Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 100


__ADS_3

" Kamu mau pergi kemana?" tanya vito saat melihat citra turun dari tempat tidur.


" Mau ambil baju" jawab citra


" Biar saya saja yang mengambil nya!?" ujar vito sambil membuka pintu lemari.


" Mas vito mau apa? Kenapa malah membuka pintu lemari?" tanya citra heran.


" Ya saya mau mengambil baju untuk kamu pakai, memang nya saya mau mengambil apa selain baju!" jawab vito sambil menoleh.


" Saya itu mau mengambil baju yang ada didalam koper ini mas, bukan yang ada didalam lemari itu!" ujar citra sambil membuka koper.


" Bilang dong dari tadi, biar saya tahu!" ucap vito sambil jongkok di depan citra.


" Mas vito nya saja yang sok tahu!" gumam citra.


" Saya mendengar apa yang kamu katakan barusan ya!" ucap vito.


" Oh!" jawab citra kesal.


" Sini! Biar saya saja yang mengambil baju nya, kamu mau memakai baju yang seperti apa?" ujar vito mengambil alih koper.


" Baju tidur saja, lagipula aku tidak mau pergi kemana-mana" jawab citra.


Vito langsung memilih baju yang akan di pakai oleh citra, bukan nya mengambil baju tidur sesuai keinginan citra, vito memilihkan sebuah mini dress berlengan agar bisa menutupi luka nya.


" Buka selimut nya!" ucap vito sambil membawa sebuah mini dress yang dia pilih.


" Tidak mau! kesinikan baju nya, biar pakai sendiri!" ucap citra sambil memegangi selimut nya.


" Kamu buka sendiri selimut nya, atau saya ambil paksa biar luka kamu berdarah lagi!" ancam vito.


" Yasudah, ambil saja!" ucap citra.


" Oke!" kata vito sambil mengulurkan tangannya.


Citra yang melihat vito mengulurkan tangannya pun menjadi ketakutan, dia baru ingat kalau vito tidak pernah bercanda dengan ucapan.


" Stop!! Aku bisa membuka selimut ini sendiri, tanpa bantuan orang lain!" ucap citra menghentikan vito.


Dengan terpaksa, citra membuka selimut yang sejak tadi menutupi tubuhnya.


Vito terpanah melihat tubuh citra, meskipun citra masih menggunakan tank top.


Glup!...


Dengan susah payah vito menelan ludah, ketika melihat bentuk tubuh citra.


" Sial! Kenapa saat melihat tubuh nya, ingin rasa nya ku terkam wanita ini sekarang juga!" ucap vito dalam hati.


" Kenapa aku menjadi sangat gelisah saat aku melihat tubuh nya, padahal wanita ini masih mengenakan celana bahkan wanita ini juga masih mengenakan tank top juga" batin vito

__ADS_1


" Padahal aku juga sering melihat model yang cantik-cantik, mereka hanya mengenakan pakaian bikini saja tapi, aku tidak seperti saat ini!" batin vito sambil terus menatap tubuh citra.


" Kenapa manusia kutub ini terus saja menatap ku ya, jangan-jangan dia punya rencana lain?!" batin citra.


Citra yang sedang di tatap pun merasa risih, citra pun memberanikan dirinya untuk berkata " Mas vito kenapa melihat aku seperti itu!"


" Hah! Apa?!" vito terkejut saat dia ketahuan oleh citra kalau dia sedang terpanah saat melihat tubuh nya.


" Mas vito kenapa melihat aku seperti itu!?" kata citra mengulangi perkataan nya.


" Sial! Kenapa sampai ketahuan oleh wanita ini sih!" batin vito


" Pokoknya aku harus cari alasan agar wanita ini tidak mengetahui kalau aku sedang memandangi tubuh nya" pikir vito


" Siapa juga yang sedang melihat tubuh kamu, saya itu sedang berpikir, kenapa saya mau menikah dengan kamu bahkan dada kamu saja rata!" kata vito


" Memang kenapa kalau dada ku rata, lagipula di luar sana masih banyak laki-laki yang dengan setia nya terus menunggu aku, sampai aku menjadi janda!" ucap citra kesal.


" Kesinikan baju ku! Aku bisa memakai nya sendiri!" sewot citra.


" Enak saja dia bilang dada ku rata! Tapi, yang dia bilang benar juga sih!" ucap kesal citra dalam hati.


" Tidak bisa! Kan saya sudah bilang kalau saya akan membantu kamu memakai baju" kata vito tegas.


