
" Ada apa pa?" tanya citra.
Seseorang yang sedang berbicara dengan papa nya pun langsung membalikkan badannya saat mendengar suara citra.
Citra di buat terkejut saat melihat wajah orang yang sejak tadi sedang berbicara dengan papa nya.
" Papa dimas!" batin citra.
" Apa kabar ra?" tanya papa dimas.
Citra kembali tersadar dari lamunannya saat mendengar pertanyaan dari pak dimas.
" Iya ada apa pa, eh salah maksud citra om" tanya citra.
" Kamu apa kabar?" tanya papa dimas mengulangi pertanyaannya.
" Alhamdulillah baik om" jawab citra sambil mencium tangan pak dimas.
" Om sendiri bagaimana kabar nya?" tanya citra.
" Alhamdulillah kabar om sehat ra" jawab papa dimas.
" Kamu kapan pulang ra?" tanya papa dimas.
" Tadi om" jawab citra.
Saat citra sedang berbicara dengan pak dimas, dari arah berlawanan datang mama nya bersama vito dan mama nya.
" Sayang, kamu belum tidur?!" kata mama sambil berjalan mendekati suami dan anaknya.
" Belum ma, tadi citra mau ambil air minum terus citra di suruh kesini sama papa ma" jawab citra.
" Apa kabar ra?" tanya tante elisa
" Alhamdulillah kabar citra baik tante" jawab citra sambil mencium tangan mama nya vito.
" Tante apa kabar?" tanya citra.
" Kabar tante baik ra" jawab tante elisa
" Citra mau ke kamar dulu ya ma, mau istirahat soalnya sebelum pulang citra belum sempat tidur" kata citra.
Mendengar hal itu sang papa langsung berkata " Duduk dulu ra, ada yang ingin papa bicarakan dengan kamu!"
" Aduh! kira-kira papa mau bicara soal apa ya!" batin citra.
" Daripada penasaran lebih baik aku tanyakan langsung saja ke papa!" ujar citra dalam hati.
" Mau bicara soal apa ya pa?" tanya citra penasaran.
Citra pun menuruti perintah papa nya, tapi sebelum duduk dia sempat meminta amel untuk menelepon dirinya.
Baru saja citra duduk, tiba-tiba..
Drrttt..... Drrttt....Drrttt..
Handphone citra bergetar, dia pun langsung mengambil handphone nya dan melihat siapa yang menelepon dirinya.
__ADS_1
" Siapa yang menelepon sayang?" tanya mama
" Dari pihak kampus ma" jawab citra bohong.
Citra melihat ke arah papa nya seakan bertanya " Apakah dia boleh terima telepon itu atau tidak?"
Ternyata sang papa mengerti arti tatapan mata dari putri nya, lalu beliau pun berkata " Yasudah, kamu terima telepon nya terlebih dahulu saja ra"
" Iya pa" ucap citra.
" Yes! Akhirnya rencana ku berhasil!" seru citra dalam hati
" Citra permisi mau terima telepon dulu pa" ucap citra sambil berdiri.
Setelah mendapat persetujuan dari papa nya citra pun langsung pergi ke kamar nya.
" Kenapa dia pergi ya? Apa mungkin dia tidak mau
bertemu dengan ku?!" batin vito.
Sesampainya di kamar citra langsung mengunci pintu dan berkata " Huft! Akhirnya aku bisa pergi juga"
" Kalau aku tadi tidak pergi, apa yang akan terjadi ya?!" ucap citra.
" Sebenarnya apa yang mau papa bicarakan ya?!" lanjut citra.
" Kenapa sekarang aku menjadi penasaran! Lebih baik tadi aku tidak pergi! " kata citra menyesal telah pergi.
Drrttt.... Drrttt..... Drrrttt..
Handphone citra kembali bergetar, hal itu membuat citra teringat dengan amel, dia pun langsung melihat handphone nya untuk memastikan jika yang sedang menelepon dirinya adalah amel.
Dia pun langsung mengangkat telepon dari amel.
...* Mode telepon *...
" Ra! kamu kenapa tadi menyuruh aku untuk menelepon kamu, memang ada apa?" tanya amel saat mengetahui citra sudah mengangkat telepon dari dirinya.
" Kamu baik-baik saja kan ra?" lanjut amel.
