
Melihat citra berada di posisi saat ini membuat pak ardi merasa bersalah dengan keegoisan yang beliau lakukan pada saat itu.
" Ra, papa minta maaf ya, karena papa kamu harus menjalani kehidupan yang sulit" ucap papa sambil menitikkan air mata
" Pa, papa jangan menyalahkan diri papa terus" ucap citra sambil memeluk sang papa
" Ini semua bukan salah nya papa!" imbuh citra
" Tapi ra, kalau saja waktu itu papa tidak memaksa kamu untuk jadi devina, mungkin sekarang kamu tidak akan ada di posisi sekarang ra" ujar papa
" Papa sudah gagal menjadi seorang ayah" kata papa
" Karena papa, kamu jadi menderita ra!" ucap papa sambil memeluk citra
" Mama juga minta maaf ra, karena dulu mama sering menitipkan kamu pada oma" ucap mama sambil menitikkan air mata
" Coba saja dulu mama bisa sering meluangkan waktu untuk bersama dengan kamu ra, tapi sayang nya dulu mama tidak pernah ra" ujar mama
" Mama ingat waktu itu, di sekolah kamu sedang mengadakan pentas, tapi papa dan mama tidak datang, hanya karena kakak kamu ingin pergi ke taman hiburan ra" kata mama
" Dan saat acara di sekolah selesai kamu tidak pulang ke rumah karena kamu marah dengan kami" sambung mama
Citra pun langsung memeluk kedua orang tua nya dan berkata " Pa, ma, bagi citra papa dan mama tidak pernah gagal menjadi orang tua"
" Seharusnya citra yang harus mengucapkan terimakasih sama papa dan mama, karena papa dan mama citra ada di dunia ini" ucap citra
" Papa dan mama adalah idola dan pahlawan untuk citra, kenapa citra bilang seperti itu, karena bagi citra papa laki-laki terhebat yang pernah ada di hidup citra, papa juga adalah pahlawan dan idola citra" ucap citra
" Begitu pun mama, mama adalah wanita yang terkuat dan terhebat yang pernah ada di hidup citra, dari mama citra belajar banyak hal dan begitu pun dengan papa, papa yang selalu ada di depan aku untuk melindungi aku dari bahaya apapun itu" sambung citra
" Jadi, mulai sekarang papa dan mama tidak perlu lagi menyalahkan diri kalian atas apa yang sedang aku alami, karena citra yakin, citra bisa melewati masalah yang ada di depan citra sekarang sampai kak devina kembali" kata citra
" Terimakasih ya sayang, karena kamu sudah menjadi anak papa dan mama yang tidak pernah mengeluh atas apa yang sedang terjadi" ucap mama
" Iya ma, pa citra juga mau berterimakasih sama papa dan mama karena sudah mau merawat, menjaga dan melindungi citra, dari citra masih ada di kandungan mama sampai sekarang" ujar citra
Mereka bertiga pun berpelukan, vito yang melihat kejadian itu membuat vito menghentikan langkahnya.
" Sudah dong jangan nangis lagi, nanti kalau ada yang melihat kan malu!" kata citra
" Iya-iya sayang" ucap papa dan mama bersamaan
Papa dan mama pun melepaskan pelukannya kemudian mereka menghapus air mata mereka.
__ADS_1
Tanpa sengaja pandangan mata mama melihat vito yang sedang berdiri di tangga, beliau pun berbisik kepada suaminya " pa, di tangga ada pak vito!"
