Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 218


__ADS_3

Baru saja dokter ridwan akan melihat orang tersebut, tiba-tiba orang tersebut bangun dan berkata.


" Bang ridwan!!"


Dokter ridwan terkejut saat melihat citra berada di depan nya.


" ECA!!"


" Iya bang, ini aku" jawab citra sambil tersenyum.


" Kamu sekarang menjadi dokter?!" kata dokter ridwan terkejut melihat citra memakai seragam dokter.


" Iya bang" jawab citra sambil menganggukkan kepala.


" Sedari tadi abang kan sudah bertanya, sekarang giliran aku yang bertanya kepada bang ridwan!?" ujar citra.


" Kamu mau bertanya tentang apa?" tanya dokter ridwan penasaran.


" Abang kenapa bisa kecelakaan? Abang pasti kebut-kebutan kan?!" kata citra.


" Ayo, jangan berbohong!!" imbuhnya.


" Siapa yang kebut-kebutan sih ca, abang tidak kebut-kebutan" ucap dokter ridwan.


" Kalau tidak kebut-kebutan kenapa bisa mengalami kecelakaan tunggal?!" kata citra dengan nada mengintrogasi.


" Abang sebenarnya mengemudi mobil nya tidak kebut hanya saja, abang tadi sedang terburu-buru jadi abang menambah kecepatan mobilnya sedikit" jawab dokter ridwan.


" Itu sama saja kebut-kebutan abang" ucap citra sambil mencubit pipi dokter ridwan.


" Ya, jelas berbeda lah ca?!" ucap dokter ridwan menepis tuduhan citra terhadap dirinya.


" Berbeda? Maksud? Bukan nya itu sama saja?!" ujar citra bingung.


" Ya berbeda ca, Kalau kebut-kebutan itu mencari perhatian orang di sekitar nya tapi kalau abang kan sedang mengejar waktu ca" jawab dokter ridwan.


" Abang!! Itu sama saja hanya beda alasan saja!!" geram citra.


" Terus kenapa keluarga bang ridwan tidak bisa di hubungi?" tanya citra.


" Mereka masih sibuk dengan acara pernikahan adik ku ca" jawab dokter ridwan.


" Memang kapan acara nya?" tanya citra penasaran.


" Hari ini adik ku menikah ca" jawab dokter ridwan.


" Jadi, bang ridwan tadi kecelakaan karena mau menghadiri acara pernikahan adik bang ridwan?" tanya citra dengan menyipitkan matanya.


" Hehe, iya ca" jawab dokter ridwan sambil garuk-garuk kepala nya yang tidak gatal.


Mendengar jawaban dokter ridwan, sontak membuat citra kesal.

__ADS_1


" Ca, jangan marah dong! Abang kan hanya bercanda" ucap dokter ridwan.


Tetapi citra hanya diam saja tanpa menjawab apapun.


" Ca, abang baik-baik saja kok, abang hanya luka kecil saja nanti akan sembuh sendiri" ucap dokter ridwan sambil memperhatikan kondisi luka akibat kecelakaan tadi.


Lagi-lagi citra hanya diam saja, tetapi dokter ridwan tidak menyerah dia tetap berusaha untuk membujuk citra agar dia bisa pulang.


" Eca, kamu cantik deh, ijinkan abang pulang ya soalnya abang harus hadir di acara pernikahan adiknya abang. Please!!" ucap dokter ridwan memohon agar citra mau mengijinkan dia pulang.


Citra masih tetap diam, kini dia berdiri dan bersiap untuk pergi dari ruangan itu.


Tapi sebelum pergi, dia berkata " Nanti siang!...."


Belum selesai citra berbicara, dokter ridwan langsung memotong pembicaraan " Berarti nanti siang abang sudah boleh pulang ca?!"


" Bukan itu!" ucap citra tegas.


"Maksud nya??" tanya dokter ridwan bingung.


" Nanti siang aku akan datang kesini lagi untuk memeriksa kondisi abang" jawab citra ketus.


Citra yang melihat ekspresi wajah dokter ridwan kecewa pun langsung berkata " Maka nya kalau ada orang sedang bicara jangan di potong!!" sambil pergi meninggalkan ruang inap dokter ridwan tanpa menoleh ke belakang.


Saat siang hari citra menyuruh perawat untuk memeriksa kondisi dokter ridwan karena dia sedang sibuk.


