Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 115


__ADS_3

" Jangan duduk di bawa, anda duduk di kursi saja biar saya duduk di sofa itu saja bersama istri saya" ucap papa sambil menunjuk sofa yang ada di ruangan itu.


" Baik kalau begitu om" ucap vito sambil duduk.


Papa langsung berjalan menuju sofa dan duduk di dekat istri nya yang sedang tertidur pulas.


Setelah memastikan papa mertua nya tidur, vito langsung memegang tangan devina (citra) dengan erat sambil memandangi wajah istri nya, vito pun mengecup kening istrinya sambil berkata " Good night sayang".


Vito terus memegang tangan istrinya sampai dia tertidur.


Sang papa yang melihat kejadian itu pun berpikir " Mungkinkah vito sekarang sudah mulai jatuh cinta kepada devina ataukah dia jatuh cinta kepada citra?!".


" Ya tuhan, berilah kemudahan bagi putri hamba devina untuk bercerai dengan suaminya agar putri hamba citra bisa menjalani kehidupan nya dengan normal tanpa harus berpura-pura menjadi devina lagi" pinta papa dalam hati.


Setelah berdoa beliau langsung memejamkan mata untuk tidur.


Jam menunjukkan pukul 05:00, citra merasa ada yang menggenggam tangan nya, hal itu membuat citra mau tidak mau harus membuka matanya untuk melihat siapa yang sedang menggenggam tangan nya.


Betapa terkejutnya citra saat dia membuka mata nya dia melihat vito sedang tertidur pulas di samping nya dengan menggenggam tangan nya.


" Sejak kapan dia ada di sini?" batin citra.


" Dan kenapa dia menggenggam tangan ku sangat erat" pikir citra.


" Tapi, kalau dia sedang tidur seperti ini dia terlihat sangat tampan" gumam citra.


" Astaghfirullahalazim! Aku ini kenapa sih! Citra sadar dia itu suami dari kakak kamu, masa kamu bilang kalau dia tampan!" ucap citra lirih.


Citra yang melihat vito seperti akan bangun, dengan cepat dia langsung memejamkan mata nya agar tidak ketahuan oleh vito kalau dia sedang mengagumi ketampanan nya.


Benar saja, saat citra baru saja memejamkan mata nya vito sudah terbangun dan dia langsung melihat ke arah istri nya yang masih terlelap lalu dia berkata " Syukur lah, dia masih belum bangun".


" Sebaiknya aku harus segera pergi dari sini sebelum dia bangun" ucap vito lirih.


Vito langsung melepaskan genggaman tangannya dan bersiap untuk pergi, tapi sebelum pergi vito mengecup kening istrinya terlebih dahulu sambil berkata " Semoga cepat sembuh, aku pergi dulu".


Setelah berpamitan dengan istri nya, vito langsung pergi meninggalkan ruangan citra.


Setelah tidak lagi terdengar suara langkah kaki vito, citra langsung membuka mata nya dan bergumam " Masih sempat-sempatnya dia mencari kesempatan untuk mengecup kening ku".


" Ra! Kok kamu sudah bangun?" tanya papa nya saat melihat putri nya sudah bangun.


" Citra juga baru saja bangun pa" jawab citra bohong.

__ADS_1


" Kenapa papa semalam tidur di sana dan kenapa papa tidak tidur di samping citra saja pa?" tanya citra pura-pura tidak mengetahui apapun.


" Oh! Itu karena semalam vito datang kesini untuk menjenguk kamu dan saat dia mau pulang papa melarang dia, karena saat dia mau pulang sudah lewat tengah malam ra" jawab papa menjelaskan.


" Tapi dia tidak curiga kan pa? Kalau aku bukanlah kak devina?!" ujar citra khawatir.


"Memang kenapa ra? Kenapa kamu terlihat sangat khawatir ra?" tanya papa bingung.


" Bagaimana citra tidak khawatir pa, semalam citra itu menghapus make up citra pa, karena citra pikir dia tidak akan datang pa" jawab citra.


" Citra pulang sekarang saja ya pa, soalnya citra takut nanti vito curiga dengan citra" ujar citra khawatir.


Sang mama yang baru saja bangun tidur dan langsung mendengar pembicaraan antara suami dan anaknya pun jadi ikut khawatir.


" Yang dikatakan oleh citra benar juga pa!" kata mama sambil duduk.


