Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 237


__ADS_3

" Ca, eca! Kamu tahu tidak? Aku hari ini senang sekali?!" ucap farel sambil duduk di samping citra.


" Memang apa yang membuat kamu sangat senang rel?" tanya citra penasaran.


" Besok aku mau di ajak jalan-jalan oleh papa dan mama ca" jawab farel.


" Jalan-jalan? Memang kamu mau pergi jalan-jalan kemana re?" tanya citra penasaran.


" Kata papa dan mama, mereka mau mengajak jalan-jalan aku keluar negeri ca" jawab farel.


" Ke luar negeri?!" teriak citra karena terkejut.


Farel menganggukkan kepalanya berkali-kali.


" Kata papa disana banyak mainan dan tempat yang bagus ca" ucap farel dengan antusias.


Mendengar itu ekspresi wajah citra berubah menjadi sedih, farel yang melihat perubahan ekspresi citra pun langsung bertanya " Kenapa kamu sedih ca?".


Citra hanya menggelengkan kepalanya pelan.


" Kamu jangan sedih ca, aku janji kalau aku sudah besar nanti aku akan mengajak kamu jalan-jalan ke luar negeri ca, aku akan mengajak kamu pergi ke tempat yang banyak mainan nya dan tempat yang bagus-bagus" kata vito.


" Memang benar, kalau kita sudah besar kamu mau mengajak aku jalan-jalan?" tanya citra.


" Iya ca benar, bila perlu aku akan berjanji kepada kamu!" jawab vito.


" Kamu dengar baik-baik ya ca, aku farel berjanji jika besar nanti aku akan mengajak eca jalan-jalan ke luar negeri, yang banyak tempat yang bagus-bagus dan banyak tempat bermain" kata vito mengucapkan janji.


" Tapi kamu harus senyum dahulu dong ca, kalau kamu tidak senyum aku tidak jadi mengajak kamu jalan-jalan" kata vito.


Citra pun tersenyum manis.


Melihat citra tersenyum, farel berkata " Nah! kalau senyum kan jadi cantik!".


Saat mereka sedang mengobrol, ada seseorang yang memanggil.


" Eca, sayang! Pulang yuk!"


" Oma!" kata citra sambil menoleh ke arah sumber suara.


" Aku pulang dahulu ya rel" pamit citra.


" Iya ca, hati-hati ya!" ucap farel sambil tersenyum.


" Oke! " kata citra sambil berdiri dan berlari menuju sang oma.


Citra pergi bersama sang oma, dan saat pergi dia melambaikan tangannya kepada farel, begitu juga sebaliknya farel juga melambaikan tangannya kepada citra.


Selama perjalanan citra bercerita kepada sang oma tentang banyak hal, baru saja citra akan masuk ke pekarangan rumah sang oma dari arah belakang terdengar suara mobil berhenti di belakang mereka.


Citra dan oma nya pun langsung menoleh ke belakang untuk melihat mobil siapa yang berhenti.


" Itu mobil siapa oma?" tanya citra.


" Oma juga tidak tahu ca" jawab oma.


Pintu mobil tersebut terbuka dan keluarlah seorang anak laki-laki dan kedua orang tua nya.


" Hai ca!" sapa anak laki-laki tersebut.


" Farel!" kata citra terkejut saat mengetahui siapa anak laki-laki yang baru saja turun dari mobil.


Begitu turun, farel langsung berlari kearah citra dan oma nya.


" Hai, eca!" sapa kedua orang tua farel.


" Hai juga om, tante" kata citra membalas sapaan kedua orang tua farel.


" Kamu mau pergi kemana rel?" tanya citra penasaran.


" Aku mau pergi jalan-jalan ca" jawab farel.


" Jalan-jalan?" kata citra bingung.


" Iya ca, om dan tante mau mengajak farel pergi. Boleh kan ca?!" kata mama nya farel.


" Iya boleh tante, tadi juga farel sudah bilang kalau dia mau di ajak jalan-jalan sama papa dan mama nya ke luar negeri tante" jawab citra.


