Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 230


__ADS_3

" Aku kira, kamu melakukan hal seperti itu karena di suruh oleh vito ca!?" ujar viona


Citra hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum.


" Yasudah, kita keluar yuk!" ajak citra.


" Ayo!!" kata viona.


Mereka berdua langsung keluar kamar.


" Pagi pa, ma!" sapa citra.


" Pagi juga sayang" jawab mama.


" Sini sayang, kita sarapan bersama" kata mama.


" Iya ma" jawab citra.


Baru saja citra akan mendaratkan pantat nya, mama elisa bertanya " Sayang, vito tidak ikut keluar bersama kalian?".


Baru saja citra akan menjawab, viona sudah berkata " Vito sedang mandi tan".


" Oh, jadi vito sedang mandi?!" kata mama elisa.


" Iya tante" jawab citra sambil menganggukkan kepala.


" Kok tante lagi sayang, panggil mama jangan panggil tante" ucap mama elisa.


" Eh, iya. Maaf ma citra lupa" kata citra sambil tersenyum malu.


Di sisi lain.


Vito yang baru saja selesai mandi dan saat akan membuka pintu kamar mandi, tiba-tiba...


" Kenapa pintu nya tidak bisa terbuka!!" kata vito bingung.


" Apa jangan-jangan pintu nya rusak!" pikir vito menebak-nebak.


" Citra!! Citra!! Kamu masih ada di dalam kamar tidak!!" teriak vito sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi.


Sudah berulang kali vito memanggil citra, tetapi citra tidak juga menjawab nya. Hal itu membuat vito mulai panik karena pintu kamar mandi tidak bisa di buka.


" Tenang vito! Tenang! Ayo berpikir, ini pasti ada yang mengerjai kamu!!" ucap vito.


" Viona!! Pasti ini gara-gara dia!!" ucap vito menebak-nebak.


" Ya! Pasti ini ulah nya dia, tidak mungkin citra yang melakukan ini!!" ujar vito.


" Awas saja kamu viona!! Kalau aku sudah keluar aku akan membuat perhitungan dengan kamu!!!" geram vito.


" Ra! Citra!! Citraaa!!!!" teriak vito dari kamar mandi.


Kembali ke citra dan yang lainnya.


Citra yang seperti mendengar suara seseorang memanggil nama nya pun bertanya-tanya dalam hati " Kenapa seperti ada orang yang memanggil nama ku ya? Tapi siapa ya??".


" Apa mungkin mas vito?!" batin citra.


" Masa mas vito, untuk apa dia memanggil aku?!" pikir citra.


Karena penasaran citra pun berdiri dari duduknya dan berkata " Pa, ma citra pamit ke kamar dahulu mau memanggil mas vito untuk sarapan bersama"


" Iya sayang" jawab mama dan mama elisa bersama.

__ADS_1


Sedangkan papa dan papa dimas hanya menganggukkan kepala.


Citra pun langsung berjalan meninggalkan meja makan untuk pergi ke kamar nya.


Sesampainya di kamar citra merasa aneh karena sang suami tidak ada dan pakaian yang dia siapkan masih rapih.


" Mas vito pergi kemana ya? Kenapa pakaian di sini masih rapih?!" ucap citra bingung.


" Mas, mas vito" panggil citra.


Vito yang masih ada di dalam kamar mandi mendengar suara citra sedang mencari dirinya, vito pun langsung memanggil citra agar citra tahu dimana dia berada sekarang.


" Ra, citra!"


" Mas vito" ucap citra saat mendengar suara vito.


" Mas vito, kamu itu kamu?" teriak citra untuk memastikan jika yang dia dengar adalah suara vito.


" Iya ra, ini aku vito suami kamu" jawab vito dari kamar mandi.


" Mas vito ada dimana?" tanya citra.


" Aku ada di dalam kamar mandi ra" jawab vito.


" Kamar mandi?? Dia belum selesai mandi!!" batin citra.


" Mas vito belum selesai mandi?" tanya citra.


" Aku sudah selesai mandi dari tadi ra" jawab vito.


" Kalau mas vito sudah selesai, terus kenapa mas vito belum keluar?!" ujar citra.


" Pintu nya terkunci ra" jawab vito.


" Terkunci?? Kok bisa ya, memang siapa yang mengunci pintu nya!?" pikir citra.


