Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 79


__ADS_3

Mereka berdua langsung masuk kedalam mobil untuk pulang ke rumah orang tua nya citra, saat baru masuk mobil amel langsung bertanya " Sebenarnya oma sakit apa ra?"


" Oma sakit kanker darah mel" jawab citra


" Kanker darah?!" ucap amel terkejut dengan jawaban citra


Untung saja mobil mereka masih di parkiran, kalau tidak mungkin saja bisa terjadi kecelakaan.


Citra hanya menganggukkan kepalanya


" Sejak kapan ra?" tanya amel


" Sejak kita masih sekolah menengah atas mel" jawab citra


" Ini semua gara-gara orang itu yang tidak memberitahu aku tentang penyakit oma yang sebenarnya!" ucap citra kesal


Karena penasaran amel pun kembali bertanya " Orang itu siapa ra?"


" Dokter ridwan!" jawab citra kesal


" Dokter ridwan? Memang apa hubungannya dengan dokter ridwan ra?" tanya amel bingung


" Dia itu tahu tentang oma yang menderita kanker darah, tapi dia memberitahu aku tentang masalah itu!!" jawab citra kesal


" Sudahlah, mending kita pulang saja!!" ujar citra


Karena melihat sahabatnya sedang emosi, amel pun mengurungkan niatnya untuk bertanya lebih banyak lagi kepada citra, karena dia takut itu akan membuat citra tambah emosi.


Amel pun langsung tancap gas menuju rumah orang tua nya citra untuk mengikuti acara pemakaman oma.


Sejak tadi handphone citra selalu berdering, hal itu membuat amel kepo.


" Ra, handphone kamu bunyi tuh!" ucap amel


" Biarkan saja mel" kata citra


" Angkat saja dulu ra, siapa itu penting ra!" kata amel


Citra hanya menggelengkan kepala sambil berkata " malas mel, pasti yang itu dari dokter ridwan "


" Ra, kan kamu sering banget bilang ke aku kalau kita tidak boleh marah dengan seseorang sebelum kita tahu apa yang sebenarnya terjadi" ucap amel mengingatkan


" Ayolah ra, beri kesempatan untuk dokter ridwan memberikan alasan kenapa dia tidak memberitahu kamu tentang penyakit oma kepada kamu ra" bujuk amel


" Lagipula dokter ridwan selama ini sudah menganggap kamu sebagai adik nya sendiri kan ra,


mungkin saja dia terpaksa, maka nya dokter ridwan tidak memberitahu kamu tentang penyakit oma, ra" ucap amel


" Benar juga sih yang di katakan oleh amel" batin citra


" Apa mungkin karena ini menyangkut tentang kesehatan oma, maka nya aku jadi seperti ini" ucap citra dalam hati


" Huh! Oke lah sebaiknya aku dengarkan alasan dari dokter ridwan dulu, kenapa dia tidak memberitahu aku tentang penyakit oma dari awal" batin citra


Citra pun akhirnya mengambil handphone nya dan berniat ingin memberikan kesempatan untuk dokter ridwan memberitahu alasan sebenarnya.

__ADS_1


Tapi, setelah di tunggu cukup lama ternyata dokter ridwan tidak menelepon nya lagi, hal itu membuat citra kesal.


Dengan perasaan kesal citra pun menghubungi dokter ridwan terlebih dahulu.


Disisi lain


Dokter ridwan yang sedang dilanda kegalauan pun memilih untuk pasrah karena sudah berkali-kali dia menghubungi citra tetapi, satu pun tidak ada yang di angkat oleh citra.


Saat dokter ridwan dan yang lainnya sedang terjebak dalam kemacetan, tiba-tiba handphone dokter ridwan bergetar dengan cepat dokter ridwan melihat siapa yang menelepon dirinya.


" Semoga saja citra" ucap dokter ridwan dalam hati


Betapa senangnya dokter ridwan saat melihat nama yang tertera di layar handphone nya adalah nama nya citra.


Beliau pun langsung mengangkat panggilan telepon tersebut.


Belum sempat dokter ridwan mengucapkan salam, citra sudah berkata " Setelah acara pemakaman oma selesai, aku tunggu abang di tempat biasa!"


" Oke ra! Abang pasti datang!" ucap dokter ridwan semangat


Baru saja dokter ridwan akan bertanya dimana citra sekarang, sambungan telepon nya sudah di matikan sepihak oleh citra


Dokter haikal yang duduk di samping nya pun merasa senang, akhirnya sahabat nya sudah tidak galau lagi.


