab papa


" Halo. oma, kenalkan nama ku rama oma" ucap rama memperkenalkan dirinya sendiri sambil mencium tangan oma


" Oh jadi, kamu kakak senior nya eca?" tanya oma


" Eca?!" ucap rama bingung


" Maksud oma, eca adalah citra" kata papa


" Eca adalah nama panggilan kesayangan oma ke citra nak rama" ucap papa


" Oh begitu ya om" ucap rama


" Iya oma, rama kakak senior citra" jawab rama sambil tersenyum

__ADS_1


" Oma titip cucu oma ya nak rama" ujar oma


" Baik oma" jawab rama


" Kamu sudah punya pacar belum?" tanya oma


" Oma kenapa selalu saja tany hal seperti itu sama semua teman cowok eca" ucap citra merajuk


" Memang salah ca, kan oma hanya tanya saja?!" kata oma


Citra hanya bisa menghela napas panjang sambil menggelengkan kepalanya.


" Berarti oma tidak salah kan?" tanya oma


" Iya, oma tidak salah" jawab citra


" Nak rama, tadi pertanyaan dari oma kok belum di jawab" ucap oma


" Kak rama pasti sudah punya pacar ya kan kak" ucap citra


" Eca kan oma tanya teman kamu, kenapa malah kamu yang jawab!" ujar oma


" Iya maaf oma" ucap citra cemberut


" Rama belum punya pacar oma" ucap rama


" Tuh kan ca, jawaban kamu salah, orang dia belum punya pacar" kata oma


" Eca minta maaf oma, tadi eca sok tahu, sudah bilang kalau kak rama sudah punya pacar" ucap citra


" Iya oma maafkan tapi, lain kali tidak boleh seperti itu lagi. Oke!" ucap oma


Citra hanya menganggukkan kepalanya


" Nak rama, kamu suka tidak sama cucu oma?" tanya oma


" Suka oma" jawab rama semangat


Citra terkejut dengan jawaban rama yang bilang kalau dia suka dengan dirinya.


" Oma, tidak boleh seperti itu dong, eca tidak suka kalau oma seperti itu" ucap citra berusaha agar oma nya tidak menjodohkan dirinya dengan rama, karena dia tahu amel sangat suka dengan rama.


" Kalau oma masih seperti itu, eca marah loh!" ucap citra


" huh. Oma hanya mau ada yang menggantikan oma untuk menjaga kamu ca, setelah oma pergi" ujar oma


" Kenapa oma bicara seperti itu lagi sih, kan eca sudah bilang pasti oma bisa sembuh!" jawab citra


" Eca yakin kalau dokter ridwan dan dokter raka pasti bisa menyembuhkan penyakitnya oma!" ucap citra


" Dokter ridwan itu adalah dokter hebat yang ada di rumah sakit ini, pasti dia bisa mengobati penyakitnya oma jadi, oma tidak boleh bicara seperti itu lagi. Oke!" l citra sambil menahan tangisnya


" Iya, oma tahu kalau dokter ridwan adalah dokter terhebat di rumah sakit ini tapi, kalau tuhan sudah berkehendak apa oma bisa untuk berkata tidak ca" ucap oma

__ADS_1


Hal itu membuat citra ingin menangis tapi, dia berusaha untuk tetap terlihat tegar di hadapan sang oma.


__ADS_2