
Lebih baik sekarang kamu diam, supaya kita lebih cepat sampai di rumah sakit, agar kamu cepat di tangani oleh dokter" ucap vito dengan nada lembut
Setelah vito berbicara dengan nada lembut pun, citra masih saja memberontak ingin jalan sendiri, meskipun begitu vito tetap menggendong citra menuju ke mobil, setelah sampai di mobil, vito langsung mendudukkan citra dengan hati-hati, setelah itu dia juga masuk mobil dan langsung tancap gas menuju rumah sakit.
Setelah 20 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di rumah sakit, kedatangan mereka sudah di tunggu oleh para perawat dan dokter yang siap menangani citra.
Sebelum membawa citra ke rumah sakit, vito sudah menelepon teman nya yang bekerja di rumah sakit yang akan mereka datangi untuk menunggu di luar agar saat mereka sampai, citra bisa langsung di tangani oleh dokter.
Citra pun langsung di bawa masuk kedalam ruangan untuk segera di tangani oleh dokter, tapi saat vito akan ikut masuk ke dalam ruangan tersebut seorang perawat berkata " Maaf, silahkan tunggu di luar"
Vito akhirnya hanya bisa menunggu dokter selesai memeriksa citra, setelah beberapa saat dokter pun keluar dan vito pun langsung berjalan mendekati dokter tersebut.
" Bagaimana kondisi wanita itu?" tanya vito
Belum sempat dokter menjawab pertanyaan vito, vito sudah kembali bertanya " Wanita itu sakit apa, parah tidak?"
Saat vito akan kembali melontarkan pertanyaan kepada dokter tersebut, dokter itu langsung berkata " Santai dulu, kalau tanya satu-satu biar yang jawab tidak bingung"
" Oke! Sekarang kamu kasih tahu aku wanita itu sebenarnya sakit apa?" kata vito
" Sebelum aku jawab pertanyaan dari kamu, jawab dulu pertanyaan dari ku!" ucap dokter
" Oke! kamu mau tanya apa" ujar vito
" Siapa wanita itu?" tanya dokter
" Memang harus ya rak, aku jawab pertanyaan dari kamu itu!" ucap vito
Ya, dia adalah dokter raka, teman baik vito
" Iya harus lah, kalau kamu tidak jawab pertanyaan dari ku, aku tidak akan kasih kamu wanita itu sakit apa!" ucap dokter raka
" Istri ku" jawab vito singkat
" Oh, istri kamu?!" ucap dokter raka
" Hah, ISTRI KAMU?!" ucap dokter raka terkejut dengan perkataan jawaban dari vito
" Hem" ucap vito
" Sudah tidak perlu banyak tanya, sekarang kamu kasih tahu aku bagaimana kondisi wanita itu!" ujar vito
" Huh, iya-iya aku kasih tahu, sebenarnya istri kamu itu hanya sedang dapat tamu bulanan saja, tapi sepertinya dia belum makan apapun sejak tadi pagi, terus seperti nya dia tadi sempat makan-makanan pedas jadi asam lambung nya naik" jawab dokter raka
" Yasudah, aku mau masuk dulu!" ucap vito sambil berjalan menuju pintu ruangan citra di rawat
" Ayo!" ucap dokter raka berjalan di samping vito
" Kamu ngapain ikut masuk juga?" tanya vito
" Aku kan dokter, jadi aku berhak dong jenguk pasien" jawab dokter raka
__ADS_1
" Terserah kamu saja lah" kata vito
Kini mereka sudah masuk ke dalam ruang rawat citra.
