Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 224


__ADS_3

" Ca, kalau vito berbuat macam-macam, kamu langsung lapor ke aku nanti biar aku yang akan memberikan pelajaran untuk dia" ucap viona sambil memeluk citra.


Vito yang mendengar ucapan viona pun merasa tidak terima, lalu dia berkata " Siapa juga yang mau berbuat macam-macam!!".


Citra hanya tersenyum mendengar perkataan vito.


Viona melepaskan pelukannya lalu dia menghadap ke Vito dan berkata " Awas saja jika kamu berani menyakiti eca, aku akan membuat kamu tidak bisa memiliki keturunan!!" dengan nada mengancam.


" Siapa juga yang akan menyakiti citra" kata vito sambil merangkul citra.


" Sudah sana pulang!! Mengganggu saja kamu!!" usir vito.


" Aku itu tidak mau pulang, aku mau menginap di rumah eca!!" kata viona.


" Tidak boleh!!" ucap vito tegas.


" Memang nya ini rumah kamu? Ini kan rumah orang tua nya eca jadi, kamu tidak berhak melarang aku!!" ujar viona sambil menjulurkan lidahnya mengejek vito.


" Sekarang ini rumah mertua ku jadi, aku juga memiliki hak untuk melarang kamu!!" kata vito.


Citra yang menyaksikan perdebatan mereka berdua pun merasa pusing sendiri karena di antara mereka tidak ada yang mau mengalah.


Citra pun memilih pergi dari tempat itu, vito yang melihat istrinya pergi pun langsung berkata " Ini semua gara-gara kamu, istri ku jadi pergi kan!".


" Enak saja! Eca pergi pasti karena dia menyesal sudah menikah dengan kamu!!" ucap viona.


" Tidak mungkin! Citra itu pergi karena dia malas mendengar suara kamu yang seperti petasan!!" ucap vito menyangkal ucapan viona.


" Enak saja bilang kalau suara ku seperti petasan!!" teriak viona kesal.


Setelah mengucapkan itu, vito langsung pergi meninggalkan viona yang berteriak-teriak karena kesal dengan ulah vito.


Sementara pak ardi dan yang lainnya hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum saat melihat kelakuan anak-anak mereka.


Disisi lain.


Citra memutuskan untuk pergi ke kamar nya, dia ingin segera mandi karena dia sudah merasa tubuhnya sangat lengket di karenakan seharian ini dia hanya mandi satu kali saja.


Sesampainya di kamar dia langsung pergi ke kamar mandi, setelah selesai dia berjalan menuju meja rias untuk mengeringkan rambutnya yang basah.


" Kamu sudah selesai mandi ra?!" kata vito yang baru masuk kedalam kamar.


" Iya mas" jawab citra sambil menganggukkan kepala.


" Mas vito mau mandi sekarang atau nanti?" tanya citra sambil menghadap ke arah vito.


" Iya" jawab vito sambil menganggukkan kepala.


" Yasudah aku siapkan air nya terlebih dahulu mas" kata citra.


" Iya ra" jawab vito sambil tersenyum.


Setelah mendengar jawaban dari vito, citra langsung pergi ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk mandi vito.


Setelah citra pergi, vito langsung duduk di tepi tempat tidur.


" Ingin rasa nya aku langsung memeluk kamu ra" kata vito.


" Sabar vit, kalau kamu langsung memeluk citra yang ada nanti dia takut dengan kamu" ucap vito berbicara sendiri.


Saat vito sedang berbicara sendiri, tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka dan keluar lah citra.

__ADS_1


" Mas air nya sudah siap" kata citra saat sampai di dekat vito.


" Iya ra, terimakasih" ucap vito sambil berdiri.


" Iya, sama-sama mas" jawab citra sambil tersenyum.


Hal itu membuat vito semakin salah tingkah, dan dia langsung berjalan menuju kamar mandi.


Tetapi baru beberapa langkah vito berjalan, dari arah belakang citra berkata " Tunggu mas"


" Iya, ada apa ra?" tanya vito sambil membalikkan badannya.


" Handuk nya ketinggalan mas" jawab citra sambil berjalan mengambil handuk bersih di lemari.


Setelah mengambil handuk di lemari, citra langsung berjalan mendekati vito dan berkata " Ini handuk nya" sambil memberikan handuk yang dia bawa.


Vito menerima handuk pemberian citra sambil mengucapkan " Terimakasih ra".


Setelah mengucapkan terimakasih, vito langsung berjalan menuju kamar mandi.


Hal itu membuat citra terkejut saat melihat tingkah laku vito.


" Mas vito kenapa ya, kok aneh sekali?!" ucap citra bingung.