" Mama!" citra terkejut mendengar suara mama nya.


" Mama juga khawatir pa, kalau sampai vito menyadari kalau citra bukanlah devina yang sesungguhnya" kata mama sambil berjalan mendekati citra.


" Benar juga yang dikatakan oleh mama, bagaimana jika suatu saat vito menyadari kalau citra itu bukan lah devina, apa yang akan vito lakukan kepada citra" batin papa.


Huft!....


Papa menghela napas berat sebelum berkata " Yasudah, nanti begitu dokter nya datang kita langsung pulang!".


Baru saja citra akan bicara, papa nya langsung berkata " Nanti papa juga akan memberitahu devina untuk pulang ke rumah dan bersiap-siap untuk bertukar posisi dengan kamu".


Dengan semangat citra menganggukkan kepala berkali-kali sambil berkata" Iya pa, terimakasih ya pa"


" Iya sama-sama ra" ucap papa sambil tersenyum bahagia.


Setelah dokter datang dan memeriksa kondisi citra sudah membaik dokter pun mengijinkan citra untuk pulang.


30 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di rumah.


Setelah sampai didepan rumah citra dan kedua orang tua nya langsung masuk kedalam rumah.


" Citra! Kenapa kamu pulang sekarang? Tangan kamu kan belum sembuh! Dasar keras kepala!" kata devina saat melihat citra masuk.


" Aku itu khawatir kak, jika aku tidak pulang sekarang mungkin vito akan curiga dengan aku kak!" ujar citra.


" Memang ada apa kok kamu kamu khawatir vito akan curiga dengan kamu ra?" tanya devina penasaran

__ADS_1


" Soal nya semalam vito datang ke rumah sakit dan semalam itu aku menghapus semua make up aku kak" jawab citra menceritakan.


" Oh! Jadi, begitu cerita nya!?" kata devina sambil mengangguk-anggukkan kepala.


" Terus sekarang aku harus bagaimana?" tanya devina bingung


" Ya kita harus segera bertukar posisi lah kak!" jawab citra.


" Dan itu berarti tangan kak devina harus di buat seperti tangan ku sekarang kak" ujar citra.


" Tapi kakak tenang saja, aku mempunyai rencana agar luka pada lengan kakak terlihat seperti luka sungguhan" imbuhnya.


" Jangan bilang kalau kamu mau membuat luka pada tangan ku agar terlihat seperti luka sungguhan itu dengan menggunakan pisau ra?!" ujar devina dengan wajah takut.


" Ya bukan begitu juga konsep nya kali kak!" jawab citra.


" Aku tidak sekejam itu juga kak!" imbuhnya.


" Huh! Syukurlah kalau memang tidak pakai cara seperti itu" ucap devina lega.


" Atau kakak mau membuat luka pada lengan kakak menggunakan pisau sungguhan?"tanya citra sambil menaikkan kedua alis.


" Ya tidak lah, rasa nya sakit tahu kalau di sayat menggunakan pisau!" sarkas devina panik.


" Kan biar terlihat lebih meyakinkan kak!" kata citra sambil menahan tawa saat melihat wajah kakak nya yang terlihat sangat panik.


Hahahaha....


Citra tertawa terbahak-bahak melihat wajah kakaknya yang sedang panik dan takut.


Devina yang mendengar tawa renyah dari adiknya pun merasa bingung hal apa yang sedang adik nya itu tertawa kan.


Melihat wajah kakaknya yang kebingungan pun membuat citra merasa tidak tega dan berkata " Aku tadi itu hanya bercanda, dan mana mungkin aku tega menyakiti kakak ku sendiri" sambil terus tertawa.


Mendengar perkataan citra membuat devina kesal dan marah.


" Berani-beraninya ya kamu mengerjai kakak kamu sendiri!" ucap devina kesal.


Melihat kakak nya mulai emosi citra pun langsung bersiap untuk kabur.


" Awas ya kamu!" kata devina sambil mengambil bantal di samping nya.


Citra yang melihat kakak nya akan melemparkannya menggunakan bantal dia pun langsung berkata " KABUR!!!" Sambil berlari menjauh dari kakak nya.

__ADS_1


Melihat kelakuan adik nya yang sedang meledek dirinya membuat devina semakin kesal dan marah.


" CITRAAA!!!!" teriak devina


__ADS_2