Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 154


__ADS_3

Kini dokter ridwan dan vito sudah sampai di ruangan dokter ridwan.


" Ayo masuk!" ajak dokter ridwan sambil membuka pintu.


Vito hanya diam saja sambil melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan dokter ridwan.


" Silahkan duduk!" ucap dokter ridwan mempersilahkan vito duduk.


Vito hanya menganggukkan kepala, dan dia langsung duduk.


" Sekarang coba kamu ceritakan sebenarnya apa yang terjadi dengan citra!" ucap dokter ridwan menyuruh vito untuk menjelaskan.


" Saya harus memulai nya dari mana?" tanya vito dingin.


" Dari awal" jawab dokter ridwan singkat.


" Oke!" kata vito.


" Sebenarnya tadi malam saya membawa citra pergi ke rumah saya secara paksa" ucap vito mulai bercerita.


Saat vito akan melanjutkan ceritanya, tiba-tiba....


" Tunggu!!" ucap dokter ridwan menghentikan vito yang akan bercerita kembali.


" Ada apa?" tanya vito dingin.


" Tadi kamu bilang tadi malam kamu membawa citra pergi ke rumah anda secara paksa, itu maksudnya bagaimana?!" ujar dokter ridwan penasaran.


" Ya soalnya nya tadi malam aku memberikan obat bius kepada citra, agar aku bisa membawa nya ke rumah saya" jawab vito datar.


" Oh! Lanjutkan cerita nya!" kata dokter ridwan.


" Setelah itu aku menidurkan citra di kamar, tidak lama setelah itu dia bangun, terus saya bicara dengan dia tapi, entah apa yang terjadi tiba-tiba saya mencium dia, dan... Dia marah dengan saya" kata vito melanjutkan bercerita.


" Ya, iyalah dia marah! Kan anda bukan suami nya citra, wajar jika citra marah dengan anda!" kata dokter ridwan.


" Yang di katakan dokter ridwan benar juga sih, kan aku bukan suami nya dia, ya wajar kalau dia marah dengan ku" ucap vito dalam hati.


" Terus apa lagi yang terjadi setelah itu, sehingga membuat citra ingin mengakhiri hidupnya?" tanya dokter ridwan penasaran.


" Saya bertanya kepada citra siapa pria yang pergi bersama nya tadi!" jawab vito dingin.

__ADS_1


" Pria? Maksud anda siapa?!" dokter ridwan terkejut mendengar jawaban vito yang mengatakan citra pergi bersama seorang pria.


" Ya seorang pria, dan pria itu bernama samuel putra dari bapak wiliam" jawab vito menjelaskan.


" Pria itu siapa nya citra?" tanya dokter ridwan penasaran.


" Citra bilang, jika samuel itu kekasih nya" jawab vito singkat.


" Kekasih nya?! Tidak mungkin!" ucap dokter ridwan tidak percaya.


" Maksud anda bicara seperti itu apa?" tanya vito bingung.


" Maksud ku, citra itu tidak akan dengan mudah jatuh cinta kepada seseorang, apalagi dia masih menunggu seseorang dari masa lalu nya" jawab dokter ridwan.


" Masa lalu nya? Maksud anda mantan nya citra?!" tanya vito penasaran.


" Bukan mantan, tetapi cinta pertama nya dia" jawab dokter ridwan sambil tersenyum.


" Cinta pertama nya citra?!" vito terkejut mendengar jawaban dokter ridwan.


" Memang siapa cinta pertama nya citra?" tanya vito penasaran.


" Saya tidak tahu, karena citra tidak pernah mau memberitahu siapa cinta pertama nya dia" jawab dokter ridwan sambil menggelengkan kepalanya.


" Sebenarnya dokter ini benar-benar tidak tahu, atau anda sengaja tidak mau memberitahukan hal itu kepada saya?!" ujar vito dengan tatapan mata menyelidik.


" Saya memang benar-benar tidak tahu, karena citra tidak pernah memberitahukan nya kepada kami " jawab dokter ridwan.


" Tunggu dulu, kenapa jadi saya yang bercerita! Bukan nya tadi saya menyuruh kamu untuk menceritakan kronologi bagaimana citra bisa sampai melakukan hal seperti itu!" ucap dokter ridwan menyadari ada sesuatu yang salah.


