Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 97


__ADS_3

Citra masuk kedalam kamar sambil memikirkan ucapan papa dimas tadi, diikuti vito di belakang nya yang juga masuk kedalam kamar sambil menutup pintu.


" Maksud ucapan papa tadi apa ya?" gumam citra


Vito berjalan mendahului citra, karena dia ingin segera mandi agar dia terlihat segar, tapi saat vito hendak mengambil handuk langkah nya di hentikan oleh citra.


" Eh! Tunggu! Aku mau menanyakan sesuatu " ucap citra sambil berjalan menuju vito.


" Maksud dari ucapan papa anda tadi apa?" tanya citra.


" Ucapan yang mana?" tanya vito sambil menoleh.


" Itu loh, yang papa anda bilang kepada anda untuk tidak kasar-kasar, nanti kasihan istri nya. Itu maksudnya apa ya?!" jawab citra sambil berjalan menuju tempat tidur untuk mengambil handphone nya.


" Jadi, kamu mau mengetahui maksud dari ucapan papa tadi?!" ujar vito


" Iya iyalah, kalau tidak untuk apa saya bertanya kepada anda!" jawab citra


" Dasar orang aneh!!" gerutu citra.


Vito yang berdiri tidak jauh dari citra pun mendengar ucapan citra, bukan nya marah vito malah tersenyum mendengar ucapan citra.


" Berani-beraninya dia bilang saya orang aneh!!" batin vito


" Lihat saja pembalasan saya" ucap vito dalam hati sambil menyunggingkan bibir.


Dengan perlahan vito mendekati citra, saat sudah berada tepat di belakang citra, vito berbisik tepat di telinga citra " Kalau kamu ingin mengetahui maksud dari ucapan papa tadi, sebaiknya kita mencoba nya langsung saja. Bagaimana?" sambil meniup telinga citra.


Bulu kuduk citra langsung berdiri mendengar suara vito, citra langsung membalikkan badannya dan berkata " Kalau mas vito mau mencoba nya, dengan pacar mas vito saja, yang seperti cacing kepanasan kalau dekat dengan mas vito"


" Terimakasih tapi, aku sih tidak tertarik untuk mencoba nya" ucap citra


Drttt... Drttt..


Handphone citra bergetar, citra pun langsung melihat siapa yang menelepon dirinya.


" Sayang??" ucap vito dalam hati bertanya-tanya.


Setelah mengetahui siapa yang menelepon dirinya, citra pun langsung mengangkat panggilan tersebut tanpa mempedulikan di depan ada vito.


...Mode telepon on...


" Halo! Sayang!" ucap citra


" ......."


" Iya, nanti kita ketemu di tempat biasa ya, dadah sayang" ucap citra sambil mengakhiri sambungan telepon nya.


...mode telepon off...


" Apa mungkin benar informasi yang di dapatkan riko yang mengatakan kalau devina sudah tidak perawan lagi" pikir vito


" Apa aku buktikan saja informasi yang di dapat riko benar atau salah?!" batin vito.

__ADS_1


Citra yang melihat vito sedang melamun, citra tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk kabur. Dengan perlahan citra membalikkan badannya dan merangkak naik ke atas tempat tidur agar dia bisa kabur, namun baru saja citra akan merangkak pergi, kaki nya di tahan oleh vito.


" Mau kabur? Jangan harap kamu bisa kabur!" kata vito sambil menarik kaki citra.


Aaaarrrrggg...


Teriak citra karena kaki nya di tarik oleh vito.


" Jangan berisik sayang, tadi mama sudah bilang suara nya jangan sampai terdengar sampai keluar!" ucap vito dengan nada lembut.


Kini tubuh citra sudah berada di bawah kungkungan vito.


" Mas vito mau apa?" tanya citra saat melihat vito mendekat.


" Tentu saja memberitahu kamu tentang maksud ucapan papa tadi sama kamu" jawab vito sambil mendekatkan wajahnya.


Spontan citra langsung memejamkan matanya saat wajah vito mendekati wajah nya.


" Jangan-jangan maksud dia tadi adalah hubungan badan!" batin citra.


" Mama! Papa tolong! Anak mu mau di perkosa oleh manusia kutub!" teriak citra dalam hati.


Vito yang melihat citra memejamkan matanya pun tersenyum, dan terus mendekatkan wajahnya pada wajah citra.


Saat wajah mereka sudah sangat dekat, tiba-tiba teringat di pikiran vito tentang foto yang diambil oleh orang suruhan nya, hal itu semakin membuat vito merasa kesal.


" Kenapa bibir dia sangat manis, sampai-sampai aku pun ingin mencium nya terus" batin vito


Tanpa aba-aba, vito langsung....


Vito mencium bibir citra, citra yang mendapat ciuman secara mendadak pun langsung membuka mata nya, sambil memberontak.


