Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 147


__ADS_3

Melihat anaknya diam saja membuat sang mama geram dan bertanya " Kenapa diam? Apa yang mama katakan semua nya benar kan?!".


" Kamu sebenarnya cinta kan dengan wanita itu?! Tapi kamu gengsi untuk mengakui nya!" ujar mama elisa.


" Saran mama jika kamu memang cinta dengan wanita itu kamu katakan kalau kamu cinta dengan wanita itu tapi, jika kamu memang tidak cinta dengan wanita itu biarkan dia bahagia dengan pria yang di cinta" lanjut mama elisa sambil menepuk bahu putranya.


" Mama pulang dulu" ucap mama elisa.


Setelah mengucapkan itu, beliau langsung pergi.


" Maksud nya tante elisa tadi apa ya?" ucap riko dalam hati.


" Apa mungkin yang membuat vito marah-marah sejak tadi pagi itu karena seorang wanita" pikir riko.


" Tapi hal itu tidak mungkin terjadi, mana mungkin seorang CEO yang sangat dingin kepada semua orang bisa seperti ini hanya karena seorang wanita" batin riko


" Sedangkan saat dia berpisah dengan kekasih nya saja dia bersikap seperti biasa, tidak seperti sekarang. Kira-kira siapa wanita yang bisa membuat vito seperti ini" pikir riko.


" Sebaiknya aku mencari tahu sebenarnya siapa wanita yang bisa membuat sahabat ku ini sampai sebucin ini" tekad riko dalam hati.


Saat dia akan berpamitan dengan vito, dia terkejut karena vito sudah pergi terlebih dahulu.


" Loh! Kemana pergi nya vito? Bukan nya tadi dia masih ada disini, kok sekarang sudah tidak ada!?" ucap riko bingung.


" Mungkin dia mau mencari wanita itu" imbuh nya.


Riko langsung pergi meninggalkan ruangan vito dan kembali ke ruangan nya.


Saat di perjalanan menuju ruangan nya dia baru ingat sesuatu " Oh iya! Hari ini vito kan ada meeting dengan klein penting".


" Aku harus mencari dia kemana lagi!" bingung riko.


" Aku telepon dia saja, siapa tahu dia masih belum jauh pergi nya!" ucap riko sambil mengambil handphone di saku celana.


Sudah berulangkali riko menghubungi nomor vito tetapi tidak ada satu pun panggilan telepon nya di jawab oleh vito, hal itu membuat riko kebingungan.


Tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat kini senja mulai menyapa, tetapi dua orang sahabat ini masih enggan untuk menyudahi kegiatan mereka.


Setelah kejadian yang sempat membuat citra kesal dan berniat untuk pergi, tetapi akhirnya farel dapat membujuk citra untuk tidak pergi dan mereka bisa bermain sambil mengenang kembali masa-masa kecil mereka.


" Ca, pulang yuk!" ajak farel.


" Nanti saja, aku masih belum puas main nya" jawab citra menolak ajakan farel.


" Bukan nya nanti kamu mau pergi makan malam di rumah nya samuel ya ca?!" ujar farel mengingatkan citra kalau dia sudah ada janji dengan samuel.


" Oh iya! Kenapa aku bisa lupa ya" ucap citra


" Yasudah! Sekarang kita pulang yuk!" ajak citra

__ADS_1


" Kamu tidak mengganti pakaian kamu terlebih dahulu ca?" tanya farel.


" Tidak perlu! Karena percuma juga aku mengganti pakaian ku, aku saja belum mandi. Nanti malah baju ku yang tadi jadi bau keringat rel" jawab citra.


" Yasudah! Kalau kamu tidak mengganti pakaian, aku juga tidak akan mengganti pakaian ku" kata farel.


" Ikut-ikutan saja kamu rel!" kata citra sambil geleng-geleng kepala melihat kelakuan sahabat nya yang tidak pernah berubah sejak dahulu.


Mereka berdua langsung berjalan menuju mobil untuk pulang.


