
Disisi lain
Vito sudah selesai dengan meeting nya, dia berencana akan pergi ke rumah sakit lagi untuk menemani citra.
Tapi sebelum pergi ke rumah sakit, vito mampir terlebih dahulu ke babershop untuk merubah penampilan nya.
Tidak membutuhkan waktu lama kini vito sudah sampai di tempat babershop langganan nya.
Vito pun langsung masuk kedalam babershop tersebut dan memilih model rambut apa yang akan menjadi model rambut nya yang baru.
Setelah selesai, vito langsung pergi ke rumah sakit untuk memamerkan gaya rambut nya yang baru kepada citra.
Sekitar satu jam lamanya waktu yang di tempuh vito untuk sampai di rumah sakit, setelah sampai vito langsung pergi ke ruangan citra.
" Semoga kamu suka dengan penampilan ku yang baru" ucap vito dalam hati.
Kini vito sudah berada di depan pintu ruangan citra, dia berhenti sejenak untuk mengatur napas nya, setelah dirasa cukup vito membuka pintu ruangan citra.
" Maaf ya ra, saya sudah meninggalkan kamu terlalu lama!" ucap vito sambil melihat ke arah hospital bed.
Dan betapa terkejutnya vito saat melihat hospital bed itu kosong dan ruangan tersebut sudah terlihat rapi seperti sebelum citra masuk kedalam ruangan tersebut.
" Citra!! Citra!!!" teriak vito memanggil nama citra.
" Mungkin dia sedang pergi ke kamar mandi" kata vito.
Vito berjalan menuju kamar mandi untuk mencari citra, tetapi hasilnya nihil dia tidak menemukan siapapun di dalam kamar mandi.
" Kalau dia tidak ada di kamar mandi, terus dia pergi kemana?" ucap vito bingung.
" Apa mungkin dia sedang bersama dengan dokter ridwan ya! Iya mungkin citra sedang bersama dengan dokter ridwan" pikir vito.
Vito pun langsung keluar untuk mencari dokter ridwan, siapa tahu citra memang sedang bersama dengan dokter ridwan.
Saat dia sedang berjalan menuju ruangan dokter ridwan, dia berpapasan dengan perawat yang selalu bersama dokter ridwan.
" Anda perawat yang tadi ikut dokter ridwan untuk memeriksa kondisi citra kan?!" tanya vito dingin.
" Iya pak, ada apa ya?!" jawab perawat tersebut.
" Citra sekarang ada dimana?" tanya vito dingin.
Bukan nya menjawab pertanyaan dari vito, perawat tersebut malah bertanya kepada vito " Maaf anda siapa ya, kenapa anda bisa mengenal pasien yang bernama citra?"
__ADS_1
" Saya adalah orang yang membawa citra ke rumah sakit ini" jawab vito dingin.
Perawat tersebut terlihat sangat terkejut saat mengetahui orang yang ada di depan nya adalah pemilik rumah sakit tempat dia bekerja.
" Jadi, anda adalah pak vito, pemilik rumah sakit ini?!" kata perawat tersebut.
" Hem!" jawab vito dingin.
" Sekarang beritahu saya kenapa citra tidak ada di ruangan nya?!" ucap vito dingin.
" Dia sudah pulang sejak tadi pagi pak!"jawab perawat tersebut dengan raut wajah ketakutan.
" Pulang?!" vito terkejut saat mendengar jawaban perawat tersebut.
" I..I.. Iya pak" ucap perawat tersebut terbata-bata.
" Siapa yang mengijinkan dia pulang?!" tanya vito dengan nada tinggi.
" Dokter ridwan pak yang mengijinkan nya pulang" jawab perawat tersebut dengan terbata-bata.
" Dokter ridwan!!" geram vito.
" Dokter ridwan sekarang ada diman?" tanya vito dengan nada tinggi.
Vito langsung pergi, baru saja vito melangkahkan kakinya beberapa langkah, perawat tersebut berkata.
" Tunggu pak!!"
Vito pun langsung menghentikan langkahnya.
" Ada apa?" tanya vito sambil menoleh kearah belakang.
Perawat itu pun langsung berjalan menuju vito.
" I.... Ini pak!" ucap perawat tersebut sambil memberikan sebuah surat kepada vito.
" Apa ini?" tanya vito bingung.
" I... Ini ada surat dari pasien yang bernama citra pak" jawab perawat tersebut.
Mendengar itu membuat vito terkejut.
" Surat dari citra!!!" kata vito terkejut.
__ADS_1
" I.... Iya pak" jawab perawat tersebut.
" Surat dari citra?? Untuk apa dia menulis surat segala!" ucap vito dalam hati.
Vito pun langsung mengambil surat tersebut.
Setelah mengambil surat tersebut dari perawat itu vito langsung pergi tanpa bicara apapun.
Vito pergi mencari tempat yang cocok untuk membaca surat dari citra.
Setelah menemukan tempat yang cocok, vito langsung mengambil surat dari kantong jas milik nya.
" Untuk apa dia pakai menulis surat segala padahal, dia kan bisa langsung menghubungi aku, tanpa harus repot-repot pakai surat segala, seperti jaman dahulu saja!" kata vito sambil geleng-geleng kepala.
Karena penasaran dia langsung membuka surat dari citra, vito membaca isi surat tersebut.
" Jadi, dia mau berangkat ke luar negeri karena ada urusan penting yang harus dia bahas dengan dosen nya" ucap vito.
" Memang luka pada tangan nya sudah sembuh?!" batin vito.
" Dan kenapa tadi pagi dia tidak berpamitan dengan ku langsung!!" kata vito.
" Apa mungkin tadi pagi saat dia akan berpamitan dengan ku, dia melihat aku sedang terburu-buru maka nya dia tidak jadi berpamitan dengan ku ya!" ucap vito.
" Bisa juga sih!! Maka nya dia menulis surat agar aku mengetahui kenapa dia pergi" ucap vito.
" Sekarang aku harus mencari citra kemana ya?"
bingung vito.
" Aku harus mencari keberadaan citra sekarang, aku tidak mau dia pergi jauh dariku lagi untuk waktu yang lama" kata vito bertekad ingin mencari citra.
Saat vito sedang kebingungan untuk mencari saat ini citra berada tiba-tiba...
" Bandara!!!" kata dokter ridwan sambil berjalan menuju vito.
" Anda tahu darimana jika citra sekarang sedang berada di bandara?" tanya vito.
" Saya mengetahui hal itu karena tadi papa nya citra mengirimkan pesan kepada saya jika beliau akan mengantarkan citra ke bandara.
" Anda yakin, jika citra ada di bandara ?!" kata vito
" Iya saya yakin!!" jawab dokter ridwan dengan penuh percaya diri.
__ADS_1
Mendengar itu, vito langsung pergi menuju bandara untuk menyusul citra.