
Hahahaha......
Bukan nya menjawab pertanyaan dari vito dava malah tertawa.
" Kenapa kamu tertawa memang nya ada yang lucu?" tanya vito
Bukan nya menjawab pertanyaan vito kini dava tertawa kembali saat melihat wajah vito yang dia anggap lucu.
Hal itu membuat vito semakin emosi, hingga dia ingin melayangkan satu pukulan keras ke wajah dava lagi, tapi kali ini dava lebih siap jadi dava dengan sigap langsung menangkap tangan vito.
" Sabar dong vit, kamu jangan main pukul-pukul saja" ucap dava
" Jadi kamu pukul aku barusan hanya ingin tahu perempuan yang ada di samping ku ini siapa?" ujar dava
" Iya!" jawab vito
" Vito, vito untung nya ini di tempat yang sepi pengunjung, coba kalau kamu tadi pukul aku di tempat yang ramai mungkin saja besok akan ada berita tentang CEO dari perusahaan X memukul orang di tempat umum" ucap dava
" Jangan banyak bicara, langsung saja bilang siapa wanita ini" ucap vito sambil menunjuk ke arah wanita di depan nya.
" Kalau kamu mau tahu siapa perempuan ini, sebaiknya kita mencari tempat yang cocok untuk mengobrol" ujar dava sambil memegangi wajah nya yang tadi di pukul oleh vito
" Oke, mau dimana?" tanya vito singkat
" Kebetulan kita mau makan, bagaimana kalau kita ngobrol masalah ini di restoran sambil makan" jawab dava
" Restoran mana?" tanya vito
" Di sana saja, bagaimana?" ujar dava sambil menunjuk ke arah sebuah restoran yang ada di mall tersebut.
Karena penasaran dengan wanita tersebut akhirnya vito setuju untuk membicarakan hal itu di restoran.
" Baik, tapi tunggu sebentar aku akan menelpon seseorang terlebih dahulu" ucap vito
" Silahkan, kalau begitu kami pergi dulu" ucap dava
Vito hanya mengangguk kan kepala tanda kalau dia setuju.
Vito pun segera menelpon angel dan mengatakan bahwa dia ada urusan mendadak yang harus di selesaikan. Setelah mendapat persetujuan dari angel vito langsung mengakhiri sambungan telepon dengan angel dan bergegas menyusul dava dan istri nya.
Sesampainya di restoran vito langsung mencari keberadaan dava dan istri nya, setelah menemukan keberadaan dava dia pun langsung menuju meja mereka.
Saat sudah sampai di meja makan dava dia langsung duduk dan bertanya " Siapa sebenarnya wanita ini?"
__ADS_1
" Sabar bos, sebaiknya kita pesan makan dulu soalnya sudah lapar, nanti kita bicarakan masalah yang tadi sambil makan" ujar dava
Vito pun menuruti keinginan dava, mereka pun langsung memesan makanan.
Tidak lama kemudian pesanan mereka sampai, vito kembali ingin bertanya kepada dava tentang wanita yang ada di samping nya.
Tapi sebelum vito bertanya dava sudah terlebih dulu berkata " Perempuan yang ada di depan kamu sekarang itu adalah istri ku
Uhuk... uhuk
Vito terkejut saat mendengar bahwa wanita tersebut adalah istri dava.
Dava pun memberikan minum untuk vito.
" Dia istri kamu?" tanya vito untuk memastikan bahwa dia tidak salah dengar.
" Iya kamu tidak salah dengar, perempuan yang ada di depan kamu itu adalah istri ku dan anak kecil ini adalah anak kami" jawab dava
" Lalu kalau dia istri kamu, kenapa waktu di restoran tadi siang kamu bilang kepada teman nya citra kalau citra itu calon istri kamu" ujar vito penasaran
Hahahaha......
Tawa renyah terdengar dari mulut dava saat mendengar perkataan vito.
" Habis kamu lucu vit, aku kan cuman bilang kalau citra itu calon istri ku dan kamu langsung percaya" jawab dava sambil terus tertawa
" Kenapa tadi aku tidak bilang kalau citra itu istri ku saja ya, kalian pasti juga percaya" ucap dava
Melihat wajah vito sudah berubah menjadi datar, dava pun menghentikan tawa nya lalu dia berkata " Sebenarnya citra itu bukan calon istri ku, tapi citra itu sepupu aku"
" Tadi kamu bilang kalau citra itu sepupu kamu dan bukan calon istri kamu?" tanya vito yang belum percaya dengan perkataan dari dava
" Iya benar, citra itu sepupu aku, kalau masalah tadi siang yang aku bilang kalau citra itu calon istri ku itu hanya salah satu gurauan yang sering terlontar dari kita kalau kita bersama" jawab dava
" Memang nya istri kamu tidak marah saat melihat kamu bermesraan dengan citra, dan mendengar ucapan yang seperti tadi siang kamu ucapkan?" tanya vito.
" Aku biasa saja, karena sejak awal aku sudah tahu kalau mereka hanya bercanda saja. Dan aku juga tahu kalau citra tidak akan suka dengan pria lain" jawab Nina
" Itu karena dia sedang menunggu seseorang yang pernah hadir di masa kecil nya, bisa juga di sebut cinta monyet nya citra" sambung Nina
" Oh iya perkenalkan nama saya Nina, istri nya mas dava" ucap Nina memperkenalkan diri nya sendiri sambil mengulurkan tangannya
" Vito" ucap vito sambil bersalaman.
__ADS_1
" Oh jadi begitu ceritanya, maaf tadi saya sudah memukul wajah kamu"ucap vito meminta maaf kepada dava
" Iya santai saja, lagipula aku baik-baik saja" ucap dava
" Mari kita makan lagi!" ajak dava
Mereka pun melanjutkan makan sambil ngobrol tentang banyak hal, selesai makan vito pamit kepada dava dan istri nya karena dia masih ada urusan.
Selama perjalanan menuju butik kekasih nya berada vito merasa senang karena perkataan dava yang mengatakan bahwa dia dan citra hanya saudara sepupu.
Di sisi lain
Citra yang sudah selesai berbincang dengan sahabat nya melalui sambungan telepon dia langsung masuk untuk mencari keberadaan oma dan orang tua nya berada.
Tapi saat sedang berjalan citra pandangan nya tidak fokus ke depan dan dia lebih fokus ke handphone nya dan saat hampir sampai di depan kamar oma tiba-tiba...
Bugh....
Citra menabrak sesuatu dan membuat dirinya terjatuh.
Aw...
Citra mengaduh kesakitan akibat menabrak sesuatu.
" Gara-gara Adel sih, aku jadi jatuh kan!" gumam citra
" Mana pantat ku sakit lagi" ucap citra
Saat citra sedang mengomel sendiri tiba-tiba ada tangan di depan nya.
Citra pun mendongakan kepala nya untuk melihat itu tangan siapa.
" Siapa orang ini, kok aku belum pernah melihat dia sebelumnya?" batin citra
" Kenapa dia keluar dari arah sana?" pikir citra
Saat citra sedang sibuk pemikirkan nya sendiri, tiba-tiba orang yang ada di depan nya berkata " mari saya bantu"
Hal tersebut membuat citra kembali tersadar dari lamunannya, dan segera menggapai tangan orang yang ada di depan nya untuk berdiri.
Setelah berdiri citra berkata " Maaf tadi sedang tidak fokus jadi menabrak bapak"
" Iya tidak apa, tadi saya juga sedang terburu-buru jadi tidak melihat jalan" ucap seseorang tersebut.
__ADS_1