Saat mendengar hal itu, pak ardi pun langsung melihat ke arah tangga, dan benar yang di katakan oleh istri nya kalau di tangga ada vito yang sedang melihat kearah mereka
" Sejak kapan dia ada disana?" batin papa
" Apa dia sudah mendengar pembicaraan kita tadi?" tanya papa dalam hati
" Semoga dia tidak mendengar apa yang kita bicarakan tadi" do' a papa dalam hati
Vito pun melanjutkan jalannya menuju meja makan, saat sampai di sana dia melihat mata citra sembab seperti habis menangis
" Dia habis menangis, dia menangis kenapa ya?" vito bertanya-tanya dalam hati
" Apa karena dia ingin pergi jalan-jalan ya" pikir vito
" Saya akan berangkat ke kantor" pamit vito sambil mengulurkan tangannya untuk di cium oleh citra
" Iya hati-hati" ucap citra sambil mencium tangan vito
Vito pun langsung pergi, tapi baru beberapa langkah dia kembali lagi dan berkata " Kalau kamu masih ingin tinggal di sini beberapa hari lagi silahkan"
Citra hanya menganggukkan kepala
" Percuma kalau aku pergi tapi, masih terus di awasi aku juga butuh privasi tidak kemana-mana harus di ikuti orang" gumam citra
Vito mendengar gumaman citra, lalu dia berkata " hari ini kamu bebas pergi kemana saja, tanpa khawatir ada yang mengikuti kamu"
" Karena saya tidak akan menyuruh orang untuk mengikuti kamu!" ucap vito
Citra yang mendengar ucapan vito langsung menoleh kearah vito dan berkata " Kamu serius, tidak sedang bercanda kan?!"
" Memang wajar saja terlihat sedang bercanda?!" ucap vito
Citra langsung menggelengkan kepalanya berkali-kali, citra pun sangat bahagia karena akhirnya dia bisa pergi ke kampus, tanpa khawatir akan ketahuan oleh vito.
" Alhamdulillah, terimakasih mas vito" ucap citra sambil tersenyum manis
Entah kenapa saat vito melihat citra tersenyum, dia merasa bahagia juga.
" Yasudah, saya berangkat ke kantor" ucap vito sambil berjalan pergi meninggalkan ruang makan.
Tapi, baru beberapa langkah dia berjalan dia berhenti dan menoleh kearah citra sambil berkata " Ingat jam 7 harus sampai rumah"
__ADS_1
" Oke siap!" kata citra
Bukannya berangkat kerja, vito malah berjalan mendekati citra dan saat sudah ada di hadapan citra tiba-tiba...
Cup...!
Satu kecupan mendarat di kening citra, hal itu membuat orang tua vito terkejut dengan apa yang di lakukan oleh vito.
" Kalau mau pergi hati-hati" ucap vito dengan nada lembut
" Iya " ucap citra sambil tersenyum
" Yasudah, saya berangkat" kata vito sambil membalikkan badannya dan pergi
Baru saja vito berjalan beberapa langkah, vito sudah memanggil " Mas vito"
Vito menoleh kearah belakang
" Hati-hati!" ucap citra
Vito hanya menganggukkan kepalanya
Pak ardi yang melihat kejadian itu membuat beliau merasa lega, ternyata vito bisa bersikap lembut kepada citra.
" Ternyata vito tidak selalu bersikap dingin kepada citra" ucap papa dalam hati
mama Veronica juga tersenyum melihat vito yang bersikap lembut dan perhatian kepada anaknya
" Alhamdulillah, ternyata vito ada sisi baik nya tidak seperti rumor yang beredar" batin mama
Setelah vito pergi, mama bertanya kepada citra " Sejak kapan vito bersikap seperti itu ra?"
" maksud mama?" tanya citra tidak mengerti apa maksud dari pertanyaan sang mama
" Maksud mama sejak kapan vito bersikap baik kepada kamu ra?!" ucap mama
" Oh jadi, mama tanya sejak kapan manusia kutub itu bersikap baik kepada aku!" ucap citra
" Manusia kutub??" ucap mama dan papa bersamaan
" Yang citra maksud manusia kutub itu ya mas vito pa, ma" kata citra menjelaskan
" Oh vito" ucap mama dan papa bersamaan
__ADS_1
Citra hanya menganggukkan kepalanya berkali-kali.