" Yasudah! Kalau mau membantu cepetan! Aku malu!" ucap citra.


" Iya sabar kenapa sih!" ucap vito sambil memakaikan baju.


" Orang itu kenapa ya? Kok dia pergi begitu saja!" gumam citra.


" Padahal baru saja aku mau mengucapkan terimakasih, eh orang nya sudah pergi!" ucap citra bingung.


" Daripada bingung sendiri, mending sekarang aku turun terus makan, aku sudah lapar banget!" ucap citra


Disisi lain.


"Huh! Akhirnya bisa keluar juga" batin vito.


" Hampir saja aku tidak bisa menahan diri" ucap vito sambil menuruni anak tangga.


" Aku heran deh dengan wanita itu, memang dia mempunyai daya tarik apa sih! sampai-sampai aku yang selalu bersikap dingin kepada semua orang, tiba-tiba aku bisa tertawa dengan lepas hanya karena melihat wajah nya" ujar vito.


" Kalau aku dekat-dekat dengan dia terus bisa-bisa aku hilang kendali seperti tadi" ucap vito


" Jangan sampai aku melakukan kesalahan seperti tadi" kata vito


" Tapi kan, kita sudah sah menjadi suami istri jadi, tidak masalah kalau aku melakukan hal seperti tadi" imbuh nya.


" Tapi, tadi wanita itu bilang kalau aku masih berhubungan dengan angel aku tidak akan mendapatkan hak ku sebagai suami" batin vito.


" Kenapa wanita itu harus bilang seperti itu sih, padahal aku tadi ingin sekali menerkam dia, bahkan aku hanya melihat tubuh nya saja aku sudah merasa sangat bergairah" gumam vito.

__ADS_1


" Loh! Kok kamu turun sendiri vit, istri kamu kenapa tidak di ajak?!" ujar mama nya.


" Mama ini seperti tidak pernah mengalami nya saja, pasti istri nya sedang kelelahan ma!" kata papa


Vito hanya diam saja, dia masih asik dengan pemikiran nya sendiri.


" Vito, devina baik-baik saja kan?" tanya papa ardi sambil menepuk bahu vito.


" Hah! Apa?!" vito terkejut.


" Tadi papa mertua kamu tanya, istri kamu baik-baik saja kan?!" ucap papa dimas mengulangi pertanyaannya papa ardi.


" Dia baik-baik saja" jawab vito


" Maaf pa, tadi vito sedang tidak fokus" ucap vito sambil mengambil nasi.


" Jangan-jangan kamu sedang memikirkan hal yang tadi kalian lakukan ya?!" ucap papa dimas meledek vito.


Uhuk uhuk


Vito tersedak makanan ketika mendengar ucapan papa nya.


" Kalau makan pelan-pelan dong vit!" kata mama nya sambil memberikan air minum untuk anak nya.


Vito pun langsung menerima air pemberian mama nya dan langsung meminum nya.


" Papa bicara apa sih!" ucap vito


" Cie! Anak papa muka nya merah!" kata papa meledek anak nya lagi.


Saat mereka sedang mengobrol citra sampai di ruang makan.


Orang tua nya citra merasa lega saat melihat anak nya baik-baik saja.


" Duduk sini sayang!" kata mama veronica sambil menepuk kursi tepat di samping nya.


Vito terkejut saat melihat kedatangan citra.


" Iya ma" ucap citra sambil berjalan menuju kursi di samping mama nya.


" Devina sayang, kok kamu turun kebawah! Lebih baik kamu duduk di kamar saja biar vito yang membawakan makanan untuk kamu sayang" ujar mama.


" Tidak perlu ma, aku juga lagi pingin makan bersama papa dan mama" jawab citra sambil tersenyum.


Saat citra akan mengambil nasi, dia kesulitan karena tangan kanan nya masih terasa sakit, sang art pun yang melihat nya pun langsung berkata " Bibi bantu ambilkan nasi nya ya non"


Citra menganggukkan kepalanya sambil berkata " Terimakasih ya bi"


" Iya sama-sama non" jawab art.


Bibi pun langsung mengambilkan lauk untuk citra, citra sendiri terkejut kenapa art nya bisa mengetahui makanan kesukaan nya.

__ADS_1


" Loh! kenapa ibu mengambil lauk kesukaan aku semua, apa mungkin beliau mengetahui kalau ini aku" batin citra.


__ADS_2