Citra terkejut saat melihat pintu kamar mandi nya terkunci dari luar, citra pun langsung membuka pintu kamar mandi nya.


" Coba pintu nya di buka!" kata citra.


Mendengar itu vito langsung mencoba untuk membuka pintu kamar mandi tersebut.


KREEK!!!


Akhirnya pintu tersebut terbuka, dan terlihat lah citra sedang berdiri di depan pintu kamar mandi.


Vito yang melihat sang istri di depan pintu, vito langsung memeluk citra.


Citra yang mendapat pelukan mendadak dari vito hampir terjatuh.


" Mas vito baik-baik saja kan?" tanya citra.


" Iya, aku baik-baik saja ra" jawab vito sambil melepaskan pelukannya.


" Kenapa pintu nya bisa terkunci ya?" ucap citra bingung.


" Viona yang mengunci pintu kamar mandi nya" kata vito.


" Viona? Masa sih mas?!" ucap citra tidak percaya dengan perkataan vito.


" Iya ra, pasti dia yang sudah mengunci pintu kamar mandi tadi" jawab vito.


" Kalau kamu tidak percaya, nanti kita lihat ekspresi viona saat melihat aku berhasil keluar! Tapi, sebelum itu aku mau memakai pakaian dahulu!" ujar vito.

__ADS_1


Citra hanya menganggukkan kepala.


" Masih sih viona tega mengunci mas vito di kamar mandi!?" batin citra.


" Kalau ucapan mas vito benar, viona bercanda nya keterlaluan sih!" pikir citra.


Karena sibuk dengan pemikiran nya sendiri, citra hingga tidak sadar jika vito sudah selesai memakai pakaian dan kini sudah berada di depan nya.


" Ayo kita keluar ra!" ajak vito.


Tetapi citra tetap diam saja, dia masih memikirkan ucapan vito.


" Ra, citra!" panggil vito sambil melambaikan tangan di depan wajah citra.


Hal itu membuat citra terkejut dan berkata " Hah! Ada apa mas?"


" Are you okay ra?" tanya vito.


" Iya, aku baik-baik saja mas memang ada apa mas?" jawab citra.


" Ya tidak ada apa-apa, hanya saja sejak tadi kamu melamun saja ra" kata vito.


" Maaf ya mas, aku kurang fokus" ucap citra.


" Mas vito sudah selesai memakai pakaian?" tanya citra mengalihkan pembicaraan.


" Iya ini sudah selesai ra" jawab vito.


" Yasudah, kita keluar yuk mas!" ajak citra.


" Ayo!" ucap vito sambil tersenyum.


Mereka berdua langsung keluar kamar sambil bergandengan tangan.


Sesampainya di ruang makan, viona senyum-senyum sendiri, hal itu membuat citra merasa curiga.


Tapi karena dia tidak mau asal menuduh jadi, citra hanya diam saja.


" Kenapa lama sekali kamu mandi vit? makanan citra jadi tidak enak untuk di makan gara-gara kamu!" ujar papa dimas saat melihat citra dan vito datang.


Baru saja vito akan menjawab, tiba-tiba...


" Bagaimana vito tidak lama om, kan pintu kamar mandi nya aku kunci!" kata viona santai.


" Di kunci??!" Semua orang terkejut mendengar jawaban viona.


Viona hanya menganggukkan kepala.


" Jadi, benar tebakan ku kalau kamu yang sudah mengunci pintu kamar mandi!?" ucap vito kesal.


" Iya, memang enak?! Itu adalah balasan karena kamu tadi lama membuka pintu kamar nya!!" kata viona.


Vito kesal dengan viona lalu dia berkata " Kalau bukan sepupu ku, sudah aku balas kamu!!".


" Sudah! Jangan ribut lagi, ayo duduk dahulu mas!" ujar citra menyuruh vito duduk.


Vito pun menuruti perintah citra, dia langsung duduk di samping citra.


Citra langsung mengambilkan nasi dan lauk untuk vito.


" Silahkan mas!" kata citra sambil memberikan piring yang dia pegang.


" Terimakasih" ucap vito sambil tersenyum dan menerima piring yang diberikan citra.

__ADS_1


Mereka berdua langsung makan, sedangkan kedua orang tua mereka sudah pergi ke ruang tamu untuk berbincang-bincang.


Karena takut vito marah dengan nya jadi viona ikut pergi bersama yang lain.


__ADS_2