Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 75


__ADS_3

" Eca yakin, kalau oma bisa sembuh dan kita bisa bersama lagi" ucap citra


" Oma rasa itu sudah tidak mungkin ca" kata oma


" Kalau oma bicara seperti itu lagi, eca akan marah sama oma!" ucap citra sambil bertolak pinggang dengan pipi yang di gembungkan


" Jangan marah dong ca" bujuk oma


" Kalau kamu marah terus oma nanti sama siapa?" ucap oma


" Terserah! Oma mau sama siapa saja itu urusan oma, bukan urusan nya eca!" kata citra dengan ekspresi wajah datar


" Yasudah lah, kalau kamu marah oma mau nyusul kakek kamu saja!" ujar oma


Mendengar ucapan oma nya membuat citra langsung memeluk sang oma dan berkata " Kenapa oma selalu bicara seperti itu terus sih! Kan eca jadi sedih!"


" Maka nya kamu jangan marah lagi ya sama oma!" ucap oma


" Eca tidak akan marah lagi sama oma, asalkan oma jangan bicara seperti itu lagi ya!" ucap citra sambil menangis di pelukan sang oma.


Huft...


Oma hanya menghela napas panjang.


" Kok cucu oma nangis!" ucap oma


" Eca tidak nangis kok!" ucap citra sambil mengusap air mata nya


" Oma kamu tidak sedang nangis, coba sini oma lihat!" ucap oma sambil melepaskan pelukannya


" Terus kenapa mata nya merah?" tanya oma


" Mata nya eca tadi kemasukan sesuatu, jadi nya merah!" jawab citra bohong


" Iya deh, oma percaya! kalau cucu nya oma tidak nangis" ucap oma


" Oma sebenarnya eca tuh pingin nya, nanti saat eca tanding semua orang yang eca sayang itu hadir untuk menyaksikan eca tanding, malah dari tadi oma bicara nya ingin nyusul kakek terus kan eca jadi kesal!" ujar citra


" Yasudah, oma minta maaf ya ca" ucap oma


Citra hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


" Nak vito!" panggil oma


" Iya oma?" tanya vito


" Oma boleh pinjam tangan kamu sebentar" kata oma


" Untuk apa oma tangan ku??!" ucap vito dalam hati


Karena bingung harus menjawab apa, vito pun hanya bisa mengangguk.


Setelah mendapat persetujuan dari vito, oma langsung menggenggam tangan vito.


" Tangan kamu mana ca?" tanya oma


" Ini tangan nya eca, memang mau buat apa oma?" ucap citra penasaran


Tanpa menjawab pertanyaan citra, oma langsung menggenggam tangan citra.

__ADS_1


" Kalau seperti ini kan oma merasa seperti mempunyai cucu laki-laki dan cucu perempuan" ucap oma sambil menyatukan tangan vito dan tangan citra.


Citra berusaha untuk menarik tangan nya tapi, usaha nya gagal karena ternyata vito juga menggenggam tangan nya.


" Kenapa lagi, ini manusia kutub pakai acara pegang tangan ku segala!" gerutu citra


Ternyata oma nya mendengar citra mengomel, beliau hanya tersenyum mendengar ocehan citra tapi, beliau berpura-pura tidak mendengar nya.


" Nak vito!" panggil oma


" Iya oma, ada apa?" tanya vito


" Boleh tidak kalau oma memanggil nak vito dengan sebutan vito?" tanya oma


" Iya tentu saja boleh oma" jawab vito dengan suara pelan


" Ternyata dia bisa bicara pelan juga!" gumam citra


" Vito, oma titip cucu oma yang satu ini ya, jangan biarkan ada laki-laki yang menyakiti hati cucu oma ini ya!" ucap oma


Vito terkejut dengan apa yang diucapkan oleh oma.


" Oma, memang eca itu anak kecil ya? yang harus di titipkan ke orang lain?!" tanya citra kesal


" Kenapa harus ke dia coba, kenapa tidak ke dokter ridwan atau ke orang lain saja!" pikir citra


" Bagi oma kamu itu masih seperti anak kecil ca" ujar oma


Huft!....


Citra hanya menghela napas panjang, karena dia tidak akan bisa menang dari sang oma


" Vito, oma titip cucu oma ya!" ucap oma


" Ca, dulu kamu pernah tanya ke oma, kenapa oma tidak pernah memanggil kamu dengan nama kamu tapi, oma selalu memanggil kamu dengan nama eca. Iya kan?!" kata oma


Citra hanya mengangguk saja.