" Tadi juga farel bilang, kalau kita sudah besar dia mau mengajak aku jalan-jalan ke luar negeri juga tante" ucap citra polos.


" Yasudah, kalau begitu kita pergi dahulu ya ca" pamit mama nya farel.


" Iya tante" jawab citra sambil tersenyum.


" Da-da eca! Besok kita main bersama lagi" ucap farel sambil berjalan menuju mobil.


" Oma kita pamit dahulu ya, assalamualaikum" ucap mama nya farel.


" Iya hati-hati di jalan, walaikumsalam" jawab oma.


Farel dan kedua orang tua nya masuk ke dalam mobil, setelah semua nya masuk mobil itu pun langsung melaju meninggalkan citra dan sang oma.


Citra terus melambaikan tangannya kepada farel sampai mobil tersebut tidak terlihat lagi, begitu pun dengan farel yang terus melambaikan tangan kepada citra sampai citra tidak terlihat lagi.


Setelah mobil papa nya farel pergi, citra dan oma nya masuk ke dalam rumah, setelah masuk citra langsung mandi.


" Eca, kita makan dahulu yuk!" ajak oma.

__ADS_1


" Iya oma" jawab citra.


Mereka langsung pergi ke ruang makan dan mereka makan malam, setelah selesai makan malam citra pamit ke kamar nya untuk istirahat karena dia tidak ingin terlambat, karena besok dia mau bermain lagi dengan farel sebelum farel pergi ke luar negeri.


Mentari pagi menyapa, citra sudah bersiap untuk pergi bermain dengan farel.


Sang oma yang melihat cucu nya sudah rapih pun langsung berjalan mendekat dan bertanya " Cucu oma yang cantik ini mau pergi kemana? Kenapa pagi-pagi sekali sudah cantik?".


" Aku mau bermain dengan farel oma" jawab citra.


" Memang farel belum pergi?" tanya oma.


" Memang farel mau pergi kemana oma?" tanya citra bingung.


" Pergi ke luar negeri ca" jawab oma.


" Tidak mungkin oma, kemarin farel bilang kalau kita mau bermain bersama dahulu baru dia pergi oma" kata citra.


" Yasudah, eca berangkat bermain dahulu ya oma, assalamualaikum" pamit citra sambil mencium tangan sang oma.


Setelah berpamitan citra langsung pergi tanpa menunggu persetujuan dari oma nya.


Citra pergi ke tempat biasa dia dan farel bermain, tapi di tempat itu tidak ada siapapun.


" Kenapa farel belum datang ya?!" pikir citra.


" Aku tunggu dia saja deh! Mungkin dia sedang di jalan" ucap citra sambil duduk.


30 menit berlalu tetapi farel belum juga datang.


" Kenapa farel lama sekali ya?!" pikir citra sambil melihat ke arah jalan.


" Ih! Sebal! kenapa sampai sekarang farel belum datang sih!" kesal citra.


" Awas saja ya! Kalau nanti dia datang akan aku pukul dia!!" kesal citra.


Meskipun kesal citra tetap menunggu farel dengan setia.


Karena lelah menunggu, citra sampai ketiduran.


" Kenapa farel belum juga datang ya!" ucap citra setelah bangun tidur.


Tanpa terasa hari hampir gelap dan citra masih setia menunggu farel.


" Mana sih farel! Kenapa dia belum datang juga!!" kesal citra sambil menghentakkan kaki.


Dari kejauhan samar-samar terdengar suara seseorang memanggil namanya.


" Ca, eca! Kamu dimana sayang?!" teriak seseorang.


" Eca! Ini oma sayang, kamu ada dimana sayang?" teriak oma khawatir.


Sang oma melihat citra sedang duduk di tempat yang biasa sering menjadi tempat bermain cucu nya.


" Eca!" panggil oma sambil berlari kearah citra.


Sesampainya di depan sang cucu, oma langsung memeluk citra dengan hangat.


" Kita pulang yuk sayang!" ajak oma.


" Tidak! Eca tidak mau pulang oma!" tolak citra.