" Ra! Kamu jangan diam saja, bicara dong ra!" ujar amel mulai khawatir dengan sahabat nya.
" Sudah selesai bicara nya mel?" tanya citra saat sahabat nya itu selesai bicara.
" Kenapa kamu tanya seperti itu ra?" tanya amel bingung.
" Sudah jawab saja kamu sudah selesai belum bicara nya!" kata citra.
" Iya aku sudah selesai bicara nya" ucap amel.
" Assalamualaikum mel" ucap citra.
" Oh iya ra, aku tadi lupa tidak mengucapkan salam " kata amel.
" Nah! Itu kamu tahu mel" ucap citra.
" Iya aku minta maaf ra" ucap amel.
__ADS_1
" Iya mel aku maafkan kamu" jawab citra.
" Aku juga baik-baik saja" lanjut citra.
" Syukurlah kalau kamu baik-baik saja ra, terus kamu kenapa tadi menyuruh aku untuk cepat-cepat menelepon kamu?" tanya amel penasaran.
" Sengaja! Supaya kamu tidak pacaran terus!" jawab citra.
" Kamu tahu tidak gara-gara pesan kamu tadi aku langsung pulang ke rumah padahal aku masih ingin berduaan dengan kekasih ku mel" kesal amel.
HAHAHAHAHA.....
Bukan nya meminta maaf kepada sahabat nya karena sudah membuat sahabat nya itu kesal, dia malah tertawa terbahak-bahak.
Hal itu membuat amel bertambah kesal, lalu dia berkata " Tidak lucu tahu!!".
Mendengar hal itu membuat citra langsung menghentikan tawa nya dan berkata " Iya maaf aku sudah mengganggu kamu, soalnya tadi papa ku bilang kalau papa mau bicara dengan ku, kamu tahu sendiri kan kalau papa sudah bicara bagaimana mel?!"
" Papa kamu kalau sudah bicara ya paling sebentar itu 1 jam, dan yang paling lama bisa sampai pagi mungkin ra" kata amel.
" Nah! Itu kamu tahu, maka dari itu tadi aku menyuruh kamu menelpon aku supaya aku bisa mempunyai alasan untuk pergi mel" kata citra.
" Jadi itu alasan nya ra, it's okay ra, aku mengerti" ujar amel.
" Terimakasih ya mel" ucap citra
" Iya ra, sama-sama" jawab citra.
" Yasudah kamu lanjutkan pacaran kamu lagi sana, aku tutup dulu telepon nya, assalamualaikum" ucap citra.
Tanpa menunggu jawaban dari amel citra langsung mengakhiri panggilan telepon tersebut.
Ternyata ada seseorang yang mendengar pembicaraan antara citra dan sahabat nya dari balik pintu kamar nya.
Setelah cukup lama citra didalam kamar, dia pun memutuskan untuk melihat apakah papa nya sudah tidur atau belum.
Dengan perlahan citra membuka pintu kamar nya, dia juga mengeluarkan kepala nya untuk melihat situasi apakah sudah aman atau belum.
Setelah merasa aman, citra pun langsung keluar dari kamar nya.
" Alhamdulillah, aman" ucap citra dalam mengendap-endap.
Kini dia sudah sampai di dapur, dia berniat untuk minum.
Setelah selesai minum, dia berniat untuk kembali ke kamar nya, tapi saat melewati ruang tengah dia terkejut ketika mendengar suara aneh dari balik lemari.
" Itu suara apa ya?" batin citra.
Karena penasaran, dengan perlahan citra melangkahkan kakinya menuju sumber suara, tapi saat tinggal sedikit lagi dia bisa mengetahui suara aneh itu berasal dari mana, tiba-tiba..
Grep! ...
Ada seseorang yang menarik dia menjauh dari tempat itu sambil membekap mulutnya.
" Aduh! Ada apa ini? Apa mungkin di rumah ini ada perampokan!" ucap citra dalam hati..
" Aku lawan atau tidak ya orang ini! Kalau aku melawan terus dia membawa sajam bagaimana?!" ujar citra dalam hati.
__ADS_1
" Tapi kalau aku diam saja, yang ada nanti mereka bisa bebas mau mengambil apa saja di rumah ini" batin citra.