Dia juga berpesan kepada perawat tersebut " Sus, jika kondisi pasien sudah stabil dia sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah"


" Ada pesan yang harus saya sampaikan kepada pasien tersebut dok?" tanya perawat tersebut.


" Oh iya sus, tolong sampaikan kepada abang saya kalau sampai hal seperti ini terulang lagi saya akan sangat marah dengan dia" ucap citra.


" Baik dok, kalau begitu saya permisi" ucap perawat tersebut.


" Iya sus, terimakasih ya sus" jawab citra sambil tersenyum.


Perawat tersebut hanya tersenyum sambil mengangguk.


Setelah perawat tersebut pergi, citra melanjutkan tugasnya.


Tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat, matahari pun sudah kembali ke peraduan nya sedangkan citra masih sibuk dengan pekerjaannya.


Tepat pukul 20:00 wib, semua pekerjaan citra sudah selesai dan dia langsung bersiap untuk pulang karena dia sudah sangat lelah.


Saat di perjalanan dia seperti melihat seseorang yang dia kenal.


" Farel!!" kata citra


Citra pun langsung memutar arah untuk mengejar seseorang.


" Farel!!" teriak citra.

__ADS_1


" Berhenti rel!!" teriak citra.


Citta pun menambah kecepatan mobilnya, tetapi sayangnya saat dia sudah dekat dengan orang tersebut dia terjebak lampu merah.


" SIAL!!" umpat citra sambil memukul stir mobil nya.


" Aku tidak mungkin salah mengenali orang, orang itu pasti farel!" ucap citra.


" Kenapa lampu merah nya lama sekali sih! Nanti farel keburu jauh!!" kesal citra.


Setelah lampu merah berganti dengan lampu hijau, citra langsung melajukan mobilnya untuk mengejar seseorang yang dia anggap farel.


" Rel, kamu selama ini pergi kemana sih? Aku sangat khawatir dengan kamu rel" ucap citra sambil mengemudi mobil.


Saat sampai di pertigaan jalan dia menghentikan mobilnya.


" Aahhh! Sial!! Kenapa jalan seperti ini sih! Kan aku menjadi bingung tadi farel pergi kemana?!" kesal citra sambil mengacak-acak rambutnya.


" Rel, sebenarnya kamu pergi kemana sih, aku sangat mengkhawatirkan kamu!!" ucap citra.


" Aaarrrggghhh!!!" teriak citra sambil memukul-mukul stir mobil nya.


" Padahal aku hanya ingin memberitahu kamu kalau aku sebentar lagi akan menikah dengan seseorang yang selama ini aku cari!?" ujar citra sambil meletakkan kepalanya di atas stir mobil.


Hiks... Hiks... Hiks...


Tanpa di komando air mata citra jatuh membasahi pipinya.


Disisi lain.


Farel yang sedang bersembunyi dan melihat citra menangis pun merasa sangat bersalah dan menyesal karena dia sudah membuat wanita yang dia sangat cinta menangis karena ulahnya.


" Maafkan aku ca, aku tidak bermaksud untuk membuat kamu menangis seperti ini tapi, entah mengapa hati ini rasanya sangat sakit jika melihat kamu bersama dengan vito" ucap farel.


" Sekali lagi maafkan aku ca, aku harus pergi jauh agar aku memendam perasaan ini hanya untuk diri ku sendiri saja tanpa ada seorang pun yang mengetahui jika aku sangat mencintaimu kamu ca" lanjut farel sambil meneteskan air mata.


" I love you ca" kata farel sambil kembali melanjutkan perjalanan.


Kembali ke citra.


Setelah cukup tenang, citra langsung pergi meninggalkan tempat itu untuk pulang ke rumah.


Setelah sampai di depan rumah, citra langsung masuk kedalam dan langsung pergi ke kamar nya.


Kedua orang tua nya merasa heran dengan sikap citra, karena dia tidak terlihat seperti biasa nya.


" Pa, citra kenapa ya? Kok dia tidak menyapa kita?!" tanya mama dengan ekspresi wajah bingung.


" Jangan kan menyapa kita ma, melihat kearah kita saja tidak!?" ujar papa.


" Mungkin dia kelelahan ma, kemarin kan dia bilang kalau hari ini dia full di rumah sakit karena mengantikan teman nya" kata papa.

__ADS_1


" Iya, mungkin juga pa" kata mama sambil menganggukkan kepala.


__ADS_2