
Mendengar ucapan citra, ekspresi vito langsung berubah murung.
Citra yang melihat perubahan ekspresi vito langsung merasa bersalah.
" Maaf ya mas" ucap citra dengan nada bersalah.
Mendengar ucapan citra, vito langsung merubah ekspresi wajah nya dan berkata " Kamu tidak salah kok ra, kamu tidak perlu meminta maaf ra".
" Seharusnya aku yang meminta maaf karena aku tidak bertanya terlebih dahulu ra!" ujar vito.
" Oh iya, kalau aku boleh tahu tadi kamu menangis kenapa ra?" tanya vito mencoba mengalihkan topik pembicaraan.
" Kapan aku menangis mas?" tanya citra dengan ekspresi bingung.
" Tadi, saat kamu berbicara dengan sahabat kamu ra" jawab vito menjelaskan.
" Oh! Yang itu!?" kata citra.
Vito hanya menganggukkan kepalanya.
" Sebaiknya aku cerita kepada mas vito tidak ya?!" ucap citra dalam hati.
" Kalau aku tidak cerita nanti, yang ada dia menyuruh orang untuk mencari tahu kenapa aku menangis lagi!" pikir citra.
" Yasudah, mending aku cerita saja deh!!" ujar citra dalam hati.
Huft...
__ADS_1
Citra menghela napas berat sebelum dia bertanya
" Mas vito kenal dengan farel?"
Bukan nya menjawab pertanyaan citra, vito malah mengajukan pertanyaan kepada citra.
" Farel sahabat kamu itu bukan?" tanya vito.
" Iya mas" jawab citra sambil menganggukkan kepala.
" Memang dia kenapa?" tanya vito penasaran.
" Oh iya! Kenapa tadi aku tidak melihat dia ra, dia datang kan?!" ujar vito.
Citra hanya menggelengkan kepalanya pelan.
" Jadi, dia tidak datang ra, kenapa dia tidak datang ra?" tanya vito penasaran.
" Nomor kamu di blokir ra?!" vito terkejut mendengar jawaban citra.
Citra hanya menganggukkan kepalanya pelan.
" Sejak kapan ra?" tanya vito.
" Sudah lama mas" jawab citra.
" Aku juga bingung, kenapa dia seperti menjauh dari ku sampai-sampai aku bertemu dia di jalan saja dia cuek seperti dia tidak kenal dengan ku" ucap citra.
__ADS_1
Hiks.... Hiks... Hiks...
Air mata yang sejak tadi dia bendung pun kini meluncur bebas membasahi pipinya.
Vito yang melihat citra menangis pun langsung pindah tempat duduk agar citra bisa bersandar di bahu nya.
" Ra, kalau kamu mau menangis, jangan di tahan menangis lah di bahu ku agar kamu merasa sedikit lega!" ujar vito.
Citra pun menyandarkan kepalanya di bahu vito dan dia menangis meluapkan semua kesedihannya.
Cukup lama citra menangis di bahu vito, setelah merasa lebih baik citra merubah posisi duduk nya seperti awal.
" Maaf ya mas, gara- gara aku baju mas vito menjadi kotor" ucap citra sambil mengelap air yang keluar dari hidung nya.
" Sudah! Kamu tidak perlu meminta maaf, lagipula kalau baju nya kotor besok kan baju nya bisa di cuci ra" kata vito sambil merubah posisi duduk nya menghadap citra.
" Baju aku tidak penting ra, yang penting sekarang kamu sudah meluapkan kesedihan kamu karena farel tidak datang" kata vito sambil mengusap air mata di pipi citra.
" Terimakasih ya mas, karena mas vito sudah meminjamkan bahu nya untuk aku bersandar" ucap citra.
" Jujur, selain farel aku tidak pernah bersandar di bahu orang lain" kata citra.
" Yasudah, mulai sekarang kalau kamu sedang sedih atau kamu ingin menangis bahu aku selalu ada untuk kamu ra" kata vito sambil menepuk bahu milik nya.
" Dan kamu jangan malu untuk berbagi kesedihan dengan ku ra, pasti aku akan menjadi pendengar untuk kamu" lanjut vito.
Citra hanya tersenyum saat mendengar ucapan vito.
__ADS_1
" Terimakasih, karena sudah bersedia menjadi mendengar untuk ku, tapi maaf seperti belum bisa menceritakan semua masalah ku dengan mu" ucap citra dalam hati.
" Karena ada beberapa hal yang hanya bisa aku ceritakan kepada farel seorang" kata citra dalam hati.