Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 114


__ADS_3

" Pak ardi, kalau boleh saya tahu kenapa eca bisa berada di rumah sakit?" tanya pak wiliam.


" Waktu di pesta anniversary saya terjadi kerusuhan dan mengakibatkan lengan citra terluka pak, maka nya citra bisa ada di sini sekarang pak" jawab papa.


Pak wiliam hanya mengangguk-anggukkan kepala.


" Pak ardi, ada sesuatu yang ingin saya bicarakan dengan anda! Apa bisa kita mencari tempat tepat untuk kita mengobro?!" ujar pak wiliam.


" Iya bisa pak" jawab papa


" Bagaimana kalau kita pergi ke restoran di depan rumah sakit saja pak untuk mengobrol?" tanya papa.


" Ide yang bagus, mari kita pergi ke sana!" jawab pak wiliam.


" Eca, om pamit dulu ya! Soalnya om dan papa kamu masih ada pekerjaan yang harus kami diskusikan!" pamit pak wiliam kepada citra.


" Iya om, terimakasih ya om karena om sudah menjenguk eca" ucap citra sambil tersenyum.


" Cepat sembuh ya ca!" ujar pak wiliam


" Iya om" jawab citra sambil tersenyum dan mengangguk.


" Citra sayang, mama papa pergi dulu ya" pamit papa sambil mencium kening citra.


" Iya pa" jawab citra dan mama sambil tersenyum.


Papa dan pak wiliam pun langsung pergi.


Disisi lain


Karena marah saat citra mengatakan ingin bercerai dengan dirinya karena pria lain, vito langsung pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah katapun.


Vito pergi ke suatu tempat, dimana dia bisa menenangkan pikiran.


" Kenapa aku sangat marah dan kesal saat mengetahui bahwa wanita itu lebih memilih kekasih nya daripada aku" ucap vito


" Padahal aku tidak cinta dengan wanita itu" pikir vito.


" Tapi kenapa hati ini terasa sakit saat melihat wanita itu di gendong oleh pria lain" kata vito bingung.


Tanpa terasa langit mulai gelap, malam pun datang tetapi vito masih enggan untuk beranjak dari tempat duduknya sejak tadi siang.


Vito sedang di landa kegalauan di dalam hatinya.


Vito melihat arloji di tangannya dan waktu menunjukkan pukul 23:00.


" Ternyata sudah jam sebelas" ucap vito setelah melihat arloji di tangan nya.


Vito memutuskan untuk pulang ke rumah dan istirahat. Tetapi, saat di perjalanan, tiba-tiba...


" Kenapa aku ingin sekali melihat devina (citra)" batin

__ADS_1


citra.


" Apa aku pergi ke rumah sakit saja ya, lagipula ini sudah malam pasti wanita itu juga sudah tidur kan!" ucap vito


Vito pun langsung mengarahkan mobil nya menuju rumah sakit, tempat dimana citra sedang di rawat.


Setelah 20 menit perjalanan akhirnya vito sampai di depan rumah sakit, vito pun langsung berjalan menuju ruangan dimana istri nya sedang di rawat.


Sesampainya di depan ruang rawat istri nya, vito mengintip apakah sudah aman atau belum jika dia masuk.


" Aman" ucap vito saat memastikan situasi aman.


Dengan perlahan vito membuka pintu terbuka dan dengan langkah pelan dia berjalan mendekati devina(citra) yang sedang tertidur pulas.


" Hai! Aku datang" ucap vito pelan bahkan terdengar seperti berbisik kepada citra.


" Saya minta maaf karena tadi sempat membentak kamu" ucap vito sambil memakaikan cincin di jari manis citra.


" Sebenarnya entah kenapa saya merasa marah, saat kamu menuliskan kalimat kalau kamu ingin bercerai dengan saya" kata vito sambil duduk


" Padahal dulu saya yang pertama kali memberikan surat kontrak itu kepada kamu, tetapi entah kenapa sekarang saya tidak rela jika kamu mempunyai seorang kekasih yang kamu cintai" lanjut vito sambil mencium tangan citra.


Diluar ruangan sang papa yang baru datang setelah menyelesaikan pekerjaan nya pun langsung menghentikan langkahnya saat melihat vito sedang ada didalam.


