
Melihat mama nya terus menangis, citra pun mencari cara agar sang mama tidak menangis lagi.
" Ma..." panggil citra
" Iya sayang, ada apa?" tanya mama sambil melepaskan pelukannya.
" em.. itu ma" jawab citra
" Itu apa?" tanya mama yang mulai penasaran dengan apa yang akan di katakan oleh citra
" Citra mau bilang sesuatu sama mama" jawab citra
" Tapi mama harus janji dulu sama citra, kalau mama tidak akan marah dan tidak boleh nangis " ujar citra
" Memang nya kamu mau bilang soal apa ra, kenapa mama harus janji-janji segala ra" ujar mama Veronica
" Ada deh, maka nya mama janji dulu sama citra" ucap citra
" Huh. yasudah, iya mama janji mama tidak marah dan tidak nangis" ucap mama sambil tangannya membentuk huruf V.
" Ma, citra mau bilang kalau citra minggu depan mau ikut pertandingan beladiri" ucap citra
" PERTANDINGAN, KAMU MAU IKUT BERTANDING LAGI!" ucap mama terkejut saat mendengar bahwa anaknya akan pergi bertanding
" Iya ma" jawab citra
" Tidak boleh" ucap mama
" Kenapa ma?" tanya citra heran dengan mama nya karena biasanya sang mama yang selalu mendukung apapun yang citra kerjakan.
" Apa karena papa ma, atau karena citra sekarang sedang berpura-pura jadi kak devina ma?" tanya citra
" Mama takut nanti kamu di marahin papa ra" jawab mama
" Kalau masalah papa, mama tenang saja citra jamin papa akan memberikan ijin, untuk citra ikut pertandingan ma" ucap citra dengan percaya diri
" Kenapa kamu yakin banget ra, kalau papa kamu akan memberikan ijin ke kamu untuk ikut pertandingan?" tanya mama karena penasaran
" Iya ma, citra yakin papa akan memberikan ijin" jawab citra
" Mama mau tahu kenapa aku bisa yakin banget kalau papa akan memberikan ijin aku untuk ikut pertandingan?" tanya citra
" Iya memang mama penasaran ra, apa yang sudah kamu katakan sama papa?" tanya mama
" em... Mama mau tahu?" tanya citra
" Iya, mama mau tahu ra" jawab mama
" Mama mau tahu banget atau mau tahu saja?" tanya citra
" Mama mau tahu banget ra" jawab mama
__ADS_1
" Oh, mama mau tahu banget, sini ma aku bisikkan" ucap citra memberikan kode agar mama nya mendekat ke arahnya.
Tapi saat sang mama sudah ada di dekat nya, citra malah berlari ke arah pintu sambil berkata " Tidak jadi ma, soalnya rahasia".
" Citra, citra" ucap mama sambil tersenyum melihat tingkah anak bungsunya itu.
" Ma..mama" panggil citra
" Hem" jawab mama sambil melihat ke arah citra
" Lapar" ucap citra dengan nada kasihan
" Mau makan?" tanya mama
Citra menjawabnya dengan menganggukkan kepala.
" Yasudah, ayo makan!" ajak mama sambil berjalan mendahului citra
" Ma.. tunggu" ucap citra sambil berjalan menyusul sang mama.
" Mama hari ini masak apa?" tanya citra saat sudah ada di samping mama nya
" Tadi mama masak makanan kesukaan kamu" jawab mama
" Benar ma, mama tadi masak makanan kesukaan aku?" tanya citra yang tidak percaya kalau mama nya masak makanan kesukaan nya.
" Iya benar ra" jawab mama
" Kok malah melamun!" ucap mama yang membuat citra terkejut
" Hah, apa ma?" tanya citra
" Ayo makan, kata nya tadi lapar, kok malah melamun!" ujar mama
" Heh iya, ayo ma kita makan!" ajak citra sambil menarik tangan mama nya
Sesampainya di ruang makan, ternyata di sana sudah ada vito dan papa yang membuat mama terkejut.
citra dengan santainya dia berjalan menuju meja makan dan duduk di depan vito, setelah duduk citra memanggil mama nya untuk duduk dan makan bersama.
" Ma, ayo sini duduk, kok malah diam saja" ucap citra
" Iya" jawab mama
Setelah semua duduk mereka memulai makan, saat semua orang sedang makan, citra tidak makan sendiri di karena kan dia sedang mencari makanan kesukaan nya yang di katakan mama nya.
" Kata nya tadi masak makanan kesukaan ku, tapi kok tidak ada, yang ada cuman makanan kesukaan kak devina saja" ucap citra dalam hati
" Ra, kata nya tadi lapar, tapi kok piring nya masih kosong ra?" tanya mama
" Hem iya ma, tapi citra mau ke belakang dulu ya ma" ucap citra
__ADS_1
" Bu, ibu... " citra memanggil art
" Iya neng ada apa?" tanya art tersebut
" Di belakang masih ada makanan tidak bu?" tanya citra
" Tidak ada neng, semua makanan sudah ibu sajikan di meja makan semua" jawab art
" Benar bu tidak ada yang ketinggalan?" tanya citra lemas memastikan bahwa mungkin art nya lupa menyajikan makanan kesukaan nya di meja makan.
" Nanti coba ibu lihat dulu di dapur, apa masih ada makanan yang belum disajikan" ucap art
" Iya bu" ucap citra antusias
Setelah beberapa saat art tersebut kembali dan berkata " Iya neng ternyata masih ada makanan yang lupa belum ibu sajikan"
" Makanan apa bu?" tanya citra penasaran
" Masakan ibu nya neng citra" jawab art
" Dimana bu makanan nya?" tanya citra sudah tidak sabar apakah benar sang mama memasak makanan kesukaan nya.
" Ada di panci neng, di atas kompor" jawab art
setelah mendengar jawaban art, citra langsung pergi ke kompor untuk memastikan bahwa itu adalah makanan kesukaan nya atau bukan.
" Wah benar, mama masak makanan kesukaan ku" ucap citra setelah mengetahui isi panci tersebut.
Citra pun langsung mengambil mangkuk dan membawa makanan kesukaan nya ke meja makan.
" Kamu darimana ra?" tanya papa
" Dari dapur ma, ambil ini" jawab citra sambil menunjukan makanan yang dia bawa
citra pun langsung duduk dan mulai menikmati makanan kesukaan nya.
Sang mama yang melihat anak bungsunya itu makan dengan lahap hanya tersenyum, karena beliau akhirnya bisa melihat secara langsung anak bungsunya itu makan makanan kesukaan nya.
" Pelan-pelan ra makan nya nanti tersedak" ucap mama
" Iya ma" jawab citra
" Akhirnya mama bisa melihat kamu makan dengan lahap ra, dari dulu mama hanya bisa melihat kamu makan dengan lahap seperti ini lewat video saja ra" ucap mama dalam hati
Setelah selesai makan, citra langsung membawa piring kotor kebelakang.
Saat kembali dari dapur citra berpapasan dengan tukang kebun dan supir, mereka berbincang dan tertawa bersama, hal itu membuat seseorang merasa bersalah.
" Ra, papa minta maaf karena dari dulu papa kurang memberikan kasih sayang sama kamu, kamu jadi jauh dari papa dan lebih akrab dengan mereka" ucap papa dalam hati
" Sejujurnya papa iri ra, saat melihat kamu bisa tertawa lepas dan berbincang dengan mereka tanpa ada rasa tertekan ra, beda saat kamu sedang bicara dengan papa sayang " batin papa
__ADS_1