Setelah perjalanan yang melelahkan karena macet, akhirnya mereka berdua sudah sampai di rumah citra, citra langsung turun dari mobil di susul farel.


" Ca, aku langsung pulang ya, soalnya kasihan istri ku di rumah sendiri" kata farel berpamitan.


" Iya rel, titip salam untuk kak mentari ya" ucap citra.


" Oke! Yasudah aku langsung pulang, Assalamualaikum" ucap farel.


" Walaikumsalam" jawab citra sambil tersenyum.


Setelah berpamitan farel langsung masuk kedalam mobil dan langsung tancap gas.


" Assalamualaikum" ucap citra sambil membuka pintu.


" Walaikumsalam" jawab bi sum.


Citra langsung pergi ke kamar nya untuk membersihkan dirinya dari keringat.


Saat citra sedang memilih pakaian untuk dia pakai, tiba-tiba....


Tok,.. Tok,.. Tok,..


Terdengar suara ketukan pintu.


Citra pun langsung berjalan menuju pintu kamar dan langsung membuka pintu kamar nya.


" Ada apa bu?" tanya citra saat melihat bi sum di depan pintu kamar nya.


" Itu di luar ada teman nya" jawab bi sum.


" Siapa bu? Samuel ya bu?!" tanya citra.


" Iya " jawab bi sum sambil menganggukkan kepala.


" Tolong bilang sama samuel suruh tunggu sebentar ya bu" ucap citra.


" Iya, nanti ibu sampaikan" kata bi sum.


Setelah mengatakan itu bi sum langsung pergi, dan citra langsung menutup pintu kamar nya.

__ADS_1


Setelah selesai berdandan citra keluar kamar untuk menemui samuel di ruang tamu.


" Maaf ya sam, sudah membuat kamu menunggu lama" ucap citra saat sampai di samping samuel.


Samuel langsung menoleh ke samping saat mendengar suara citra.


" Tidak apa-apa kok ca" jawab samuel.


" Papa dan mama kamu ada dimana ca?" tanya samuel sambil mengedarkan pandangannya.


" Papa dan mama ada di belakang, ada apa sam?" kata citra.


" Aku mau meminta ijin sama papa dan mama kamu ca" ucap samuel.


" Kamu tunggu sebentar, aku panggil papa dan mama dulu ya" kata citra.


" Iya ca" ucap samuel sambil menganggukkan kepala.


Citra langsung pergi untuk memanggil kedua orang tua nya.


Setelah beberapa saat, citra datang bersama kedua orang tua nya.


" Sudah lama sam?" tanya papa saat di dekat samuel.


" Lumayan om" jawab samuel.


" Tadi kata citra kamu mencari om dan tante, ada apa ya sam?" tanya papa sambil duduk.


" Iya benar om, sam mencari om dan tante karena sam mau meminta ijin untuk mengajak citra pergi ke rumah untuk makan malam om" jawab samuel.


" Iya om mengijinkan citra ikut kamu, tapi pulang jangan sampai kemalaman" ucap papa.


" Iya om, sam akan langsung mengantarkan eca pulang ke rumah setelah selesai makan malam" jawab samuel.


"Kalian mau berangkat sekarang atau nanti?" tanya mama.


" Kalau eca sudah siap, kita akan berangkat sekarang tante" jawab samuel.


" Kalau mau berangkat sekarang aku sudah siap sam" kata citra.


" Yasudah kalau kamu sudah siap kita berangkat sekarang!" ujar samuel.


" Iya" jawab citra.


" Om, tante sam mau pamit pulang terlebih dahulu" ucap sam berpamitan dengan kedua orang tua nya citra.


" Iya, hati-hati dijalan" ucap mama.


" Iya ma" jawab citra sambil mencium tangan kedua orang tua nya.

__ADS_1


Begitu pun dengan samuel, setelah itu citra dan samuel berangkat ke rumah orang tua nya samuel.


Tidak ada percakapan antara samuel dan citra selesai perjalanan menuju rumah orang tua samuel.


__ADS_2