" Untuk apa vito datang kesini?" tanya papa


" Dan kenapa wajah nya terlihat sangat menyesal?!" kata papa.


Dengan perlahan papa masuk kedalam ruangan citra, vito yang mendengar suara langkah kaki pun langsung menoleh ke arah samping.


Papa pun hanya tersenyum sambil mengangguk.


Vito langsung berdiri dan berkata " Silahkan duduk pak!"


" Terimakasih, biar pak vito saja yang duduk" ucap papa menolak.


" Panggil vito saja pak, lagipula usia anda kan lebih tua daripada saya" kata vito.


" Baik" ucap papa sambil tersenyum.


" Boleh saya mengobrol dengan anda sebentar?" tanya vito


" Tentu saja boleh" jawab papa


Papa dan vito pun langsung keluar agar tidak menggangu istirahat istri nya.


" Sebenarnya bagaimana kondisi devina om?" tanya vito setelah keluar ruangan.


" Keadaan dia sudah membaik, dia juga sudah diperbolehkan pulang besok" jawab papa sambil duduk.


" Saya minta maaf om, karena selama ini saya memperlakukan putri om tidak seperti layaknya seorang suami kepada istrinya" ucap vito sambil menunduk.

__ADS_1


" Bahkan saya memberikan kontrak pernikahan kepada putri anda setelah kami resmi menikah" lanjut nya


" Saya melakukan hal itu dulu karena saya sedang berusaha mendapatkan restu kedua orang tua saya untuk menikah dengan kekasih saya om. Tetapi sampai saat saya tidak mendapatkan restu itu om" ujar vito.


" Saya benar-benar meminta maaf om, karena ulah angel devina jadi masuk rumah sakit om" ucap vito dengan nada penyesalan.


" Kenapa dia bicara seperti itu?!" batin papa


" Saya sudah memaafkan kamu" jawab papa.


" Mungkin juga karena saya kurang memperhatikan putri anda sehingga dia meminta bercerai dengan saya om" ucap vito


" Devina meminta cerai?!" papa terkejut dengan ucapan vito.


" Iya om, devina ingin bercerai dengan saya" kata vito.


" Apa mungkin ini adalah jalan terbaik untuk citra agar dia tidak harus selalu berpura-pura menjadi devina " batin papa.


" Jadi, kedua putriku bisa hidup dengan orang yang mereka cintai" ucap papa dalam hati.


Vito yang melihat lawan bicara nya diam saja pun merasa bingung.


" Kenapa papa nya devina diam saja ya? Apa mungkin beliau marah dengan apa yang sudah aku lakukan kepada putri nya?!" batin vito.


" Om! Om ardi!" panggil vito sambil menepuk bahu papa mertua nya.


" Hah! Iya ada apa?" tanya papa terkejut.


" Om kenapa melamun?" tanya vito


" Maaf saya sedang banyak pikiran jadi, kurang fokus" jawab papa.


" Sebaiknya om istirahat, sekalian saya pamit pulang om" kata vito sambil berdiri.


" Kamu tidak menginap disini, bisa berbahaya jika menyetir lewat tengah malam seperti sekarang!" ujar papa.


" Itu pun jika anda tidak keberatan" lanjut papa takut vito salah paham.


" Memang benar om, tapi jika saya menginap di sini juga nanti om tidur nya dimana?" tanya vito.


" Kamu tidak perlu khawatir, saya bisa tidur dimana saja" jawab papa.


Mereka pun langsung masuk kedalam.


" Silahkan om duduk di kursi!" ucap vito mempersilahkan papa mertua nya untuk duduk.


" Kalau saya duduk di kursi, anda duduk dimana?" tanya papa penasaran.


" Saya bisa duduk di bawa om" jawab vito.


" Jangan duduk di bawa, anda duduk di kursi saja biar saya duduk di sofa itu saja bersama istri saya" ucap papa sambil menunjuk sofa yang ada di ruangan itu.

__ADS_1


" Baik kalau begitu om" ucap vito sambil duduk.


Papa langsung berjalan menuju sofa dan duduk di dekat istri nya yang sedang tertidur pulas.


__ADS_2