Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 128


__ADS_3

" Waktu itu ada orang yang ingin mencelakai om dan tante, untung nya citra mendengar rencana orang tersebut dan dia langsung menyuruh para tamu undangan untuk masuk kedalam kamar nya dan mereka semua bersembunyi di dalam kamar citra yang dia pakai untuk latihan" lanjut papa.


" Jadi begitu cerita nya om, maaf ya om farel tidak bisa datang karena waktu itu farel harus pergi ke luar kota" ucap farel meminta maaf karena dia tidak bisa datang ke acara anniversary pernikahan papa dan mama nya eca.


" Iya, tidak apa-apa rel" ucap papa sambil menepuk bahu farel.


" Yasudah om pergi dulu, maaf om sudah mengganggu waktu kamu ya rel" lanjut papa.


" Iya tidak apa om" ucap farel sambil tersenyum.


Setelah mengatakan hal itu pak ardi langsung pergi.


" Kenapa eca tidak bilang sama aku kalau lengan nya terluka?" ucap farel


" Biasanya kalau ada apa-apa dia langsung bilang sama aku, kira-kira dia kenapa ya?" ucap farel dalam hati.


" Nanti aku tanya langsung ke eca, sekarang lebih baik aku berangkat ke kantor" ucap farel sambil masuk ke dalam mobil.


1 tahun kemudian.


Suasana di rumah kedua orang tua nya citra terlihat sedang sibuk untuk acara pernikahan anak sulung mereka.


Mereka sengaja mengadakan acara pernikahan devina di rumah dan hanya di hadiri oleh keluarga dan kerabat dekatnya.


Calon pengantin wanita pun sudah selesai berdandan, tetapi disaat semua persiapan sudah selesai dan calon pengantin pria pun sudah datang, tetapi di wajah kedua orang tua citra masih terlihat jelas raut wajah khawatir dan takut.


" Citra sayang kenapa kamu belum juga sampai" ucap papa dalam hati.


" Apa kamu tidak membaca pesan yang papa kirim?!" ucap papa dalam hati.


" Apa kamu memang benar-benar tidak akan pulang ra, pulang ra! Papa kangen kamu" batin papa.


Ternyata kabar tentang pernikahan devina terdengar sampai di telinga kedua orang tua nya vito, mereka pun berniat untuk hadir di acara itu, tentu saja dengan harapan mereka bisa bertemu dengan citra agar anak nya yang hanya memikirkan pekerjaan dan selalu bersikap dingin kepada semua orang.


" Vito!" panggil papa dimas.


" Ada apa pa?" tanya vito dingin sambil berjalan mendekati kedua orang tua nya.


" Hari ini kamu jangan pergi ke kantor dulu ya" ujar papa.


" Tidak bisa pa, hari ini aku ada meeting penting" jawab vito singkat.


" Untuk hari ini saja papa minta kamu jangan ke kantor terlebih dahulu" ucap papa dimas.


" Memang ada apa pa? Kenapa aku tidak boleh ke kantor?" tanya vito.

__ADS_1


" Hari ini papa dan mama mau mengajak kamu ke rumah nya pak ardi" jawab mama.


" Memang disana ada apa?" tanya vito dingin.


" Hari ini devina menikah, jadi papa dan mama mau mengajak kamu pergi kesana juga" jawab mama.


" Malas! Papa dan mama saja yang pergi!" ujar vito sambil berjalan pergi.


" Yakin kamu tidak mau ikut? Nanti kamu akan menyesal kalau ikut!" ujar mama untuk memastikan vito tidak akan menyesal.


" Vito tidak akan menyesal ma" jawab vito sambil terus berjalan.


" Padahal mama dengar citra akan pulang untuk menghadiri acara pernikahan kakak nya" teriak mama agar vito mendengar nya.


Mendengar nama citra akan pulang membuat vito menghentikan langkahnya dan berkata lirih " Citra!".


" Wanita itu akan pulang" ucap vito dalam hati.


Karena penasaran vito pun langsung membalikkan badan nya dan berjalan mendekati mama dan papa nya.


" Mama tahu dari mana citra akan pulang?" tanya vito penasaran.


" Rahasia!" jawab mama.


" Mama tidak bohong" jawab mama.


" Kalau mama tidak bohong, kenapa mama tadi menjawab nya rahasia!?" ujar vito kesal.


