Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 37


__ADS_3

Setelah selesai merias wajah nya citra keluar dari kamar mandi dan bersiap untuk tidur, malam dia berencana untuk tidur di kamar vito, karena dia sudah bertekad akan membuat vito jatuh cinta kepada dirinya (devina), agar ketika devina pulang vito bisa jatuh cinta dan menerima devina sebagai istri nya dan meninggalkan kekasihnya.


Tidak butuh waktu lama untuk citra memejamkan matanya, mungkin karena lelah setelah bertanding atau memang citra sudah mengantuk, karena kini dia sudah berada di alam mimpi.


Vito yang sejak tadi keluar kamar, kini dia kembali masuk ke kamar lagi untuk mandi dan tidur, saat vito masuk kamar dia tidak melihat ke arah tempat tidur dan langsung menuju kamar mandi, sehingga dia tidak mengetahui bahwa ada seseorang yang sedang tertidur pulas di tempat tidur nya. Setelah beberapa saat vito keluar dari kamar mandi memakai jubah tidur dan langsung menuju ke tempat tidur dan langsung merebahkan tubuhnya dan langsung menyusul citra ke alam mimpi.


Pagi hari yang cerah, citra yang sedang tertidur merasa ada sesuatu yang berat yang menimpah tubuh nya, hal itu membuat citra yang masih mengantuk terpaksa membuka mata nya untuk melihat apa yang menimpah tubuh nya, dan saat citra membuka mata dia melihat ada sebuah tangan besar yang sedang memeluk dirinya dari belakang lalu dia pun...


Aaaaaaaa.... teriak citra refleks menendang orang tersebut


Bugh....


Suara jatuh nya terdengar seperti suara buah nangka yang jatuh dari pohonnya. ( Kalian bayangin saja bagaimana kalau buah nangka jatuh dari pohon)


Aw...


Teriak vito mengaduh kesakitan akibat tendangan keras dari citra.


Citra yang mendengar suara orang yang dia beri tendangan pun terkejut dan berkata " Kenapa suaranya mirip si manusia kutub?!"


" Atau jangan-jangan?" sambung citra


Karena penasaran citra pun melihat kearah sumber suara untuk memastikan siapa orang yang dia beri tendangan tadi, dan saat citra melihat bahwa orang yang baru saja mendapat tendangan keras dari ialah vito dia pun berkata " Tuh kan benar, itu si manusia kutub!"


" Aduh, bagaimana ini nasib ku nanti, kalau dia tahu kalau aku yang sudah membuat dia terjatuh" gumam citra sambil tangannya di letakkan di kepala


Vito pun mencari seseorang yang sudah membuat dia terjatuh dari tempat tidur nya, dan saat dia melihat sekeliling nya dia menemukan citra yang sedang berada di atas tempat tidur nya.

__ADS_1


" Kamu!!" Ucap vito sambil menunjuk kearah citra


" Ngapain disini?" tanya vito sambil bangun dari duduknya


Citra yang mendapat pertanyaan seperti itu pun hanya berkata " Hai!" sambil cengengesan karena bingung apa yang akan terjadi jika vito mengetahui bahwa dia yang sudah membuat dia terjatuh dari tempat tidur nya.


" Bapak ngapain tidur di lantai, di lantai kan dingin pak" ucap citra mencoba bersikap seperti tidak terjadi apa-apa


" Siapa yang tidur lantai?" tanya vito


" Kalau bapak tidak tidur di lantai, terus bapak tadi ngapain tidur di lantai" jawab citra


" Saya tadi jatuh, bukan sedang tidur di lantai" ucap vito


" Oh, jadi bapak tadi jatuh!" ucap citra sambil mengangguk-anggukan kepalanya


" Kamu sedang apa disini?" tanya vito


Belum sempat citra menjawab pertanyaan dari vito, vito kembali bertanya kepada citra dengan nada intimidasi " Atau jangan-jangan kamu tadi yang menendang saya, sampai saya jatuh?"


" Bu... bukan aku kok" jawab citra terbata-bata


" Kalau bukan kamu, terus kenapa kamu ada di atas tempat tidur saya?" tanya vito sambil berjalan mendekati citra


" Ya.. ya a..aku" jawab citra terbata-bata bingung harus bagaimana menjawab pertanyaan vito


" Aku apa?" tanya vito kini dia merubah nada suara nya

__ADS_1


" A..aku, maksud nya bukan aku yang membuat mas vito jatuh" jawab citra sambil duduk


" Terus kenapa kamu pagi-pagi sekali sudah ada di atas tempat tidur ku?" tanya vito semakin mendekati citra


" Ya" ucap citra


" Aduh, harus jawab apa lagi aku" batin citra


" Masa iya, aku harus jawab kalau aku semalam tidur disini dan tadi pagi saat bangun aku terkejut dengan dia yang ada di belakang ku, dan terus aku menendang dia sangat keras sampai dia terjatuh di lantai" pikir citra


" Ya, memang kenyataan nya seperti itu sih, tapi masa aku harus jawab jujur, yang ada nanti aku langsung di pukul sama dia, dan yang lebih parahnya lagi nanti aku bakal di tendang sama dia, seperti aku tadi yang sudah menendang dia dengan sangat keras" batin citra


Tanpa sadar citra berkata dengan suara keras " Tidak! tidak boleh!"


Vito yang melihat citra bicara sendiri pun merasa bingung dengan maksud dari perkataan citra.


" Apa yang tidak boleh?" tanya vito sambil mengikis jarak antara dirinya dengan citra


Hal tersebut membuat citra tersadar dari lamunannya dan dia terkejut karena kini vito tepat berada di depan wajah nya.


" Astaghfirullah, mas vito" ucap citra saat melihat wajah vito dan wajah nya hanya berjarak beberapa sentimeter saja


" Kenapa?" tanya vito


" Kenapa mas vito sudah ada di sini, bukan nya tadi masih ada di sana" jawab citra sambil mencoba untuk membuat jarak antara mereka dengan cara mundur


" Memang nya kenapa kalau aku ada di sini?" tanya vito sambil terus mendekat ke arah citra

__ADS_1


" Ya tidak apa-apa sih mas" jawab citra sambil terus mundur, namun sial nya, yang dia kira di belakang nya ada bantal guling untuk pijakan tangannya ternyata kosong, tidak ada bantal guling dan refleks tangan kiri citra menarik tangan vito, karena vito tidak siap dengan gerakan citra yang mendadak menarik tangan nya sehingga membuat vito terjatuh di atas citra.


__ADS_2