" Dokter raka! Kok ada disini, bukan nya sedang di panti?!" ucap citra terkejut saat melihat dokter raka di depan nya
" Kamu kenal sama aku?" tanya dokter raka bingung
" Aduh, mati aku! kenapa aku bisa lupa kalau sekarang aku sedang berpura-pura menjadi kakak" batin citra
" Wow! keren, istri kamu ternyata kenal sama aku vit!" ucap dokter raka sambil menepuk bahu vito
" Tunggu sebentar, tadi kamu bilang panti?!" kata dokter raka
" Kok kamu tahu kalau aku sedang menggantikan posisi dokter ridwan di panti?" tanya dokter raka
" Aku tidak tahu dong, cuman dengar dari adik saja kalau di panti ada dokter pengganti" jawab citra bohong
" Adik?" tanya dokter raka
" Iya adik aku, nama nya citra" jawab citra
" Jadi, kamu kakak nya citra?" tanya dokter raka antusias
" Iya" jawab Devina (citra)
" Oh, citra sekarang ada dimana?" tanya dokter raka
" Memang ada apa dok?" tanya devina (citra)
" tidak ada apa-apa, cuman..." jawab dokter raka tidak di lanjutkan
" Cuman apa dok?" tanya devina (citra)
" Cuman, sudah beberapa hari ini, dia tidak datang ke panti" jawab dokter raka
" Bahkan, waktu itu dia tidak datang ke taman " sambung dokter raka
" Waktu itu dia pergi begitu saja tanpa menunggu aku kembali" ucap dokter raka dengan nada kecewa
" Oh iya, waktu itu aku pergi begitu saja tanpa menunggu dia kembali" batin citra
" Ternyata dia jadi pergi ke taman, padahalkan aku cuman iseng saja waktu itu" ucap citra dalam hati
Citra merasa bersalah karena dia tidak mendengarkan ucapan papa nya.
" Aduh bagaimana nih, aku jadi merasa bersalah banget sama dokter raka" batin citra
Citra kembali tersadar saat mendengar ucapan dari dokter raka " Sorry ya, aku malah jadi curhat"
" Iya tidak apa-apa dok" ucap citra
__ADS_1
Citra semakin merasa bersalah saat melihat wajah dokter raka.
" Dokter raka" panggil citra
" Iya, ada apa?" tanya dokter raka
" Aku mewakili citra, mau minta maaf karena sikap citra yang mungkin sudah membuat dokter raka kesal atau marah mungkin" jawab citra
" Dia sama sekali tidak pernah membuat aku kesal atau marah" ucap dokter raka
" Oh iya, aku boleh tanya sesuatu dengan kamu tidak?" kata dokter raka
" Mau tanya apa dok?" tanya citra
" Mau tanya, kalau citra sudah punya pacar belum?" jawab dokter raka
" Kalau pacar citra belum punya dok" ujar citra
" Yang benar?" tanya dokter raka tidak percaya dengan apa yang dia dengar
" Iya, benar dok" jawab citra
" Yeah!!" seru dokter raka dalam hati
Tanpa sadar dokter raka berkata " syukur deh!"
" Hah, syukur deh kenapa dok?" tanya citra bingung
" Syukur deh kalau belum punya pacar" jawab dokter raka
" Memang kenapa dok, kalau citra belum punya pacar dok?" tanya citra penasaran
" Ya kan kalau dia belum punya pacar, kan aku bisa dekati dia" jawab dokter raka
" Memang dokter raka belum punya pacar?" tanya citra
Belum sempat dokter raka menjawab pertanyaan dari citra, citra sudah kembali berkata" Atau mungkin saja dokter raka sudah menikah ya"
" Belum" sarkas dokter raka
" Belum apa dok?" tanya citra dengan ekspresi wajah penasaran
" Maksud nya, aku belum punya pacar apalagi punya istri" jawab dokter raka menjelaskan
" Oh, jadi, dokter raka masih jomblo" ucap citra sambil menganggukkan kepalanya
" Bukan jomblo, tapi singel!" ucap dokter raka
" Jomblo sama singel kan, sama saja artinya dok!" ucap citra sambil tertawa
" Iya juga sih, tapi aku lebih suka dibilang singel daripada dibilang jomblo" ujar dokter raka
__ADS_1
Disaat dokter raka dan citra sedang asik berbincang, ada seseorang yang sejak tadi di cuekin dan tidak di ajak ngobrol oleh mereka.