Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 150


__ADS_3

" Kamu sudah bangun, kamu tidur nya cukup lama juga!" kata seseorang di samping citra.


Mendengar ada suara, citra pun langsung melihat ke samping dan berkata " KAMU!!!".


Betapa terkejutnya citra saat melihat siapa seseorang yang ada di samping nya.


Citra langsung bangun dari tempat tidur nya dan menjauh dari orang tersebut.


" Kenapa aku bisa berada di sini?" tanya citra kepada orang tersebut.


" Dan dimana supir taksi itu sekarang?" lanjut citra.


Orang tersebut ikut turun dari tempat tidur dan berjalan mendekati citra.


Citra yang melihat orang tersebut berjalan mendekati dirinya, citra pun langsung bertanya " Anda mau apa?!"


" Saya akan menjawab pertanyaan dari kamu" jawab orang tersebut.


" Kalau mau menjawab pertanyaan ku, duduk saja tidak perlu dekat-dekat!!" ujar citra sambil memberikan isyarat tangan agar orang tersebut tidak boleh mendekat.


Tetapi orang tersebut tidak mendengarkan ucapan citra, hal itu membuat citra semakin merasa takut.


" Sebelum saya menjawab pertanyaan dari kamu, kamu jawab terlebih dahulu pertanyaan dari saya!!" ujar orang tersebut sambil terus berjalan mendekat.


" Pertanyaan apa?!" kata citra sambil berjalan mundur menjauhi orang tersebut.


" Siapa pria itu?" tanya orang tersebut dengan nada dingin.


" Pria yang mana? Aku tidak mengerti maksud dari pertanyaan anda!" jawab citra.


" Kamu tidak perlu berpura-pura tidak mengerti maksud dari pertanyaan saya!?" kata orang tersebut dingin.


" Aku tidak sedang berpura-pura, aku memang tidak mengerti maksud pertanyaan anda!" kata citra sambil terus berjalan mundur.


" Pria yang tadi menjemput kamu!" kata orang tersebut dingin.


" Pria yang tadi menjemput aku? kira-kira siapa ya?" ucap citra dalam hati.


" Oh! Mungkin pria yang di maksud orang itu ialah farel" pikir citra.


Disaat citra sedang memikirkan siapa pria yang di maksud orang tersebut, tiba-tiba....


" Kenapa diam?!" bentak orang tersebut.


Citra langsung mendongakkan kepalanya karena terkejut mendengar suara orang di depan nya.


" Astaghfirullahalazim!" ucap citra terkejut melihat orang tersebut kini sudah ada di depan nya.


" Kenapa orang ini ada di depan ku, membuat aku terkejut saja" batin citra sambil mengusap dada.


" Kenapa melihat saya seperti itu? Kamu kira saya setan!" kata orang tersebut dingin.


Citra hanya menggelengkan kepalanya sambil menunduk.

__ADS_1


" Kalau di ajak bicara itu harus menatap wajah lawan bicara nya bukan nya malah menunduk!" kata orang tersebut sambil mengangkat dagu citra agar dia bisa melihat wajah citra.


" Saya bertanya kepada kamu, kenapa wajah kamu seperti habis melihat setan! Kamu kira saya setan?!" ucap orang tersebut sambil menatap wajah citra.


" Bu.. Bukan seperti itu!" jawab citra terbata-bata karena takut.


" Kalau bukan seperti, terus kenapa ekspresi wajah kamu seperti orang yang sedang ketakutan?!" kata orang tersebut dingin.


" Itu karena aku terkejut melihat anda sudah berada tepat di depan ku" jawab citra.


" Sekarang jawab pertanyaan saya, siapa pria yang sudah menjemput kamu tadi?!" kata orang tersebut.


" Maksud anda farel?" tanya citra.


" Bukan!" Mr. X tegas.


" Kalau bukan farel, terus siapa?!" ucap citra dalam hati bingung.


" Apa mungkin pria yang dia maksud itu samuel ya!?" batin citra.


" Pria yang menjemput aku?!" ucap citra bingung.


" Iya! " jawab Mr. X.


" Samuel" kata citra baru ingat kalau tadi samuel yang sudah menjemput dirinya.


" Iya! Ada hubungan apa kamu dengan pria itu?" tanya Mr. X penasaran.


Bukan nya menjawab pertanyaan dari orang tersebut, citra malah melontarkan pertanyaan kepada orang tersebut " Kenapa anda bertanya seperti itu?"


Citra merasa kesakitan karena dagu nya di cengkram oleh mr. X.