" Sudah lah tdak perlu di pikirkan! Lebih baik, sekarang aku menyiapkan baju untuk mas vito" kata citra sambil berjalan menuju lemari pakaian.


" Kira-kira mas vito mau memakai baju yang mana ya?!" ucap citra bingung.


" Yang ini saja deh, seperti nya cocok" ucap citra saat menemukan pakaian yang cocok untuk di pakai vito.


Setelah itu, citra langsung meletakkan pakaian vito di atas tempat tidur.


Citra berjalan menuju kamar mandi dan langsung mengetuk pintu kamar mandi.


" Mas, mas vito" panggil citra dari balik pintu kamar mandi.


" Iya ada apa ra?" tanya vito.


" Itu baju nya sudah aku letakkan di atas tempat tidur mas" jawab citra.


" Iya ca, terimakasih" ucap vito.


" Iya sama-sama mas" jawab citra sambil kembali ke meja rias.


Setelah selesai berdandan, citra pergi ke ruang rahasia milik nya yang dia gunakan untuk latihan dan menaruh piala kemenangan milik nya.


Kini vito sudah selesai mandi, tapi dia masih ragu untuk membuka pintu kamar mandi.


" Kira-kira citra masih ada di kamar tidak ya?!" ucap vito.


" Kalau citra masih ada di luar, aku kan malu" imbuh nya.


" Tapi kita kan sudah sah menjadi suami istri, kenapa aku harus merasa malu dengan istri ku sendiri!?" pikir vito.


Dengan perlahan vito membuka pintu kamar mandi, dan dia menjulurkan kepala nya keluar untuk mencari tahu apakah citra masih ada di kamar atau tidak.


" Huh! Aman!!" ucap vito lega.


Dengan cepat vito berjalan menuju tempat tidur untuk mengambil pakaian yang sudah di siapkan oleh citra.


Setelah itu, vito kembali lagi ke kamar mandi untuk memakai pakaian.

__ADS_1


" Kira-kira citra tadi pergi kemana ya? Kenapa di kamar tidak ada?!" pikir vito.


" Apa mungkin dia sedang bersiap untuk melakukan kewajiban nya dia sebagai seorang istri!?" pikir vito.


" Bisa jadi tadi saat aku keluar citra sedang bersiap untuk malam pertama kita" pikir vito.


Vito pun langsung memakai pakaian nya dengan cepat, setelah selesai vito langsung keluar dari kamar mandi.


Saat keluar dari kamar mandi, vito melihat ruang rahasia milik citra terbuka, vito pun berjalan mendekati ruangan itu.


" Ra" panggil vito dengan lembut.


" Iya, ada apa mas" jawab citra sambil menoleh kearah vito.


" Kamu sedang apa?" tanya vito penasaran.


" Aku sedang melihat ruangan ini saja mas" jawab citra.


" Aku boleh masuk?" tanya vito.


Citra menganggukkan kepalanya sambil menjawab " Iya boleh kok mas, masuk saja"


Kini vito sudah merubah panggilan dari saya - kamu menjadi aku - kamu.


Mendapat ijin dari citra, vito pun langsung berjalan masuk kedalam ruangan tersebut.


Vito langsung duduk di samping citra.


" Kenapa jantungku berdegup kencang sekali ya!" batin vito.


" Kenapa aku menjadi sangat gugup jika berada di samping citra ya?!" pikir vito.


" Tapi aku harus tetap bicara dengan citra soal ini" ucap vito dalam hati.


" Ra!" panggil vito lembut.


" Iya ada apa mas" jawab citra sambil menatap wajah vito.


Hal itu semakin membuat vito gugup dan salah tingkah.


" Emm, itu ra" kata vito gugup.


" Itu apa mas?" tanya citra penasaran.


" Itu loh ra!" jawab vito.


" Itu apa mas, aku tidak mengerti?" tanya citra bingung.


" Kenapa aku menjadi seperti ini ya?!" batin vito.


" Aku tidak boleh memberikan kesan yang buruk di hari pertama aku menjadi suami nya!" ucap vito dalam hati.


Huft...


Vito menarik napas dalam-dalam dan buang, setelah itu dia langsung berkata " Ra, malam ini kan malam pertama kita, boleh tidak aku meminta hak ku sebagai suami kamu?!".


Deg...


Citra terkejut saat mendengar perkataan vito.


" Aduh! Bagaimana ya mas, aku mau meminta maaf sekali mas tapi, hari ini aku sedang kedatangan tamu bulanan mas jadi, itu nya di tunda dahulu ya mas" ucap citra dengan nada bersalah dan tidak enak sudah menolak permintaan dari suami nya.

__ADS_1


Mendengar itu ekspresi vito langsung berubah.


__ADS_2