Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 184


__ADS_3

Setelah selesai makan siang, mereka semua pergi meninggalkan kafe tersebut dan tidak lupa pak ardi membayar bill terlebih dahulu di kasir.


Setelah itu mereka semua pergi ke asrama citra untuk mengemas pakaian citra sekalian berpamitan dengan yang lainnya karena citra akan pindah ke apartemen yang sudah di pilihkan oleh kedua orang tua nya agar citra tidak lagi tinggal di asrama.


Setelah selesai mengemas pakaian dan berpamitan, mereka langsung pergi apartemen yang dibelikan oleh kedua orang tua nya.


Hampir 1 jam perjalanan dari asrama citra yang lama, akhirnya mereka semua sampai di apartemen citra yang baru.


" Alhamdulillah, akhirnya sampai juga" ucap papa saat sampai di parkiran apartemen.


Citra melihat sekeliling dan betapa terkejutnya dia saat melihat hotel di seberang jalan.


" Itu kan hotel yang waktu itu?!" batin citra.


" Pa, ini apartemen yang papa beli untuk aku?" tanya citra dengan ekspresi wajah yang khawatir dan senang.


" Iya ra, kamu suka tidak?" jawab papa sambil menoleh ke arah citra.


Saat menoleh ke arah citra, pak ardi langsung bertanya


" Kamu kenapa ra? Kamu tidak suka dengan apartemen ini?"


" Aku suka kok pa, hanya saja..." jawab citra tidak melanjutkan ucapannya.


" Hanya saja di hotel depan sana aku pernah tidur satu kamar dengan manusia kutub pa, ma" ucap citra dalam hati.


Hal itu membuat sang mama penasaran dan langsung bertanya " Hanya saja apa sayang?".

__ADS_1


" Tidak ada apa-apa kok ma" jawab citra.


" Kamu yakin ra?" kini giliran pak ardi yang bertanya apa anaknya.


" Iya pa" jawab citra sambil tersenyum.


" Kalau kamu tidak suka dengan apartemen ini, kita bisa pergi ke apartemen yang satunya ra!" ujar papa.


Mendengar itu, citra langsung bertanya " Memang masih ada yang lain pa?"


" Iya ada, kamu mau melihat-lihat terlebih dahulu ra?!" ujar papa.


Mendengar itu, citra langsung menganggukkan kepalanya dengan semangat.


Mobil yang di kendarai pak ardi langsung pergi meninggalkan apartemen tersebut dan pergi ke apartemen yang satunya.


Kendaraan yang lainnya pun langsung mengikuti kemana mobil pak ardi pergi.


Dan citra sangat terkejut saat melihat seseorang lalu secara spontan dia berteriak " Manusia kutub!!".


Mendengar putri nya berteriak pak ardi pun langsung menginjak rem mobil nya.


Dugh!!..


Citra yang sedang melihat kearah luar jendela pun kepalanya terbentur kaca mobil.


" Aw!! " teriak citra mengaduh kesakitan.

__ADS_1


" Papa kenapa tiba-tiba menginjak rem?" tanya citra sambil mengusap-usap kening nya yang sakit.


" Papa minta maaf, sakit tidak?" ucap papa.


" Sakit pa" jawab citra.


" Papa kenapa sih, kok tiba-tiba menginjak rem secara mendadak?" tanya citra.


" Papa terkejut saat kamu berteriak manusia kutub ra, memang disini ada manusia kutub ra?!" ujar papa.


" Citra minta maaf pa, karena gara-gara citra papa jadi terkejut" ucap citra.


" Kamu melihat manusia kutub dimana sayang, memang disini ada manusia kutub sayang?" tanya mama.


" ini kan bukan musim dingin, tidak mungkin ada manusia kutub sayang?!" ujar mama.


" Manusia kutub yang aku maksud bukan seperti yang mama dan papa pikirkan" ucap citra.


" Terus manusia kutub yang kamu maksud itu apa sayang?" tanya mama penasaran.


" Maksud aku, aku tadi melihat pak vito pa, ma" jawab citra.


" Pak vito?! Dimana ra?!" pak ardi terkejut saat mendengar putri nya mengatakan jika dia tadi melihat vito.


" Tadi di depan supermarket, bersama perempuan cantik pa" jawab citra


" Perempuan cantik?!" pak ardi di buat terkejut lagi oleh jawaban citra.

__ADS_1


Citra menganggukkan kepalanya sambil berkata " Mungkin perempuan cantik itu kekasih nya manusia kutub pa".


Mendengar citra kedua orang tua citra langsung berteriak " Jadi, manusia kutub yang kamu maksud itu pak vito!!!"


__ADS_2