Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 242


__ADS_3

Hari berikutnya dan seterusnya mereka lewati dengan jalan-jalan ke berbagai tempat di Paris.


Saat ini citra masih mengemasi barang-barang agar besok mereka berdua bisa langsung berangkat ke bandara untuk pulang ke Indonesia.


" Belum selesai ra?" tanya vito baru selesai mandi.


" Tinggal sedikit lagi mas" jawab citra tetap fokus mengemasi barang-barang.


" Oh iya mas, itu di atas tempat tidur sudah aku siapkan pakaian untuk mas vito pakai" kata citra.


" Iya ra, terimakasih" ucap vito sambil berjalan untuk mengambil pakaian yang ada di atas tempat tidur.


Setelah mengambil pakaian, vito langsung pergi ke kamar mandi untuk memakai nya tapi saat akan masuk kamar mandi vito membalikkan badannya kearah citra.


" Ra, nanti setelah selesai mengemasi barang kamu mau langsung mandi atau tidak?" tanya vito di ambang pintu.


" Iya mas, nanti setelah selesai aku mau langsung mandi" jawab citra.


" Memang ada apa mas?" tanya citra sambil menghadap vito.


" Kalau kamu mau nanti sekalian aku siapkan air nya ra" jawab vito.


Baru saja citra akan menolaknya, vito langsung berkata " Pokoknya aku akan tetap menyiapkan air untuk kamu mandi!"


Setelah berkata begitu, vito langsung masuk ke dalam kamar mandi.


Beberapa saat kemudian vito keluar kamar mandi sudah mengenakan pakaian, dia langsung berjalan mendekati citra yang sedang duduk di tepi tempat tidur.


" Silahkan ra, kalau kamu mau mandi. Air nya sudah aku siapkan!" ujar vito sambil duduk di samping citra.


Mendengar itu citra langsung berdiri lalu berkata " Terimakasih mas"


" Iya sama-sama ra" jawab vito sambil menganggukkan kepala.


Citra pun langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya tidak lupa dia juga membawa pakaian yang akan dia pakai nanti.


Beberapa saat kemudian citra keluar dari kamar mandi, lalu dia berjalan menghampiri suaminya.


" Sudah selesai ra?" tanya vito saat melihat citra berjalan kearah nya.


" Iya, sudah mas" jawab citra sambil menganggukkan kepala.


" Kenapa mas? Aku mandi nya lama ya!" kata citra sambil menatap kearah mata vito.

__ADS_1


" Tidak lama kok ra, aku bertanya seperti itu karena aku mau mengajak kamu makan malam ra" jawab vito menjelaskan agar tidak terjadi salah paham di antara mereka berdua.


" Oh! Jadi, mas vito mau mengajak aku makan malam" ujar citra.


" Iya ra, kamu mau makan di restoran mana ra. kamu yang menentukan kita akan makan malam dimana!" kata vito.


" Kalau aku makan malam di mana saja sih oke-oke saja mas, kalau mas vito sendiri bagaimana?!" kata citra.


" Kalau menurut aku bagaimana kalau kita malam malam di restoran yang dekat dengan menara eiffel ra, biar suasana nya lebih terkesan romantis ra!" ujar vito.


" Tempat itu kan jauh! Pasti nanti pulang nya larut malam, yang ada nanti rencananya gagal lagi seperti kemarin" pikir citra.


" Mas, mending kita makan malam nya di dekat hotel saja atau tidak kita delivery order saja mas?!" ucap citra.


" Restoran dekat hotel kan suasana nya tidak ada yang romantis ra" ucap vito tidak percaya dengan apa yang di ucapkan istri nya itu.


" Iya tidak apa mas, soal nya malam ini aku sedang malas pergi kemana-mana mas!" kata citra mencari alasan.


" Memang kamu tidak mau pergi jalan-jalan ra? Ini kan malam terakhir kita berada di Paris ra! Masa kita hanya berdiam diri di dalam kamar hotel saja ra!!" kata vito mencoba membujuk citra agar dia mau di ajak jalan-jalan.


