
" Manusia kutub maafkan aku ya, mungkin ini adalah jalan yang terbaik untuk kita berdua, agar tidak ada hati yang tersakiti karena kehadiran ku" ucap citra lirih.
Setelah mengucapkan itu, citra memilih untuk tidur karena badan nya masih terasa sakit akibat terjatuh dari motor.
Saat citra sedang tidur, vito masuk kedalam ruangan dengan langkah pelan dia mendekati citra dan duduk di samping citra.
" Ra aku janji, nanti setelah kamu keluar dari rumah sakit aku akan membantu kamu agar ingatan kamu cepat kembali ra" ucap vito sambil memegang tangan citra.
" Bila perlu aku akan mencari dokter yang hebat untuk menyembuhkan ingatan kamu ra" imbuh nya.
" Aku mohon kamu jangan melupakan aku ra, cukup satu kali kau membuat aku seperti orang gila ra" ucap vito sambil mencium tangan citra.
Drrrtt....Drrrrtttt....
Terdengar suara handphone vito berdering, dengan kesal vito mengambil handphone nya untuk melihat siapa yang mengganggunya yang sedang berduaan dengan citra.
" Siapa sih yang mengganggu aku!!" kesal vito.
" Riko!!" kata vito dengan ekspresi wajah marah.
" Awas saja kalau tidak penting, aku akan kirim dia ke kutub Utara!!" kesal vito.
Vito langsung menerima panggilan telepon dari asisten sekaligus sahabat nya.
...* Mode telepon *...
" Ada apa?" tanya vito dengan nada dingin
Riko yang mendengar suara vito seperti sedang marah pun langsung merasa takut.
Karena takut vito akan marah saat akan menelan ludah pun riko kesulitan.
" Jangan sampai saya mengulangi pertanyaannya saya untuk kedua kalinya ya rik!!" kata vito dingin.
Mendengar itu riko langsung berkata " Saya minta maaf bos karena sudah mengganggu anda malam-malam, saya menghubungi anda karena ada hal yang ingin saya sampaikan kepada anda bos".
" Ada masalah apa?" tanya vito dingin.
" Itu bos... Emm..." ucap riko berbelit-belit.
" Itu apa?! Kalau bicara yang jelas!!" bentak vito.
Riko terkejut mendengar suara vito yang membentak dirinya.
" Bos yakin dengan ingin memecat semua karyawan wanita yang ada di kantor bos?" tanya riko.
" Iya!" jawab vito sambil memutuskan panggilan telepon secara sepihak.
" Hanya ingin bicara hal yang tidak penting saja, sampai mengganggu aku!!" gerutu vito.
" Awas saja kamu rik, aku besok aku akan mengirim kamu pergi ke kutub utara!!" kesal vito.
Saat vito sedang kesal dengan riko yang menggangu dirinya, tiba-tiba farel dan yang lainnya masuk kedalam ruangan.
" Vit, kamu mau tetap disini atau pulang?" tanya pak dimas saat sudah di dekat putranya.
" Aku mau tetap disini pa" jawab vito tegas.
__ADS_1
" Yasudah, jika itu keinginan kamu vit papa dan mama pulang terlebih dahulu" kata pak dimas.
Vito hanya menganggukkan kepalanya.
Pak dimas dan istri nya pamit kepada pak ardi dan bu veronica, setelah pamit mereka langsung pulang.
Kini di ruangan tersebut masih ada kedua orang tua citra, farel, vito dan juga viona.
" Rel, kamu tidak pulang?" tanya bu veronica pelan.
" Tidak tan, farel ingin tetap disini di samping eca" jawab farel.
" Kalau kamu tidak pulang nanti istri kamu khawatir rel, sebaiknya kamu pulang saja besok pagi kamu datang kesini lagi untuk menjaga citra" ujar pak ardi.
" Aku tadi sudah bicara dengan istri ku om, kalau aku tidak pulang karena mau menjaga eca om" jawab farel.
" Yasudah, jika kamu sudah memberitahu istri kamu kalau kamu tidak pulang malam ini" kata bu veronica.
" Viona, kamu mau pulang atau mau tetap berada disini?" tanya bu veronica.
" Viona mau tetap disini tante, boleh kan?!" jawab viona.
" Tentu saja boleh dong vio" kata bu veronica sambil tersenyum.
Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah 12 malam, semua orang sudah mulai tidur.
Disaat semua orang telah tidur, citra membuka matanya kembali.
" Vito aku minta maaf, mungkin mulai sekarang kamu harus belajar untuk melupakan aku karena ada viona yang sangat mencintai kamu" ucap citra lirih.
" Sebenarnya aku juga tidak mau berbuat seperti ini vit, hati aku sangat sakit vit saat aku berkata aku tidak mengenal kamu" ucap citra dalam hati sambil menangis dalam diam.