" Ya! Saya akan melanjutkan cerita nya!" kata vito dingin


" Jadi, citra mengatakan kalau selama dia berada di luar negeri dia itu bersama dengan samuel terus dan entah kenapa saya merasa marah saat mendengar nya" ucap vito.


" Saya merasa sangat marah, sampai-sampai saya menyuruh dia untuk membuktikan apakah dia masih perawan atau tidak" lanjut vito.


Dokter ridwan terkejut mendengar ucapan vito, saat dokter ridwan akan bicara sesuatu, vito langsung berkata " Biar saya selesaikan cerita nya terlebih dahulu baru anda bisa berkomentar!".


Dokter ridwan hanya menganggukkan kepala tanda dia mengerti.


" Sebenarnya saya tidak bersungguh-sungguh menyuruh dia membuktikan nya kepada saya, tetapi dia malah salah paham dan dia langsung mengambil pisau yang ada di atas meja dan mengancam akan mengakhiri hidupnya" ucap vito.

__ADS_1


" Saya sudah mencoba untuk membujuk nya agar dia membuang pisau yang dia pegang, tapi dia malah marah-marah kepada saya, dia bilang kalau saya mendekat dia akan langsung mengakhiri hidupnya" lanjut vito.


" Dia juga bilang kalau sebenarnya saya hanya ingin balas dendam kepada nya karena dia pernah berbohong kepada saya, dengan berpura-pura menjadi kakak nya yang sudah kabur sebelum acara ijab qobul dimulai, agar kakaknya tetap bisa menikah dengan saya kata walaupun orang nya tidak ada" kata vito.


" Saya bilang, jika saya ingin balas dendam kepada dirinya sudah saya lakukan sejak pertama kali saya mengetahui kebenaran nya" kata vito.


" Tetapi dia tidak mau mendengarkan penjelasan saya, dan ketika saya melihat kearah citra saya melihat ada darah segar yang mengalir dari pergelangan tangan nya, setelah melihat itu saya langsung berlari kearah dia dan langsung membawa dia ke rumah sakit" lanjut vito.


" saya sudah selesai menjelaskan kronologi nya, anda sudah bisa menanyakan apa yang ingin anda tanyakan kepada saya!" ucap vito


" Kamu bilang citra pernah berpura-pura menjadi kakak nya dan menikah dengan anda?!" dokter ridwan terkejut.


" Iya" jawab vito singkat.


" Anda tadi berkata jika citra itu adik anda, itu berarti anda tahu apa yang harus saya lakukan sekarang?!" ujar vito.


" Ya sebaiknya anda harus meminta maaf kepada citra" ucap dokter ridwan


" Tapi, bagaimana jika nanti citra tidak mau memaafkan saya?!" kata vito bingung.


" Ya kalau soal itu, anda harus menerima apapun yang akan terjadi, dan apa saja yang akan di katakan oleh citra nanti nya, kamu harus menerima nya karena itu sudah menjadi konsekuensi yang harus anda terima" kata dokter ridwan memberikan saran.


" Oke, nanti saat citra sudah sadar saya akan langsung meminta maaf kepada citra" ucap vito.


" Tapi saya minta kepada anda jangan sampai ada yang mengetahui tentang kejadian ini" imbuh nya.


" Kenapa memang nya?" tanya dokter ridwan penasaran.


" Saya tidak ingin membuat mereka menjadi khawatir" jawab vito singkat.


Saat mereka sedang asik berbincang tiba-tiba...


Drrrttt....Drrrttt


Handphone dokter ridwan bergetar, dia pun langsung mengambil handphone nya dan langsung melihat siapa yang menelepon dirinya.


" Om ardi!" dokter ridwan terkejut saat melihat nama papa nya citra yang tertera di layar handphone nya.


" Apa!? Om ardi? Bukan nya itu papa nya citra?!" ucap vito terkejut mendengar ucapan dokter ridwan.


" Anda angkat saja, tapi saya mohon kamu jangan memberitahu orang tua nya citra jika citra sedang berada di rumah sakit" kata vito.

__ADS_1


" Oke!" kata dokter ridwan.


Dokter ridwan pun langsung mengangkat panggilan telepon dari papa nya citra.


__ADS_2