
" Alhamdulillah, jika orang itu mau bercerai dengan kakak, jadi kakak bisa segera menikah dengan pria yang dia cinta" ucap citra dalam hati.
" Sekarang aku akan bersiap untuk berangkat ke bandara untuk pergi dan menyelesaikan pendidikan ku disana" ucap citra sambil tersenyum.
" Tapi sebelum itu, aku akan mengganti perban dulu supaya lengan ku tidak sakit lagi" batin citra.
Citra pun langsung pergi ke kamar nya untuk mengganti perban luka nya, setelah selesai dia langsung menyiapkan semua yang akan dia bawa seperti Paspor, tiket dan lainnya, setelah semua nya lengkap dia keluar kamar untuk melihat situasi.
" Loh! Kemana perginya semua orang?" batin citra.
Citra langsung pergi ke kamar orang tua nya untuk berpamitan, tapi saat di depan pintu kamar orang tua nya dia mendengar percakapan kedua orang tua.
Citra pun langsung mengurungkan niatnya dan langsung pergi tanpa berpamitan dengan kedua orang tua nya.
" Pa! Ma! Citra minta maaf karena citra selama ini sudah menyusahkan papa dan mama, citra pamit" ucap citra saat akan berangkat.
Citra pergi dengan perasaan yang bercampur aduk didalam hati nya.
Saat di perjalanan tiba-tiba mobil taksi yang dia tumpangi berhenti.
" Ada apa pak, kenapa berhenti?" tanya citra kepada supir taksi tersebut.
" Itu neng, didepan ada kecelakaan lalulintas neng" jawab supir taksi tersebut.
" Kecelakaan lalulintas pak?" tanya citra penasaran.
" Iya neng" jawab supir taksi tersebut.
Karena penasaran citra melihat kearah luar, untuk melihat seberapa parah nya kecelakaan lalulintas itu terjadi, sehingga membuat kemacetan.
" Kenapa mobil nya tidak asing buat ku ya?!" batin citra .
" Ada apa neng?" tanya supir taksi tersebut kepada citra.
" Tidak ada apa-apa pak, cuman penasaran saja pak" jawab citra.
" Aku seperti pernah melihat mobil itu pak" ucap citra sambil menunjuk ke arah sebuah mobil.
" Kalau neng penasaran, neng cek saja langsung siapa tahu itu kerabat nya neng" kata supir taksi tersebut.
" Memang tidak apa-apa pak, kalau saya turun sebentar pak?" tanya citra.
" Iya tidak apa-apa neng" jawab supir taksi tersebut.
" Yasudah, saya cek sebentar ya pak!" ujar citra
" Iya neng" jawab supir taksi tersebut
Baru saja citra hendak membuka pintu mobil, sudah terdengar suara klakson mobil di belakang, hal itu membuat citra mengurungkan niatnya untuk turun.
__ADS_1
Melihat penumpang nya tidak jadi membuka pintu mobil membuat sang supir penasaran kenapa penumpang nya tidak jadi turun.
" Ada apa neng?" tanya supir taksi tersebut.
" Tidak ada apa-apa pak, mending kita jalan saja pak!" jawab citra.
" Neng tidak jadi turun?" tanya supir taksi tersebut.
" Tidak pak, soalnya mobil di belakang dari tadi sudah membunyikan klakson nya terus pak" jawab citra sambil melihat kearah belakang.
" Oh iya neng! Jadi kita jalan saja neng?!" kata supir taksi tersebut sambil melihat ke arah belakang.
" Iya pak jalan saja" ucap citra sambil menganggukkan kepala.
Mobil itu pun langsung pergi meninggalkan lokasi kecelakaan lalulintas tersebut.
Kita mobil yang membawa citra telah sampai di depan bandara, citra pun langsung turun dan masuk ke bandara karena sebentar lagi pesawat yang akan di tumpangi nya akan segera lepas landas.
Keesokan harinya kedua orang tua citra di kejutkan dengan tidak ada nya citra di dalam kamar nya.
" Bi! Bibi!" panggil mama sambil terus mencari keberadaan citra.
