
Kini mereka sudah sampai di ruang pelatih/ coach
" Memang mau bicara soal apa coach, kok sampai kita harus ke sini?" tanya citra
" Jadi begini ra, dua minggu lagi ada pertandingan beladiri, kamu tahu itu kan ra" ujar coach
" Iya aku tahu coach" jawab citra
" Terus masalah nya dimana coach?" tanya citra
" Nah itu masalah nya ra, coach sudah mendaftarkan kamu di kompetisi itu ra" ujar coach
" Oh jadi, coach sudah mendaftarkan aku untuk kompetisi beladiri?" tanya citra
" Iya" jawab coach dengan nada bersalah, sambil menyodorkan sebuah surat persetujuan untuk orang tua wali yang anak nya akan ikut pertandingan
" Yeah" seru citra
" Kenapa kamu terlihat senang ra?" tanya coach dengan raut wajah penasaran
" Memang tidak boleh coach kalau aku happy?" tanya citra
" Ya coach senang kalau kamu senang, tapi bukan nya kamu di larang ikut pertandingan beladiri sama papa kamu ra?" jawab coach
" Itu kan dulu coach, tapi kalau sekarang aku akan dapat ijin dari papa plus tanda tangan papa di kertas ini coach" ucap citra penuh percaya diri sambil menunjukan kertas yang dia dapat dari coach
" Oke. Coach akan tunggu kabar baik dari kamu ra" ucap coach
" Baik coach, kalau begitu citra pamit pulang dulu coach" ucap citra tidak lupa citra mencium tangan sang pelatih
" Assalamualaikum" lanjut citra
Setelah berpamitan citra langsung mengendarai mobil nyaa membelah jalanan kota, hanya butuh waktu 30 menit citra sudah sampai di depan rumah orang tuanya.
Saat citra hendak membuka pintu terdengar suara mobil, citra pun mengurungkan niat nya untuk membuka pintu.
" Papa!" ucap citra saat melihat seseorang keluar dari mobil tersebut.
" Citra!" ucap sang papa terkejut melihat anak nya sudah ada di depan pintu
" Ayo masuk!" ajak papa
Mereka pun masuk, lalu sang papa mengajak citra ke ruang kerja miliknya.
" Citra mau ikut kompetisi beladiri pa" ucap citra saat sampai di ruang kerja papa nya sambil meletakkan surat yang dia dapat dari pelatih nya.
" TIDAK BOLEH!" ucap papa tegas
" Kalau papa tidak memberikan ijin aku ikut kompetisi, aku tidak mau lagi berpura-pura menjadi kakak" ujar citra
" Papa silahkan pilih, papa ijin kan aku ikut kompetisi atau aku tidak mau lagi jadi kakak!" ucap citra dengan
__ADS_1
tegas
" Citra capek, citra mau istirahat dulu" lanjut citra sambil meninggalkan tempat itu.
Brak
Citra membanting pintu ruang kerja papa nya dengan sangat keras.
Setelah citra keluar, sang papa bingung harus mengambil keputusan, antara memberikan ijin citra ikut pertandingan atau beliau akan di tuduh telah melakukan kebohongan karena telah menyuruh citra untuk berpura-pura sebagai devina.
Hari semakin larut, citra sejak pulang ke rumah tidak keluar kamar, dan dia hanya ingin berlatih di dalam kamar agar bisa lebih siap untuk acara pertandingan beladiri.
Kini waktu makan malam telah tiba, mama dan papa sudah ada di meja makan, tapi saat mereka akan memulai makan, tiba-tiba...
Ting tong....
Bel rumah berbunyi sang mama pun berteriak memanggil art yang sedang berada di dapur " Bi.. bibi!"
" Iya bu, ada apa?" tanya art kepada majikannya
" Itu ada tamu diluar, tolong buka pintu nya!" perintah mama
" Baik bu, saya permisi" ujar art sambil berjalan menuju pintu depan.