Melihat anaknya mulai kesal, akhirnya sang mama berkata " Kalau kamu tidak percaya dengan perkataan mama, sekarang kamu ikut mama ke rumah pak ardi untuk menghadirkan pernikahan devina".


Vito hanya diam saja tanpa mengucapkan apapun.


" Vit, mama tahu kalau kamu sudah jatuh cinta kan dengan citra" ucap mama.


Hal itu membuat vito terkejut dan langsung menepis ucapan mama nya " Tidak! Aku tidak jatuh cinta dengan wanita itu!"


" Kalau kamu tidak cinta dengan citra, kenapa kamu sampai sekarang masih terus saja mencari citra?" tanya mama


" Aku mencari wanita itu hanya ingin dia melihat keluarga menderita ma!" jawab vito singkat.


" Kalau kamu hanya ingin agar citra melihat keluarga nya menderita, kenapa kamu tidak langsung membuat keluarga menderita agar citra pulang dan kamu tidak perlu repot-repot menyuruh orang untuk mencari keberadaan citra selama satu tahun lama nya!" ujar mama.


" Ya, karena aku ingin dia ada di sana, dan melihat secara langsung disaat keluarga nya menderita ma!" jawab vito mencari alasan.


" Itu bukan lah sebuah jawaban, tetapi itu hanya alasan yang kamu buat untuk menyembunyikan rasa cinta kamu kepada citra!" ucap mama.

__ADS_1


" Nanti kamu jangan pernah menyesal jika suatu saat citra di rebut oleh pria lain! Karena kamu terlalu gengsi untuk mengungkapkan perasaan cinta kamu kepada citra " imbuh nya


" Aku tidak akan pernah menyesal ma, karena aku memang tidak mencintai wanita itu!" ucap vito.


Papa dimas yang melihat perdebatan istri dan anak laki-laki nya pun mencoba untuk melerai.


" Sudah cukup!" kata papa.


" Daripada ribut, mending kita berangkat saja ma takut nya nanti kesiangan" ujar papa.


" Iya pa! Mama ambil tas dulu" jawab mama sambil berjalan menuju kamar.


Disaat istri nya sudah pergi pak dimas mendekati putra nya dan bertanya " Kamu mau ikut atau kamu mau pergi ke kantor?".


" Ikut!" jawab vito singkat.


" Kamu mau membawa mobil sendiri atau berangkat bersama papa dan mama?" tanya papa dimas.


" Mobil sendiri" jawab vito singkat.


" Waktu itu ada orang yang ingin mencelakai om dan tante, untung nya citra mendengar rencana orang tersebut dan dia langsung menyuruh para tamu undangan untuk masuk kedalam kamar nya dan mereka semua bersembunyi di dalam kamar citra yang dia pakai untuk latihan" lanjut papa.


" Jadi begitu cerita nya om, maaf ya om farel tidak bisa datang karena waktu itu farel harus pergi ke luar kota" ucap farel meminta maaf karena dia tidak bisa datang ke acara anniversary pernikahan papa dan mama nya eca.


" Ayo pa!" ajak mama elisa sambil berjalan mendekati suami nya.


" Sudah siap ma?" tanya papa dimas.


" Mama sudah siap" jawab mama elisa.


" Yasudah, ayo kita berangkat ma!" ucap papa dimas.


" Ayo vit kita berangkat!" ajak papa dimas.


" Vito ikut juga pa?" tanya mama elisa lirih.


Dan hanya di jawab dengan anggukan kepala dari suaminya.


Mama elisa tersenyum senang, akhirnya vito mau ikut juga.


Saat akan masuk mobil, papa dimas berpesan kepada anaknya " Oh iya vit, papa hanya ingin memberikan saran kepada kamu, kalau kamu memang mencintai citra kamu jujur saja kepada dia, daripada nanti kamu menyesal seperti papa dulu"


Setelah mengatakan itu, papa dimas masuk ke dalam mobil dan langsung melajukan mobilnya menuju rumah pak ardi.


Vito yang mendengar pesan papa nya masih terdiam, dia juga memikirkan ucapan mama nya tadi, yang mengatakan jika dia harus merelakan citra bersama orang lain jika dia tidak cinta dengan citra.

__ADS_1


__ADS_2