" Tidak tidak mau pergi mas, aku capek!!" jawab citra sambil menggelengkan kepala.


" Kamu serius ra, tidak mau pergi dan mau makan di restoran dekat hotel atau delivery ra?!" tanya vito memastikan apakah citra betul-betul yakin tidak mau pergi.


" Huh!! Yasudah deh, jika kamu tidak mau pergi!" ucap vito sedih.


" Kalau begitu lebih aku delivery order saja ya ra, dari pada makan di restoran dekat hotel!" ujar vito dengan ekspresi sedih.


" Iya mas" jawab citra.


" Maafkan aku mas, tapi jika malam ini kita pergi lagi kita akan menunda nya lagi" batin citra.


" Padahal aku mau mengajak kamu dinner romantis ra, tapi apalah daya ku jika kamu tidak mau pergi ra" ucap vito dalam hati sedih.


" Mas vito sudah jadi memesan makanan nya belum?" tanya citra penasaran.


" Iya ra, aku sudah memesan makanan nya dan sebentar lagi pasti akan sampai" jawab vito.


Citra hanya menganggukkan kepala nya.


Benar saja apa yang di katakan oleh vito, pesanan mereka sudah sampai dan vito langsung pergi untuk mengambil makanan mereka.


Setelah vito menutup pintu kamar, citra langsung berjalan mendekati vito dan mengambil makanan yang sedang di bawa oleh vito.

__ADS_1


Setelah itu citra duduk di tepi tempat tidur.


" Duduk sini mas!" kata citra sambil menepuk tempat kosong di depan nya.


Vito pun langsung berjalan mendekati citra dan langsung duduk di tempat yang sudah di tunjuk oleh citra tadi.


" Ayo makan mas!" ajak citra sambil memulai makan.


Vito hanya menganggukkan kepalanya saja.


Mereka berdua langsung menyantap makanan mereka sampai habis, setelah selesai makan citra langsung membersihkan tempat makan nya dan langsung membuang nya ke tempat sampah.


" Pasti mas vito tadi kesal sekali karena aku tidak mau diajak pergi!" batin citra.


Setelah selesai membuang sampah citra kembali ke tempat semula.


" Mas vito marah dan kesal ya dengan ku?" tanya citra sambil menatap mata vito.


" Aku meminta maaf ya mas, aku tidak bermaksud untuk membuat mas vito marah" ucap citra.


" Tidak ra, mas vito tidak marah dengan kamu" jawab vito sambil menggelengkan kepalanya.


" Tapi dari tadi mas vito diam saja dan tidak senyum!" kata citra.


Mendengar itu vito langsung menunjukan senyuman nya.


" Mas vito, sebenarnya aku mempunyai alasan tersendiri mengapa aku tidak mau pergi jalan-jalan mas" kata citra.


" Iya ra, mas tahu itu. Alasan kamu tidak mau pergi jalan-jalan karena kamu lelah kan?!" ujar vito menebak-nebak.


Citra menggelengkan kepalanya, dan hal itu membuat vito terkejut.


" Kok kamu menggelengkan kepala ra?! Bukan nya tadi kamu berkata jika kamu tidak mau pergi jalan-jalan karena kamu lelah dan capek!" ujar vito.


" Alasan aku yang sebenarnya adalah karena aku ingin memenuhi kewajiban ku sebagai seorang istri mas" jawab citra.


Mendengar hal itu, vito yang tadi nya terlihat murung dan kesal pun langsung menatap wajah citra dengan ekspresi wajah terkejut.


" Tadi kamu mengatakan apa ra? Bisa kamu ulangi sekali lagi?!" kata vito tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


" Alasan aku yang sebenarnya yaitu aku ingin memenuhi kewajiban ku sebagai istri nya mas vito" ucap citra mengulangi jawabannya.


Mendengar itu vito terlihat sangat bahagia dan dia langsung memeluk citra.

__ADS_1


__ADS_2