" Telepon dari citra ya?!" tanya dokter haikal


" Iya" jawab dokter ridwan sambil tersenyum


" Memang citra bilang apa, sampai kamu senang banget?" tanya dokter haikal penasaran


" Tempat biasa? Untuk apa bro?" tanya dokter haikal


Dokter ridwan hanya menggelengkan kepalanya sambil berkata " Mungkin dia mau menghajar aku, karena aku sudah bohong sama dia"


" Siapa tahu dia ajak kamu ketemu untuk mendengarkan alasan kenapa kamu tidak memberitahu dia tentang penyakit oma nya!" ujar dokter haikal


" Iya, semoga saja seperti itu kal" ucap dokter ridwan


" Ini kenapa macet nya panjang banget ya?! " kata dokter ridwan


" Sudah tunggu saja, paling sebentar lagi juga tidak macet" ucap dokter haikal


" Sampai kapan? Tuh lihat mobil di depan kita saja dari tadi saja tidak bergerak sedikit pun!" ujar dokter ridwan


" Kalau harus menunggu sampai tidak macet, bisa-bisa aku terlambat datang ke acara pemakaman nya oma!" ucap dokter ridwan


" Lebih baik aku turun di sini saja!" ucap dokter ridwan


" Terus kamu mau pergi kesana naik apa?" tanya dokter haikal


" Aku naik ojek saja biar lebih cepat sampai" jawabdokter ridwan


" Buka pintu mobil nya ka!" ucap dokter ridwan


" Memang dokter ridwan mau kemana?" tanya dokter raka

__ADS_1


" Aku mau turun, aku mau naik ojek biar cepat sampai" jawab dokter ridwan


" Sudah dok" kata dokter raka setelah membuka kunci pintu mobil


Dokter ridwan pun langsung turun dari mobil, sebelum pergi beliau berkata " Terimakasih atas tumpangannya, sampai ketemu di rumah nya citra"


Tanpa menunggu jawaban dari teman-teman nya, dokter ridwan langsung pergi mencari ojek untuk mengantar dia ke rumah orang tua nya citra.


Disisi lain citra dan amel sudah sampai di rumah, citra pun langsung masuk kedalam rumah.


" Terserah, kamu mau ngapain saja mel, yang penting aku mau mencari papa dulu mau tanya jenazah oma kapan sampai nya!" ucap citra


" Oke! Kalau begitu aku mau pergi ke kamar kamu ya ra" kata amel


" Iya boleh, silahkan" kata citra


Citra pun langsung mencari mencari keberadaan papa nya tapi, saat melewati kamar kakak nya dia mendengar suara papa nya sedang memarahi kakak nya.


Citra yang tadi nya hendak pergi pun menghentikan langkahnya saat mendengar nama nya disebut.


Karena penasaran citra pun berniat untuk mendengarkan pembicaraan antara papa dan kakak nya.


" Jadi, tadi kakak berniat untuk kabur" batin citra


" Terus tadi papa yang menjemput kakak di apartemen nya" kata citra dalam hati


Setelah mengetahui papa nya akan keluar, citra buru-buru pergi agar tidak ketahuan oleh papa nya.


" Huh! Selamat!" ucap citra sambil mengusap dada


Citra langsung berjalan menuju kamar nya agar papa nya tidak curiga tapi, saat baru akan memutar knop pintu papa nya memanggil.


" Citra! Kamu sudah pulang?!" ucap papa terkejut melihat citra sudah ada di rumah


" Iya pa, citra baru pulang sama amel" ucap citra


" Amel nya mana?" tanya papa


" Amel di kamar pa, tadi citra ambil barang yang ketinggalan di mobil pa" jawab citra


" Yasudah, kamu sebaiknya istirahat dulu soalnya dari kemarin kamu tidak tidur" kata papa


" Pa, jenazah nya oma kapan sampai nya?" tanya citra


" Nanti siang ra, papa juga sudah menyuruh orang untuk menyiapkan semua nya ra" jawab papa


" Ibu panti sudah diberitahu pa kalau oma sudah meninggal?" tanya citra


" Iya sudah ra, nanti siang kita langsung berangkat ke rumah oma, untuk memakamkan jenazah oma" jawab papa


" Karena oma bilang kalau oma mau di makamkan di samping makam kakek kamu ra" kata papa


" Iya pa, waktu itu oma juga pernah cerita sama citra pa" ucap citra


" Yasudah pa, citra masuk dulu mau siap-siap" sambung citra

__ADS_1


Sang papa hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum


__ADS_2