Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 7


__ADS_3

Setelah puas bermain hujan-hujanan, citra pun mengambil handuk yang sudah disediakan oleh art, setelah itu ia pergi ke kamar untuk mandi.


Saat citra membuka pintu kamar dia tidak melihat tuan vito ada di dalam kamar.


" Kemana tuh orang perginya, mungkin di balkon kali " pikir citra sambil berjalan menuju lemari untuk mengambil pakaian bersih.


Setelah itu, dia bergegas menuju kamar mandi untuk mandi karena dia sudah menggigil.


Baru saja Citra akan membuka pintu kamar mandi tiba-tiba pintu nya terbuka dan terlihat seseorang yang sedang dia cari sejak tadi.


" Aaaaa....." teriak citra sambil balik badan dan menutup mata.


" Berisik!!!" bentak Vito


" Kamu kira ini di hutan, bisa teriak-teriak!" sambung Vito


" Ma... maaf tuan" ucap citra masih belum bergerak dari posisi nya.


" Kalau bicara itu tatap orang yang di ajak bicara" ujar Vito


Dengan terpaksa citra balik badan kearah Vito tapi dia masih menutup mata.


" Kamu itu kenapa, malas melihat wajah saya?" tanya vito sambil berjalan mendekati citra


" Ti... tidak tuan, anda salah faham" jawab citra


Citra memberanikan diri untuk menjelaskan alasan mengapa dia menutup mata.


" I.... itu tuan" sambung Citra

__ADS_1


" Itu apa? kalau bicara yang jelas?!" bentak Vito


Dengan cepat citra berkata " Itu tuan, handuk nya lepas" sambil menunjuk ke arah lantai letak handuk itu terjatuh.


Vito pun langsung melihat ke arah bawah, dan benar saja handuk yang melilit di pinggang nya kini sudah tidak ada.


Dia langsung berbalik dan mengambil handuk nya yang jatuh di lantai dan melilit kan nya kembali ke pinggangnya.


" Sekarang buka mata kamu!" ujar Vito.


Dengan perlahan citra membuka matanya, dan dia melihat tuan vito sudah memakai handuk nya kembali.


Karena pakaian yang dikenakan citra basah kuyup, hal itu membuat lekuk tubuhnya terlihat lebih jelas, yang membuat vito bersusah payah untuk menelan ludah.


Sudah cukup lama mata vito memperhatikan tubuh citra dengan tatapan ingin menerkam, citra yang sedang di tatapnya pun merasa risih.


Dia pun memberanikan diri untuk bertanya " maaf tuan, apakah saya sudah boleh mandi sekarang?".


" Hem" jawab vito sambil bergeser


" Aku ini kenapa sih?" tanya vito pada diri sendiri


" Kenapa aku bisa memiliki pikiran yang tidak-tidak hanya karena melihat tubuh nya, itu pun dia masih memakai baju, ya meskipun baju nya basah" gumam vito yang merutuki dirinya sendiri..


Dengan cepat dia membuang pemikiran yang tidak jelas itu, lalu dia pun pergi untuk mengganti baju.


Setelah selesai mandi, citra keluar dari kamar mandi dia sudah memakai baju tidur dan memakai handuk kecil di kepala untuk mengeringkan rambut.


Citra melihat tuan vito yang sedang duduk di tempat tidur sambil memainkan handphone, dia pun langsung menuju meja rias dan mencari hairdryer untuk mengeringkan rambutnya.

__ADS_1


Namun, dia tidak melihat ada hairdryer di kamar itu, lalu citra berjalan menuju vito yang sedang fokus pada handponenya.


Vito pun melirik ke arah meja rias, tapi dia tidak melihat citra, dan ternyata...


" Ma... maaf tuan, apakah anda punya hairdryer?" tanya citra sambil melihat ke arah vito.


" Astaga..." ucap vito sambil mengelus dada.


" pufft... lucu juga ekspresi dari tuan muka datar itu kalau lagi kaget" batin citra


Karena takut ketahuan menertawakan tuan vito, citra memilih untuk menundukkan kepalanya.


Citra membuat vito terkejut dengan keberadaan citra yang sudah ada di depan nya.


Vito kembali memasang wajah datar dan berkata " Kalau jalan itu pakai suara, bikin orang terkejut saja!!"


" Ada apa?" tanya vito singkat.


" Itu tuan... " ucap citra


" Itu apa, bicara yang jelas!" bentak Vito.


" Maaf tuan, apakah tuan mempunyai hairdryer?" tanya citra


Vito pun lupa kalau di kamar nya tidak ada hairdryer. lalu dia pun berkata " Tidak!"


" Yasudah permisi tuan" ucap citra sambil berjalan menuju meja rias.


Dengan terpaksa dia harus mengeringkan rambutnya dengan handuk agar tidak sakit.

__ADS_1


Vito melihat kearah citra yang sedang mengeringkan rambut, vito pun terpesona dengan kecantikan citra.


" Cantik. " ucap vito lirih.


__ADS_2