" Siapa bi?" tanya mama saat melihat art tersebut kembali.
" Ada tuan vito bu, di depan" jawab art
Uhuk uhuk....
" Kalau makan pelan-pelan pa" ucap mama sambil memberikan air minum
" Pak vito sama siapa bi, dia sama devina tidak?" tanya mama
" Pak vito sendirian bu" jawab art
" Benar bi, pak vito sendirian?" tanya mama untuk memastikan bahwa sang art salah menjawab
" Iya bu benar, pak vito sendirian" jawab art
" huh, yasudah bi, bikin minum buat pak vito" ucap mama
" Baik bu" jawab art
" Mama kenapa kok kelihatan nya kecewa banget setelah tahu kalau pak vito kesini sendirian?" tanya papa
" Mama sedih pa, kenapa pak vito kesini sendirian, citra tidak di ajak kesini mama kangen sama citra pa" jawab mama
" Memang mama belum tahu kalau citra dari tadi ada di rumah?!" ujar papa
" Citra pulang pa, kapan?" tanya mama terkejut.
__ADS_1
" Iya, citra pulang tadi siang ma " jawab papa
" Kenapa papa tidak kasih tahu mama kalau citra sudah pulang pa?!" kesal mama.
" Papa pikir mama sudah ketemu sama citra, maka nya papa tidak ngomong dengan mama!?" ujar papa.
" Terus, sekarang citra ada dimana pa?" tanya mama
" Mungkin sedang latihan di kamar nya ma, soalnya tadi citra bilang dia mau ikut kompetisi beladiri ma" jawab papa.
Setelah mendengar jawaban dari sang suami, beliau pun langsung meninggalkan suami nya yang sedang makan.
Sesampainya di depan kamar citra beliau langsung mengetuk pintu sambil berkata " Sayang buka pintu nya, ini mama".
Kreeek....
Suara pintu terbuka, dan terlihat seseorang yang hanya memunculkan kepala nya saja, di karenakan dia baru selesai mandi dan hanya memakai handuk saja.
" Ada apa ma?" tanya citra.
" Mama boleh masuk?" tanya mama.
Citra hanya mengangguk kan kepala dan langsung mempersilahkan mama nya masuk, setelah mama nya masuk kedalam dia langsung menutup pintu kamar nya kembali.
Grep!!
sang mama langsung memeluk anak bungsunya sambil menangis.
" Mama kenapa?" tanya citra
" Mama baik-baik saja kok sayang" jawab mama
" Kamu bagaimana kabar nya?" tanya mama
" Aku sehat ma, seperti yang mama lihat" jawab citra
" Sebentar ya ma, citra mau pakai baju" ucap citra
" Iya sana pakai baju dahulu, nanti kedinginan" ujar mama
Setelah selesai memakai baju, citra menghampiri sang mama yang sedang duduk memandangi foto citra bersama sang oma saat dia masih kecil yang ada di meja samping tempat tidur.
" Mama sedang melihat apa?" tanya citra
" Mama sedang melihat foto kamu saat masih kecil ra" jawab mama
" Mama minta maaf ya ra" ujar mama
" Maaf untuk apa ma?" tanya citra bingung.
" Mama minta maaf karena mama tidak bisa berbuat apa-apa saat papa kamu menyuruh kamu untuk mengganti kan posisi devina untuk menikah" jawab mama
__ADS_1
" Iya tidak papa ma, kan sekarang citra sudah ada di sini itu artinya citra baik-baik saja ma, lagi pula citra juga bisa mencoba hal baru sebagai model saat menjalani kehidupan sebagai kak devina ma" ujar citra agar sang mama tidak khawatir dengan dirinya.
" Mama bersyukur mempunyai anak seperti kamu ra, karena kamu selalu membuat mama bangga dan kamu tidak pernah mengeluh tentang apapun ra" ucap mama sambil memeluk citra