" Nanti kalau eca pulang, terus farel datang bagaimana Oma!?" kata citra.


" Eca sayang, dengarkan oma baik-baik ya, farel dan keluarga nya itu sudah pergi tidak mungkin farel akan datang sayang!" ujar oma memberikan penjelasan kepada citra.


" Tidak mungkin oma! Farel tidak mungkin pergi, dia kan sudah janji dengan ku kalau dia mau bermain dengan ku dahulu baru kemudian dia pergi oma" jawab citra kekeuh tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh oma nya.


" Kamu harus percaya dengan oma ca, farel itu sudah pergi jadi, kita pulang ke rumah yuk!" bujuk oma sambil melepaskan pelukannya.


" Tidak! Eca tidak mau pulang! Eca mau tetap disini menunggu farel datang!" kata citra.


" Kalau kamu tidak mau pulang, bagaimana kalau kamu makan dahulu kamu kan sejak pagi belum makan. Mau ya?!" ucap oma masih mencoba untuk membujuk citra.


" Tidak! Eca tidak mau makan! Eca tetap mau disini menunggu farel datang!!" kata citra kekeuh.


Karena kesal dengan oma nya yang terus membujuk dia untuk pulang, citra pun langsung berjalan menjauh dari sang oma, baru saja citra melangkahkan kakinya beberapa langkah, tiba-tiba...


BRUK!!!


Terdengar suara seseorang terjatuh.


Mendengar itu, sang oma langsung menoleh kearah citra dan betapa terkejutnya beliau saat melihat sang cucu tidak sadarkan diri ( pingsan ).


Beliau pun langsung menggendong citra ke rumahnya.


Sesampainya di rumah, beliau langsung menelepon dokter keluarga untuk memeriksa kondisi citra.


" Eca sayang, bangun sayang! Jangan membuat oma khawatir!" ucap oma mencoba untuk membangunkan citra.


Tidak lama kemudian, dokter ridwan pun datang, beliau langsung memeriksa kondisi citra.


" Eca kenapa bisa pingsan oma?" tanya dokter aldo.


Beliau adalah kakak dari dokter ridwan.


" Dia sejak pagi belum makan dok" jawab oma.

__ADS_1


" Kenapa tubuh eca dingin sekali oma?" tanya dokter aldo sambil memeriksa kondisi citra.


" Eca sejak tadi pagi terus menunggu farel datang ke tempat biasanya mereka bermain tetapi, sampai sekarang tidak datang" jawab oma.


" Kenapa farel tidak datang oma, apa mungkin farel lupa?" tanya dokter aldo.


" Farel tidak lupa dok, tetapi semalam dia dan keluarganya sudah pergi ke luar negeri karena papa nya farel di tugaskan di sana" jawab oma.


" Oma juga sudah memberitahu eca tentang hal itu tetapi, eca tetap kekeuh tidak mau percaya dok" lanjut oma menjelaskan.


" Mungkin eca melakukan itu karena dia masih berharap farel akan datang menemui dirinya sebelum farel pergi oma!?" ujar dokter aldo.


" Iya dok, kemarin farel memang berkata kepada eca kalau sebelum pergi dia mau bermain terlebih dahulu dengan eca dok, tapi atasan papa nya farel menyuruh beliau untuk berangkat malam itu juga dok" jawab oma.


" Semalam pun saat ibu nya farel menelepon oma, dia mengatakan saat berangkat mereka harus membawa farel sedang tidur" lanjut oma.


Dokter aldo pun hanya menganggukkan kepalanya tanda beliau paham dengan apa yang sedang terjadi.


" Kalau boleh saya sarankan, jika nanti saat eca sadarkan diri dan dia masih mencari farel sebaiknya eca di bawa pergi dari sini agar eca dengan perlahan bisa melupakan kesedihannya karena di tinggalkan oleh sahabatnya" ucap dokter aldo memberikan saran.


" Terimakasih banyak dok atas saran nya, nanti jika eca masih sedih, oma akan melakukan apa yang tadi di sarankan oleh dokter" ucap oma.