" Oma juga waktu itu pernah bilang, suatu saat oma pasti akan memanggil kamu dengan nama kamu. Iya kan ca!?" ucap oma


" Iya oma, tapi itu kan dulu saat eca masih kecil,


sekarang oma mau panggil dengan nama eca atau citra itu terserah oma, aku keberatan kok" kata citra


" Yang aku mau, oma sembuh terus nanti bisa menyaksikan aku tanding, sudah simpel kan!?" ujar citra


" Ca, oma minta maaf karena mungkin untuk permintaan kamu yang itu oma tidak bisa memenuhi nya" ucap oma


" Oh iya, oma kan sedang sakit mana mungkin bisa pergi ke tempat pertandingan" kata citra


" Maaf ya oma, aku jadi suka lupa orang nya!" ucap citra sambil tersenyum


Sang oma hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan cucunya.


" Ca! eca!" panggil oma


" Iya oma, ada apa?" tanya citra


" Kamu harus bisa jaga diri kamu dengan baik ya, kalau waktu nya makan kamu harus makan, dan kalau waktu nya untuk istirahat kamu juga harus istirahat, tidak boleh latihan terus. Mengerti!" kata oma

__ADS_1


" Siap bos!" ucap citra sambil hormat


Sang oma hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum melihat tingkah cucu nya.


" Kamu harus ingat betul pesan oma ca! Jangan sampai lupa. Oke!" kata oma


" Oke!" kata citra sambil tersenyum


" Ca, oma boleh tidak meminta satu permintaan sama kamu?" tanya oma


" Tentu saja boleh dong oma ku sayang" jawab citra


" Memang permintaan oma apa?" tanya citra penasaran


" Oma ingin melihat kamu tersenyum" jawab oma


" Boleh ca?" tanya oma


" Bukan nya dari tadi eca juga sudah senyum ya oma" ucap citra


" Senyuman kamu tadi itu, bukan senyuman yang biasa nya oma lihat ca!" kata oma


" Memang biasa nya eca kalau senyum seperti apa oma?" tanya citra


" Senyum yang biasa nya oma lihat itu, senyuman bahagia dan bukan senyuman seperti saat ini, yang sedang kamu perlihatkan ke oma ca!" jawab oma


Huft!....


Citra menghela napas panjang kemudian dia mencoba untuk tersenyum bahagia seperti yang di inginkan oleh oma nya.


" Seperti ini, oma?" tanya citra


sambil tersenyum manis


" Nah! Itu senyuman yang oma inginkan ca" jawab oma


" Ca, kamu harus janji ya sama oma, apapun yang terjadi nanti, saat oma sudah tidak bisa ada di sisi kamu, kamu harus menghadapi nya sabar, ikhlas dan juga dengan senyuman. Mengerti ca!" ucap oma


" Iya oma, insyaallah" kata citra


" Ya Tuhan, satu kan mereka berdua, karena hamba melihat ada benih-benih cinta di antara mereka berdua" pinta oma dalam hati sambil terus menggenggam tangan citra dan vito


" Ca, oma boleh cium kamu?" tanya oma


" Tentu saja boleh dong oma" jawab citra


Citra pun menunduk, agar oma nya mudah untuk mencium dirinya, setelah mencium kening dan kedua pipi citra, oma berkata " terimakasih ya sayang"


Baru saja citra akan menganggukkan kepalanya, tiba-tiba mati oma terpejam dan tangan yang tadi menggenggam tangan vito dan citra terjatuh. Hal itu membuat citra panik dan langsung berusaha memanggil nama oma nya.


" Oma! Oma bangun!" ucap citra berusaha untuk membangunkan oma nya


Dokter raka yang mendengar suara citra yang memanggil oma nya, membuat dokter raka berlari menuju oma nya citra setelah sampai di samping oma nya citra, beliau langsung memeriksa denyut nadi pasien dan berkata " Ra, kamu harus tabah ya, oma kamu sudah pergi untuk selamanya"


JDEERRR!!....


Bagaimana di sambar petir di siang bolong, saat dokter raka mengatakan bahwa oma nya telah pergi untuk selamanya.


" Ini tidak mungkin kan dok! Dokter pasti bercanda kan?" kata citra yang belum percaya dengan apa yang dikatakan oleh dokter raka

__ADS_1


Dokter raka hanya menggelengkan kepalanya sambil berkata " Kalau urusan seperti ini, aku tidak berani main-main ra"


Citra pun langsung memeluk sang oma sambil berkata " Kenapa oma pergi, dan meninggalkan eca sendiri!?"


__ADS_2