" Ayo sekarang jawab, ada hubungan apa antara kamu dengan pria itu ( samuel )?" tanya Mr X


" Dia itu kekasih ku" jawab citra sambil menahan kesakitan.


" Sekarang anda sudah mengetahui jawaban nya, sekarang lepaskan saya!!" ujar citra.


" Apa buktinya jika kamu dan dia adalah sepasang kekasih?" tanya Mr X.


" Memang harus ada bukti jika kami adalah sepasang kekasih?" tanya citra.


" Iya!" jawab Mr X.


" Aku harus bagaimana ini? Aku bingung" ucap citra dalam hati.


" Kenapa diam? Kamu tidak bisa membuktikan kebenaran kalau kamu dan pria itu adalah sepasang kekasih!" ucap Mr X.


" Bukti? Aku tentu saja memiliki bukti kalau aku dan samuel itu sepasang kekasih" ucap Mr X.


Saat citra berusaha untuk mundur agar dia bisa menjaga jarak dengan Mr X, dia terkejut ketika mengetahui kalau di belakang nya adalah dinding.


" Sial! Sekarang aku harus bagaimana ini?!" umpat citra dalam hati.

__ADS_1


" Kalau kamu memang mempunyai bukti, lalu apa buktinya?!" tanya Mr X.


" Bukti nya aku rela meninggalkan rumah hanya untuk bisa kuliah di universitas yang sama dengan samuel" jawab citra.


" Dan satu lagi mengganggu kehidupan ku dengan samuel!" gertak citra.


Mendengar jawaban citra membuat Mr X marah, dia pun langsung mencium paksa citra.


Citra yang mendapat ciuman secara tiba-tiba membuat citra langsung membelalakkan matanya.


" Apa-apaan ini, kenapa orang ini tiba-tiba menciptakan ku!" batin citra.


Citra pun langsung mencoba untuk mendorong badan dari Mr X, tetapi usaha nya gagal.


Kini malah Mr X memegang bagian belakang kepala kepala citra untuk memperdalam ciumannya.


Mr X mencium bibir citra dengan kasar, dia membimbing citra untuk berjalan menuju tempat tidur tanpa melepaskan ciuman mereka.


Kini citra hampir kehabisan napas, dia pun langsung memukul-mukul dada bidang Mr X, agar orang tersebut mau melepaskan ciumannya.


Melihat citra seperti itu Mr X pun langsung melepaskan ciumannya.


Hosh... hosh... hosh...


Citra menghirup oksigen agar masuk kedalam tubuh nya.


" Pokoknya aku harus mencari cara agar aku bisa pergi dari sini!!" ucap citra dalam hati.


Saat citra sedang menghirup oksigen ke dalam tubuh nya, dia menyadari jika tangan nya tidak di genggam oleh Mr X hal itu membuat citra langsung mendorong Mr X sampai terjatuh, dan dia langsung berlari kearah pintu kamar.


Melihat citra akan pergi, Mr X langsung berdiri dan berlari ke arah citra.


" Kamu mau pergi kemana?" tanya Mr X sambil menggenggam tangan citra.


" Aku mau pergi dari sini!" jawab citra sambil membalikkan badannya menghadap Mr X.


" Heh! Jadi, kamu mau pergi menemui kekasih kamu?!" tanya Mr X dingin.


" Iya, aku mau pergi menemui samuel" jawab citra ketus.


" Kamu yakin mau pergi menemui pria itu?" tanya Mr X.


" Iya" jawab citra tegas.


Mendengar jawaban citra membuat orang tersebut semakin marah, dia pun langsung menarik paksa tangan citra menuju tempat tidur dan langsung melemparkan nya ke atas tempat tidur.


Citra mencoba untuk bangun, tapi saat citra mencoba untuk bangun pria tersebut langsung mencium paksa bibir citra.


Citra terus saja memberontak, agar pria itu bisa melepaskan ciumannya.


Citra menggigit sudut bibir pria itu agar dia melepaskan ciumannya, ternyata usaha berhasil. Pria itu melepaskan ciumannya.


" Ssshhh!" desis pria itu

__ADS_1


Disaat pria tersebut sedang kesakitan, citra mencoba untuk pergi, tapi usaha nya gagal karena kaki nya di tahan oleh pria itu, pria itu lalu naik ketempat tidur dan langsung menindih tubuh citra agar citra tidak bisa kabur dari sisinya lagi.


Citra masih belum menyerah dia masih berusaha untuk terlepas dari kungkungan pria itu.


__ADS_2