" Kalau begitu saya permisi dahulu oma, dan maaf karena saya tidak bisa menunggu eca sampai sadarkan diri karena di rumah sakit masih banyak pasien yang harus di periksa" ucap dokter aldo.


" Iya tidak apa dok, seharusnya oma nya meminta maaf karena oma sudah mengganggu pekerjaan dokter aldo di rumah sakit" ucap oma merasa tidak enak.


" Tidak apa oma, karena saya sudah menganggap eca seperti adik perempuan saya sendiri jadi jika terjadi sesuatu dengan eca pasti akan saya utamakan" kata dokter aldo.


" Sekali lagi terimakasih banyak dok" ucap oma.


" Iya sama-sama om, kalau begitu saya permisi dahulu oma, assalamualaikum" ucap dokter aldo sambil mencium tangan oma.


Setelah berpamitan dokter aldo pun langsung pergi ke rumah sakit.


Setelah dokter aldo pergi, oma duduk di samping citra untuk menunggu citra sadarkan diri. Oma juga masih berusaha untuk membuat citra sadar menggunakan minyak angin.


" Rel! Farel! Farel!!" teriak citra dan langsung duduk.


Hal itu membuat vito terkejut dan langsung bangun.


" Astaghfirullahalazim, kenapa aku bisa mimpi itu lagi sih!" ucap citra pelan.


" Kamu kenapa ra?" tanya vito khawatir.


" Aku baik-baik saja mas, maaf aku sudah membuat tidur mas vito terganggu" jawab citra merasa bersalah.


" Tidak apa-apa kok ra, kamu yakin kamu baik-baik saja?" kata vito khawatir.


" Iya mas, aku baik-baik saja kok" jawab citra sambil tersenyum agar vito tidak khawatir.


" Kita tidur lagi yuk mas!" ajak citra sambil merebahkan tubuhnya kembali.


Citra tidur dengan posisi membelakangi tubuh vito.


Vito pun ikut merebahkan tubuhnya.


" Kenapa aku bisa mimpi seperti itu lagi ya?!" batin citra.


" Apa mungkin karena aku sedang merindukan farel!" batin citra.


" Atau mungkin karena hal lain yang membuat aku jadi mimpi seperti itu lagi?!" pikir citra.


" Ya, itu bisa saja terjadi!" pikir citra.


" Sebenarnya kamu pergi kemana sih rel?!" ucap citra dalam hati.


" Sebenarnya citra kenapa ya?!" pikir vito.


" Apa mungkin tadi dia sedang bermimpi tentang farel? Maka nya tadi dia teriak menyebut nama farel" pikir vito.


Vito yang menyadari jika citra belum tidur, dia pun langsung memeluk citra dari belakang sambil berbisik " Tidur ra sudah malam, kan kita besok masih akan jalan-jalan lagi".


" Iya mas" jawab citra.


Meskipun citra sudah berusaha untuk memejamkan matanya tetapi, setiap citra memejamkan matanya mimpi itu datang lagi hal itu membuat citra langsung membuka matanya kembali.


" Ra" panggil vito.


" Iya mas" jawab citra.


" Kamu bisa tidak tidur nya menghadap ke aku, soalnya aku ingin melihat wajah istriku yang cantik" ucap vito.


Citra langsung merubah posisi tidur nya menghadap vito.


Vito tersenyum bahagia karena citra mau menuruti keinginan nya.


" Terimakasih ya ra" ucap vito.


" Terimakasih untuk apa mas?" tanya citra bingung.


" Terimakasih karena kamu mau menuruti keinginan ku" jawab vito.


Citra hanya tersenyum saat mendengar jawaban dari vito.


Vito langsung memeluk citra dengan hangat dan citra langsung membenamkan wajahnya di dada bidang vito.


Tidak lama kemudian citra akhirnya bisa tertidur juga.

__ADS_1


" Alhamdulillah, akhirnya kamu bisa tidur kembali ra" kata vito saat menyadari jika citra sudah tidur kembali di pelukan nya.


Karena citra sudah tidur, vito juga ikut memejamkan matanya kembali.


__ADS_2