" Sialan! Belum ada satu hari aku berpura-pura menjadi kakak masa bibir ku sudah di cium sebanyak dua kali sama manusia kutub ini!" gerutu citra dalam hati.


" Ini bagaimana cara nya untuk melepaskan ciumannya, apa aku gigit saja bibir nya, biar dia melepaskan ciumannya" batin citra.


" Kenapa bibir nya terasa lebih manis daripada tadi, membuat aku semakin candu saja!" batin vito.


" Kenapa dia tidak membalas ciuman ku, dan kenapa bibir nya tertutup sangat rapat" pikir vito.


Citra terus berusaha untuk memberontak agar vito mau melepaskan ciumannya, tapi sayang nya tenaga vito terlalu kuat, sehingga membuat citra kesulitan untuk lolos dari kungkungan vito.


Jika citra sedang berusaha untuk meloloskan diri dari vito, vito sendiri juga sedang berusaha untuk mencari cara agar citra mau membuka mulutnya.


Karena kesal dengan citra yang terus saja memberontak akhirnya, tangan citra di letakan di atas kepala citra, agar dia tidak bisa memberontak lagi.


Vito terpaksa menggigit bibir bawah citra agar mulut citra terbuka, ternyata rencana nya berhasil vito pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, vito juga menekankan kepala citra agar dia bisa memperdalam ciuman nya.


" Aduh! Aku harus bagaimana ini agar dia mau melepaskan ciumannya" ucap citra dalam hati.


" Berbagai cara untuk aku lakukan supaya aku bisa terbebas dari manusia kutub ini tapi, semua nya sia-sia saja" ucap citra dalam hati.


" Jika menggunakan cara yang kasar gagal, hanya tersisa satu kesempatan, yaitu dengan berpura-pura mengalah" pikir citra

__ADS_1


Citra pun kini mulai membalas ciuman vito.


" Akhirnya dia membalas ciuman ku juga" ucap vito dalam hati.


" Tapi, kenapa terasa kaku ya ciuman nya, tidak seperti sebelum dia pergi" pikir vito.


" Meskipun begitu, tapi bibirnya manis sekali membuat aku ingin terus mencium nya" batin vito.


" Tapi, kasihan juga dia tidak bisa nafas " ucap vito dalam hati


Dengan terpaksa vito harus melepaskan ciumannya karena dia melihat citra hampir kehabisan oksigen.


Kini vito bebas mau melakukan apapun kepada citra, karena tangan dan kaki citra sudah tidak bisa memberontak lagi.


Citra tersentak saat tangan vito mulai menjelajahi setiap bagian dari tubuh citra.


" Kamu mau apa?" tanya citra dengan suara mulai ketakutan.


" Aku mohon jangan apa-apakan aku!" ucap citra memohon belas kasih dari vito.


Bukan nya berhenti, tangan vito kini bergerak kemana pun yang dia mau.


" Loh! Tangan dia pergi kemana!" batin citra.


Vito menghentikan tangannya dan berniat untuk melepaskan pakaian citra agar tangan nya bisa bergerak dengan leluasa, tidak butuh waktu lama vito pun berhasil melepaskan pakaian citra. ( meskipun tidak semua nya dia lepas)


Pada saat vito hendak melepas paksa pakaian citra, luka pada lengan citra kembali terbuka.


" Aw! Ini kapan selesainya tangan ku sakit banget!" batin citra.


Saat vito akan melancarkan aksinya lagi, dia mendengar suara seseorang menangis.


Hiks... Hiks... Hiks...


Vito pun langsung mengurungkan niatnya saat melihat citra menangis, dia pun langsung bertanya " Kamu kenapa menangis?"


" Hiks ... Tangan ku sakit" jawab citra sambil menangis.


Vito pun langsung melihat tangan nya, betapa terkejutnya vito saat melihat ada darah di lengan citra.


Vito pun langsung melepaskan tangan citra dan langsung mendudukkan citra.


" Tangan kamu kenapa? Kenapa bisa ada begitu banyak darah?!" tanya vito khawatir.


Citra tidak menjawab pertanyaan vito, citra masih terus menangis, hal itu membuat vito bingung harus berbuat apa agar citra tidak menangis lagi.


" Saya minta maaf ya, saya tidak mengetahui kalau tangan kamu sedang terluka" ucap vito merasa bersalah.


" Sudah dong, jangan menangis lagi! Saya apa nih supaya kamu tidak menangis lagi " ucap vito pelan.


Citra masih terus menangis.


" Saya obati terlebih dulu luka kamu ya?!" ucap vito.

__ADS_1


Citra yang mendengar ucapan vito, citra langsung menganggukkan kepalanya, karena tangan nya terasa sangat sakit.


__ADS_2