" Iya bu, ada apa?" tanya bi sum sambil berlari menuju sumber suara.
" Citra pergi kemana bi?" tanya mama.
" Bibi tidak tahu bu, sejak tadi pagi, bibi belum melihat non citra bu" jawab bi sum.
" Citra tidak ada di kamar nya pa" jawab mama.
" Mama memang sudah mencari citra?" tanya papa.
" Sudah pa! Mama sudah mencari citra di kamar nya tapi, citra tidak ada pa!" jawab mama.
" Mungkin citra sedang ada di dapur ma! Mama sudah mencari ke dapur?" ujar papa.
" Di dapur tidak ada pak, sejak tadi pagi bibi berada di dapur pak dan bibi tidak melihat non citra pak" jawab bi sum.
" Tuh kan pa! Kata bibi di dapur juga tidak ada!" kata mama khawatir.
" Citra mungkin sedang ada di kamar lain ma!" kata papa.
" Mama coba mencari di tempat lain, atau mama coba telepon ke nomor citra saja ma dan tanya dia sekarang ada dimana!" lanjut papa.
" Bi, tolong bibi cari citra di ruangan yang lain ya bi!" perintah mama.
" Baik bu" ucap bi sum sambil pergi.
" Yasudah pa, mama langsung telepon citra saja dan tanya sekarang dia ada dimana!" kata mama.
__ADS_1
Papa hanya mengangguk.
Sang mama langsung membuka handphone dan beliau melihat pesan dari citra, beliau pun langsung membuka pesan tersebut dan betapa terkejutnya beliau dengan pesan yang di kirim oleh citra sejak semalam.
" Pa! Citra pa!" ucap mama
" Citra kenapa ma?" tanya papa khawatir.
" Citra berangkat ke luar negeri pa" jawab mama.
" Apa ma? Citra berangkat ke luar negeri?!" ucap papa syok.
" Sejak kapan ma?" tanya papa.
" Dan tahu darimana kalau citra berangkat ke luar negeri ma?" lanjut papa.
" Semalam pa, citra sendiri pa yang mengirimkan pesan kepada mama pa" jawab mama.
" Kenapa dia tidak bilang langsung kepada kita ma!" ujar papa.
" Mama juga tidak tahu pa" jawab mama.
" Citra, kenapa kamu tidak bilang dulu sama papa kalau kamu mau berangkat ke luar negeri sayang" ucap papa dalam hati.
" Citra juga bilang.." ucap mama terhenti.
" Citra bilang apa lagi ma?" tanya papa penasaran.
" Citra bilang, kalau dia mau minta maaf kepada kita karena selama ini citra sudah membuat kita susah pa" jawab mama pelan.
" Ya ampun ra, sejak kapan kamu membuat papa dan mama susah sayang" ucap papa.
" Yang ada, papa dan mama yang selalu membuat kamu susah ra!" lanjut papa.
" Sejak kecil sampai sekarang kamu tidak pernah meminta apapun dari kami" kata papa sambil meneteskan air mata.
" Apa mungkin, citra mendengar pembicaraan kita semalam!" kata mama.
" Jangan-jangan citra mendengar nya dan dia salah paham pa, maka nya dia pergi tanpa pamit kepada kita pa" lanjut mama.
" Iya betul juga ma, mungkin citra mendengar pembicaraan kita semalam dan dia sudah salah paham ma" kata papa.
" Bisa jadi itu pa!" kata mama.
" Aduh ra! Kenapa kamu pergi begitu saja sih ra" ucap papa.
" Dan sekarang kamu pergi begitu saja tanpa mengucapkan apapun kepada papa dan mama" lanjut papa.
" Mama jadi merasa sangat bersalah pa dengan citra!" kata mama.
__ADS_1
" Dari dulu mama tidak pernah bisa ada untuk dia pa, bahkan saat dia sakit pun mama tidak bisa ada disisi pa" ucap mama sambil menangis.
" Terus sekarang apa yang harus kita lakukan pa?" tanya mama sambil memeluk suami nya