Ya! Sebenarnya citra sudah terbangun dari tidurnya saat vito memegang tangan nya, tapi dia berpura-pura tidur karena dia ingin mendengar apa yang akan di katakan oleh vito kepada nya.
Citra merasa sangat bersalah kepada viona, karena malah memilih untuk tetap disini hal itu yang membuat viona juga ikut tidak pulang.
" Ya tuhan, aku harus bagaimana ini?!" ucap citra dalam hati.
Dengan cepat citra langsung mengusap air mata nya karena dia takut nanti akan ada orang yang tiba-tiba bangun dan melihat dia menangis.
" Ma, citra minta maaf ya karena citra sudah membuat mama dan papa menjadi sedih" ucap citra lirih sambil memandangi wajah sang mama yang sedang tertidur pulas sambil duduk di kursi.
" Jika ada waktu yang tepat aku akan menceritakan kepada papa dan mama jika sebenarnya aku hanya berpura-pura amnesia saja agar aku bisa menjauh dari vito" ucap citra dalam hati.
Karena masih malam, citra kembali memejamkan mata nya untuk tidur lagi.
Mentari pagi telah menyapa, dan semua orang sudah bangun dari tidur nya begitu pula dengan citra.
" Selamat pagi ca" sapa farel saat melihat citra membuka mata nya.
" Selamat pagi juga rel" ucap citra sambil tersenyum.
" Kamu tidak pulang rel?" tanya citra.
" Tidak! Aku kan mau menjaga kamu ca" jawab farel sambil mencoba untuk duduk.
Dengan sigap farel langsung membantu citra untuk duduk.
__ADS_1
" Yang lainnya kemana rel?" tanya citra sambil melihat sekeliling yang terlihat kosong tidak ada siapa-siapa disana.
" Tadi aku menyuruh papa dan mama kamu untuk sarapan terlebih dahulu agar mereka tidak sakit, kalau vito dia mengantar viona pulang" jawab farel menjelaskan.
" Ca, kamu benar-benar tidak ingat dengan papa dan mama kamu?!" tanya farel penasaran.
" Apa aku ngomong saja ya dengan farel kalau aku sebenarnya tidak amnesia, tapi aku hanya berpura-pura saja agar aku bisa menjauh dari vito" pikir citra.
" Jangan diam saja dong ca! Ayo jawab kamu benaran tidak ingat papa dan mama kamu!" ujar farel.
Saat citra akan menjawab, papa dan mama nya sudah kembali.
" Eh, kamu sudah bangun sayang!?" ujar mama saat melihat citra yang sudah duduk.
Citra hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
Tidak lama kemudian, dokter diki dan perawat masuk kedalam untuk memeriksa kesehatan citra.
" Selamat pagi" sapa dokter diki sambil berjalan mendekati citra.
" Selamat pagi dok" ucap citra sambil tersenyum.
" Bagaimana kondisi kamu ca, apa kaki atau tangan kamu masih sakit?" tanya dokter diki.
" Kaki nya dok yang masih sakit, mungkin karena kemarin turun dari motor nya melompat dok" jawab citra.
" Oh iya! Saya meminta maaf ya, karena saya kamu menjadi seperti ini" ujar dokter diki.
" Iya tidak apa-apa dok, santai saja! Lagipula kan hanya tinggal kaki aku saja yang masih sakit" jawab citra sambil tersenyum.
" Citra sayang, kamu ingat kejadian saat kamu kecelakaan?" tanya mama terkejut mendengar percakapan antara citra dan dokter diki.
Dokter diki memberi isyarat kepada perawat tersebut untuk keluar terlebih dahulu, perawat tersebut pun langsung mengerti isyarat dari dokter diki dan langsung keluar dari ruangan tersebut.
" Aduh!! Pakai keceplosan lagi!!" rutuk citra dalam hati.
" Yasudah lah, aku beritahu mereka saja kalau sebenarnya aku tidak mengalami amnesia" ucap citra dalam hati.
" Iya citra ingat ma" jawab citra.
Semua orang terkejut mendengar jawaban citra.
" Ca, tadi kamu bicara apa?!" ucap farel tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
" Yang mana rel?" tanya citra bingung.
" Jawaban kamu yang tadi!" kata farel.
" Iya ra, jawaban yang tadi " ucap papa dan mama menimpali perkataan farel.
" Oh! Yang aku bilang kalau aku mengingat semua kejadian saat aku kecelakaan tadi malam pa, ma?!" ujar citra.
" Kamu sudah mengingat papa dan mama sayang?!" pak ardi dan bu veronica terkejut saat mengetahui putri nya sudah mengingat mereka.
" Iya tentu saja aku ingat, kan aku hanya berpura-pura amnesia saja di depan manusia kutub!" ucap citra.
" APAA!!!"
__ADS_1